Wednesday, June 10, 2026

Kesombongan

 









Sekecewa inikah aku kepada_Mu...??

Sedalam apakah rasa marahku untuk_Mu...??

Sampai sekedar menyebut nama_Mu rasanya sesakit ini.

Atau mungkin aku yang salah

Karena telah percaya Engkau ada

Sehingga aku hanya selalu berharap kepada_Mu.


Dimana Engkau saat aku mencari_Mu

hanya ingin Engkau memelukku

Dengarkah Engkau saat aku memanggil_Mu

Sampai habis batas lelahku menunggu jawab_Mu

Melihatkah Engkau saat aku bertelut penuh air mata.


Kata mereka berharaplah hanya pada_Mu

Hanya Engkau yang tidak pernah mengecewakan

Tapi sesakit inikah menjalaninya....??

Sampai kapan harus merasakan semuanya...??


Tidak pernah meminta kemewahan

Cukup kesehatan jiwa dan raga

Tidak pernah meminta kekayaan

Hanya kata cukup

Tidak pernah meminta tahta

Cukup jangan patahkan mereka yang kudoakan


Tapi ribuan hari jutaan doa yang sama kunaikkan pada_Mu

Satupun pintaku tidak pernah kudapat dari_Mu

"ketuklah maka akan dibukakan"

Sampai berdarah aku mengetuknya

Tetapi Engkau tutup rapat pintu berkat_Mu

"mintalah maka akan diberikan"

Harus bagaimana caraku meminta

Untuk bisa Engkau berikan..?


Sesekali aku mulai bisa berdiri kembali

Itu semata-mata bukan untuk membahagiakanku 

Melainkan untuk orang lain

Saat semua tugasku selesai

Engkau jatuhkan aku lagi, lagi dan lagi

Semakin dalam dan semakin sakit


Ketika kusematkan doa

Untuk mereka yang berharap bermimpi

Saat itu juga berkat tercurah bagi mereka

Tapi saat pintaku kunaikkan kepada_Mu

Seketika itu aku kehilangan_Mu


Kata mereka aku tidak bersyukur

Apa yang perlu aku syukuri

Ketika setiap detik yang ada hanya sakit dan sesak

Riuh penat isi hati dan kepala

Hanya untuk berpikir mencari cara

Bagaimana bisa tampak baik-baik saja

Disaat semuanya tidak pernah baik adanya


Mereka bilang hadiahku Surga

Tapi aku bukan Yesus 

Yang mampu memanggul salib 

Menahan rasa sakit dan mati di kayu salib 

Sengsara menanggung dosa manusia

Dan aku juga bukan Maria

Yang punya kesabaran tanpa batas


Aku melakukan aku melalui lelah dan luka sedalam ini

Untuk bisa meraih surga_Mu

Seindah apa Surga yang Kau siapkan untukku

Sampai harus seberat ini rasa yang Kau titip untukku.

Ataukah ini hukuman atas dosa²ku

Sebesar apa dosa yang sudah kubuat dimata_Mu

Sampai wajah_Mu bepaling dariku

Andai benar selama ini sebuah teguran dari_Mu

Jika yang lain tidak, kenapa aku harus..?





#saat kita ada dalam situasi yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, kesombongan kita akan membunuh keimanan kita atas penyelenggaraan Tuhan#






Memilih dan Menyelesaikan









Dalam sebuah pilihan selalu melekat tiga hal, adalah Cinta, Komitmen, & Tanggung Jawab

Mencintai apa yang sudah menjadi pilihan kita, merawat, menjaga, dan memupuk agar selalu bisa bertumbuh. Bagaimanapun caranya tetaplah mencintai karena itulah cara mencintai yang benar. 

Jika rasa cinta atas pilihan yang sudah diambil mulai berkurang, cobalah untuk kembali memikirkan, komitmen awal kalian pada saat kmmemutuskan untuk mengambil sebuah pilihan yang kalian jalani saat ini. 

Dan jika seolah-olah komitmen awalpun enggan kalian ingat kembali, mari tunjukkan pada diri kalian masing-masing, bahwa kalian adalah pribadi-pribadi yang memiliki tanggung jawab. 

Bertanggung jawablah atas pilihan yang sudah kalian ambil,selesaikan apa yang sudah kalian mulai dengan baik. Tidak peduli sesulit apapun perjalanannya, yakinlah bahwa Tuhan Yesus memberkati, Bunda Maria mendoakan & Santo Yusuf selalu ada untuk kalian.