Showing posts with label selamanya. Show all posts
Showing posts with label selamanya. Show all posts

Tuesday, September 29, 2015

Ketika Jubah Bicara Cinta























Ketika yang berjubah jatuh hati
Manusiawi....
Karena setiap manusia 
diciptakan dengan memiliki hati 
yang penuh cinta dan kasih

Sebuah jubah bukan pembunuh rasa cinta
Sebuah jubah juga bukan menjadi pengubah 
sifat manusia untuk menjadi munafik
Apalagi memaksa manusia 
untuk tidak memiliki rasa cinta

Tetapi ketika mereka rela mengenakan jubah
Sebuah pilihan harus menjadi prioritas
Membuat manusia lebih bijak menggunakan hati
Lebih cerdas menentukan sebuah pilihan
Dan bertanggung jawab 
atas keputusan yang pernah diambil
Dengan tetap mencintai 
dengan cara yang berbeda.


Wednesday, May 27, 2015

Karena Anak Adalah Gambaran dari Orang Tuanya





















-- photo : koleksi pribadi --


Mama....
Ajarkan kami bagaimana caranya menyayangi 
  bukan menyakiti
Ajarkan kami indahnya memberi 
  bukan mencuri
Ajarkan kami bagaimana merawat 
  bukan merusak
Agar mereka tau 
  bahwa mama sayang aku
Agar mereka mengerti 
  bahwa mama peduli masa depanku
Agar mereka melihat 
  hebatnya mama mendidik pribadiku


Papa....
Ajarkan kami cara bertanggung jawab 
  bukan menjadi pengecut
Ajarkan kami berani menghadapi masalah 
  bukan lari menghindar
Ajarkan kami berani mengakui kesalahan 
  bukan mencari kambing hitam
Agar mereka melihat 
  jiwa kesatria yang kau wariskan untukku
Agar mereka mengerti 
  bahwa mental pemberani dan kejujuran yang kau turunkan bagiku


Wednesday, March 4, 2015

Sinau Unggah Ungguh'e Wong Jowo

























Karena Aku adalah Katolik













Jangan ngaku Katolik
jika tidak berani dijauhi
karena berpihak pada kebenaran

Jangan ngaku Katolik 
jika tidak punya nyali
menindak kezaliman


Jangan ngaku Katolik
jika tidak berani dimaki
karena memperjuangkan keadilan

Jangan mengaku Katolik
jika hanya bisa bersembunyi
dari sebuah kejujuran

Jangan mengaku Katolik
jika hanya mampu berlari menjauh pergi
meninggalkan duka bagi orang lain

Karena Yesus, dicaci, dimaki, 
dan mengorbankan diri dikayu Salib 
bukan karena tidak bisa melawan 
tetapi karena sebuah kebenaran.

Selamat menjalankan masa pertobatan ini sampai pada sebuah kemenangan dalam mengalahkan diri sendiri sehingga kita pantas disebut Katolik

foto: Gereja Katerdral Jakarta - koleksi pribadi

Thursday, July 24, 2014

Hati dan Rasa


















Ketika keteguhan hati runtuh oleh rasa bersalah
Ketika kekuatan batin hancur oleh rasa kasihan
Rasanya ingin menyelesaikan semuanya
Menutup kisah tanpa luka
Tetapi selalu tidak mengerti bagaimana caranya

Ketika setiap kali maaf terucap
Tidak akan mampu menghapus semua salah
Ketika setiap tetes kepedihan mengalir deras
Tidak akan menghapus rasa kecewanya
Ingin berlari sampai alam tak mampu menyapa
Tetapi rasanya semua sia-sia
Karena Sang Dewa tidak pernah rubah rencana

Ketika hanya tawa mampu menutupi semua rasa malu
Ketika canda ada sebagai selimut putus asa
Memaksa jiwa untuk terus melangkah
Dengan atau tanpa rasa bersalah
Bersama luka yang ada dan semakin perih terasa

Friday, May 2, 2014

Jika Kamu Mengerti


















Ketika aku butuh sebagian dari sekian banyak waktumu
Untuk sekedar aku bisa bersandar dibahumu
Menghapus semua rasa yang selalu sama

Ketika semua itu tak mampu kuraih
Hanya rasa kecewa yg tersisa
Tapi aku tak punya kuasa
Untuk memaksa inginku lagi

Cukup kamu tau....
Bahwa aku tidak pernah mau tau
Sepenting apa aku dimata kamu
Tidak peduli aku prioritas terakhirpun dalam hidupmu
Tetapi kamu tetap yang utama di hidupku
Tidak peduli aku bukan siapa siapa buatmu
Tetapi kamu adalah nyawa dalam setiap hembusan nafasku

Ketika semua rasa yang kupunya
Terasa terbuang sia sia
Aku hanya mampu berkata
Aku tidak akan pernah
Membunuh rasa cinta
Meskipun tak pernah bisa menggapai asa
Aku tidak akan pernah sekalipun
Menggadaikan kebersamaan kita
Dengan apapun.yang pernah ada....

Sunday, April 27, 2014

Hanya Ingin Aku


















Aku hanya ingin sendiri
Ya, sendiri.....
Bukan karena aku sudah menutup hati
Bukan juga karena ada cinta lain

Tidak....
Semua itu tidak pernah ada dalam benakku
Betapa tidak bersyukurnya aku
Jika aku sempat berfikir berhenti mencintaimu
Betapa tidak tau dirinya aku
Andai aku meninggalkanmu untuk kebahagian yang lain

Aku hanya ingin sendiri
Ya, sendiri.....
Hanya ada aku (dan Tuhanku)
Agar aku bisa menangis tanpa membuatmu bersedih
Agar aku bisa teriak tanpa membuatmu kecewa
Agar aku bisa berkeluh kesah tanpa membuatmu terbebani

Aku hanya ingin sendiri
Ya, sendiri.....
Hanya ada aku (dan pantaiku)
Agar aku bisa menghapus sesakku dengan sapuan ombak
Agar aku bisa hempaskan lelahku dengan tiupan angin laut
Agar aku bisa raih kembali harapku yang hampir padam 
    dengan hangatnya mentari senja

Aku hanya ingin sendiri
Ya, sendiri.....
Hanya ada aku (dan rasaku)
Karena aku hanya ingin seorang diri membelai perih luka ini
Karena aku hanya ingin seorang diri memeluk rapuh tubuh ini
Dan aku hanya ingin mendiri menikmati segala rasa sakit ini

Aku hanya ingin sendiri
Ya, sendiri.....
Hanya ada aku (dan hatiku)
Ijinkan aku menyayangimu dengan caraku
Biarkan aku memilikimu dengan anganku
Karena aku akan tetap mencintaimu dalam damaiku.

Friday, February 1, 2013

Sejenak Bersamamu




















Tuhan mempertemukan kita 
Saat aku tak memiliki hati
Memberikan hati dan satu rasa 
Yang sempat aku miliki sebelumnya
Meyakinkan aku bahwa kamu pantas aku cintai
Rasa ini mengalahkan logika yang ada

Ketika kamu mulai beranjak pergi
Perlahan berlalu meninggalkan kebersamaan kita
Aku baru menyadari
Aku terlalu mencintai kamu
Kesalahanku adalah aku percaya kamu mencintai aku 
  seperti aku mencintai kamu

"Maaf aku mengecewakanmu"
Hanya itu kalimat yang sempat tercatat dalam otakku
Jika kamu bertanya apa yang aku rasakan
Hanya air mata yang mampu menjawabnya
Aku hanya butuh waktu untuk sendiri

Kembali mengulang semua yang pernah kita lalui
Hingga aku sampai pada titik ini
Tidak sepantasnya aku menyalahkan kamu 
Karena ini bukan kesalahan kamu
Mencoba memahami maksud dari segala peristiwa 
  bersamamu

Ketika Tuhan mempertemukan kita
Itu bukan sebuah kesalahan
Tuhan pertemukan aku dengan orang yang tepat
Orang yang tepat dan sangat pantas untuk dicintai
Meskipun tidak pada waktu yang tepat
Yang akhirnya tak mampu untuk bisa aku miliki
Tapi bersamamu, Tuhan mengajarkan aku 
   cinta yang seutuhnya

Saat kamu menjauh dariku
Tuhan ingin mengenalkan aku 
Sisi lain dari rasa cinta
Satu rasa yang tidak akan pernah bisa diungkap
Hanya mampu tergantikan oleh air mata
Sampai kamu memutuskan untuk pergi 
   itu akan lebih baik
Karena hanya satu hati yang akan tersakiti
Dari pada kita memaksakan kebersamaan ini
Akan ada dua hati yang tersakiti 
Karena saling mencintai tanpa pernah bisa bersatu

Terima kasih untuk kesempatan yang kamu berikan buatku
Untuk bisa merasakan apa itu "hidup"
Meskipun hanya untuk sejenak
Tuhan telah mengatur waktu kita dengan singkat
Agar aku tidak memiliki keinginan 
  untuk memulai kembali jika aku tidak ingin 
  mengulang rasa sakit ketika cinta itu diakhiri
Agar aku bisa tetap menyimpan semua rasa cinta ini 
  tanpa harus menggantinya dengan rasa yang lain
  dan pada hati yang lain

Wednesday, September 19, 2012

Dalam Mimpiku

















Tatap matamu terlalu tajam
Senyum tipis yang penuh makna
Pesona yang tak pernah redup
Menyapamu menjadi sebuah kerinduan
Mengenalmu menghadirkan rasa 
  yang pernah hilang

Kata hatiku tak pernah salah
Memilih hatimu sebagai tahta cintaku
Bersama dirimu kudapatkan kebahagiaan
Berdua denganmu kuraih kesempurnaan
Dalam lembut genggam jemari
Di kehangatan pelukmu
Terlelap oleh damai belaianmu

Memiliki dirimu seutuhnya adalah mimpi
Keindahan yang selalu tercipta
Dalam setiap kebersamaan
Tak akan pernah bisa abadi

Ingin rasanya terlelap
Untuk bisa rasakan segalanya denganmu
Enggan rasa membuka kedua mata
Bangun dari semua mimpiku tentangmu
Kembali mendapati kenyataan abu-abu
Bahwa kamu tak akan mampu kumiliki
Meski kita masih bisa bersama
Diantara ruang waktu yang tersisa

Monday, May 7, 2012

Tidak Pernah Meninggalkanmu


Aku selalu menatapmu
Pada setiap arah langkahmu
Meski kamu hanya sekedar melirikku
Bahkan ketika kamu tak pernah sempat melihatku

Aku selalu disampingmu
Ketika kamu kesepian seorang diri
Ataupun ketika kamu sedang tertawa 
  bersama sahabatmu
Dan melupakan kehadiranku

Aku selalu membasuh sakitmu
Ketika kamu terjatuh dan terluka
Meski kecewa yang selalu kudapatkan
Tak jarang amarah terucap darimu

Aku selalu menjagamu
Ketika mata lelahmu terpejam menutup senja
Merajut cerita indah sebagai teman tidurmu
Membuat malammu berwarna tak lagi gelap.

Aku selalu ada
Dalam senyum dan tangismu
Aku mencintaimu
Dengan kelebihan dan kekuranganmu
Aku tak akan pernah meninggalkanmu
Sampai keindahan surga memelukmu