Showing posts with label pengecut. Show all posts
Showing posts with label pengecut. Show all posts

Wednesday, June 24, 2026

Harta Tahta Wanita

 

photo by Beben Camera



Benar adanya dalam hidup ini
Bahwa seorang laki-laki
Akan hancur karena tiga hal
Jika bukan saat diberikan titipan harta
Bisa ketika dia dapatkan anugerah tahta
Dan selalu jatuh oleh godaan wanita


Aku sangat menyadari itu 
Sejak pertama kita bertemu
Sampai sejauh ini kebersamaam kita
Sesungguhnya dalam situasi ini
Aku tidak mau bicara masa lalu
Tapi sikapmu memaksaku
Kembali mengingat tentang siapa kamu


Dulu kamu bukan siapa-siapa
Dan aku terlalu naif menerima apa adanya kamu
Hanya karena kamu terlihat begitu indah
Karena sikapmu tampak begitu lembut
Tanpa berfikir itu semua tipu daya
Yang kamu gunakan mengambil hatiku


Semua terbuka saat ini
Ketika kamu diberikan sedikit anugerah
Sedikit berkat harta dan keindahan dari Tuhan 
Semesta tunjukkan sosok asli dirimu
Goodlooking beriringan dengan bad attitude
Menjadi satu wajah dengan banyak pribadi 


Mungkin kamu tidak ingat
Atau sengaja melupakan
Apa yang diajarkan gerejamu
"Jangan berzina, Jangan bersaksi dusta, jangan mengingini istri sesamamu, jangan mengingini milik sesamamu"


Atau mungkin kamu akan beralasan
Sedang terlena dengan jebakan "pesona" baru
Yang sesungguhnya tidak mempesona
Dan sama sekali tidak pantas disamakan
Dengan semua yang ada padaku


Karena memang benar 
Bahwa untuk menjadi seorang penggoda seperti dirinya
Yang dia butuhkan hanyalah cukup dengan tidak tau malu
Dan untuk menjadi seorang pengkhianat sepertimu
Hanya butuh mental pengecut


Sejenak kita bicara dalam diam

Ketika kucoba melihat lebih dalam
Apa yang bisa membuatmu terjatuh sejauh ini
Jawab klise darinya diberikan untukmu 
Alasan khas milik seorang penjilat
"Lelakiku tidak memiliki keindahan yang ada didalam dirimu"


Entah kamu sedang bosan

Dengan lamanya kebersamaan kita
Atau karena kamu memang sebodoh itu
Sampai merasa kalimat itu sebuah sanjungan
Meskipun sesungguhnya itu adalah jebakan
Pekerjaan iblis berselimut keindahan dan kepolosan


Layaknya iblis yang akan menjatuhkan manusia

Bukan dengan sesuatu yang terlihat buruk
Melainkan dengan segala hal
Yang tampak begitu baik dimata manusia


Kamu begitu pandai

Menyembunyikan affairmu dariku
Sementara aku begitu naif
Menolak semua berita miring tentangmu dan dia
Sampai saat aku mendapati semua kebenarannya
Dengan sangat jelas dan tidak terbantahkan


Amarahku untuknya menjadi tatapan tajam untukmu

Bukan karena dia tidak bersalah
Semata karena rasa sayang
Untuk hati dan jiwaku
Dengan tidak menutup kutukku 
Untuk membuka pintu karmanya


Sampai dititik batas kesabaran

Biarlah semua cukup membuka mataku
Tentang kamu, kamu, dan kamu
Bukan untuk dia yang tidak layak hidup tenang
Energiku tidak sepantasnya habis untuknya
Karena menjadi perusak adalah karakternya


Beruntungnya kalian 

Membuat kesalahan disaat aku dan hatiku
Sudah melangkah dalam hidup baru
Jika ini terjadi beberapa waktu lalu
Bukan hanya kamu yang akan kubalas
Tapi kamu dan dia bisa hancur bersama
Bahkan untuk sekedar mengangkat muka
Kalian tidak akan sanggup


Kehadirannya sebagai perusak

Sebatas kotoran dimataku
Senyum dan tawaku akan tetap ada untuknya
Namun bukan lagi dari sebuah sikap tulus
Cukup sebagai basa basi 
Hanya karena dia masih manusia


Untukmu yang masih menjadi milikku
Jangan memohon maafku saat ini
Biarkan sejenak aku menata hati
Untuk aku mampu mengampuni
Semua yang kamu lakukan pada diri ini
Bukan untuk kalian melainkan untuk kedamaian hidupku


Untukmu yang setidaknya masih punya kewarasan
Berlututlah dihadapan Tuhan
Mengakui semua salah yang kau buat
Jangan mencoba berjanji apapun sampai kamu mengerti
Apa itu arti sebuah janji


#terima kasih untuk pengakuan terburuk darimu, semoga Tuhan membersihkan hatimu#


DEAR WANITAKU

 

photo : koleksi pribadi











Dear wanitaku ...

Mau sejauh apa langkahmu

Dalam kisah pengkhianatan ini

Mau sampai mana larimu

Dari satu kata bullshit tentang kesetiaan

Mau sebanyak apa caramu

Menutupi kalakuan busukmu bersamanya


Polosmu itu muslihat

Menutupi bangsatnya sifat dan hatimu

Sikapmu itu drama

Yang kamu pertontonkan didepanku setelah bersamanya

Kamu mainkan setiap membagi hati dan rasa dengannya


Senyumku didepanmu saat ini 

Sesungguhnya bisa jadi racun untukmu

Selalu dan akan kuamati kalian dalam diam

Setiap kisahmu dari mereka

Kudengarkan dengan kemarahan didalam hati


Selalu kuberi ruang untukmu berulah

Namun jangan pikir mataku buta

Setiap melihatmu bermain mata di dekatnya

Kamu pikir aku tuli

Saat kamu berbisik manja padanya 

Yang kalian tutupi dengan sikap canda tawa

Jangan kamu kira aku tidak mengerti

Kelakuan brengsek kalian dibelakangku

Saat kita terpisah ruang dan waktu


Kuikuti cara mainmu

Akan bagaimana polamu merusak kepercayaanku

Kuberikan apa inginmu

Saat kamu selalu berusaha bertemu dengannya

Dengan banyaknya alasan yang kamu buat

Hanya untuk membuatku merasakan

Seolah semua biasa saja


Dear wanitaku...

Aku akan selalu diam menyaksikan tingkahmu

Bukan karena aku menerima

Hanya sekedar membangun kemantapan hati

Untuk bisa membunuh rasa sayang dan percaya

Yang pernah kuberikan padamu

Karena sangat kupahami 

Semua usahaku membuat segalanya menjadi baik

Tidak pernah berarti dimatamu


Pesanku untukmu...

Jangan pernah menyesal 

Keputusanmu bermain api

Meninggalkan sebuah ketulusan hati

Hanya demi bisa bersama dengan pengkhianat

Karena tidak pernah ada 

Mereka yang berhati tulus, mengambil milik orang lain

Dan mereka yang meninggalkan kesetiaan mendapatkan kedamaian hati.



#sesungguhnya penggoda memang pantas bersama dengan pengkhianat#
#turunkan emosi, cukup amati, matikan hati, berdiri dan melangkah kembali#




Monday, September 1, 2025

PERUSAK & PENGKHIANAT

 

Photo : Koleksi Pribadi









#Kamu merhatiin ga hari sabtu sebelum lomba, kamu kan biasanya matanya jeli, kita kan duduk duduk di meja registrasi terus pak komandan pamit mau berangkat kerja dan ambil mobil, nah pas mau jalan itu kan dia ngelewatin kita, eeeh...itu cem-cemannya udah dateng terus ada bareng kita, sengaja banget itu mobil pak bertanya dipelanin terus beliah buka kaca, pas aku lirik ke cem cemannya, dia lagi main mata keseberang, terus aku lihat ke ternyata main visi beneran sama pak memerintahkan, dan pak memerintahkan lagi dadadada sambil Kissbye genit begitu ke cemcemannya. eeeh habis itu dia maju sebentar dan berhenti lagi, kirain ada apa, ternyata ngelakuin begitu lagi sampai dua kali#

Ini setelah ada ibu dari wilayah XX yang nanya (nunjuk ke si cem"an pak komandan) "ibu itu istri pak komandan yaaa...?" dan ketika kita jawab "bukan Bu.." gantian si ibu yang kaget dan bilang "owh....bukan..?!, saya pikir istrinya, lha kalo bukan...kok sikapnya mereka aneh, mesra sekali loh soalnya dilomba badminton di ruang atas yang lalu, barusan juga hehee, gak bahaya tah 😁"#

---otakku mencoba mencerna apa yang sedang terjadi dan tidak terlepas dari pengamatan mereka---


Affair kalian aman...?!

Ya, kalian memang merasa aman

Tapi orang disekitar kalian diam-diam melihat dan merekam

Bukan dengan kamera digital 

Melainkan dengan mata kepala dan memori otak mereka

Lebih jelas dan sangat detail

Sebuah kebenaran yang belum terungkap


Affair kalian sempurna..?!

Benar menurut kalian

Karena mereka yang melihat (kalian pikir) tidak pegang bukti

Dan kalian merasa semua aman tidak akan pernah terungkap

Pada pasangan kalian masing-masing


Affair kalian bebas tak berkelas

Tanpa bukti tapi sangat jelas itu nyata

Mereka diluar sana bergunjing dan berbisik

Yang berujung kalimat:

"kasihan istri dan suaminya ditipu didepan mata"

"kasihan anak-anaknya sudah dipersiapkan karma oleh ibunya sendiri"


Affair yang kalian lakukan terlalu jelas..!!

Bebas aja sebenarnya

Itu pribadi kalian, hak kalian berdua

Karena itu dosa kalian sendiri

Yang sangat disayangkan...

Satu dari kalian berdua

Kenapa harus menjatuhkan orang lain

Hanya untuk bisa mendapatkan perhatian lebih

Dari pasangan affairmu

Itu sangat menjijikkan...!!



Berbuat dosalah tanpa menjatuhkan orang lain..!!

Cari perhatian dari pasangan affairmu dengan prestasi bukan sensasi

Meskipun kita semua tau prestasi pertamamu adalah sebagai perusak

Jadi mau dibuat prestasi bagus apalagi, 

jika sebuah hubungan sudah diawali dengan merusak.



Monday, August 4, 2025

Lunturnya Empati


Photo : Koleksi Pribadi



















Disaat sebagian orang sudah hilang hati nurani, harapannya masih ada empati dari banyak orang yang punya etika lebih baik dari para perusak mental itu, tapi ternyata tidak banyak juga yang benar-benar paham apa yang kami (saya dan kakak-kakak OMK LdB) suarakan untuk anak-anak baik dalam kejadian ini. 

Mereka yang tidak ada di seputar panggung saat kejadian ramai berkomentar:

anaknya sekarang udah senang aja kok pendampingnya masih sewot” 
(sepertinya mereka lupa seorang anak juga bisa menyembunyikan perasaan dibalik senyum mereka, anak juga punya rasa malu jika terus-terusan terlihat sedih didepan umum, tidak semua anak bisa mengungkapkan perasaannya dengan jujur, bahkan pada orang tua.)

"ya maaf namanya manusia pasti pernah salah" 
(sekali salah, dua kali salah pasti dimaafkan tapi kesalahan kali ini bukan hanya soal kesalahan tehnis, kesalahan kali ini adalah fatal karena mempermalukan dan melecehkan anak di bawah umur secara verbal didepan umum, lebih salah lagi mereka meremehkan anak-anak dengan cara minta maaf mereka yang dilakukan sambil tertawa dan teriak dari jauh)

"kan mereka sudah minta maaf, apa iya mereka harus sujud minta maaf sama kalian..?" (🙄🙄 membagongkan) maaf kalo saya harus bilang anda GOBLOG!!!!

ndak usah diperpanjang, ndak usah dibicarakan lagi, jangan jadi bumbu, jangan buat anak yang ndak ngerti apa-apa ikut emosi tak terkendali” 
(tidak ada yang bermaksud memperpanjang, kalau mau diperpanjang dari kemarin saya bikin lebih ramai, jadi jangan ngasih pernyataan yang seolah-olah asumsi anda paling benar) 
Mereka yang ndak melihat berarti bukan ndak ngerti apa-apa, kalau mereka emosipun buat saya adalah hal yang wajar, karena adik-adik mereka diperlakukan tidak pantas didepan umum, bukan oleh sesama anak-anak, melainkan orang orang-orang tua (bukan dewasa)
justru yang tidak emosi itu yang perlu didiskusikan, antara tidak bisa memahami jiwa anak atau bahkan tidak peduli dengan situasi mental anak dan mencari aman sendiri demi nama baik pribadi supaya dianggap bijaksana.

Sore setelah kejadian disiang harinya, ketua panitia itu mengirimkan hasil lomba dibeda cabang dan beda peserta yang sudah dilombakan satu minggu sebelumnya dan belum diumumkan, sedangkan panitia berencana mengumumkan pada H-7 sebelum acara puncak, tetapi tiba-tiba siang ini hasilnya dikirimkan ke pihak kami dengan bahasa:

"Untuk mungkin sedikit mengurangi kekecewaan, bahwa tim ***** ****** wilayah Anda mendapatkan nilai tertinggi 🙏🙏" kata bapak ketua panitia. (Haloow bapak ketua panitia, sedangkal itu memikirkan bapak, secetek itu menganggap kejadian siang tadi sebatas kecewa karena sebuah kekalahan...? Kasian sekali saya sama bapak.)

Disini ada yang berkomentar
"ya sudahlah, benar itu kesalahan panitia, tapi cukup itu aja ndak usah diperpanjang, toh ada hal baik juga kan yang dilakukan mereka kasih kabar baik ke kita" (itu bukan hal baik dalam kejadian ini, itu memang team kami yang seharusnya  menang karena dapat point tertinggi, bukan karena belas kasihan menggantikan kekalahan lomba yang lain) sama sekali ndak ada korelasinya.

Mereka pikir hasil lomba di cabang berbeda dengan peserta berbeda yang aturannya diumumkan minggu kemarin tapi diralat oleh panitia sendiri akan diumumkan satu minggu sebelum puncak, diberikan oleh mereka sekarang dengan maksud "mengurangi kekecewaan" anak-anak kami.

Sampai disini saya jadi ngerti. Mereka tidak paham sama sekali dampak apa yang sudah mereka timbulkan setelah perlakuan kurang ajar MC & juri yang mereka tugaskan itu kepada anak-anak dibawah umur ini, buat mereka kejadian ini sebatas menang atau kalah, marah karena kalah, sedih karena kalah.  Mereka tidak tau sedalam apa rasa kecewa dan malu anak-anak ini karena dipermalukan.


Saya kasih contoh, supaya bisa memposisikan anak-anak MD (kalau masih punya empati)

* Lomba MD : A & B (dipermalukan dan dilecehkan secara verbal didepan umum)

yang juara 
*Lomba lari : C & D
*Lomba sepeda : E & F
*Lomba nyanyi : G & H
adakah peserta yg  sama dengan MD dari para pemenang ini...? TIDAK..!!

Jadi gimana bisa dikatakan kemenangan perlombaan lain bisa mengobati kekecewaan dan rasa malu peserta MD, paakk....buukk.... ??!!
Kita bicara tentang anak-anak bukan tentang perasaan sekelompok orang dewasa yang punya ambisi mengumpulkan kemenangan dari berbagai lomba seperti yang kalian pikirkan.

Dengan kejadian ini saya jadi sangat paham, siapa yang benar-benar memperhatikan dan pendukung perkembangan anak-anak ini dalam hidup dan bertumbuh dalam kegiatan menggereja. Siapa yang hanya memikirkan nama baik pribadi dan kelompok supaya tampak dan dilihat pihak luar sebagai orang yang hebat dan sukses, sebagai orang yang bijaksana dan berhasil menciptakan perdamaian, tetapi tidak peduli gejolak batin yang ada dibalik semua itu. Memaksa semua bisa mengikuti maunya tanpa berpikir situasi dan kondisi orang lain. 

Terima kasih atas dukungan bapak ibu yang sangat mengerti dan memahami esensi dari kejadian ini. Dalam Nama Yesus kami tidak akan lelah mendampingi anak-anak baik ini untuk bertumbuh dengan bahagia yang sesungguhnya. Tuhan Yesus berkati. 


Sunday, August 3, 2025

RIP Hati Nurani

 ❌❌❌

Selalu mendidik anak-anak untuk mau dan berani tampil/terlibat dalam acara apapun. Tidak perlu berambisi mengejar kemenangan tetapi harus memberikan penampilan maksimal. Jika penilaian akhir mendapat poin tinggi pada kriteria penilaian, bersyukurlah itu bonus kerja keras, jangan sombong dan meremehkan yang mendapat poin lebih rendah.


Tapi hari ini, Sabtu, 02 Agustus 2025, panitia HUT gereja dan Juri modern dance yang katanya profesional menghancurkan mental yang selama ini susah payah dibangun anak-anak. Anak-anak dipermalukan dan dilecehkan didepan umum oleh MC (panitia) dan Juri modern dance. Bukan itu saja, setelah keluhan yang disampaikan ke dalam forum ternyata tanggapan mereka lebih ke menyepelekan hal yang sudah terjadi dan melukai hati anak-anak, mereka hanya melihat inI sebuah kekecewaan karena kalah dalam lomba.


Sebelum tampil lomba, sudah saya sampaikan sama anak-anak:

" kalian siap ya, harus tampil maksimal, meskipun nanti ndak menang, tapi kalian udah keren apalagi pakai kostum yang keren ini, jadi harus percaya diri"

#Siyap mami#😊🤗


Melihat lawan utama mereka yang duduk di bangku SMA, sedangkan anak-anak ini masih duduk dibangku SD & SMP, apalagi kakak-kakak SMA ini sudah mengusai panggung dengan tarian yang luar biasa bagus karena latar belakang dance yang matang (ekstrakurikuler & ikut sanggar), saya kembali memberikan dukungan mental buat anak-anak ini:

" lihat mereka, mereka semua gedhe-gedhe dan memang sudah hebat di dunia dance, jangan minder, tetep harus tampilkan yang maksimal, kalian hebat udah sampai sini, kalau kakak - kakak SMA menang, itu sudah wajar, jangan sedih, jangan kecewa, jangan marah, karena mereka memang bukan lawan kalian. Next kita belajar lagi biar bisa seperti mereka"


Dan mereka tersenyum lebar meskipun hati mereka dagdigdug gugup parah karena mau lomba dengan lawan utama kakak-kakak dancer yang mereka lihat sudah pro. Sampai akhirnya mereka bisa tampil maksimal dengan support maksimal pula dari kami, dan mereka sudah jadi juara dihati kami. Terbaik buat kami. Kami bahkan mengabaikan poin penilaian juri karena kami tau anak-anak ini baru belajar. Mereka juara buat kami karena mereka sudah memberikan yang terbaik yang mereka punya.


Setelah selesai penampilan mereka tersenyum lebar, disambut pelukan hangat kami para pendukung utama, duduk di barisan penonton agar bisa melihat penampilan berikutnya dan berdecak kagum melihat kakak-kakak SMA yg dancenya keren-keren. Ada yang berbisik " keren bangeeeeettt....😍kita besok latihan lagi ya biar bisa kaya mereka😍 " dan akupun memeluk mereka.


Tibalah pengumuman, juara 3, juara 2, dan kami dalam keramaian menebak-nebak siapa nomor 1 karena kami sangat yakin bukan kami yang memenangkannya, sebaliknya kami justru yakin nama satu wilayah yang salah satu anggota dancenya adalah anak sanggar pasti jadi pemenangnya.


Tetapi diluar dugaan nama kelompok anak-anak ini disebut dengan lantang seorang Juri yang didampingi MC sebagai pemenang juara 1, sempat bengong tidak percaya sampai anak-anak histeris bahagia tidak percaya, berteriak, melompat berpelukan dan pada saat beberapa anak sudah mulai memasuki panggung, terdengarlah suara teriakan sambil tertawa " bukaaaannn...salaahhhh....😄😄😄" Menertawakan sebuah kejadian yang buat mereka seperti lelucon, dan ketika kepalaku berpaling dari anak-anak melihat ke panggung, juri dan MC sedang melambikan tangan sambil tertawa berkata "maaaff...maaff😄😄..bukan kalian...maaaf..hahahaha😄😂😄😂...salaahhh...hahahahaaa😄😂😄😂"


jleeebbb......!!!

Seketika anak-anak berbalik dan kembali histeris tetapi kali ini menangis sekeras-kerasnya dalam pelukan kami, sembunyi dibalik dinding panggung, menutup muka sambil jongkok, semua hancur, kecewa, malu...., dalam pelukanku satu anak berkata " jahaaatt, kita dibohongi....,😭😭😭mereka jahaatt, kenapa kita ga jadi menang....mereka bohong...,aku maluuuu...😭😭😭😭 " seketika mulutku mengucapkan BANGS*T buat kalian MC dan Juri MD....!!!!


Bapak Ibu Juri dan para panitia yang saya anggap tidak profesional sama sekali.

Bisa kalian membayangkan situasi ini....??!!

Bisa kalian paham dan ngerti perasaan anak-anak ini....??!!

Pasti tidak....!!!!

Buat kalian tangis mereka dan amarah saya sebatas tidak terima karena kalah. Buat kalian kami lebay dan tidak sportif.


Maaf... kali ini saya harus bilang kalian GOBLOG....!!!! Kalian cuma mikir acara kalian sukses jika acara kalian meriah tapi kalian ndak tau kali ini acara kalian sukses menghancurkan mental anak-anak. Itulah kegoblogan kalian. 

Mau tau kenapa sekasar ini saya, karena setelah kalian permalukan anak-anak ini didepan umum, kalian masih bisa tertawa-tawa dan berkata :

"maaaf 😄😄😂😂 ga becanda kok ini, tadi ga sengaja 😄😁 salah baca...😄😄😄" 

Pantas ga kalian menunjukkan sikap seperti itu buat anak-anak usia 8-12 tahun....??!! Anak-anak  yang sedang dalam posisi sedih kecewa dan malu karena kalian permainkan dan permalukan didepan umun.Kalian melecehkan anak-anak secara verbal, tanpa rasa bersalah.

Sampai disini masih mau bilang saya emosi karena kalah...??

Kalau masih beranggapan seperti itu, coba otak kalian dipakai buat mikir lagi, hati kalian dipakai buat merasakan lagi. Semoga kalian bukan mati otak dan mati rasa sampai ndak bisa membedakan dan membaca situasi diatas...


selanjutnya ~~ tanggapan mereka yang ndak kalah bikin geleng kepala. 



Thursday, July 10, 2025

Rahasia Hati

 







"Terbaca sangat jelas apa yang tersirat tanpa tersurat"  


Tidak perlu bersusah payah menjelaskan

Cukup melihat itu semua rasa tergambar

Ketika mulut berteriak kata tidak

Mata melukiskan semua rasa yang ada


Sejauh apa sebuah rasa dipermainkan

Sebesar itulah karma yang tersimpan

Jika semesta sedang lemah lembut

Hanya kamu yang menikmati karmamu

Jika semesta sudah muak

Maka habislah semua yang kamu punya


Bukan harta melainkan cinta

Karena karma tidak pernah bersenda gurau dengan hartamu

Karma hanya bermain dengan hati dan rasamu


Dimana rasa sakit itu kamu tanam

Seluruh duniamu yang akan menuai lukanya

Jangan pernah mempermainkan kata setia

Jika tidak ingin badai air mata yang tersisa



  



Wednesday, February 8, 2017

BERKACA SEBELUM BICARA















Situasi yang memanas dalam sebuah kasus, terkadang membuat kita "gatel" untuk berkomemtar, meskipun kita tidak tau apa yang sesungguhnya terjadi dan seperti apa kebenarannya. Tetapi hanya dengan modal baca judul headline di media masa atau media sosial ada beberapa dari kita yang berani mengatakan sebuah kasus adalah rekayasa atau setingan, hanya karena kita berada pada salah satu pihak yang sedang bermasalah tetapi tidak mengerti kebenaran dan duduk permasalahan yang sesungguhnya.

Hellooo.....
Berkaca lagi yuk sahabat....gimana hidup kita....sudah pantas belum kita berkomentar seperti itu terhadap kehidupan orang lain...
Bolehlah sekarang diam sejenak, coba membayangkan posisi kita ada pada mereka yang sedang tertimpa kasus (apapun kasusnya) Gimana perasaan kita yaaa.....? Lha..... kita dikasih tanggung jawab menjaga, menghidupi, mensejahterakan dan bertanggung jawab sama keluarga kita aja terkadang kita belum mampu. Kenyataannya....berat sedikit ngeluh di medsos, susah sedikit ngeluh di medsos, berantem sedikit dikeluarga ngeluh di medsos, seakan-akan kita sudah menerima cobaan yang paling berat dan butuh dikasihani.

Coba sekarang dibalik kondisinya, seandainya kita yang seneng berkomentar rekayasa atau setingan ini berada di posisi mereka yang sedang tertimpa kasus..... mampu ndak ya kita melewatinya....??!!!
Maka dari itu...sudahlah sahabat.....berhenti menebar kebencian dengan menambahkan kata "rekayasa dan setingan" dalam sebuah kasus, jika kita tidak mengerti bagaimana sebuah kebenaran itu ada.....itu hanya akan memperbanyak koleksi dosa kita aja....

Soal rekayasa atau setingan sebuah kasus yang tidak melibatka kita, apa hubungannya dengan kehidupan dan surga kita nanti sahabat....??? Jika itu benar rekayasa atau setingan, itu urusan mereka, si pembuat cerita itu sama Tuhan.Tetapi jika itu bukan sebuah rekayasa dan setingan kita ikut berperan membunuh masa depan seseorang.

Dan jangan salah.....
Waktu itu berputar. Terkadang Tuhan harus memberikan kita hal yang sama pahitnya yang sekarang dialami orang lain dan kita katakan setingan atau rekayasa supaya kita tau bagaimana rasanya di posisi itu, dan kita belajar menghargai kehidupan orang lain.

Kebenaran tidak terletak dari berapa banyak orang yang berada di pihak kita, tetapi ada pada kebenaran itu sendiri. Maka tidak perlu kita mengingkari sebuah kebenaran dengan sebuah hasutan yang justru menutup kebenaran itu sendiri.

Jika kita terbiasa menuduhkan hal negative terhadap orang lain, sesungguhnya kita sendirilah yang melakukan hal itu, hanya kita terlalu sombong untuk menyadari kelemahan kita.
Jika kita tidak bisa membantu orang lain setidaknya kita jangan ambil bagian untuk menghancurkannya.....

Wednesday, January 20, 2016

Hidup Harus Berubah




















Beberapa malam kemarin dikagetkan oleh kedatangan salah seorang pelaku "child abuse", kalimat tulus yang terucap dari mulutnya membuatku semakin kagum karena keberaniannya mengakui kesalahan, dan minta maaf atas kesalahan yang sudah mereka perbuat.

"Tante, ****** turut berduka cita, maaf ****** baru datang sekarang karena tadi mau kesini masih rame, ****** masih takut & malu."
Terima kasih nak atas keberanianmu datang demi mengucapkan bela sungkawa atas orang yang pernah mengurus hidupmu beberapa waktu. Minimal itulah tanda terima kasih darimu buat beliau yang telah kembali ke Surga Nya.

Melihat para korban yang pernah dia & partnernya sakiti beberapa waktu lalu sedang sibuk bermain tanpa mengacuhkan kedatangannya (entah karena alasan apa, semoga karena mereka sadar karena tidak akan mendekati pembuat luka agar tidak kembali dilukai), dia pun kembali berucap dengan raut muka penuh penyesalan"adek-adek sepertinya masih marah sama ******, sekali lagi ****** minta maaf karena ****** & xxxxx sudah menghancurkan masa depan mereka berdua."

Ah nak....permintaan maaf dari kamu karena kesalahanmu itu sudah cukup, kamu tidak perlu memintakan maaf buat temanmu itu. Mau berdalih apapun dia kami sudah tau DIA BERSALAH dan tanpa permintaan maaf dari dia sekalipun KAMI SUDAH MEMAAFKANNYA, semua kami lakukan demi masa depan adek-adekmu.

Jika kamu masih terbebani karena "partnermu" dalam merusak masa depan anak-anak tidak bersalah ini, masih tidak mau mengakui kesalahan yang kalian lakukan, maka sekarang lepaskanlah bebanmu, karena Tuhan tidak akan menghukummu karena kesalahan "partnermu", tetapi Tuhan telah memaafkanmu karena kamu mengakui kesalahanmu dan bertobat atas kesalahanmu.

Wednesday, May 27, 2015

Antara Cemburu, Patah Hati dan Iri



















-- photo : koleksi pribadi --

Pernah suatu hari simbok panti pergi bareng beberapa anak panti, karena simbok hartanya ndak numpuk maka simbok pura-puranya ngajari anak nabung kalo mau jalan-jalan (padune simbok ndak gableg duit buat nggratisi mereka....wkwkwkwk....)...maksudnya biar anak tau kalo untuk mendapatkan sesuatu itu harus dengan usaha.

Ternyata ternyata ada yang ndak seneng simbok pergi sama anak-anak Tuhan itu, sampai" dia "berkicau" katanya simbok melakukan "gratifikasi" kalo penggedhe" itu  bilang (bener opo ora kui istilah e, nak salah tolong dibenarkan). Gratifikasinya sama anak-anak pemilik Surga hahhahaaa..... (namanya menggali neraka sendiri itu)

Ndak nyangka lho simbok ternyata ada yang se detil itu merhatiin simbok hihihihi...., apalah alasannya tapi ternyata dia merhatiin simbok, matur nuwun lho simbok untuk kali ini....swmoga yang panjenengan gosipkan terjadi, simbok bisa kasih gretongan ke anak panti setiap jalan", biar amal simbok berlimpah.... Amin...amin....amin...

Tapi mohon maaf, nyuwun sewu, lha mbok panjenengan mau cari tau satu-satu sampe ditanyain ke anaknya juga pasti njawab "kami bayar kok ke simbok".Karena memang simbok punya alasan:


1. Simbok mau buat anak panti bisa terbiasa ngumpul duit dulu kalo punya keinginan,(padahal karena simbok ndak punya duit ding hihihihiiii...) meskipun simbok tau kalo saat itu sekedar minta duit satu juta ke para ortu mereka juga mereka sanggup.

2. Simbok itu ndak seperti anda jew, simbok ndak hoby manipulasi, apa adanya saja....kalo situ kan beda, apapun diusahain yang penting tenar dan merasa punya nama baik, anak harusnya ndak naik ya ngasih amplop biar bisa naik kelas.... Ups....kebablasen mbahasnya ya....

Begitu sahabat, lucu yaaaaa, antara patah hati, cemburu dan mau tau campur aduk, tapi matur nuwun lho gosip/doa panjenengan, yang baik buat simbok yang jelek itu buat panjenengan saja hehehheheee......, Gusti pirso kok mana yang baik dan harus diberikan sama anaknya.


-- manusia yang hobby mencari kesalahan orang lain itulah yang sesungguhnya punya masalah kepribadian --

Ketika si Nyonya Kepala Batu Kembali Berkicau

                         -- photo : koleksi pribadi --



Ketika si Nyonya Kepala Batu Kembali Berkicau
Nyonya kepala batu itu mengatakan 
kalo simbok panti itu cuma pengangguran, penyakitan, ndak punya kerjaan, 
makanya cuma mampu posting di dumay.

Ya memang seperti itulah kondisi nya simbok, 
ndak bisa menghasilkan buah banyak bagi semua orang (simbok bukan kantong doraemon), 
ndak bisa bikin semua orang seneng (simbok bukan badut), 
tapi bagi simbok meskipun simbok hanya terlihat 
oleh mata anak dan suami simbok itu sudah juara.


Terpenting buat simbok, paling tidak selama hidup simbok, simbok ndak pernah:
# menjadi penyebab masuknya seseorang ke ruang ICU
# mendidik anak menjadi pengecut dan perusak masa depan orang
   setidaknya sampai saat ini (semoga sampai mereka dewasa)
# memanfaatkan orang ketika butuh dan menghancurkannya ketika sudah tidak butuh
# menjebak teman sendiri hanya karena cemburu
# menyogok guru anaknya hanya supaya anaknya bisa naik kelas
   meskipun nilainya pas-pas an
# memfitnah orang dan menghasut orang lain dengan menjelek-jelekkan orang lain,
   hanya demi sebuah nama baik yang sebenarnya sudah tidak dimiliki

Jadi simbok ndak sedih apalagi sampe minder dibilang pengangguran, penyakitan dan ndak punya kerjaan,
karena dalam kekurangan simbok itu Kuasa Tuhan nyata dan bekerja. 
Karena Tuhan tidak berkarya pada mulut pemfitnah dan penjilat.

-- jalan hidup manusia itu tidak bisa ditentukan oleh manusia itu sendiri --