Showing posts with label ada ada aja si manusia. Show all posts
Showing posts with label ada ada aja si manusia. Show all posts

Wednesday, February 8, 2017

BERKACA SEBELUM BICARA















Situasi yang memanas dalam sebuah kasus, terkadang membuat kita "gatel" untuk berkomemtar, meskipun kita tidak tau apa yang sesungguhnya terjadi dan seperti apa kebenarannya. Tetapi hanya dengan modal baca judul headline di media masa atau media sosial ada beberapa dari kita yang berani mengatakan sebuah kasus adalah rekayasa atau setingan, hanya karena kita berada pada salah satu pihak yang sedang bermasalah tetapi tidak mengerti kebenaran dan duduk permasalahan yang sesungguhnya.

Hellooo.....
Berkaca lagi yuk sahabat....gimana hidup kita....sudah pantas belum kita berkomentar seperti itu terhadap kehidupan orang lain...
Bolehlah sekarang diam sejenak, coba membayangkan posisi kita ada pada mereka yang sedang tertimpa kasus (apapun kasusnya) Gimana perasaan kita yaaa.....? Lha..... kita dikasih tanggung jawab menjaga, menghidupi, mensejahterakan dan bertanggung jawab sama keluarga kita aja terkadang kita belum mampu. Kenyataannya....berat sedikit ngeluh di medsos, susah sedikit ngeluh di medsos, berantem sedikit dikeluarga ngeluh di medsos, seakan-akan kita sudah menerima cobaan yang paling berat dan butuh dikasihani.

Coba sekarang dibalik kondisinya, seandainya kita yang seneng berkomentar rekayasa atau setingan ini berada di posisi mereka yang sedang tertimpa kasus..... mampu ndak ya kita melewatinya....??!!!
Maka dari itu...sudahlah sahabat.....berhenti menebar kebencian dengan menambahkan kata "rekayasa dan setingan" dalam sebuah kasus, jika kita tidak mengerti bagaimana sebuah kebenaran itu ada.....itu hanya akan memperbanyak koleksi dosa kita aja....

Soal rekayasa atau setingan sebuah kasus yang tidak melibatka kita, apa hubungannya dengan kehidupan dan surga kita nanti sahabat....??? Jika itu benar rekayasa atau setingan, itu urusan mereka, si pembuat cerita itu sama Tuhan.Tetapi jika itu bukan sebuah rekayasa dan setingan kita ikut berperan membunuh masa depan seseorang.

Dan jangan salah.....
Waktu itu berputar. Terkadang Tuhan harus memberikan kita hal yang sama pahitnya yang sekarang dialami orang lain dan kita katakan setingan atau rekayasa supaya kita tau bagaimana rasanya di posisi itu, dan kita belajar menghargai kehidupan orang lain.

Kebenaran tidak terletak dari berapa banyak orang yang berada di pihak kita, tetapi ada pada kebenaran itu sendiri. Maka tidak perlu kita mengingkari sebuah kebenaran dengan sebuah hasutan yang justru menutup kebenaran itu sendiri.

Jika kita terbiasa menuduhkan hal negative terhadap orang lain, sesungguhnya kita sendirilah yang melakukan hal itu, hanya kita terlalu sombong untuk menyadari kelemahan kita.
Jika kita tidak bisa membantu orang lain setidaknya kita jangan ambil bagian untuk menghancurkannya.....

Wednesday, May 27, 2015

Antara Cemburu, Patah Hati dan Iri



















-- photo : koleksi pribadi --

Pernah suatu hari simbok panti pergi bareng beberapa anak panti, karena simbok hartanya ndak numpuk maka simbok pura-puranya ngajari anak nabung kalo mau jalan-jalan (padune simbok ndak gableg duit buat nggratisi mereka....wkwkwkwk....)...maksudnya biar anak tau kalo untuk mendapatkan sesuatu itu harus dengan usaha.

Ternyata ternyata ada yang ndak seneng simbok pergi sama anak-anak Tuhan itu, sampai" dia "berkicau" katanya simbok melakukan "gratifikasi" kalo penggedhe" itu  bilang (bener opo ora kui istilah e, nak salah tolong dibenarkan). Gratifikasinya sama anak-anak pemilik Surga hahhahaaa..... (namanya menggali neraka sendiri itu)

Ndak nyangka lho simbok ternyata ada yang se detil itu merhatiin simbok hihihihi...., apalah alasannya tapi ternyata dia merhatiin simbok, matur nuwun lho simbok untuk kali ini....swmoga yang panjenengan gosipkan terjadi, simbok bisa kasih gretongan ke anak panti setiap jalan", biar amal simbok berlimpah.... Amin...amin....amin...

Tapi mohon maaf, nyuwun sewu, lha mbok panjenengan mau cari tau satu-satu sampe ditanyain ke anaknya juga pasti njawab "kami bayar kok ke simbok".Karena memang simbok punya alasan:


1. Simbok mau buat anak panti bisa terbiasa ngumpul duit dulu kalo punya keinginan,(padahal karena simbok ndak punya duit ding hihihihiiii...) meskipun simbok tau kalo saat itu sekedar minta duit satu juta ke para ortu mereka juga mereka sanggup.

2. Simbok itu ndak seperti anda jew, simbok ndak hoby manipulasi, apa adanya saja....kalo situ kan beda, apapun diusahain yang penting tenar dan merasa punya nama baik, anak harusnya ndak naik ya ngasih amplop biar bisa naik kelas.... Ups....kebablasen mbahasnya ya....

Begitu sahabat, lucu yaaaaa, antara patah hati, cemburu dan mau tau campur aduk, tapi matur nuwun lho gosip/doa panjenengan, yang baik buat simbok yang jelek itu buat panjenengan saja hehehheheee......, Gusti pirso kok mana yang baik dan harus diberikan sama anaknya.


-- manusia yang hobby mencari kesalahan orang lain itulah yang sesungguhnya punya masalah kepribadian --

Ketika si Nyonya Kepala Batu Kembali Berkicau

                         -- photo : koleksi pribadi --



Ketika si Nyonya Kepala Batu Kembali Berkicau
Nyonya kepala batu itu mengatakan 
kalo simbok panti itu cuma pengangguran, penyakitan, ndak punya kerjaan, 
makanya cuma mampu posting di dumay.

Ya memang seperti itulah kondisi nya simbok, 
ndak bisa menghasilkan buah banyak bagi semua orang (simbok bukan kantong doraemon), 
ndak bisa bikin semua orang seneng (simbok bukan badut), 
tapi bagi simbok meskipun simbok hanya terlihat 
oleh mata anak dan suami simbok itu sudah juara.


Terpenting buat simbok, paling tidak selama hidup simbok, simbok ndak pernah:
# menjadi penyebab masuknya seseorang ke ruang ICU
# mendidik anak menjadi pengecut dan perusak masa depan orang
   setidaknya sampai saat ini (semoga sampai mereka dewasa)
# memanfaatkan orang ketika butuh dan menghancurkannya ketika sudah tidak butuh
# menjebak teman sendiri hanya karena cemburu
# menyogok guru anaknya hanya supaya anaknya bisa naik kelas
   meskipun nilainya pas-pas an
# memfitnah orang dan menghasut orang lain dengan menjelek-jelekkan orang lain,
   hanya demi sebuah nama baik yang sebenarnya sudah tidak dimiliki

Jadi simbok ndak sedih apalagi sampe minder dibilang pengangguran, penyakitan dan ndak punya kerjaan,
karena dalam kekurangan simbok itu Kuasa Tuhan nyata dan bekerja. 
Karena Tuhan tidak berkarya pada mulut pemfitnah dan penjilat.

-- jalan hidup manusia itu tidak bisa ditentukan oleh manusia itu sendiri --

Saturday, November 29, 2014

KLARIFIKASI OPO BUNUH DIRI.....?!
















Denger kata"klarifikasi" disebut beberapa kali dalam satu episode pemberitaan pagi ini, kok jadi ngingetin saya pada beberapa hari terakhir ada yang sangat bernafsu alias #kentheng-kentheng bahasa jawane# untuk melakukan "klarifikasi",  yaaaa, tak pikir buat ngelurusin berita apaan gitu, lha kok ternyata itu maksudnya klarifikasi versinya dia itu mau nanya sama salah satu pihak yang dicurigai jadi pelaku teror sms yang selama ini neror dia. 

Bukannya saya disini mau menggurui jenengan dan mereka yang selama ini menjadi pecutnya ya pak/ bu....hanya kalo boleh saya sedikit urun omong aja, soale kalo menjelaskan lak yo bukan kapasitas saya to.....karena pasti dijamin bapak ibu sekalian lebih joss dari pada saya yang kerjanya tiap hari cuma makan tidur. 
Jadi begini ya bu...sing dimaksud 
   klarifikasi tadi adalah pelurusan masalah atau pembersihan 
   dari yang tidak benar menjadi hal yang sebenarnya

Lha kalo pada kasus yang ibu alami yaitu soal teror SMS yag ibu terima lantas ibu kekeuh bener mau datang ke beliau-beliau yang selama ini dirasa pelakuya, rasanya kurang tepat ya bu kalo harus mencomot bahasa klarifikasi. (coba moggo sambil dicari-cari siapa tau saya yang salah, biar kita sama-sama belajar). 

Lanjuuut...... 
Masih ada hubungan sama moment (aseeek) mendatangi dalem nya beliau yang sudah jadi lirikan sebagai target pelakunya teror SMS. 
Lha nyuwunsewu sebelumnya 
Maksudnya ibu yang terhormat ini mau ngapain? 
#kalo jawabannya : CUMA NANYA KOK, AKU DAPET TEROR SMS, BENER GAK BAPAK/ IBU YANG NGELAKUIN 
(Plooooooookkkkk.......!!!!!" lha kalo saya yang punya rumah trus saya ndak melakukan yo ibu langsung tak sambit pacul bu......) #ndak usah dijawab (kan cuma nanya) dari pada tambah tak sambit septictank. 

Iku dudu klarifikaai bu....!!!! Iku nuduh lewat dalan alus.....hadeeehhhhh...... 

Trus anggap aja wis bu yang kagungan dalem baik, ibu ditanya #BUKTINE OPO BU, MESKIPUN JUDULE CUMA NANYA, LHA DASARMU NANYA OPO, KOK BISA NANYANYA KESAYA KOK GAK SAMA YANG LAIN....??!!! 

mesti tak jamin jenengan dengan rupo clingus memelas gak mbawa bukti trus sambil nyodorin print out hasil BBM e jenengan karo ......(sopo yo.....? Sek......) aku wae wis *#*#%%#*$#* ngooooookkkkk.. :P sambil ngomong "KATA A LIN" 

Aku seh gak kakehan lambe bu, mung langsung tak tokno " SURAT TUNTUTAN " PELANGGARAN UU ITE no 11 tahun 2008 hal PENYEBARAN CAPTURE BBM (PERCAKAPAN DLM BBM ADALAH HAL PRIBADI) TANPA PERSETUJUAN PELAKU PEMBICARAAN YANG TERLIBAT....meskipun itu kite kalo kata anak betawi tapi saya ya ndak kasih ijin karena saya tau bu pembicaraan kita itu meskipun sudah mendapatkan pelakunya (eh yo wis...SAYA wis kalo situ ndak mau disalahin) saya dapet pelakunya...yakin banget malah...lha tapi kan itu sebatas ANALISA BUKAN BUKTI. Dan lagi yo bu analisa itu ndak bisa jew ternyata dipake jadi bukti. 

Meskipun judule nanti jenengan hanya sekedar klarifikasi (kalo masih mau pake istilahmu yang kurang pas tadi). Lha kalo jenengan nanti ditanya sama pihak yang kagungan dalem soal bukti tadi dan tetep aja ndak bisa nunjukin yo jangan kaget kalo jenengan langsung disodorin "TUNTUTAN PELANGGARAN.TENTANG TUDUHAN PALSU,PENCEMARAN NAMA BAIK, TINDAKAN TIDAK MENYENANGKAN" pasal 310 KUHP, 335 KUHP. 
Jangan bilang "lha wong cuma nanya kok"....weeeee.....kan saya sudah bilang to bu , istilahmu mau apa aja, kalo udah buka suara, maksudnya biar jelas lha mesti jadi jelas banget wkwkwkwk...,.piss
(saya sudah matur sebelumnya lho) itu tetep aja judule nuduh...!! 

Nah.....sekarang monggo dipikir lagi, jangan cuma denger dari kiri kanan yang ndak tau pasti apa akibatnya kalo tindakan jenengan gegabah, lha ini tau satu pihak ndak mau nemenin klarifikasinya versimu itu terus dibilang 'sangat aneh"...,,ya ndak aneh to bu kalo jenengan itu tau aturane, kalo ndak tau aturan itu baru aneh. 

Lanjuuuutt..... 
Jangan diterusin lagi itu kalo masih punya pikiran kalo satu pihak ndak mau nemenin klarifikasi versinya jenengan itu terus dibilang ada yang perlu dipertanyakan, apalagi sampai nuduh pihak yg lainnya itu si peneror....ya malah bisa ditambahi PASAL lagi apa mau.....???!! Wong pihak satu sudah ngasih tau alasan kenapa ndak mau itu mbok ya alasane dipelajari dulu jangan kok malah menjab menjeb lambene ngomong "aneh". 
Bodone ki ojo banget-banget to bu diliatin ke umum, mosok kok wong kantoran kalah sama emak-emak yang nongkrongnya cuma dirumah aja. 

Gimana.....??!! 
Masih mau lanjut "ANALISA BERDUA" itu dijadiin bukti menurut versimu....?? 
Padahal bu, ini pihak satu aja udah ndak setuju kok mau nekat lanjut......??! masih nanya kenapa keberatan...??!! 
1. Percakapan itu analisa bu, bukan barang bukti yang bisa nunjukin kalo yang kagungan dalem itu pelaku teror 

2. Dalam percakapan BBM itu yang terlibat kan 2 orang, dan disitu jenengan yang katanya posisinya sebagai korban selalu ditanya to sama temen bicaramu itu. 
     "Aku dapet sma teror nih" 
           #Isinya apa....??# 
     "Mosok aku dibilang......xxx" 
           #Lha memangnya kemarin habis ketemu siapa...?# 
     " ketemu sama keluarga mr.t" 
           #selain itu.....??# 
    " gak ada lagilah" 
           # ya udah, siapa lagi pasti itu keluarganya mr.t lah, yang ada, disitu kan cuma kalian# 
Dan selalu setiap ada teror ceeita hari berikutnya kondisinya sama. 

APA SALAH KALO YANG KAMU AJAK BICARA ITU JAWAB PELAKUNYA KELUARGA MR.T, 
Kalo pada kenyataannya memang jenengan selalu mengkondisikan teman bicara panjenengan itu selalu diposisi harus menjawab pelakunya MR.T. 
Lha kalo itu mau dijadikan bukti apa ndak namanya kalo jenengan sengaja MENJEBAK, MEMANFAATKAN, dan akhirnya MENGORBANKAN temen bicara jenengan itu di depan keluarga MR.T dengan mengatakan MR,T PELAKUNYA, BUKTINYA INI SI -A, YANG BILANG, SI-A YANG MEYAKINKAN KALO MR.T PELAKUNYA. 
Weeee....weee,...... inget UU ITE......ndak main-main iku bu, iso dijeblosno tenan jenengan. 
Atau misalnya tak balik: 
JANGAN-JANGAN JENENGAN SENDIRI NIH YANG SMS MENEROR, __ lho kok malah aku...?! __ lha bisa jadi to....?? Kan selama ini yang tau isi sms dan pembicaraan waktu kalian ketemu kan cuma kalian, kenapa ndak mungkin, terus karena ndak ada bukti dan jenengan sudah tau pasti sampai kapanpun teman mu itu meskipun dapet sms kalo ndak ada bukti dia ndak akan bersikap, jadi itu kesempatan jenengan menjatuhkan namanya didepan keluarga MR.T yang selama ini jelas sekali sangat deket to...?? Motivasi...? CEMBURU...!! Piye.....???!!! Mau dibalik begitu....??!! Kalo ndak mau ya jangan asal *mangap*lah ya kalo ndak ada bukti. 

3.Kalo bukti versinya panjenengan tadi diminta, dan ketauan dari bulan apa panjenengan nyimpen (koyone kalo ndak salah februari-maret) itu artinya bahwa panjenengan memang sudah "MERENCANAKAN PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN" apapun dalihnya dari panjenengan, mau data baru dibuka kemarin pagi apa hari ini sekalipun tetapi bukti fisik yang ditemukan lah yang berbicara, jangan kaget bu, kalo nanti ada pasal tambahan dengan pemberat YANG DIRENCANAKAN. 

Yaaaaa, sementara ini dulu aja biar jenengan agak pinter sedikit dalam bertindak, sedikit bijak menggunakan ancaman seperti "masih banyak lagi yang aku punya" itu ada pasalnya sendiri bu, sedikit lebih di rem lagi kalo mau menuduh orang lain bersalah karena tidak sepaham dengan jenengan, coba mulai sekarang sedikit bisa memanfaatkan apa yang Tuhan berikan, diberikan 2 telinga dan 1 mulut itu supaya kita bisa lebih banyak mendengarkan orang lain dari pada menjuarakan ego kita yang ndak mesti bener., ayo....belajar introspeksi diri juga, kenapa to kok sampe diteror, jadi jangan nyalahin orang lain terus. Ya wis....gitu aja ya,,,,,, 

Ya untung aja pagi ini otakku agak waras jadi yo agak enteng ngomonge, kalo kaya biasane kan yo paling tak hmmm..... ya,.... he'em..... gitu to,.., 
Wis ah..... 
Berkah Dalem 

Tuesday, November 29, 2011

Si Pak Bro (2)

















Ketemu lagi kita di cerita tentang si pak bro, yang ngakunya dewasa(dewasa apa tua) tapi sebenernya yang dewasa cuma rambutnya aja.

Si pak bro ini kelihatannya saja punya jabatan pendidik (ngga tau siapa yang dididik dan apa materi pendidikan yang diterapkan) tetapi (sorry) perilaku dan cara berpikirnya kalah pintar dan kalah bijak jika dibandingkan dengan anak SMP. Seperti pada saat si pak bro ini tertimpa gosip (artis aja kalah heboh) yang menggemparkan seisi perkantoran. Menurut beberapa rekan sejawatnya, si pak bro sibuk kelimpungan cari tau siapa yang bikin gosip itu, sibuk nyari pembenaran untuk sebuah kesalahan. Ketemulah si pak bro ini sama sebuah account efbe yang ngga jelas punya siapa. Kebetulan didalam efbe tersebut ada ditag foto mr.T tadi (tolong bedakan di "tag" sama di "upload").
Eeee...cuma gara-gara "tag-tag" an foto tadi si pak bro ini langsung ngambek, mutung, mecucu, njedir dan nyari bolo pula dia buat mendukung tuduhannya yang sebenernya itu salah besar.
Beruntung mr.T ngga nanggapi alias ngga peduli alias luweh-luweh sama kelakuan kekanak-kanakannya si pak bro. Jadilah di pak bro ini bibirnya makin maju dan di kucir, ditambah mendadak si pak bro ini menderita penyakit bisu kalo ketemu mr.T.
Sisi ke "cilik" annya si pak bro kelihatan deh disini.

Beberapa waktu lalu ngga sengaja ngintip isi "surat aneh" dari si pak bro buat mr.T. Tepatnya print out, beberapa lembar print out dari account efbe (katanya bukti kuat, hahahahaaaa....iya bukti kuat kalo si pak bro ini ternyata jauh dari kata pinter) yang isinya di pakai sama si pak bro buat senjata menjatuhkan teman satu profesi beda rejeki tersebut xixixixiiii...... Padahal dari kliping sidik kasus yang menimpa si pak bro, ternyata mr.T ini ngga ngerti apa-apa soal perefbean galau yang dimaksud oleh si pak bro tadi. Saya bisa yakin mr.T ini tidak tau apa-apa...?? Karena untuk buka efbe saja mr.T ini ngga ada waktu, selain itu mengenai perefbean mr.T kadang harus konsultasi dulu sama pemiliknya efbe...xixixiii..., hanya kebetulan memang mr.T  ini tidak hobby ngurusin orang lain (apalagi ngurusin yang ngga bisa bikin masuk Surga) karena pekerjaan beliau saja sudah membuatnya langsing, hanya sialnya karena beliau ini seorang karyawan yang bisa diandalkan dalam hal perkomputeran di kantor mereka, jadilah mr.T ini tertuduh oleh si pak bro dalam hal yang ngga mutu tadi.

Si pak bro....., orang udah jenggotan, brewokan tua begitu kok ternyata mau ngomong (bertanya lebih tepatnya) sama mr.T; "benar ngga pak ini anda yang bikin ini, maksudnya apa?" Itu saja ngga punya nyali lho, masa begitu saja minta tolong (ngadu tuuuhh....hahahaaa)  Pak Pimpinan yang bicara ke mr.T dan minta mr.T minta maaf sama si pak bro. Hahahahaaaa.... Ngga malu sama brewoknya pak bro...??!!
Kalau punya punya masalah kok ngga berani ngadepin, ngga bisa menyelesaikan tapi justru menghindar dan cari cara lain buat menarik simpati. Tiba-tiba ngambek, diem aja tanpa minta konfirmasi sama yang bersangkutan yang menurut dia punya masalah.

Akhirnya sampai sekarang si pak bro menderita cacat (kebisuan) total kalo ketemu mr.T. Semoga cepat menemukan "dokter" ya pak bro, biar bibirnya ngga kaku trus bisa buat ceramah lagi. Kalau sudah bisa aiueo, nanti saya privat buat lebih menggauli perefbean deh biar ngga katro dan ngga gampang ditipu seperti sekarang yaaa.... :). Ups....satu lagi, kalo salah diakui saja dan jangan lupa belajar minta maaf. Belajar dari sekarang, jadi "kalau" nanti pak bro punya anak, bisa memberi contoh ke anaknya untuk jadi manusia jujur yang berani mengakui kesalahannya dan tidak gengsi mengucapkan kata maaf jika memang dia bersalah, bukan jadi pecundang/pengecut.

Begitulah, terkadang kita-kita yang sudah semakin tua ini masih saja tidak berani mengakui kesalahan, takut menghadapi sebuah masalah, cenderung mencari kambing hitam dalam sebuah masalah dan menyalahkan orang lain sebagai penyebab dari kesalahan yang kita buat.  Kalau kita saja yang makin berumur tidak bisa melakukan hal yang sebenarnya sangat mudah (hanya memang harus sedikit menurunkan level gengsi), terus gimana kita akan berikan contoh pada anak-anak kita dalam hal yang sama. Apa yang dilakukan anak-anak kita adalah bayangan diri kita sendiri.

Belajar mengakui sebuah kesalahan dan menghadapi sebuah masalah, bukannya menghindari dan lari meninggalkannya memang harus kita biasakan sejak kita mulai mengenal orang lain diluar diri kita sendiri. Karena disaat itulah kita mulai mengerti arti dari makna sebuah kejujuran.

Sunday, August 21, 2011

OKB



















Ini coretan tentang orang-orang (tepatnya bapak-bapak) yang kelihatannya banyak duit yg biasa disebut "kaya" tapi sebenernya seh ngga punya apa-apa alias gede gengsi aja. Gimana ngga begitu, rumahnya gede, boil wajib punya, tapi hasil ngutang sana sini, akhir bulan para debtcolector ngantri, kalo ngga ya warisan orang tua si istri. Makanya sebenernya mereka ini kelompok yang numpang enak sama istri modal *tiiiiiiiiiiit* doang.

Pertama Pak Ve... Dia dari keluarga pemanfaat anak, si ayah dari Pak Ve ini bisanya minta dan minta sama si anak, makanya Pak Ve berusaha memikat anak gadis yg memang cantik (ya walopun bodynya bantet alias pendek bulet) seorang juragan di daerahnya, menikahlah mereka dan beli rumah pake duit si istri di Perumahan ini, ternyata Bu Ve cuma dimanfaatkan sama Pak Ve buat memenuhi kebutuhan si ayah, lebih parah lagi Pak Ve ini buayanya setengah mati, beberapa ibu muda dan masih cling berusaha dideketi sama Pak Ve buat diajak cihuy *batuk-batuk*.... Sampai akhirnya ada 2 keluarga yang memutuskan pindah dari perumahan ini karena ngga tahan sama kelakuan busuk Pak Ve...

Kedua adalah Pak Lie...hahahaaaaa... Dari namanya aja udah ketauan kalo manusia satu ini emang ngga beres... Bapak yang satu ini datang dari keluarga broken, menikah sama wanita cantik anak juragan juga...hobbynya gonta ganti kendaraan (bukan karena banyak duit tapi karena ditarik mulu) hahahahaaaa.... Ngakunya dulu pas dateng Manager ternyata lama kelamaan ketauan kalo bukan Manager tapi Meneger (menek steger) alias tukang mbenerin barang yang ngambilnya kudu pake steger dulu wkwkwkwkkk....nah kalo yang ini, setiap tetangga punya barang baru, dia berusaha beli yg lebih bagus (ra ketang nak wis sesasi di dol juga) hahahaaa...


Yang ketiga adalah Pak Bro... (Itu lho yang tak ceritain hoby ngumpet dibalik pager) kalo yang ini cari aman, yang kaya kekiri ikut kekiri, yang kaya kekanan ikut kekanan...pokoknya ngikuuuuttt aja bisanya.

Yang ke empat Pak Ser... Kalo ini sedikit sombong memang dan agak autis, tiap hari kerjanya ngitungin buah jambu yang ada didepan rumah, hahahaaa.... Cuma itu yang aku tau.

Yang kelima Pak Bom... Bapak yang satu ini sebenernya nebeng sang menantu yang "buta tuli" (kalo liat tetangga mendadak buta tuli) tapi dalam segi keuangan sedikit lebih basah (ngga tau berendem dimana). Si bapak ini bermulut lobang sumur alias banyak cakap wkwkwk....

Kalo tiba saatnya rapat dan rapet erte erwe di perumahan ini mereka inilah yang selalu pengen tampil wah dengan usul tentang penduitan dan usul itu maunya harus selalu diterima. Mereka ngga pernah mikir bahwa yang tinggal disekitar mereka bukan OKB (orang kaya baru) seperti mereka semua.

Sementara mereka-mereka yang benar benar kaya (alias dari lahir udah ngantongin BPKB,AKTE TANAH,dan kalungan rantai emas bertahta berlian) aja lebih bijak dalam setiap langkah pengambilan keputusan. Tapi ya itu tadi, berhubung para bapak-bapak OKB yang mokondo tadi pengen kelihatan kaya didepan semua warga, makanya mereka ini yang ababnya paling bau yang banyak ngeluarin polusi.

Sedangkan mereka yang statusnya hanya karyawan rendahan, kuli, tukang, dan rumah mereka hanya ngontrak nggak berani berkata "tidak" untuk setiap keputusan yang diambil para OKB ini. Sementara itu istri-istri mereka musti mengurangi jatah makan anak mereka yang sebelumnya udah kurang hanya untuk membayar iuran-iuran yang sebenernya nggak penting dan diada-adain cuma untuk gengsi-gengsian aja.

Kami yang berusaha memberikan masukan untuk sebuah kebaikan selalu ditolak dengan alasan "tidak ada protes dari yang lain" padahal sebenernya adalah karena kami adalah warga "minoritas" di perumahan ini.


Dan sekarang yang kami hanya bisa buat adalah, bersyukur. Bersyukur karena Tuhan tidak memberikan kami fisik sempurna saja tetapi Tuhan juga memberikan kami kerendahan hati, sehingga kami bisa mengerti apa yang dirasakan oleh mereka yang tidak seberuntung kami dan mengerti apa yang harus kami lakukan bagi mereka.


Saat semua yang kamu miliki diambil semua sama Tuhanmu, disitulah nanti kamu akan mengerti betapa kamu sebenarnya tidak memiliki apa-apa, saat itu juga kamu akan menyadari bahwa ternyata kamu adalah orang yang paling miskin jika bukan karena kebesaran dan karunia-Nya.

Monday, August 15, 2011

Si Pak Bro

















Kali ini curhatan tentang satu keluarga tetangga yang bisa di bilang "wagu"
Sebut aja namanya Pak Bro sama Bu Bro *senyum dulu bentar*....

Pak Bro dan Bu Bro ini tipe pasangan yang ngga suka bergaul (katanya ngga penting buat kata ngrumpi :D) sama tetangga, saking ngga sukanya... mereka justru sama sekali ngga pernah keluar dari "istana" nya itu... *ah, siapa tau cihuy terus di dalem* .....#pengen ngintiiiiipp yaaaa....#

Naaaahhh...., story punya kata...(katanya si anu, si inu, dan si unu....)*halaah...belibet* 
si Pak Bro ini punya "bola bekel" baru tuh..., dan ternyata suatu saat kepergok tuh lagi main bola bekel terus bla bla bla bla.... *hayoooooo.....lagi napain disitu....* (kalo kata PaiBleh auan...auan....transleteen dewe) yo malu lah si Pak Bro nya... 
Daripada kabar burung itu jadi burung beneran....ya mending si Pak Bro pasang tampang sangar dulu lah biar yang liat dia dan mau lewat didepan dia keder duluan #secara "tanda seru" itu Pak Bro berbody tinggi, gede, item*hiiiiyy*#. Udah gitu, yang namanya orang salah, bukannya minta maaf dan cari temen, ini si pak Bro malah cari musuh, semua temennya ditanya dan ditantangin deh wkwkwkkwk..... 
Ya iyalah semua menyingkir dari depannya (bukannya takut tapi mualeeess) daripada berurusan sama bodyguardnya yang punya kedudukan sedikit lebih tinggi daripada si Pak Bro...*ngelirik si asisten*
Makin lama makin capek kali ya si Pak Bro berakting, aslinya deh keluar....#nyari bolo gelut kalo boso ndesone# tapi sayang bin kasian, bolonya terlanjur mlongo males kaleeee....

Sekali waktu ketemu sama diriku yang cuantik ini....*mematut diri*, kebetulan daku dianter sama "si bos", eeh... ketemu sama si Pak Bro, tapi tumben si Pak Bro mau bermanis-manis busuk ke daku setelah sekian lama berjutek-jutek ria (pikirnya si Pak Bro; kesempatan neh bales skak ke daku) "baru pulang jam segini..? Pantesan pulang malam terus, yang nganter mobilnya lebih keren"  tanya si Pak Bro pada Putri Cuantik ini #wkwkwkwk....,kenapa dikau bilang gitu Pak Bro 'pikirku' itu justru akan membunuhmu#
Ya dijawablah pertanyaan yang 'bermaksud' menjatuhkan harga diri si cuantik ini.... 
"Ya iya dong Pak Bro..., emang saya kaya situ ...!!saya seh ogah kalo cuma dimodalin kunci kamar mandi"
#gubraakkk...jeglllleeeerrr....gloodaakkk...krompyaaang# segala bunyi mampir dah tuh pasti ke kuping beliau... Tegang, asem tapi warnanya ngga berubah jadi merah tuh muka (gaaakkk keliiaataannn, si Pak Bro kan iteeemmm) lho...lho...lho... Kok main kabur aja Pak...? Kebelet mau pipis ya..... *ngakak nggledag*

Naaahhh...sodara sodara...sejak malam terindah itulah si Pak Bro kalo liat Tuan Putri yang cuantik ini melenggang mau melewati 'istana' milik beliau.... Si Pak Bro nya buru-buru ngacir biar ngga sempet ketemu dan mati kutu lagi. Pernah suatu kali si Pak Bro lagi asik nungging menyiksa rumput didepan rumah mereka, ngga sengaja juga mungkin si Pak Bro nengok dan liat kalo ada bidadari yang mau lewat, ngga ngerti deh antara takut atau malu si Pak Bro langsung ambil langkah cepek mau kabur, tapi sepertinya si Pak Bro ngga sempet lari #kram kakinya kali# ya jongkok-lah si Pak Bro di balik pager miliknya. Dia pikir udah ngga keliatan kali ya padahal tu body jelaslah cukup keliatan, secara sosok hitam di siang bolong.... Haghaghagagagaaaa.....

Udahan dulu ah.....
Ayo yang ngaku berburung, harus berani terbang duong...tunjukkan ke'burung'anmu alias kejantananmu le... Jangan ganti kostum 'barbie' kalo lagi kena masalah...woke...mari Pak Bro... (salam burung buat si bola bekel ya :D)

Friday, October 8, 2010

Main hati















Perjalanan cinta kita selama ini
Terasa sangat sia-sia
Banyak yang sudah aku tinggalkan
Hanya untuk bersamamu
Tapi kamu sama sekali tak peduli
Segala pengorbanan yang telah kulakukan
Kamu juga tak pernah menghargai
Segala yang kulakukan untukmu
Sedikitpun tak ada rasa pedulimu
Kamu terlalu sombong dengan kemunafikkanmu
Hati dan perasaanmu telah mati
Oleh ketidakpedulianmu

Ternyata aku salah menilaimu selama ini
Pikirku kau tulus dengan hatimu
Inginkan aku dengan cintaku
Apa yang sudah kupersembahkan
Tak membuatmu memberi ketulusan
Kamu terlalu sering menyakitiku
Permainan hatimu
Tak pernah membuatmu puas
Kau anggap ikatan ini hanya sebuah simbol
Yang tak berarti apa-apa.

Kau lakukan apa saja
Yang bisa membuatmu bahagia
Dan tanpa kau sadari
Suatu saat nanti
Kau akan dapatkan
Yang lebih menyakitkan
Dari apa yang telah kau buat untukku