![]() |
| photo : koleksi pribadi |
Dear wanitaku ...
Mau sejauh apa langkahmu
Dalam kisah pengkhianatan ini
Mau sampai mana larimu
Dari satu kata bullshit tentang kesetiaan
Mau sebanyak apa caramu
Menutupi kalakuan busukmu bersamanya
Polosmu itu muslihat
Menutupi bangsatnya sifat dan hatimu
Sikapmu itu drama
Yang kamu pertontonkan didepanku setelah bersamanya
Kamu mainkan setiap membagi hati dan rasa dengannya
Senyumku didepanmu saat ini
Sesungguhnya bisa jadi racun untukmu
Selalu dan akan kuamati kalian dalam diam
Setiap kisahmu dari mereka
Kudengarkan dengan kemarahan didalam hati
Selalu kuberi ruang untukmu berulah
Namun jangan pikir mataku buta
Setiap melihatmu bermain mata di dekatnya
Kamu pikir aku tuli
Saat kamu berbisik manja padanya
Yang kalian tutupi dengan sikap canda tawa
Jangan kamu kira aku tidak mengerti
Kelakuan brengsek kalian dibelakangku
Saat kita terpisah ruang dan waktu
Kuikuti cara mainmu
Akan bagaimana polamu merusak kepercayaanku
Kuberikan apa inginmu
Saat kamu selalu berusaha bertemu dengannya
Dengan banyaknya alasan yang kamu buat
Hanya untuk membuatku merasakan
Seolah semua biasa saja
Dear wanitaku...
Aku akan selalu diam menyaksikan tingkahmu
Bukan karena aku menerima
Hanya sekedar membangun kemantapan hati
Untuk bisa membunuh rasa sayang dan percaya
Yang pernah kuberikan padamu
Karena sangat kupahami
Semua usahaku membuat segalanya menjadi baik
Tidak pernah berarti dimatamu
Pesanku untukmu...
Jangan pernah menyesal
Keputusanmu bermain api
Meninggalkan sebuah ketulusan hati
Hanya demi bisa bersama dengan pengkhianat
Karena tidak pernah ada
Mereka yang berhati tulus, mengambil milik orang lain
Dan mereka yang meninggalkan kesetiaan mendapatkan kedamaian hati.
#turunkan emosi, cukup amati, matikan hati, berdiri dan melangkah kembali#





