Thursday, January 8, 2026

Sun Flower

 








Mau alasan apa lagi untuk tidak percaya Tuhan....?

Saat akan melahirkan anak kembar, setelah melalui kontraksi 27 jam dengan perdebatan mau dilakukan caesar atau tidak, sebelum akhirnya bisa melahirkan mereka berdua dengan normal, tanpa pisau bedah dan dengan kondisi semua sehat, tanpa masuk inkubator. 

Ketika divonis kanker selaput otak & maningitis yang disebabkan karena virus CMV, masuk ICU sampai harus menerima sakramen perminyakan dan menjalani berkali-kali kemoterapi yang tidak dicover asuransi kesehatan yang kami gunakan,tetapi selalu disediakan biaya pada saat jadwal kemoterapi, karena jika dihitung dengan pikiran kita, pendapatan bulanan kami tidak mungkin mampu membayar semua proses pengobatan tersebut, tapi kuasa Tuhan melebihi pikiran dan kekuatan kami.


Saat dokter memberi vonis GBS (Gulliane Barre Syndrome)mengharuskan saya menghabiskan 12 botol obat Gammaraas dan menurut dunia medis saya akan mengalami kelumpuhan minimal 2 tahun, namun dengan mukjizat sakramen maha kudus, saya menjalani perawatan di ICU, HCU dan unit stroke hanya dalam waktu 2 bulan, dan menjalani home care untuk terapi jalan selama 4 bulan. 

Ketika dokter di klinik kantor melihat kondisi saya, dan dia meragukan diagnosis dokter spesialis RS dimana saya dirawat, meskipun hasil pemeriksaan terkait GBS sudah ditegakkan dan menyatakan positif GBS, beliau mengatakan "tidak mungkin kalau GBS, kamu bisa jalan seperti ini, #BIASANYA# minimal dalam waktu 2 tahun itu baru keluar dari ruang perawatan. 

Ketika saya menjawab "dokter Kristen tapi hanya yakin dengan teori kedokteran dibuat manusia, kenapa dokter lupa kalau kita punya dokter dari segala dokter" dan dia justru meneteskan air mata sambil berkata "ternyata imanmu yang menyembuhkanmu"

Selesai bergulat dengan 3 dunia kembali dikasih hadiah yang tidak kalah istimewa secara terus menerus berupa Dural Sinus Thrombosis, Antipropholipid Syndrom, ACA, Lupus Sjogren, yang akhirnya menjalani home care dengan perawat dan minum obat 45 butir setiap harinya, diinfus rutin obat aiuoe dengan mengundang suster ke rumah. Menjalani proses dengan banyak warna menjalaninya hingga sampai detik ini hanya tinggal mengkonsumsi 15 butir per satu hari.

Setelah keguguran 3x selama 8 tahun, akhirnya melalui perantara Novena Santo Antonius Padua kembali diberikan tugas dan tanggung jawab oleh_Nya dengan mengandung bayi perempuan. Membutuhkan perawatan medis yang ekstra ketat dengan 7 dokter selama prosesnya, sampai akhirnya lahir dengan sempurna melalui operasi caesar, dan saat ini tumbuh menjadi anak yang luar biasa.

Tahun 2024 kembali diberikan PR materinya 2 titik Fibroadenoma mammae (FAM), selesai dengan sekali angkat dan satu tahun setelahnya PR_nya ditambah banyak dengan 9 titik. Sampai detik ini masih harus banyak "berbelanja" dengan donatur utama Dia yang punya rencana. 

Akhir 2025 diberikan lagi kado akhir tahun berupa penumpukan batu empedu yang tidak sengaja ditemukan pada saat melakukan pemeriksaan kesehatan pasca opname, sampai detik ini masih harus healing ke dunia medis. Berat...? Bohong kalau bilang tidak, tapi buat apa bilang berat, karena tidak ada yang bisa membantu untuk menjadi ringan kecuali Dia dan diri sendiri. Kurang wow yang bagaimana warna hidup dan duniaku. 

Memiliki dua anak laki-laki beranjak dewasa yang karakternya luar biasa baik, dan satu anak perempuan yang bisa membuat hari-hari kami dar der dor. Masih bisa melayani meskipun tidak seluar biasa mereka, karena memang harus tau diri dengan "keistimewaan" yang saya miliki. Dikelilingi orang-orang baik, sesepuh, anak-anak dan orang muda yang selalu membuat hidup lebih cerah. 

Itu semua ada bukan karena saya luar biasa tapi tangan_Nya yang menyediakan. 

Jadi butuh alasan apa lagi untuk tidak percaya...? 

Butuh rasa apa lagi sampai tidak punya rasa syukur...?


Ketika mereka bertanya:

 #Doa apa yang diminta sampai bisa sekuat ini...??#


Jawabku:

Aku sudah tidak akan meminta apapun , terjadilah apa yang Tuhan mau, karena aku minta sebanyak apapun jika Dia tidak ingin memberikan hal itupun tidak akan aku dapatkan, jika aku mampu puji Tuhan, jika tidak aku hanya akan katakan sama Tuhan *aku tidak mampu, kukembalikan semua pada kuasa_Mu*





Monday, September 1, 2025

PERUSAK & PENGKHIANAT

 









#Kamu merhatiin ga hari sabtu sebelum lomba, kamu kan biasanya matanya jeli, kita kan duduk duduk di meja registrasi terus pak komandan pamit mau berangkat kerja dan ambil mobil, nah pas mau jalan itu kan dia ngelewatin kita, eeeh...itu cem-cemannya udah dateng terus ada bareng kita, sengaja banget itu mobil pak bertanya dipelanin terus beliah buka kaca, pas aku lirik ke cem cemannya, dia lagi main mata keseberang, terus aku lihat ke ternyata main visi beneran sama pak memerintahkan, dan pak memerintahkan lagi dadadada sambil Kissbye genit begitu ke cemcemannya. eeeh habis itu dia maju sebentar dan berhenti lagi, kirain ada apa, ternyata ngelakuin begitu lagi sampai dua kali.

Ini setelah ada ibu dari wilayah YP yang nanya (nunjuk ke si cem"an pak komandan) "emangnya ibu itu istri pak komandan..?" pas kita jawab "bukan Bu.." gantian si ibu yang kaget dan bilang "owh bukan, lha...kok sikapnya aneh,saya pikir istrinya, mesra sekali soalnya dilomba badminton di gkp yang lalu, barusan juga hehee, gak bahaya tah 😁"#



Affair kalian aman...?!

Ya kalian yang merasa aman

Tapi orang sekitar kalian diam-diam melihat dan merekam

Bukan dengan kamera digital 

Melainkan dengan mata kepala dan memori otak mereka

Lebih jelas dan detail

Sebuah kebenaran yang belum terungkap


Affair kalian sempurna..?!

Benar menurut kalian

Karena mereka yang melihat (kalian pikir) tidak pegang bukti

Dan kalian merasa semua aman tidak akan terungkap

Pada pasangan kalian masing-masing


Affair kalian bebas tak berkelas

Tanpa bukti tapi sangat jelas itu nyata

Mereka diluar sana saling berbagi cerita

Yang berujung kalimat:

"kasihan istri dan suaminya ditipu didepan mata"

"kasihan anak-anaknya sudah dipersiapkan karma oleh ibunya sendiri"


Affair yang kalian lakukan terlalu jelas..!!

Bebas aja sebenarnya

Itu pribadi kalian, hak kalian berdua

Karena itu dosa kalian sendiri

Yang sangat disayangkan...

Satu dari kalian berdua

Kenapa harus menjatuhkan orang lain

Hanya untuk bisa mendapatkan perhatian lebih

Dari pasangan affairmu

Itu sangat menjijikkan


Berbuat dosalah tanpa menjatuhkan orang lain

Cari perhatian dari pasangan affairmu dengan prestasi bukan sensasi

Meskipun kita semua tau prestasi pertamamu adalah sebagai perusak

Jadi mau dibuat prestasi bagus apalagi, jika sudah diawali dengan merusak.














Sunday, August 3, 2025

Lunturnya Empati



















Disaat sebagian orang sudah hilang, harapannya masih ada empati dari banyak orang yang punya etika lebih baik dari para perusak mental itu, tapi ternyata tidak banyak juga yang benar-benar paham apa yang kami (saya dan kakak-kakak OMK) suarakan untuk anak-anak baik dalam kejadian ini. 

Mereka yang tidak ada di seputar panggung saat kejadian ramai berkomentar:

anaknya sekarang udah senang aja kok pendampingnya masih sewot” 
(sepertinya mereka lupa seorang anak juga bisa menyembunyikan perasaan dibalik senyum mereka, anak juga punya rasa malu jika terus-terusan terlihat sedih didepan umum, tidak semua anak bisa mengungkapkan perasaannya dengan jujur, bahkan pada orang tua.)

"ya maaf namanya manusia pasti pernah salah" 
(sekali salah, dua kali salah pasti dimaafkan tapi kesalahan kali ini bukan hanya soal kesalahan tehnis, kesalahan kali ini adalah fatal karena mempermalukan dan melecehkan anak di bawah umur secara verbal didepan umum, lebih salah lagi mereka meremehkan anak-anak dengan cara minta maaf mereka yang dilakukan sambil tertawa dan teriak dari jauh)

"kan mereka sudah minta maaf, apa iya mereka harus sujud minta maaf sama kalian..?" (🙄🙄 membagongkan)

ndak usah diperpanjang, ndak usah dibicarakan lagi, jangan jadi bumbu, jangan buat anak yang ndak ngerti apa-apa ikut emosi tak terkendali” 
(tidak ada yang bermaksud memperpanjang, kalau mau diperpanjang dari kemarin saya bikin lebih ramai, jadi jangan ngasih pernyataan yang seolah-olah asumsi anda paling benar. 
Mereka yang ndak melihat berarti bukan ndak ngerti apa-apa, kalau mereka emosipun buat saya adalah hal yang wajar, karena adik-adik mereka diperlakukan tidak pantas didepan umum, bukan oleh sesama anak-anak, melainkan orang orang-orang tua (bukan dewasa)
justru yang tidak emosi itu yang perlu didiskusikan, antara tidak bisa memahami jiwa anak atau bahkan tidak peduli dengan situasi mental anak dan mencari aman sendiri demi nama baik pribadi supaya dianggap bijaksana.

Sore setelah kejadian disiang harinya, ketua panitia itu mengirimkan hasil lomba dibeda cabang dan beda peserta yang sudah dilombakan satu minggu sebelumnya dan belum diumumkan, sedangkan panitia berencana mengumumkan pada H-7 sebelum acara puncak, tetapi tiba-tiba siang ini hasilnya dikirimkan ke pihak kami dengan bahasa:

"Untuk mungkin sedikit mengurangi kekecewaan, bahwa tim ***** ****** wilayah Anda mendapatkan nilai tertinggi 🙏🙏" kata bapak ketua panitia. (Haloow bapak ketua panitia, sedangkal itu memikirkan bapak, secetek itu menganggap kejadian siang tadi sebatas kecewa karena sebuah kekalahan...? Kasian sekali saya sama bapak.)

Disini ada yang berkomentar
"ya sudahlah, benar itu kesalahan panitia, tapi cukup itu aja ndak usah diperpanjang, toh ada hal baik juga kan yang dilakukan mereka kasih kabar baik ke kita" (itu bukan hal baik dalam kejadian ini, itu memang team kami yang seharusnya  menang karena dapat point tertinggi, bukan karena belas kasihan) sama sekali ndak ada korelasinya.

Mereka pikir hasil lomba di cabang berbeda dengan peserta berbeda yang aturannya diumumkan minggu kemarin tapi diralat oleh panitia sendiri akan diumumkan satu minggu sebelum puncak, diberikan oleh mereka sekarang dengan maksud "mengurangi kekecewaan" anak-anak kami.

Sampai disini saya jadi ngerti. Mereka tidak paham sama sekali dampak apa yang sudah mereka timbulkan setelah perlakuan kurang ajar MC & juri yang mereka tugaskan itu kepada anak-anak dibawah umur ini, buat mereka kejadian ini sebatas menang atau kalah, marah karena kalah, sedih karena kalah.  Mereka tidak tau sedalam apa rasa kecewa dan malu anak-anak ini karena dipermalukan.


Saya kasih contoh, supaya bisa memposisikan anak-anak MD (kalau masih punya empati)

* Lomba MD : A & B (dipermalukan dan dilecehkan didepan umum)

yang juara 
*Lomba lari : C & D
*Lomba sepeda : E & F
*Lomba nyanyi : G & H
adakah peserta yg  sama dengan MD dari para pemenang ini...? TIDAK..!!

Jadi gimana bisa dikatakan kemenangan perlombaan lain bisa mengobati kekecewaan dan rasa malu peserta MD, paakk....buukk.... ??!!
Kita bicara tentang anak-anak bukan tentang perasaan sekelompok orang dewasa yang punya ambisi mengumpulkan kemenangan dari berbagai lomba seperti yang kalian pikirkan.


Dengan kejadian ini saya jadi sangat paham, siapa yang benar-benar memperhatikan dan pendukung perkembangan anak-anak ini dalam hidup dan bertumbuh dalam kegiatan menggereja. Siapa yang hanya memikirkan nama baik pribadi dan kelompok supaya tampak dan dilihat pihak luar sebagai orang yang hebat dan sukses, sebagai orang yang bijaksana dan berhasil menciptakan perdamaian, tetapi tidak peduli gejolak batin yang ada dibalik semua itu. Memaksa semua bisa mengikuti maunya tanpa berpikir situasi dan kondisi orang lain. 

Terima kasih atas dukungan bapak ibu yang sangat mengerti dan memahami esensi dari kejadian ini. Dalam Nama Yesus kami tidak akan lelah mendampingi anak-anak baik ini untuk bertumbuh dengan bahagia yang sesungguhnya. Tuhan Yesus berkati. 


Saturday, August 2, 2025

RIP Hati Nurani

 ❌❌❌

Selalu mendidik anak-anak untuk mau dan berani tampil/terlibat dalam acara apapun. Tidak perlu berambisi mengejar kemenangan tetapi harus memberikan penampilan maksimal. Jika penilaian akhir mendapat poin tinggi pada kriteria penilaian, bersyukurlah itu bonus kerja keras, jangan sombong dan meremehkan yang mendapat poin lebih rendah.


Tapi hari ini, Sabtu, 02 Agustus 2025, panitia HUT gereja dan Juri modern dance yang katanya profesional menghancurkan mental yang selama ini susah payah dibangun anak-anak. Anak-anak dipermalukan dan dilecehkan didepan umum oleh MC (panitia) dan Juri modern dance. Bukan itu saja, setelah keluhan yang disampaikan ke dalam forum ternyata tanggapan mereka lebih ke menyepelekan hal yang sudah terjadi dan melukai hati anak-anak, mereka hanya melihat inI sebuah kekecewaan karena kalah dalam lomba.


Sebelum tampil lomba, sudah saya sampaikan sama anak-anak:

" kalian siap ya, harus tampil maksimal, meskipun nanti ndak menang, tapi kalian udah keren apalagi pakai kostum yang keren ini, jadi harus percaya diri"

#Siyap mami#😊🤗


Melihat lawan utama mereka yang duduk di bangku SMA, sedangkan anak-anak ini masih duduk dibangku SD & SMP, apalagi kakak-kakak SMA ini sudah mengusai panggung dengan tarian yang luar biasa bagus karena latar belakang dance yang matang (ekstrakurikuler & ikut sanggar), saya kembali memberikan dukungan mental buat anak-anak ini:

" lihat mereka, mereka semua gedhe-gedhe dan memang sudah hebat di dunia dance, jangan minder, tetep harus tampilkan yang maksimal, kalian hebat udah sampai sini, kalau kakak - kakak SMA menang, itu sudah wajar, jangan sedih, jangan kecewa, jangan marah, karena mereka memang bukan lawan kalian. Next kita belajar lagi biar bisa seperti mereka"


Dan mereka tersenyum lebar meskipun hati mereka dagdigdug gugup parah karena mau lomba dengan lawan utama kakak-kakak dancer yang mereka lihat sudah pro. Sampai akhirnya mereka bisa tampil maksimal dengan support maksimal pula dari kami, dan mereka sudah jadi juara dihati kami. Terbaik buat kami. Kami bahkan mengabaikan poin penilaian juri karena kami tau anak-anak ini baru belajar. Mereka juara buat kami karena mereka sudah memberikan yang terbaik yang mereka punya.


Setelah selesai penampilan mereka tersenyum lebar, disambut pelukan hangat kami para pendukung utama, duduk di barisan penonton agar bisa melihat penampilan berikutnya dan berdecak kagum melihat kakak-kakak SMA yg dancenya keren-keren. Ada yang berbisik " keren bangeeeeettt....😍kita besok latihan lagi ya biar bisa kaya mereka😍 " dan akupun memeluk mereka.


Tibalah pengumuman, juara 3, juara 2, dan kami dalam keramaian menebak-nebak siapa nomor 1 karena kami sangat yakin bukan kami yang memenangkannya, sebaliknya kami justru yakin nama satu wilayah yang salah satu anggota dancenya adalah anak sanggar pasti jadi pemenangnya.


Tetapi diluar dugaan nama kelompok anak-anak ini disebut dengan lantang seorang Juri yang didampingi MC sebagai pemenang juara 1, sempat bengong tidak percaya sampai anak-anak histeris bahagia tidak percaya, berteriak, melompat berpelukan dan pada saat beberapa anak sudah mulai memasuki panggung, terdengarlah suara teriakan sambil tertawa " bukaaaannn...salaahhhh....😄😄😄" Menertawakan sebuah kejadian yang buat mereka seperti lelucon, dan ketika kepalaku berpaling dari anak-anak melihat ke panggung, juri dan MC sedang melambikan tangan sambil tertawa berkata "maaaff...maaff😄😄..bukan kalian...maaaf..hahahaha😄😂😄😂...salaahhh...hahahahaaa😄😂😄😂"


jleeebbb......!!!

Seketika anak-anak berbalik dan kembali histeris tetapi kali ini menangis sekeras-kerasnya dalam pelukan kami, sembunyi dibalik dinding panggung, menutup muka sambil jongkok, semua hancur, kecewa, malu...., dalam pelukanku satu anak berkata " jahaaatt, kita dibohongi....,😭😭😭mereka jahaatt, kenapa kita ga jadi menang....mereka bohong...,aku maluuuu...😭😭😭😭 " seketika mulutku mengucapkan BANGS*T buat kalian MC dan Juri MD....!!!!


Bapak Ibu Juri dan para panitia yang saya anggap tidak profesional sama sekali.

Bisa kalian membayangkan situasi ini....??!!

Bisa kalian paham dan ngerti perasaan anak-anak ini....??!!

Pasti tidak....!!!!

Buat kalian tangis mereka dan amarah saya sebatas tidak terima karena kalah. Buat kalian kami lebay dan tidak sportif.


Maaf... kali ini saya harus bilang kalian GOBLOG....!!!! Kalian cuma mikir acara kalian sukses jika acara kalian meriah tapi kalian ndak tau kali ini acara kalian sukses menghancurkan mental anak-anak. Itulah kegoblogan kalian. 

Mau tau kenapa sekasar ini saya, karena setelah kalian permalukan anak-anak ini didepan umum, kalian masih bisa tertawa-tawa dan berkata :

"maaaf 😄😄😂😂 ga becanda kok ini, tadi ga sengaja 😄😁 salah baca...😄😄😄" 

Pantas ga kalian menunjukkan sikap seperti itu buat anak-anak usia 8-12 tahun....??!! Anak-anak  yang sedang dalam posisi sedih kecewa dan malu karena kalian permainkan dan permalukan didepan umun.Kalian melecehkan anak-anak secara verbal, tanpa rasa bersalah.

Sampai disini masih mau bilang saya emosi karena kalah...??

Kalau masih beranggapan seperti itu, coba otak kalian dipakai buat mikir lagi, hati kalian dipakai buat merasakan lagi. Semoga kalian bukan mati otak dan mati rasa sampai ndak bisa membedakan dan membaca situasi diatas...


selanjutnya~~ tanggapan mereka yang ndak kalah bikin geleng kepala.




Tuesday, July 29, 2025

Drama & Karma

Rabu, 25 Juni 2025











Kamu main hati aku diam

Kamu main api aku bungkam

Kamu bohong aku tersenyum

Ditegur marah diingatkan murka


Saat ini cukup untukku

Mendengar cerita dari mereka

Yang muak menyaksikan drama kalian

Mengamati tanpa menyentuh 

Menertawakan kebodohan yang terjadi


Ya....

Bodohnya kamu dan simpananmu

Berfikir bisa menipu dan membodohi

Aku dan mereka semua

Dengan segala hal baik yang kalian perankan

Kami hanya pura-pura buta 

Untuk tidak terseret dalam dosa

Yang kalian rangkai bersama


Taat berlutut sujud dalam khusuknya doa

Mengalunkan syair dan ayat suci dengan indah 

Bersamaan dengan rajinnya merangkai tipuan

Lihai membual dengan kalimat manis penuh dusta

Raut wajahmu (kaupikir) sempurna sembunyikan drama

Hembus nafasmu mengalir kemunafikan

Hidupmu ramai bermain dengan karma


Tanganmu memelukku tapi bibirmu menciumnya

Kamu pulang membawa senyum

Bukan untukku hanya sisa bahagiamu bersamanya

Manismu didepanku adalah topeng kebangs*tanmu 


Mundur dalam diam itu terbaik

Mulutku tak akan pernah mengucap

Meskipun hatiku akan berteriak lantang

Melipat emosi yang terbakar tanpa sisa

Kuletakkan semua ditangan Tuhan dan semesta


Tuhan tidak pernah membalas tapi semesta menata karma

Kuampuni kamu dan simpananmu 

Bersama dengan kutukan sederas air mataku

Entah apakah aku beruntung

Menyaksikan kamu lenyap tenggelam ditelan karma

Atau kamu akan merangkak mengemis maafku




Monday, July 28, 2025

Miliki Duniamu

Magelang, 11 April 2025

 










Kuraih jemarimu

Agar tegak berdirimu

Kutuntun langkahmu

Supaya langkah kakimu tak terantuk


Jika berat langkahmu 

Karena arah yang kutunjukan

Andai lelah harapmu

Terasa sesak dalam genggamku


Berhentilah...

Akan kulepaskan pelukku

Lari sejauh inginmu

Terbanglah setinggi mimpimu

Akan kuhantar pergimu

Dengan senyum dan doa terbaikku


Pergilah jauh dari zona nyaman

Tetaplah dekat dengan Tuhan dan Bunda_Nya

Jadilah pribadi yang kuat

Kejarlah bahagiamu

Berjuang untuk suksesmu

Indahkan masa depanmu

Bersama untaian doaku










Sunday, July 27, 2025

Lelah Dalam Diam



"Sepertinya kamu ada menyimpan rahasia...."
Selasa, 23 Juli 2024









Satu kalimat yang tidak tau harus dijawab apa. Rahasia macam apa yang kamu ingin tau? Setelah tau rahasia yang kusimpan rapat ini, kamu bisa apa? Yakin kamu akan lebih bahagia setelah mendengar semua kejujuranku?

Hmm...
Memang benar aku menyimpan banyak sekali rahasia, dan sampai kamu membaca tulisan ini hanya aku dan Tuhanku yang tau apa rahasia itu. Aku memilih diam karena aku sangat yakin, tidak akan ada seorangpun yang bisa dan mau mengerti situasi ini apalagi membantu tidak juga kamu.

Benar aku lebih nyaman jika aku sendiri disini, tanpa kamu dan siapapun. Karena aku bebas bercerita pada Tuhanku, menyisipkan cerita dan keluh kesahku diantara banyak rasa syukurku. Aku bebas meluapkan air mataku tanpa merasa bersalah pada siapapun,tanpa ada seorangpun yang akan mencibir karena mereka anggap cengeng

Rasa bersalah kepada kalian
Rasa kecewa pada diri sendiri
Rasa marah pada diri sendiri
Rasa malu pada mereka yang melihatku
Rasa sedih untuk orang tua & saudaraku
Rasa hampa karena berulangkali harus menghadapi dan menerima ego, ego dan egomu
Rasa sakit yang sesungguhnya tidak pernah berhenti apalagi pergi dari raga ini

Ya...
Semua rasa yang semakin hari semakin besar, hanya bisa tetap dan selalu kusimpan didalam hati, kunikmati selama kebersamaan kita, kututup dengan gelak tawa didepan semua orang dan perlahan akan kulepaskan semua rasa itu bersama air mata saat aku sampai dalam sendiriku.

Tidak dengan siapapun, tidak juga kamu, hanya dengan Tuhanku.