Sunday, July 27, 2025

Siluet Senja

 











Dear wanita terhebatku....

Terima kasih sudah mengajarkan 

Banyak hal baik dalam perjalanan hidup


Mencintai tanpa syarat

Menyayangi seluas semesta

Memperhatikan dengan ketulusan

Berbuat baik tanpa batas

Merawat tanpa berharap

Memberi tanpa meminta kembali


Dalam hidup ada baik dan buruk

Namun kehidupan itu baik adanya

Selalu memilih yang baik, membuang yang buruk

Jika yang buruk menyerang tetaplah menjadi baik


Jangan pernah memaksakan yang buruk menjadi lebih baik

Itu bukan tugas kita

Cukup mengingatkan sedikit jika itu berkenan

Tidak perlu menjadi yang terbaik

Cukuplah menjadi baik dan selalu baik


Dear wanita terhebatku....

Teruslah sehat dan bahagia dimasa senja

Maafkan aku yang tak pernah bisa 

Menjadi yang selalu ada untukmu

Hanya doaku tak pernah putus

Untuk sehat dan bahagiamu


*** 85 tahun Mama Uti ***





Rasa dan Ego

 






Saat aku bersuara "jangan"
Katamu bahagia adalah hak pribadimu
Ketika sekali lagi aku berkata "itu salah"
Kamu bilang berlebihan

Buat kamu...
Buka lagi coretan ini nanti
Saat dunia indahmu
Runtuh oleh polah tingkahmu
Saat kamu sedang menghapus air matamu
dan mengutuk kebodohanmu sendiri
Iya....nanti....
Kamu baru akan mengerti
Ucapku adalah sebuah pengingat
Yang mampu dijadikan nyata oleh semesta


*** *** ***


Apa kabar kamu...

Yang tampak menerima

dan menikmati satu sikap salah

Dari seseorang yang bukan milikmu

Bahkan kamu membalas dengan kesalahan yang sama

Indahkah duniamu saat ini...?!


Taukah kamu...

Banyak dari mereka melihat sikap kalian

Hal yang tidak sepantasnya 

Tapi kalian merasa itu wajar

Perilaku yang tidak selayaknya

Namun besarnya ego kalian 

Membuat seolah itu tindakan yang benar


Pernahkah terpikir olehmu

Kehancuran besar menunggu dalam kedamaian hidup

Yang selama ini kamu sudah miliki

Sempatkah terlintas dibenakmu

Rasa sesal melihat duniamu yang sudah kau lukai sendiri


Ah iya....

Maaf, aku yang lupa...

Saat ini hatimu sedang berbunga indah

Meskipun tumbuh di ladang yang salah

Mana ada kewarasan pikir...?!

Yang ada hanya kepuasan nafsu sesaat

Keindahan semu layaknya fatamorgana


Tidakkah kamu merasa (pasti tidak)

Mereka berbisik tentang ketidakpantasan

Yang kalian pertontonkan dengan sangat jelas

Meskipun kalian pikir itu tanpa jejak

Tapi banyak pasang mata merekamnya


Sayang sekali kalian terlambat menyadari

Hidup dengan menutup mata hati

Kamu dan dia harusnya belajar merasakan

Saat semesta merangkak menyusun karma

Mengikis duniamu perlahan tapi pasti


Ingat...

Hukum tabur tuai tidak pernah salah

Semesta tidak pernah lelah 

Raihlah bahagiamu tanpa menciptakan air mata dan kutuk orang lain

Caramu mencapai bahagia menentukan seberapa damai hidupmu