Tuesday, August 16, 2011

Kita dan Dia


Kita tidak pernah berhenti meminta
Bahkan kadang cenderung memaksa
Mendikte apa yang harus Dia beri pada kita
Berusaha menunjukkan pada-Nya
Kita sungguh sungguh dengan doa kita

Saat Dia berikan satu anugerah pada kita
Bukan terima kasih yang keluar dari mulut kita
Tapi sebuah ketidakpuasan dari kita
Pada apa yang telah tersedia dihadapan kita

Dia tidak berikan apa yang kita mau
Bukan karena Dia tidak ingin
Atau tidak mampu memberikannya
Sadarkah kita jika Dia sangat mengerti
Siapa dan bagaimana kemampuan kita
Dia sangat bisa memahami
Apa yang kita butuhkan saat ini

Jika kita mau untuk lebih bersyukur
Untuk apa yang telah kita punya
Mau untuk lebih sedikit bijak
Mencari makna yang tersirat
Yang akan Dia perlihatkan pada kita

Dalam setiap kehidupan
Dari masing-masing pribadi yang berbeda
Dia menciptakan kita dengan sebuah kesempurnaan
Kesempurnaan sebagai seorang manusia
Tidak ada pribadi yang tidak sempurna
Yang ada hanya seorang pribadi yang tidak mengerti
Seorang pribadi yang tidak mau mengakui
Bahwa sesungguhnya dia memiliki segalanya

Saat kita melihat…
Ada pribadi lain yang lebih baik (menurut kita)
Bukan mengutuk “ketidaksempurnaan” kita
Kembalilah melihat pada diri kita sendiri
Bahwa kita juga memiliki segalanya
Dan bagaimana cara kita mensyukuri
Apa yang telah Dia berikan pada kita
Mencoba merangkai sebuah keindahan
Membuat apa yang tidak sempurna menurut kita
Menjadi satu hal yang benar-benar sempurna
Bagi hidup kita sesuai dengan gambaran-Nya

Cukup Sebuah Rasa

Saatnya menutup hari
Terlintas bayangmu
Saat kupejam mata ini
Kangen...?!
Kamu benar,
Aku merasakan sebuah kerinduan
Untuk kembali bersamamu
Merasakan sebuah keinginan
Untuk bisa melangkah disampingmu
Seperti beberapa waktu yang lalu
Saat aku bisa menjadi teman ceritamu
Saat kamu masih menjadi pendengar terbaikku
Segala tentang kamu ada disini
Dalam hati dan pikirku
Tak akan pernah lelah menyimpannya
Meskipun tak mampu mengulangnya