Showing posts with label pantai. Show all posts
Showing posts with label pantai. Show all posts

Tuesday, October 31, 2023

Dear Edelweiss #2


 

 

 

 

 

 

 

Jumat, 27 Oktober 2023 

  

Hai kamuuuu..... 

yang sejenak singgah di hati ini, dan dengan naif kupikir kamu adalah 

edelweissku, sampai aku sadar ternyata aku salah.

Apa kabar rasamu setelah dengan sadar membuatku remuk dengan 

manisnya caramu.

Damaikah hatimu setelah hancurkan kanvas yang pernah kamu coba lukis.

 

Ngobrol santai lagi yuk....

Buat mengingatkan kamu betapa jahatnya kamu, membuka mata hati kamu

biar kamu ngerti sebangs*t apa kamu buat aku.

Masih ingatkah kamu setiap harimu selalu mencoba untuk bisa membuat 

aku jatuh hati sama kamu. 

Dan gobl*gnya aku kenapa aku bisa tertipu sama sikap dan cara yang kamu

tawarkan untuk buat aku bisa tertawa sesaat.

Iya...sesaat...., karena sekarang aku sedang menguras air mata dan 

menelan pahitnya kenyataan yang sedang jalan beriringan disampingku.


Ketemuan lagi yuuk....

Aku sama kamu, iyaa....hanya aku sama kamu, jangan ada siapapun

yang hanya bisa kamu gunakan sebagai topengmu, buat menutup semua 

kemunafikanmu. Supaya aku bisa membuatmu ingat brengs*knya cara kamu

untuk bisa mendapatkan rasa percayaku yang akhirnya kamu hancurkan.

Agar kamu ingat bagaimana kamu "memaksa" aku untuk menatap mata kamu,

seolah-olah kamu ingin yakinkan aku bahwa hanya kamu 

yang ada dipihakku,kamu akan ada untukku 

dalam setiap usahaku bangun dari terpurukku, 

tetapi akhirnya kamu sendiri yang membuatku semakin terjerumus 

dalam kepahitan.


Ngopi berdua lagi yuk...

Biar aku bisa memaki kamu dengan segala rasa yang aku punya,

lampiaskan semua marah dan kecewaku yang sebenarnya adalah 

karena kesalahan dan kebodohanku sendiri.

Aku terlalu bodoh ketika aku menerima asa yang seolah dari hatimu,

bodohnya aku tidak mampu membaca kemunafikanmu,

naifnya aku terlalu cepat titipkan hati sama kamu.

Salahnya aku adalah menerima kedatanganmu disaat keterpurukanku,

menerima uluran tanganmu pada saat aku jatuh,

bersandar pada bahu yang kau pinjamkan untuk kuatkanku.

Kesalahan besar kedua dalam hidupku ketika dengan mudah

aku menerima kehadiran kamu yang tidak punya hati, 

dan kebodohanku adalah membiarkan kepala ini bersandar dibahumu,

hanya untuk membuatku lebih hancur dari kehancuranku sebelumnya.


Duduklah bersamaku kembali....

Supaya aku bisa bercerita, perjalanan panjangku "menikmati"

getirnya hidupku sampai aku menemukanmu hingga akhirnya 

aku hanya ingin menghapus kamu dan semua tentang kamu dari hidupku.

Biar kamu mengerti bagaimana aku bertahun-tahun menjaga hati

yang penuh luka oleh masa laluku.

Bertahun lamanya aku teramat mencintai hatiku sendiri, sampai

habis semua rasa yang kupunya.

Tidak pernah sekalipun merelakan hati ini untuk kembali tersakiti

oleh sepenggal asa yang mereka tawarkan untuk menjaga hatiku.

Tetapi entah ada apa dengan egoku saat aku menemukanmu

Taukah kamu,aku dibutakan olehmu, pada apa yang kamu tawarkan,

dengan segala kisahmu yang menumbuhkan kekagumanku akan sosokmu.

Tanyaku pada diri sendiri, kenapa aku bisa terlalu cepat jatuh 

dalam kebodohan seperti ini lagi, kebodohan yang tidak hanya 

membuatku terluka tetapi lebih hancur dari aku yang sebelumnya.


Pergilah....

aku tidak ingin memaksamu untuk tetap bersamaku, 

karena kamu bukan bahagiaku

mungkin bagimu sudah menjadi hal yang biasa, 

menyakiti dengan topeng menyayangi sampai kamu tidak peduli 

apa yang aku rasakan setelah yang kamu lakukan kemarin dan hari ini.

Tidak butuh permintaan maaf untuk kejatuhanku 

karena kita memulai semua kesalahan itu diatas keinginan bersama.

jika saat ini aku terluka karena perginya kamu 

biarlah itu menjadi penyesalan terdalamku dan akan kubunuh kembali

segala rasa yang sempat kembali ada karena kamu

biarkan aku kembali bernafas tenang tanpa rasa cinta dan sakit.

Jemputlah karmamu karena semesta tak pernah tinggal diam 

ketika air mata ini menetes diatas pangkuannya.



-- terima kasih pernah menjadi bagian dari kesalahan yang dengan sengaja kubuat --

 










 

Wednesday, October 20, 2021

Di Batas Lelahku

 


 

 

 

 

 

 

 

Ketika nanti aku lelah, maka aku akan memilih diam, aku tidak akan menghubungimu lagi untuk tau sedang apa dan apapun yang terjadi sama kamu,  aku tidak akan memperdulikan kamu lagi apapun yang kamu lakukan, aku tidak akan bertanya sama kamu lagi bagaimana kabarmu, dan aku tidak ingin mengetahui tentangmu lagi apapun itu.

 

Saat ini.....

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang lebih dari dua puluh tahun bersamamu, mendampingi jatuh bangunnya kamu dari bukan siapa-siapa menjadi pria hebat seperti yang saat ini kamu rasakan, wanita yang selalu bersedia hidup berdampingan denganmu dalam setiap kekurangan dan kecukupan materiil, wanita yang tidak pernah sekalipun minta apalagi menuntut materi dari kamu, wanita yang selama dua puluh tahun lebih hanya mengharapkan cinta dan kesetiaanmu.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang tidak pernah putus membawa namamu dalam setiap doaku, mendoakan kesehatanmu, kelancaran dalam setiap pekerjaanmu, keselamatanmu saat kamu melakukan semua tugas-tugas yang kamu hadapi, supaya kamu dijauhkan dari segala kesulitan dan niat jahat mereka yang tidak memiliki hati, mereka yang ingin menjerumuskan kamu dalam kubangan dosa, mendoakan untuk kebahagiaanmu dalam setiap tarikan nafasmu, kedamaian hatimu, kesabaranmu, dan hanya segala yang terbaik yang kamu peroleh dalam hidupmu.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang setiap harinya selalu memikirkan kamu saat kamu tidak berada didekatku. Memikirkan apakah kamu baik-baik saja diluar sana, memikirkan apakah kamu sudah makan, apakah harimu baik-baik saja, apakah kamu selalu dalam keadaan sehat.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang selalu membanggakanmu di depan teman-teman kita, yang selalu menceritakan betapa hebatnya kamu sebagai seorang suami dan seorang ayah, memuji kamu didepan mereka yang mengenal kita, mungkin kamu bahkan tidak pernah tau bahwa aku adalah wanita yang sangat bangga memilikimu sampai detik ini.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang selalu berusaha ada waktu untukmu, memperhatikan kamu dan selalu ingin tahu bagaimana kondisi kamu setiap saat, membuat kamu bahagia walaupun lewat hal-hal kecil, tanpa kamu sadari betapa susahnya aku untuk memberikan semuanya itu hanya untuk melihatmu tersenyum, meskipun ternyata kamu tidak pernah merasakan semua itu.

 

Mungkin kamu sudah selalu siap kehilangan aku, wanita yang selalu mengerti dan memaafkan sisi burukmu, memaafkan setiap hati yang disakiti olehmu, dengan semua ego dan emosimu, aku yang menghapus setiap rasa sakit yang kamu buat hanya dengan doa dan air dalam sepinya malam , aku yang begitu cinta dengan hati yang tulus, tetapi tidak pernah kamu lihat dan rasa besarnya cinta yang aku punya untukmu.

 

Air mata yang menetes dalam sunyinya malam mengiringi setiap doaku adalah bukti sakit hati dan bahagia yang aku rasakan saat bersamamu.

Tuesday, September 29, 2015

Cinta Tanpa Batas


Ketika hati mencintai 
Tapi tak mampu memiliki
Menilik lagi kedalam hati
Meyakinkan pada diri sendiri
Ternyata cinta ini 
Masih belum berakhir

Ketika hati mencintai 
Namun tak bisa meraihnya
Kadang bibir ingin teriak
Layaknya cinta tak lagi berpihak
Hanya mampu permainkan rasa


Ketika mencintai tanpa batas
Merindukan hatinya mencinta
Meskipun kadang merasa lelah
Bergulat dengan rasa tak berbalas

Wednesday, May 27, 2015

Dan Ketika Kalian Semakin Beranjak Besar














-- photo : koleksi pribadi --

Ini bukan pornografi ya sahabat....
Ini sebuah pertanyaan dan pernyataan yang wajar dari seorang anak yang sudah terbiasa bercerita tentang apa yang dirasa dan dipikirkannya
Rutinitas cerita seperti biasa tapi topiknya bikin muka simbok merah malu dan kaget ndak nyiapin jawaban.

Mami kemarin aku nanya dalam hati, terus kayaknya aku sekarang udah tau jawabannya, tapi maaf ya mami, mami jangan marah.
"Mami tau engga kenapa cewek ada n***n kalo cowok engga?"

-- ndak tau (jawab simbok yang mendadak kaet, deg-deg an, merah muka simbok, untung lampunya remang-remang) --

"Aku rasa karena cewek itu harus jadi ibu terus ibu itu harus urusin makan sama minum anaknya, harus kasih susu anaknya, mami tau engga n***n isinya apa?

-- ndak tau (jawab simbok masih dengan sisa rasa yang belum hilang?)
"aku rasa n***n itu isinya susu buat dedek bayi makanya n***n cewek bisa besar karena diisi suau buat anaknya, gitu mi"

-- pinter nang (sambil kasih dua jempol karena rasa kaget simbok belum ilang, sambil unjal ambegan) --

Oalaaahh......harus lebih siap mental mendengar pertanyaan dan pernyataan seputar anatomi tubuh dan fungsinya....sahabatku yang lebih jago soal psikologi anak  mari berbagi dengan saiyah....by inbox pun oke....


Wednesday, March 4, 2015

Hidup & Pantai (1)

    foto: de Vercellio - koleksi pribadi

Pantai....
Seperti itulah kehidupan
Begitu indah ketika kita hanya melihatnya
Tetapi hempasan angin dan ombak
Itulah yang kita rasakan sesungguhnya

Pantai....
Seperti itulah kehidupan
Adalah sebuah pilihan
Yang bisa kita ambil
Dalam perjalanan kita

Pantai....
Ketika kita memilih
Menjadi sebuah hamparan pasir
Yang bisa dibawa kemana saja dan kapan saja 
Oleh hembusan angin dan hempasan ombak

Pantai....
Ketika kita memilih
Menjadi batu karang
Yang begitu tegar dan kokoh berdiri
Meskipun setiap saat setiap waktu
Dihantam oleh kerasnya ombak

Friday, May 2, 2014

Jika Kamu Mengerti


















Ketika aku butuh sebagian dari sekian banyak waktumu
Untuk sekedar aku bisa bersandar dibahumu
Menghapus semua rasa yang selalu sama

Ketika semua itu tak mampu kuraih
Hanya rasa kecewa yg tersisa
Tapi aku tak punya kuasa
Untuk memaksa inginku lagi

Cukup kamu tau....
Bahwa aku tidak pernah mau tau
Sepenting apa aku dimata kamu
Tidak peduli aku prioritas terakhirpun dalam hidupmu
Tetapi kamu tetap yang utama di hidupku
Tidak peduli aku bukan siapa siapa buatmu
Tetapi kamu adalah nyawa dalam setiap hembusan nafasku

Ketika semua rasa yang kupunya
Terasa terbuang sia sia
Aku hanya mampu berkata
Aku tidak akan pernah
Membunuh rasa cinta
Meskipun tak pernah bisa menggapai asa
Aku tidak akan pernah sekalipun
Menggadaikan kebersamaan kita
Dengan apapun.yang pernah ada....

Tanyalah Pada Hati Kecilmu


















Tidak akan pernah ada rasa "berbeda" jika tidak pernah menjadi istimewa, dan berbeda itu karena istimewa.

Tidak ada orang yang tidak memiliki tempat yang istimewa didalam hati kita akan kita rasakan perubahannya, baik itu cara hidupnya maupun perubahan sikapnya  apalagi jika itu perubahan sikapnya terhadap kita.

Ketika kita merasa seseorang berubah, sesungguhnya kita mengakui bahwa dia pernah menjadi "bagian dari dalam hidup kita".


Ketika ada tanya "mengapa" dalam perbedaan sikap itu sesungguhnya kita KECEWA karena kita sudah kehilangan "kebiasaan" dalam satu hubungan. Mengapa sikapnya harus berbeda antara denganku dan dengan orang lain, mengapa dia mengatakan hal yang lain ketika berbicara padaku dan pada orang lain. Tidak peduli apapun alasan yang akan tersampaikan selanjutnya ketika rasa kecewa kita terbaca oleh mereka yang sebenarnya tidak kita inginkan tau tentang rasa kecewa itu.


Ketika ada tanya "apa yang salah", sehingga terjadi perbedaan itu tersirat sebuah rasa KHAWATIR dan sesungguhnya kita ingin menunjukkan bahwa selama ini kita SUDAH BERUSAHA LAKUKAN YANG TERBAIK untuk menjaga agar kedekatan itu tidak pernah selesai dan akan tetap menjadi sebuah hubungan emosional yang indah meskipun tanpa ada orang lain yang tau akan hal itu.Tetapi ketika keadaaan berbeda kita akan mencari tau apa sesungguhnya yang membuat semuanya bisa berbeda dari kondisi sebelumnya


Dan ketika semua itu sudah terlewati terkadang ada banyak cara yang kita lakukan untuk bisa kembali menempatkan seseorang itu di dalam hati kita dengan segudang alasan yang mengatas namakan hubungan baik seperti semula, tidak ada sebuah permasalahan dalam hubungan sosial, pertemanan, sahabat, saudara dan sebagainya dengan HARAPAN kembali bersama dan sesungguhnya untuk mengatakan bahwa "AKU TIDAK INGIN KEHILANGAN KAMU"
                  -- wait n see --


"karena yang terlihat bodoh bukan berarti bodoh dan ketika terlihat diam tidak berarti menerima, sebab diam adalah cara yang tepat untuk menanti sebuah kebenaran"

Friday, April 4, 2014

Terima Kasih Untuk Cinta Kalian



Ketika Tuhan mengijinkan aku melewati hidup di tahun ini,
bersama mereka yang masih dan selalu sayang ke;
istri terindah *hahahahhaaaa*, mami tergalak *weeekss*,kanjeng mami, ibu panti, tante mami, budhe bawel, cie cie gokil, adek termanis *mulesss*, 
pasien tergalak dan terbandel *biariiinnn :P*, 
dan masih banyak panggilan terbaik ;) lainnya *hihihihiiiii*. 
Terima kasih untuk seluruh doa doa kalian, ucapan kasih dari kalian.
Terima kasih juga buat "kejutan" dari semuanya. 
Tuhan memberkati.



*Penyo's fams 00:00 WIB*



*Tim medis di VMI wkwkwkkk.....*





 *BIA Thomas Aquino 5*
 



*Tim Dokter dan medis  tergokil dan terbaik*



*sampe kembung tiup lilin 7 hari 7 malam hahahhaaaa.....*


~~ Withlove from A Lin de DaViE ~~