Showing posts with label kasih tak sampai. Show all posts
Showing posts with label kasih tak sampai. Show all posts

Wednesday, June 24, 2026

Harta Tahta Wanita

 

photo by Beben Camera



Benar adanya dalam hidup ini
Bahwa seorang laki-laki
Akan hancur karena tiga hal
Jika bukan saat diberikan titipan harta
Bisa ketika dia dapatkan anugerah tahta
Dan selalu jatuh oleh godaan wanita


Aku sangat menyadari itu 
Sejak pertama kita bertemu
Sampai sejauh ini kebersamaam kita
Sesungguhnya dalam situasi ini
Aku tidak mau bicara masa lalu
Tapi sikapmu memaksaku
Kembali mengingat tentang siapa kamu


Dulu kamu bukan siapa-siapa
Dan aku terlalu naif menerima apa adanya kamu
Hanya karena kamu terlihat begitu indah
Karena sikapmu tampak begitu lembut
Tanpa berfikir itu semua tipu daya
Yang kamu gunakan mengambil hatiku


Semua terbuka saat ini
Ketika kamu diberikan sedikit anugerah
Sedikit berkat harta dan keindahan dari Tuhan 
Semesta tunjukkan sosok asli dirimu
Goodlooking beriringan dengan bad attitude
Menjadi satu wajah dengan banyak pribadi 


Mungkin kamu tidak ingat
Atau sengaja melupakan
Apa yang diajarkan gerejamu
"Jangan berzina, Jangan bersaksi dusta, jangan mengingini istri sesamamu, jangan mengingini milik sesamamu"


Atau mungkin kamu akan beralasan
Sedang terlena dengan jebakan "pesona" baru
Yang sesungguhnya tidak mempesona
Dan sama sekali tidak pantas disamakan
Dengan semua yang ada padaku


Karena memang benar 
Bahwa untuk menjadi seorang penggoda seperti dirinya
Yang dia butuhkan hanyalah cukup dengan tidak tau malu
Dan untuk menjadi seorang pengkhianat sepertimu
Hanya butuh mental pengecut


Sejenak kita bicara dalam diam

Ketika kucoba melihat lebih dalam
Apa yang bisa membuatmu terjatuh sejauh ini
Jawab klise darinya diberikan untukmu 
Alasan khas milik seorang penjilat
"Lelakiku tidak memiliki keindahan yang ada didalam dirimu"


Entah kamu sedang bosan

Dengan lamanya kebersamaan kita
Atau karena kamu memang sebodoh itu
Sampai merasa kalimat itu sebuah sanjungan
Meskipun sesungguhnya itu adalah jebakan
Pekerjaan iblis berselimut keindahan dan kepolosan


Layaknya iblis yang akan menjatuhkan manusia

Bukan dengan sesuatu yang terlihat buruk
Melainkan dengan segala hal
Yang tampak begitu baik dimata manusia


Kamu begitu pandai

Menyembunyikan affairmu dariku
Sementara aku begitu naif
Menolak semua berita miring tentangmu dan dia
Sampai saat aku mendapati semua kebenarannya
Dengan sangat jelas dan tidak terbantahkan


Amarahku untuknya menjadi tatapan tajam untukmu

Bukan karena dia tidak bersalah
Semata karena rasa sayang
Untuk hati dan jiwaku
Dengan tidak menutup kutukku 
Untuk membuka pintu karmanya


Sampai dititik batas kesabaran

Biarlah semua cukup membuka mataku
Tentang kamu, kamu, dan kamu
Bukan untuk dia yang tidak layak hidup tenang
Energiku tidak sepantasnya habis untuknya
Karena menjadi perusak adalah karakternya


Beruntungnya kalian 

Membuat kesalahan disaat aku dan hatiku
Sudah melangkah dalam hidup baru
Jika ini terjadi beberapa waktu lalu
Bukan hanya kamu yang akan kubalas
Tapi kamu dan dia bisa hancur bersama
Bahkan untuk sekedar mengangkat muka
Kalian tidak akan sanggup


Kehadirannya sebagai perusak

Sebatas kotoran dimataku
Senyum dan tawaku akan tetap ada untuknya
Namun bukan lagi dari sebuah sikap tulus
Cukup sebagai basa basi 
Hanya karena dia masih manusia


Untukmu yang masih menjadi milikku
Jangan memohon maafku saat ini
Biarkan sejenak aku menata hati
Untuk aku mampu mengampuni
Semua yang kamu lakukan pada diri ini
Bukan untuk kalian melainkan untuk kedamaian hidupku


Untukmu yang setidaknya masih punya kewarasan
Berlututlah dihadapan Tuhan
Mengakui semua salah yang kau buat
Jangan mencoba berjanji apapun sampai kamu mengerti
Apa itu arti sebuah janji


#terima kasih untuk pengakuan terburuk darimu, semoga Tuhan membersihkan hatimu#


DEAR WANITAKU

 

photo : koleksi pribadi











Dear wanitaku ...

Mau sejauh apa langkahmu

Dalam kisah pengkhianatan ini

Mau sampai mana larimu

Dari satu kata bullshit tentang kesetiaan

Mau sebanyak apa caramu

Menutupi kalakuan busukmu bersamanya


Polosmu itu muslihat

Menutupi bangsatnya sifat dan hatimu

Sikapmu itu drama

Yang kamu pertontonkan didepanku setelah bersamanya

Kamu mainkan setiap membagi hati dan rasa dengannya


Senyumku didepanmu saat ini 

Sesungguhnya bisa jadi racun untukmu

Selalu dan akan kuamati kalian dalam diam

Setiap kisahmu dari mereka

Kudengarkan dengan kemarahan didalam hati


Selalu kuberi ruang untukmu berulah

Namun jangan pikir mataku buta

Setiap melihatmu bermain mata di dekatnya

Kamu pikir aku tuli

Saat kamu berbisik manja padanya 

Yang kalian tutupi dengan sikap canda tawa

Jangan kamu kira aku tidak mengerti

Kelakuan brengsek kalian dibelakangku

Saat kita terpisah ruang dan waktu


Kuikuti cara mainmu

Akan bagaimana polamu merusak kepercayaanku

Kuberikan apa inginmu

Saat kamu selalu berusaha bertemu dengannya

Dengan banyaknya alasan yang kamu buat

Hanya untuk membuatku merasakan

Seolah semua biasa saja


Dear wanitaku...

Aku akan selalu diam menyaksikan tingkahmu

Bukan karena aku menerima

Hanya sekedar membangun kemantapan hati

Untuk bisa membunuh rasa sayang dan percaya

Yang pernah kuberikan padamu

Karena sangat kupahami 

Semua usahaku membuat segalanya menjadi baik

Tidak pernah berarti dimatamu


Pesanku untukmu...

Jangan pernah menyesal 

Keputusanmu bermain api

Meninggalkan sebuah ketulusan hati

Hanya demi bisa bersama dengan pengkhianat

Karena tidak pernah ada 

Mereka yang berhati tulus, mengambil milik orang lain

Dan mereka yang meninggalkan kesetiaan mendapatkan kedamaian hati.



#sesungguhnya penggoda memang pantas bersama dengan pengkhianat#
#turunkan emosi, cukup amati, matikan hati, berdiri dan melangkah kembali#




Tuesday, June 23, 2026

LUKAMU BUKAN UNTUKKU

 

photo : koleksi pribadi










Terima kasih sudah pernah ada untukku

Terima kasih atas rasa rindu yang pernah mampir

Terima kasih untuk warna yang sejenak kamu ciptakan


Jika inginmu pergi saat ini

Mungkin karena memang kamu tidak pernah menginginkanku

Atau adanya aku adalah sebuah kesalahan buatmu ??

Kulepaskan pelukmu dengan senyum

Biarlah cukup sampai di sini

Aku sebagai tempat persinggahan

Disaat kamu lelah dan terluka


Jika masih ada air mata 

Semua bukanlah tentang kesalahanmu

Bukan juga karena pergimu

Semata hanya karena kebodohanku

Yang pernah berharap banyak dari kehadiranmu

Berharap keindahan menjadi milik kita


Ya....

Kebodohanku adalah sempat berpikir

Kamu punya ingin yang sama dengan inginku

Tapi ternyata hanya sebatas harapan semu

Yang selalu kembali kubangun ulang

Disaat yang sama terkikis karena egomu


Lebih bodohnya lagi

Aku bertahan dalam semua manipulasimu

Saat kamu gunakan luka batin masa lalumu

Seolah-olah aku harus selalu memahami kamu dan situasimu

Tanpa peduli keindahan yang kubangun untukmu


Pergilah...

Selesaikan masa lalumu

Jangan pernah lagi membunuh impian orang lain

Hanya karena rasa sakit yang kamu miliki

Sembuhkan luka dalam hatimu

Bukan dengan mengulang kembali

Membuat rasa sakit yang sama untuk hati yang lain.




#mengakui rasa sakit adalah kunci dari ketenangan hati#






Dua Dunia

 

photo : koleksi pribadi


 





Ada tertulis “ketika burung jatuh cinta pada ikan, dimana mereka akan tinggal?”


Begitu dengan kita...

Mengerti syalom bukan jawaban dari assalamualaikum

Semua sebenarnya sangat jelas

Ujung dari perjalanan ini sampai dimana

Akhir cerita ini seperti apa

Tetapi kita menutup mata

Mengabaikan keraguan yang ada


Saat tasbihmu yang suci 

Bersanding dengan rosarioku yang kudus

Mampukah kita menyatukan sujud dan tanda salib

Dalam satu bingkai indah

Hanya dengan rangkaian kata toleransi


Bukan karena kita tidak pernah memahami

Hanya saja aku dan kamu tidak mau peduli

Sangat mengerti akan ada rasa kecewa 

Ketika satu sikap harus diputuskan

Memilih bersama dengan salah satu terluka

Ataukah melepas genggam tangan dengan hati terbuka


Banyak kisah yang tidak tersampaikan pada akhir cerita

Ada cinta yang mungkin tidak akan kesampaian

Kebersamaan yang tidak selalu bisa dipersatukan

Terkadang tujuan akhir dari sebuah perjalanan             adalah duduk tenang


Lama waktu pada sebuah perjalanan

Jauhnya jarak yang telah kita lewati

Banyak warna dalam dunia kita

Belum mampu melebur iman yang beda

Menjadi amin yang sama


Bunga tidak lagi indah ketika pupus dari tangkainya

Cinta bukan lagi bahagia saat melibatkan air mata

Tidak perlu memaksakan apa yang tidak mungkin kita miliki

Cukup kita pahami logika bisa berkompromi dengan hati



#rasa sakit yang ada akan semakin besar ketika kalian semakin lama bersama tanpa tujuan#

Tuesday, July 29, 2025

Drama & Karma

Rabu, 25 Juni 2025











Kamu main hati aku diam

Kamu main api aku bungkam

Kamu bohong aku tersenyum

Ditegur marah diingatkan murka


Saat ini cukup untukku

Mendengar cerita dari mereka

Yang muak menyaksikan drama kalian

Mengamati tanpa menyentuh 

Menertawakan kebodohan yang terjadi


Ya....

Bodohnya kamu dan simpananmu

Berfikir bisa menipu dan membodohi

Aku dan mereka semua

Dengan segala hal baik yang kalian perankan

Kami hanya pura-pura buta 

Untuk tidak terseret dalam dosa

Yang kalian rangkai bersama


Taat berlutut sujud dalam khusuknya doa

Mengalunkan syair dan ayat suci dengan indah 

Bersamaan dengan rajinnya merangkai tipuan

Lihai membual dengan kalimat manis penuh dusta

Raut wajahmu (kaupikir) sempurna sembunyikan drama

Hembus nafasmu mengalir kemunafikan

Hidupmu ramai bermain dengan karma


Tanganmu memelukku tapi bibirmu menciumnya

Kamu pulang membawa senyum

Bukan untukku hanya sisa bahagiamu bersamanya

Manismu didepanku adalah topeng kebangs*tanmu 


Mundur dalam diam itu terbaik

Mulutku tak akan pernah mengucap

Meskipun hatiku akan berteriak lantang

Melipat emosi yang terbakar tanpa sisa

Kuletakkan semua ditangan Tuhan dan semesta


Tuhan tidak pernah membalas tapi semesta menata karma

Kuampuni kamu dan simpananmu 

Bersama dengan kutukan sederas air mataku

Entah apakah aku beruntung

Menyaksikan kamu lenyap tenggelam ditelan karma

Atau kamu akan merangkak mengemis maafku



#ingatlah bahwa suara hati yang tersakiti lebih didengar oleh semesta#

Tuesday, October 31, 2023

Dear Edelweiss #2


 

 

 

 

 

 

 

Jumat, 27 Oktober 2023 

  

Hai kamuuuu..... 

yang sejenak singgah di hati ini, dan dengan naif kupikir kamu adalah 

edelweissku, sampai aku sadar ternyata aku salah.

Apa kabar rasamu setelah dengan sadar membuatku remuk dengan 

manisnya caramu.

Damaikah hatimu setelah hancurkan kanvas yang pernah kamu coba lukis.

 

Ngobrol santai lagi yuk....

Buat mengingatkan kamu betapa jahatnya kamu, membuka mata hati kamu

biar kamu ngerti sebangs*t apa kamu buat aku.

Masih ingatkah kamu setiap harimu selalu mencoba untuk bisa membuat 

aku jatuh hati sama kamu. 

Dan gobl*gnya aku kenapa aku bisa tertipu sama sikap dan cara yang kamu

tawarkan untuk buat aku bisa tertawa sesaat.

Iya...sesaat...., karena sekarang aku sedang menguras air mata dan 

menelan pahitnya kenyataan yang sedang jalan beriringan disampingku.


Ketemuan lagi yuuk....

Aku sama kamu, iyaa....hanya aku sama kamu, jangan ada siapapun

yang hanya bisa kamu gunakan sebagai topengmu, buat menutup semua 

kemunafikanmu. Supaya aku bisa membuatmu ingat brengs*knya cara kamu

untuk bisa mendapatkan rasa percayaku yang akhirnya kamu hancurkan.

Agar kamu ingat bagaimana kamu "memaksa" aku untuk menatap mata kamu,

seolah-olah kamu ingin yakinkan aku bahwa hanya kamu 

yang ada dipihakku,kamu akan ada untukku 

dalam setiap usahaku bangun dari terpurukku, 

tetapi akhirnya kamu sendiri yang membuatku semakin terjerumus 

dalam kepahitan.


Ngopi berdua lagi yuk...

Biar aku bisa memaki kamu dengan segala rasa yang aku punya,

lampiaskan semua marah dan kecewaku yang sebenarnya adalah 

karena kesalahan dan kebodohanku sendiri.

Aku terlalu bodoh ketika aku menerima asa yang seolah dari hatimu,

bodohnya aku tidak mampu membaca kemunafikanmu,

naifnya aku terlalu cepat titipkan hati sama kamu.

Salahnya aku adalah menerima kedatanganmu disaat keterpurukanku,

menerima uluran tanganmu pada saat aku jatuh,

bersandar pada bahu yang kau pinjamkan untuk kuatkanku.

Kesalahan besar kedua dalam hidupku ketika dengan mudah

aku menerima kehadiran kamu yang tidak punya hati, 

dan kebodohanku adalah membiarkan kepala ini bersandar dibahumu,

hanya untuk membuatku lebih hancur dari kehancuranku sebelumnya.


Duduklah bersamaku kembali....

Supaya aku bisa bercerita, perjalanan panjangku "menikmati"

getirnya hidupku sampai aku menemukanmu hingga akhirnya 

aku hanya ingin menghapus kamu dan semua tentang kamu dari hidupku.

Biar kamu mengerti bagaimana aku bertahun-tahun menjaga hati

yang penuh luka oleh masa laluku.

Bertahun lamanya aku teramat mencintai hatiku sendiri, sampai

habis semua rasa yang kupunya.

Tidak pernah sekalipun merelakan hati ini untuk kembali tersakiti

oleh sepenggal asa yang mereka tawarkan untuk menjaga hatiku.

Tetapi entah ada apa dengan egoku saat aku menemukanmu

Taukah kamu,aku dibutakan olehmu, pada apa yang kamu tawarkan,

dengan segala kisahmu yang menumbuhkan kekagumanku akan sosokmu.

Tanyaku pada diri sendiri, kenapa aku bisa terlalu cepat jatuh 

dalam kebodohan seperti ini lagi, kebodohan yang tidak hanya 

membuatku terluka tetapi lebih hancur dari aku yang sebelumnya.


Pergilah....

aku tidak ingin memaksamu untuk tetap bersamaku, 

karena kamu bukan bahagiaku

mungkin bagimu sudah menjadi hal yang biasa, 

menyakiti dengan topeng menyayangi sampai kamu tidak peduli 

apa yang aku rasakan setelah yang kamu lakukan kemarin dan hari ini.

Tidak butuh permintaan maaf untuk kejatuhanku 

karena kita memulai semua kesalahan itu diatas keinginan bersama.

jika saat ini aku terluka karena perginya kamu 

biarlah itu menjadi penyesalan terdalamku dan akan kubunuh kembali

segala rasa yang sempat kembali ada karena kamu

biarkan aku kembali bernafas tenang tanpa rasa cinta dan sakit.

Jemputlah karmamu karena semesta tak pernah tinggal diam 

ketika air mata ini menetes diatas pangkuannya.



-- terima kasih pernah menjadi bagian dari kesalahan yang dengan sengaja kubuat --

 










 

Dear Edelweiss #1


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 23 Oktober 2023 

 

Edelweiss yang terkasih...

terima kasih untuk hari kemarin

rasa yang kau suguhkan teramat manis

mengikis sesaat ketegangan

menyebarkan sebagian rasa sakit

 

saat sang angin datang menghempas

lepaskan sisi kerapuhan

mempaskan setiap luka sudut hati

sisakan kokohnya kelopak cantikmu

 

aah....

terlalu cepat aku menjadikanmu edelweissku

kurangkai menawan bertahta diatas keangkuhan

menyanjung harap bisa meruntuhkan kuatnya ego

memetik asa menghapuskan semua luka

 

kembali menilik tempat ini

semua yang terjadi antara aku dan kamu

mengubah duniaku, mewarnai lembar kisahku

yang lama tak menyentuh nuansa

mengukir salah satu kisah terpenting

dalam jalan takdir


sesaat diam mematung hadirkan banyak rasa

disini membuatku tak bisa melupakanmu

ingatkanku selalu kembali tentang kamu, 

sikapmu, dan segala yang kamu lakukan

 

katamu itu hanya untukku

sejauh itukah usahamu untuk aku

benarkah hanya untuk aku

dan hanya sekedar menopangku 


jujurkah kamu dengan perasaanmu

ataukah benar ini memang hanya rasaku

bukan karena rasa yang juga kamu punya

rasa sama yang kurangkai denganmu 

rasa yang terus tersirat dari setiap sikapmu

 

sedikit membuka hati untukmu

belajar kembali menerima rasa yang berbeda

dan akhirnya kembali tersungkur dalam kepalsuan

kepingan hati yang mulai tertata 

kembali hancur tak tersisa

 

disaat aku mulai mencoba jadikan kamu sandaranku

tersirat buatmu aku adalah bebanmu

saat aku mulai bersandar di pundakmu

terbaca rasamu sudah cukup menopangku

 

saat aku melayang dengan lamunanku

kamu menyampaikan patahkan harapan

Melangkah pergi menghancurkan asa

kubur segala keindahan saat yang kamu ciptakan

seketika berubah amarah dan air mata

 

 

 

 

Monday, October 23, 2023

Pergilah

 


 

 

 

 

 

 

Ada saat dimana

Rasa sakit tidak bisa diuraikan

Rasa sedih tidak mampu diungkapkan

Rasa takut tidak mudah diadukan

Sakit, sedih, takut yang terlalu dalam 

tidak akan mampu dihapus hanya dengan sebuah kata maaf...

 

Aku pikir selama ini aku akan mampu bertahan

Akan mampu melewati lembah 

menggapai puncak yang indah

Ternyata aku salah besar

 

Saat ada di titik terendah

Saat itu aku disadarkan

Bahwa aku sudah terlalu lama bersandar

Terlalu lama menjadi beban 

 

Sampai saat sandaranku mulai goyah

Dan beranjak untuk melangkah pergi

Karena semua rasa lelah dan bosan 

Dengan semua yang ada didepan matanya

Selama ini memasung kebebasannya

 

Aku dipaksa untuk tau diri

Melihat lagi siapa aku

Sosok yang semestinya tidak pernah ada dalam hidupnya

 

Betapa bodohnya aku

Menganggap dia yang begitu sempurna 

Dimataku dan semua orang yang mengenalnya

Adalah dia yang tulus memberikan hati dan hidupnya buatku.

 

Ketulusanku tidak pernah dianggap

Bahkan usahaku mempertahankan dia 

menjadi satu-satunya milikkupun 

dianggapnya menyiksa dan menekan dirinya.

Hal sepele yang kuminta ditanggapi dengan murka dan amarah.


Mungkin aku salah ada disampingnya

Sekarang aku sangat mengerti itu

Dan aku akan perbaiki salahku

Entah cepat atau lambat

Aku akan membebaskan dia 

Sampai dia tidak akan menemukan aku dimanapun.

Supaya dia bisa hidup bahagia seperti apa yg dia mau.

Bebas dan bahagia...

Tidak seperti saat ini ketika bersamaku

Dia merasa tertekan dan tersiksa.

 

 

__ Senin, 04 Juni 2021 __


Sunday, October 22, 2023

Keresahan Malam


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gelap melukiskan kejujuran hati

Menumpahkan segala rasa tersimpan

Membuka segala hal yang tak terselami

 

Semesta memeluk kerapuhanku

Membalut serpihan luka

Menyeka derasnya butiran air mata


Berteman alunan nada petikan gitarmu

Meresapi setiap lirik indah dari bibirmu

Menikmati rasa berharap sebuah asa


Malamku berteman cerita cinta

Bukan tentangku melainkan milikmu

Terpaku alur narasi hidup pribadimu

Ciptakan rasa berbeda dari sekedar sahabat

 

Tanpa maksud menjadi pencipta luka

Hanya ingin ungkapkan rasa

Melepas topeng kepura-puraan

Mengubur kemunafikan yang menyiksa


___sabtu,07 oktober 2023, 00.00WIB___

Friday, October 20, 2023

Green White

 











Malam menyampaikan ...
Apa yang tak terlisankan terang
Sunyi memiliki gaduhnya sendiri
Luapkan rasa yang tak tersampaikan
Pada sepinya hati

Bertanya pada Tuhanku
Bicara dengan hati yang lama terlelap
Meyakinkan pada rasa yang datang
Rasa sama yang pernah hadir di masa lalu
Sebelum hilang tenggelam oleh rasa sakit
Digantikan oleh rasa hampa
Apakah ini salah....bolehkah...
Sampai kapan....sampai sejauh apa...?

Sangat mengerti ada yang salah 
Ketika rasa sakitmu menjadi air mata dan sesakku
Disaat kamu terlihat bukan siapa-siapa buat aku, 
Dan kamu juga bukanlah milikku, 
Entah kenapa rasa sakitmu 
Membuatku merasa sesak dan terluka
Tapi tak pernah ada inginku
Beranjak menjauh dari semua kisah tentangmu

Mendengar kisahmu membuatku tau
Sisi lain dibalik semua senyum dan tawamu
Melihat sikapmu membuatku membenci
Sosok yang menciptakan luka dan air matamu
Memperhatikan perjuanganmu 
Ingin rasanya aku menjadi bahumu
Yang selalu ada untukmu bersandar
Saat langkahmu mulai terasa lemah
Menemani waktumu melewati semua luka yang ada

Tidak akan pernah membual tentang cinta
Sampai pada titik aku mengagumi sosokmu
Mendengar suara indah dan tawamu
Melihat senyum yang tak pernah bisa kuartikan
Menikmati sikapmu yang terlalu manis untuk diabaian
Bisa menyayangi kamu dengan caraku itu cukup bagiku.





Thursday, October 5, 2023

Rasa Kita

 









Aku dan aku...

tersenyum dalam diam

bicara banyak tentang kamu

bercerita betapa indahnya kamu

kamu yang tidak akan pernah bisa menjadi milikku


Aku dan aku...

memutar semua yang ada tentangmu

tanpa ada yang terlewat dari otakku

semua hal tentang kamu dan dirimu

hanya kamu sampai saat ini


Aku dan kamu...

bicara dengan tatapan mata

tersenyum dalam tarikan nafas

mencintai dengan diam

memiliki dalam keheningan

hingga senja berganti malam


Aku dan kamu....

adalah sebuah kerinduan

yang hanya mampu bertemu dalam mimpi

bertahan dalam genggaman cinta tersembunyi

hanya ada aku, kamu, dan Tuhan.