Showing posts with label lelahku. Show all posts
Showing posts with label lelahku. Show all posts

Tuesday, June 23, 2026

Dua Dunia

 

photo : koleksi pribadi


 





Ada tertulis “ketika burung jatuh cinta pada ikan, dimana mereka akan tinggal?”


Begitu dengan kita...

Mengerti syalom bukan jawaban dari assalamualaikum

Semua sebenarnya sangat jelas

Ujung dari perjalanan ini sampai dimana

Akhir cerita ini seperti apa

Tetapi kita menutup mata

Mengabaikan keraguan yang ada


Saat tasbihmu yang suci 

Bersanding dengan rosarioku yang kudus

Mampukah kita menyatukan sujud dan tanda salib

Dalam satu bingkai indah

Hanya dengan rangkaian kata toleransi


Bukan karena kita tidak pernah memahami

Hanya saja aku dan kamu tidak mau peduli

Sangat mengerti akan ada rasa kecewa 

Ketika satu sikap harus diputuskan

Memilih bersama dengan salah satu terluka

Ataukah melepas genggam tangan dengan hati terbuka


Banyak kisah yang tidak tersampaikan pada akhir cerita

Ada cinta yang mungkin tidak akan kesampaian

Kebersamaan yang tidak selalu bisa dipersatukan

Terkadang tujuan akhir dari sebuah perjalanan             adalah duduk tenang


Lama waktu pada sebuah perjalanan

Jauhnya jarak yang telah kita lewati

Banyak warna dalam dunia kita

Belum mampu melebur iman yang beda

Menjadi amin yang sama


Bunga tidak lagi indah ketika pupus dari tangkainya

Cinta bukan lagi bahagia saat melibatkan air mata

Tidak perlu memaksakan apa yang tidak mungkin kita miliki

Cukup kita pahami logika bisa berkompromi dengan hati



#rasa sakit yang ada akan semakin besar ketika kalian semakin lama bersama tanpa tujuan#

Wednesday, June 10, 2026

Kesombongan

 

photo : koleksi pribadi

Sekecewa inikah aku kepada_Mu...??

Sedalam apakah rasa marahku untuk_Mu...??

Sampai sekedar menyebut nama_Mu rasanya sesakit ini.

Atau mungkin aku yang salah...??

Karena telah percaya Engkau ada

Sehingga aku hanya selalu berharap kepada_Mu .


Dimana Engkau saat aku mencari_Mu

hanya sekedar inginku Engkau sejenak memelukku

Dengarkah Engkau saat aku memanggil_Mu

Sampai habis batas lelahku menunggu jawab_Mu

Melihatkah Engkau saat aku bertelut penuh air mata...?


Kata mereka berharaplah hanya pada_Mu

Hanya Engkau yang tidak pernah mengecewakan

Tapi sesakit inikah menjalaninya....??

Sampai kapan harus merasakan semuanya...??


Engkau sangat tau isi hati dan pikiranku

Tidak pernah meminta kemewahan

Cukup kesehatan jiwa dan raga

Tidak pernah meminta kekayaan dan kemewahan

Hanya sebuah kata cukup

Tidak pernah meminta tahta dan kekuasaan

Cukup jangan patahkan impian mereka 

yang kusebut dalam setiap doa-doaku


Tetapi ribuan hari jutaan doa yang sama kunaikkan kepada_Mu

Satupun pintaku tidak pernah kudapat dari_Mu

" ketuklah maka akan dibukakan"

Sampai berdarah aku mengetuknya

Tetapi Engkau tutup rapat pintu berkat_Mu untukku

" mintalah maka akan diberikan "

Harus bagaimana lagi caraku meminta

Untuk bisa Engkau berkenan memberikan apa yang kupinta..?


Sesekali Engkau buat aku mulai bisa berdiri kembali 

Itu semata-mata bukan untuk bahagiaku 

Melainkan untuk orang lain

Saat semua tugasku bagi yang lain selesai

Engkau jatuhkan aku lagi, lagi dan lagi

Semakin dalam dan semakin sakit


Terima kasih ketika kusematkan doa

Untuk mereka yang berharap pada mimpi-mimpi mereka

Saat itu juga berkat tercurah bagi mereka

Tapi saat pintaku bagi diriku sendiri kunaikkan kepada_Mu

Seketika itu aku kembali kehilangan_Mu


Kata mereka aku tidak bersyukur

Apa yang perlu aku syukuri, 

ketika setiap detik yang ada hanya sakit dan sesak

Riuh penat isi hati dan kepala

Hanya untuk berpikir mencari cara

Bagaimana bisa tampak baik-baik saja

Disaat semua yang terjadi padaku 

sesungguhnya tidak pernah baik adanya


Aku bukan Yesus 

Yang mampu memanggul Salib 

Menahan rasa sakit dan wafat di kayu salib 

Sengsara dan menderita demi menanggung dosa manusia

Dan aku juga bukan Bunda Maria

Yang punya kesabaran tanpa batas

Menjalani semua sakit ini


Mereka bilang hadiahku Surga

Aku melakukan segalanya melalui lelah dan luka sedalam ini

Untuk bisa meraih surga_Mu

Seindah apa Surga yang Kau siapkan untukku

Sampai harus seberat ini rasa yang Kau titip untukku.

Ataukah mungkin ini hukuman atas dosa²ku

Sebesar apa dosa yang sudah kubuat dimata_Mu

Sampai wajah_Mu berpaling dariku

Andai benar selama ini adalah sebuah teguran dari_Mu

Untuk semua salah yang kubuat

Jika yang lain tidak, kenapa aku harus..?





#saat kita ada dalam situasi yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, kesombongan kita akan membunuh keimanan kita atas penyelenggaraan Tuhan#

#jika tidak mengalami jangan menghakimi, jika sedang mengalami jangan terlalu lama, karena marah yang disebabkan oleh kesombongan itu menyakitkan#






Tuesday, October 31, 2023

Dear Edelweiss #2


 

 

 

 

 

 

 

Jumat, 27 Oktober 2023 

  

Hai kamuuuu..... 

yang sejenak singgah di hati ini, dan dengan naif kupikir kamu adalah 

edelweissku, sampai aku sadar ternyata aku salah.

Apa kabar rasamu setelah dengan sadar membuatku remuk dengan 

manisnya caramu.

Damaikah hatimu setelah hancurkan kanvas yang pernah kamu coba lukis.

 

Ngobrol santai lagi yuk....

Buat mengingatkan kamu betapa jahatnya kamu, membuka mata hati kamu

biar kamu ngerti sebangs*t apa kamu buat aku.

Masih ingatkah kamu setiap harimu selalu mencoba untuk bisa membuat 

aku jatuh hati sama kamu. 

Dan gobl*gnya aku kenapa aku bisa tertipu sama sikap dan cara yang kamu

tawarkan untuk buat aku bisa tertawa sesaat.

Iya...sesaat...., karena sekarang aku sedang menguras air mata dan 

menelan pahitnya kenyataan yang sedang jalan beriringan disampingku.


Ketemuan lagi yuuk....

Aku sama kamu, iyaa....hanya aku sama kamu, jangan ada siapapun

yang hanya bisa kamu gunakan sebagai topengmu, buat menutup semua 

kemunafikanmu. Supaya aku bisa membuatmu ingat brengs*knya cara kamu

untuk bisa mendapatkan rasa percayaku yang akhirnya kamu hancurkan.

Agar kamu ingat bagaimana kamu "memaksa" aku untuk menatap mata kamu,

seolah-olah kamu ingin yakinkan aku bahwa hanya kamu 

yang ada dipihakku,kamu akan ada untukku 

dalam setiap usahaku bangun dari terpurukku, 

tetapi akhirnya kamu sendiri yang membuatku semakin terjerumus 

dalam kepahitan.


Ngopi berdua lagi yuk...

Biar aku bisa memaki kamu dengan segala rasa yang aku punya,

lampiaskan semua marah dan kecewaku yang sebenarnya adalah 

karena kesalahan dan kebodohanku sendiri.

Aku terlalu bodoh ketika aku menerima asa yang seolah dari hatimu,

bodohnya aku tidak mampu membaca kemunafikanmu,

naifnya aku terlalu cepat titipkan hati sama kamu.

Salahnya aku adalah menerima kedatanganmu disaat keterpurukanku,

menerima uluran tanganmu pada saat aku jatuh,

bersandar pada bahu yang kau pinjamkan untuk kuatkanku.

Kesalahan besar kedua dalam hidupku ketika dengan mudah

aku menerima kehadiran kamu yang tidak punya hati, 

dan kebodohanku adalah membiarkan kepala ini bersandar dibahumu,

hanya untuk membuatku lebih hancur dari kehancuranku sebelumnya.


Duduklah bersamaku kembali....

Supaya aku bisa bercerita, perjalanan panjangku "menikmati"

getirnya hidupku sampai aku menemukanmu hingga akhirnya 

aku hanya ingin menghapus kamu dan semua tentang kamu dari hidupku.

Biar kamu mengerti bagaimana aku bertahun-tahun menjaga hati

yang penuh luka oleh masa laluku.

Bertahun lamanya aku teramat mencintai hatiku sendiri, sampai

habis semua rasa yang kupunya.

Tidak pernah sekalipun merelakan hati ini untuk kembali tersakiti

oleh sepenggal asa yang mereka tawarkan untuk menjaga hatiku.

Tetapi entah ada apa dengan egoku saat aku menemukanmu

Taukah kamu,aku dibutakan olehmu, pada apa yang kamu tawarkan,

dengan segala kisahmu yang menumbuhkan kekagumanku akan sosokmu.

Tanyaku pada diri sendiri, kenapa aku bisa terlalu cepat jatuh 

dalam kebodohan seperti ini lagi, kebodohan yang tidak hanya 

membuatku terluka tetapi lebih hancur dari aku yang sebelumnya.


Pergilah....

aku tidak ingin memaksamu untuk tetap bersamaku, 

karena kamu bukan bahagiaku

mungkin bagimu sudah menjadi hal yang biasa, 

menyakiti dengan topeng menyayangi sampai kamu tidak peduli 

apa yang aku rasakan setelah yang kamu lakukan kemarin dan hari ini.

Tidak butuh permintaan maaf untuk kejatuhanku 

karena kita memulai semua kesalahan itu diatas keinginan bersama.

jika saat ini aku terluka karena perginya kamu 

biarlah itu menjadi penyesalan terdalamku dan akan kubunuh kembali

segala rasa yang sempat kembali ada karena kamu

biarkan aku kembali bernafas tenang tanpa rasa cinta dan sakit.

Jemputlah karmamu karena semesta tak pernah tinggal diam 

ketika air mata ini menetes diatas pangkuannya.



-- terima kasih pernah menjadi bagian dari kesalahan yang dengan sengaja kubuat --

 










 

Thursday, August 12, 2010

Rasa ini untukku





















Tuhan memberikan kita kesabaran,
Untuk menjadikan kita semakin dekat dengan-Nya
Tapi apa yang bisa kita lakukan,
Jika kita sudah berada diambang batas kesabaran
Tuhan memberikan kita cobaan,
Untuk menjadikan kita manusia yang lebih kuat
Tapi apa yang bisa kita buat,
Saat cobaan itu memaksa kita berada diambang kematian..??

Kadang aku bertanya ;
Dengan siapa aku harus berbagi beban berat ini
Agar semua terasa sedikit agak ringan
Dengan apa aku harus membuat rasa ini
Agar berubah menjadi sauatu hal yang indah
Bagaimana caranya aku bisa mengganti air mata ini
Agar bisa menjadi senyum dan tawa

Ada saat dimana aku kadang merasa marah dengan hidup ini
Tapi aku tidak tau bagaimana harus mengakhirinya
Ada saat dimana aku lelah dengan jalan panjang ini
Tapi aku tidak tau bagaimana harus menyelesaikannya
Ada saat aku muak dengan semua rasa ini
Tapi aku tidak tau bagaimana mengatasinya
Ada saat aku bosan dengan waktu panjang ini
Tapi aku tidak tau bagaimana menghentikannya...

Saat rasa itu datang
Aku tidak tau harus berbuat apa
Bahkan saat rasa itu semakin menekan dan menyiksa diri ini
Akupun sama sekali tidak mengerti harus bagaimana
Aku hanya tidak ingin
Orang-orang yang aku cintai merasakan apa yang aku rasakan
Aku hanya ingin mereka tau
Bahwa aku bahagia
Tanpa mereka harus tau
Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku
Satu yang dituntut dariku
Aku harus mampu tersenyum apapun yang terjadi
Aku harus mampu mengatasi dan menikmati semua rasa ini
Sendiri....

Saat aku merasa waktuku semakin sempit
Saat aku merasa jarak ini semakin dekat
Engkau mamberikan rasa cinta ini
Memberikan waktu untuk aku bisa menikmatinya
Membiarkan aku semakin dekat dengannya
Satu tanya dariku untuk-Mu
Sampai kapan Engkau akan memberikan keindahan ini
Sampai berapa lama Engkau menciptakan nafas ini

Satu yang bisa kulakukan
Menunggu waktu....
Saat Engkau mengambil semua asa ini dariku
Saat Engkau akan menghentikan detik waktu
Dan meniupkan nafas kesedihan pada semua yang mencintaiku

Kalau boleh aku meminta
Beri aku satu tanda saat itu tiba Tuhan
Agar aku bisa mempersiapkan peristiwa besar itu
Agar aku bisa membuat semua yang mencintaiku merasakan
Keabadian yang indah yang akan aku masuki, dengan tulus hati
Aku tidak ingin membuat mereka merasa sakit karena kehilanganku
Aku hanya ingin mereka merasakan kebahagiaan yang aku juga rasakan.
Kebahagiaan yang tidak akan bisa aku dapatkan dimanapun
Kebahagiaan yang tidak akan disa tergantikan dengan apapun