Showing posts with label menghargai orang lain. Show all posts
Showing posts with label menghargai orang lain. Show all posts

Monday, August 4, 2025

Lunturnya Empati


Photo : Koleksi Pribadi



















Disaat sebagian orang sudah hilang hati nurani, harapannya masih ada empati dari banyak orang yang punya etika lebih baik dari para perusak mental itu, tapi ternyata tidak banyak juga yang benar-benar paham apa yang kami (saya dan kakak-kakak OMK LdB) suarakan untuk anak-anak baik dalam kejadian ini. 

Mereka yang tidak ada di seputar panggung saat kejadian ramai berkomentar:

anaknya sekarang udah senang aja kok pendampingnya masih sewot” 
(sepertinya mereka lupa seorang anak juga bisa menyembunyikan perasaan dibalik senyum mereka, anak juga punya rasa malu jika terus-terusan terlihat sedih didepan umum, tidak semua anak bisa mengungkapkan perasaannya dengan jujur, bahkan pada orang tua.)

"ya maaf namanya manusia pasti pernah salah" 
(sekali salah, dua kali salah pasti dimaafkan tapi kesalahan kali ini bukan hanya soal kesalahan tehnis, kesalahan kali ini adalah fatal karena mempermalukan dan melecehkan anak di bawah umur secara verbal didepan umum, lebih salah lagi mereka meremehkan anak-anak dengan cara minta maaf mereka yang dilakukan sambil tertawa dan teriak dari jauh)

"kan mereka sudah minta maaf, apa iya mereka harus sujud minta maaf sama kalian..?" (πŸ™„πŸ™„ membagongkan) maaf kalo saya harus bilang anda GOBLOG!!!!

ndak usah diperpanjang, ndak usah dibicarakan lagi, jangan jadi bumbu, jangan buat anak yang ndak ngerti apa-apa ikut emosi tak terkendali” 
(tidak ada yang bermaksud memperpanjang, kalau mau diperpanjang dari kemarin saya bikin lebih ramai, jadi jangan ngasih pernyataan yang seolah-olah asumsi anda paling benar) 
Mereka yang ndak melihat berarti bukan ndak ngerti apa-apa, kalau mereka emosipun buat saya adalah hal yang wajar, karena adik-adik mereka diperlakukan tidak pantas didepan umum, bukan oleh sesama anak-anak, melainkan orang orang-orang tua (bukan dewasa)
justru yang tidak emosi itu yang perlu didiskusikan, antara tidak bisa memahami jiwa anak atau bahkan tidak peduli dengan situasi mental anak dan mencari aman sendiri demi nama baik pribadi supaya dianggap bijaksana.

Sore setelah kejadian disiang harinya, ketua panitia itu mengirimkan hasil lomba dibeda cabang dan beda peserta yang sudah dilombakan satu minggu sebelumnya dan belum diumumkan, sedangkan panitia berencana mengumumkan pada H-7 sebelum acara puncak, tetapi tiba-tiba siang ini hasilnya dikirimkan ke pihak kami dengan bahasa:

"Untuk mungkin sedikit mengurangi kekecewaan, bahwa tim ***** ****** wilayah Anda mendapatkan nilai tertinggi πŸ™πŸ™" kata bapak ketua panitia. (Haloow bapak ketua panitia, sedangkal itu memikirkan bapak, secetek itu menganggap kejadian siang tadi sebatas kecewa karena sebuah kekalahan...? Kasian sekali saya sama bapak.)

Disini ada yang berkomentar
"ya sudahlah, benar itu kesalahan panitia, tapi cukup itu aja ndak usah diperpanjang, toh ada hal baik juga kan yang dilakukan mereka kasih kabar baik ke kita" (itu bukan hal baik dalam kejadian ini, itu memang team kami yang seharusnya  menang karena dapat point tertinggi, bukan karena belas kasihan menggantikan kekalahan lomba yang lain) sama sekali ndak ada korelasinya.

Mereka pikir hasil lomba di cabang berbeda dengan peserta berbeda yang aturannya diumumkan minggu kemarin tapi diralat oleh panitia sendiri akan diumumkan satu minggu sebelum puncak, diberikan oleh mereka sekarang dengan maksud "mengurangi kekecewaan" anak-anak kami.

Sampai disini saya jadi ngerti. Mereka tidak paham sama sekali dampak apa yang sudah mereka timbulkan setelah perlakuan kurang ajar MC & juri yang mereka tugaskan itu kepada anak-anak dibawah umur ini, buat mereka kejadian ini sebatas menang atau kalah, marah karena kalah, sedih karena kalah.  Mereka tidak tau sedalam apa rasa kecewa dan malu anak-anak ini karena dipermalukan.


Saya kasih contoh, supaya bisa memposisikan anak-anak MD (kalau masih punya empati)

* Lomba MD : A & B (dipermalukan dan dilecehkan secara verbal didepan umum)

yang juara 
*Lomba lari : C & D
*Lomba sepeda : E & F
*Lomba nyanyi : G & H
adakah peserta yg  sama dengan MD dari para pemenang ini...? TIDAK..!!

Jadi gimana bisa dikatakan kemenangan perlombaan lain bisa mengobati kekecewaan dan rasa malu peserta MD, paakk....buukk.... ??!!
Kita bicara tentang anak-anak bukan tentang perasaan sekelompok orang dewasa yang punya ambisi mengumpulkan kemenangan dari berbagai lomba seperti yang kalian pikirkan.

Dengan kejadian ini saya jadi sangat paham, siapa yang benar-benar memperhatikan dan pendukung perkembangan anak-anak ini dalam hidup dan bertumbuh dalam kegiatan menggereja. Siapa yang hanya memikirkan nama baik pribadi dan kelompok supaya tampak dan dilihat pihak luar sebagai orang yang hebat dan sukses, sebagai orang yang bijaksana dan berhasil menciptakan perdamaian, tetapi tidak peduli gejolak batin yang ada dibalik semua itu. Memaksa semua bisa mengikuti maunya tanpa berpikir situasi dan kondisi orang lain. 

Terima kasih atas dukungan bapak ibu yang sangat mengerti dan memahami esensi dari kejadian ini. Dalam Nama Yesus kami tidak akan lelah mendampingi anak-anak baik ini untuk bertumbuh dengan bahagia yang sesungguhnya. Tuhan Yesus berkati. 


Sunday, August 3, 2025

RIP Hati Nurani

 ❌❌❌

Selalu mendidik anak-anak untuk mau dan berani tampil/terlibat dalam acara apapun. Tidak perlu berambisi mengejar kemenangan tetapi harus memberikan penampilan maksimal. Jika penilaian akhir mendapat poin tinggi pada kriteria penilaian, bersyukurlah itu bonus kerja keras, jangan sombong dan meremehkan yang mendapat poin lebih rendah.


Tapi hari ini, Sabtu, 02 Agustus 2025, panitia HUT gereja dan Juri modern dance yang katanya profesional menghancurkan mental yang selama ini susah payah dibangun anak-anak. Anak-anak dipermalukan dan dilecehkan didepan umum oleh MC (panitia) dan Juri modern dance. Bukan itu saja, setelah keluhan yang disampaikan ke dalam forum ternyata tanggapan mereka lebih ke menyepelekan hal yang sudah terjadi dan melukai hati anak-anak, mereka hanya melihat inI sebuah kekecewaan karena kalah dalam lomba.


Sebelum tampil lomba, sudah saya sampaikan sama anak-anak:

" kalian siap ya, harus tampil maksimal, meskipun nanti ndak menang, tapi kalian udah keren apalagi pakai kostum yang keren ini, jadi harus percaya diri"

#Siyap mami#πŸ˜ŠπŸ€—


Melihat lawan utama mereka yang duduk di bangku SMA, sedangkan anak-anak ini masih duduk dibangku SD & SMP, apalagi kakak-kakak SMA ini sudah mengusai panggung dengan tarian yang luar biasa bagus karena latar belakang dance yang matang (ekstrakurikuler & ikut sanggar), saya kembali memberikan dukungan mental buat anak-anak ini:

" lihat mereka, mereka semua gedhe-gedhe dan memang sudah hebat di dunia dance, jangan minder, tetep harus tampilkan yang maksimal, kalian hebat udah sampai sini, kalau kakak - kakak SMA menang, itu sudah wajar, jangan sedih, jangan kecewa, jangan marah, karena mereka memang bukan lawan kalian. Next kita belajar lagi biar bisa seperti mereka"


Dan mereka tersenyum lebar meskipun hati mereka dagdigdug gugup parah karena mau lomba dengan lawan utama kakak-kakak dancer yang mereka lihat sudah pro. Sampai akhirnya mereka bisa tampil maksimal dengan support maksimal pula dari kami, dan mereka sudah jadi juara dihati kami. Terbaik buat kami. Kami bahkan mengabaikan poin penilaian juri karena kami tau anak-anak ini baru belajar. Mereka juara buat kami karena mereka sudah memberikan yang terbaik yang mereka punya.


Setelah selesai penampilan mereka tersenyum lebar, disambut pelukan hangat kami para pendukung utama, duduk di barisan penonton agar bisa melihat penampilan berikutnya dan berdecak kagum melihat kakak-kakak SMA yg dancenya keren-keren. Ada yang berbisik " keren bangeeeeettt....😍kita besok latihan lagi ya biar bisa kaya mereka😍 " dan akupun memeluk mereka.


Tibalah pengumuman, juara 3, juara 2, dan kami dalam keramaian menebak-nebak siapa nomor 1 karena kami sangat yakin bukan kami yang memenangkannya, sebaliknya kami justru yakin nama satu wilayah yang salah satu anggota dancenya adalah anak sanggar pasti jadi pemenangnya.


Tetapi diluar dugaan nama kelompok anak-anak ini disebut dengan lantang seorang Juri yang didampingi MC sebagai pemenang juara 1, sempat bengong tidak percaya sampai anak-anak histeris bahagia tidak percaya, berteriak, melompat berpelukan dan pada saat beberapa anak sudah mulai memasuki panggung, terdengarlah suara teriakan sambil tertawa " bukaaaannn...salaahhhh....πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„" Menertawakan sebuah kejadian yang buat mereka seperti lelucon, dan ketika kepalaku berpaling dari anak-anak melihat ke panggung, juri dan MC sedang melambikan tangan sambil tertawa berkata "maaaff...maaffπŸ˜„πŸ˜„..bukan kalian...maaaf..hahahahaπŸ˜„πŸ˜‚πŸ˜„πŸ˜‚...salaahhh...hahahahaaaπŸ˜„πŸ˜‚πŸ˜„πŸ˜‚"


jleeebbb......!!!

Seketika anak-anak berbalik dan kembali histeris tetapi kali ini menangis sekeras-kerasnya dalam pelukan kami, sembunyi dibalik dinding panggung, menutup muka sambil jongkok, semua hancur, kecewa, malu...., dalam pelukanku satu anak berkata " jahaaatt, kita dibohongi....,😭😭😭mereka jahaatt, kenapa kita ga jadi menang....mereka bohong...,aku maluuuu...😭😭😭😭 " seketika mulutku mengucapkan BANGS*T buat kalian MC dan Juri MD....!!!!


Bapak Ibu Juri dan para panitia yang saya anggap tidak profesional sama sekali.

Bisa kalian membayangkan situasi ini....??!!

Bisa kalian paham dan ngerti perasaan anak-anak ini....??!!

Pasti tidak....!!!!

Buat kalian tangis mereka dan amarah saya sebatas tidak terima karena kalah. Buat kalian kami lebay dan tidak sportif.


Maaf... kali ini saya harus bilang kalian GOBLOG....!!!! Kalian cuma mikir acara kalian sukses jika acara kalian meriah tapi kalian ndak tau kali ini acara kalian sukses menghancurkan mental anak-anak. Itulah kegoblogan kalian. 

Mau tau kenapa sekasar ini saya, karena setelah kalian permalukan anak-anak ini didepan umum, kalian masih bisa tertawa-tawa dan berkata :

"maaaf πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜‚πŸ˜‚ ga becanda kok ini, tadi ga sengaja πŸ˜„πŸ˜ salah baca...πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„" 

Pantas ga kalian menunjukkan sikap seperti itu buat anak-anak usia 8-12 tahun....??!! Anak-anak  yang sedang dalam posisi sedih kecewa dan malu karena kalian permainkan dan permalukan didepan umun.Kalian melecehkan anak-anak secara verbal, tanpa rasa bersalah.

Sampai disini masih mau bilang saya emosi karena kalah...??

Kalau masih beranggapan seperti itu, coba otak kalian dipakai buat mikir lagi, hati kalian dipakai buat merasakan lagi. Semoga kalian bukan mati otak dan mati rasa sampai ndak bisa membedakan dan membaca situasi diatas...


selanjutnya ~~ tanggapan mereka yang ndak kalah bikin geleng kepala. 



Monday, October 23, 2023

Katamu CINTA

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak perlu merayu

hanya demi dapat perhatian dariku

Tidak butuh sanjungan

untuk sebuah kata mesra buatmu

 

Katakan saja suka sesaatmu

tidak perlu melukai sebuah ketulusan

Bilang saja hanya mengisi kekosongan hatimu

tidak perlu menebar harapan palsu 

Lakukan apa yang ingin kau lakukan 

tidak perlu jadi pendusta

sekedar untuk meraih kata "cinta"

 

Jangan membual soal cinta

jika tak mampu menjaga mata

jangan bicara tentang cinta mati

jika masih belum mengerti cara menjaga hati 

jangan nge_bull sh*t perkara cinta buta

jika masih bangga karena bisa mendua

 

Belajar menghormati seorang pribadi

Belajar menghargai sebuah hati

Belajar menjaga setiap perasaan

Belajar melakukan segala sesuatu sebagai manusia

 

Supaya kamu paham seperti apa itu CINTA

Bukan hanya hobby menebar kata cinta

Tetapi tidak mengerti bagaimana cara mencintai.


 

 






Saturday, October 16, 2021

Kedamaian Hati

  


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika ada seseorang yang merasa keberatan saat kita dekat dengan pasangannya meskipun sebenarnya kita merasa bahwa dia hanya seorang relasi dalam pekerjaan di kantor, maupun dalam sebuah pelayanan rohani.

Hal pertama yang kita lakukan adalah minta maaf untuk ketidaknyamanan mereka. Minta maaf tidak berarti kita selalu salah tapi karena kita tidak tau apa yang kita lakukan selama ini membuat hidup orang lain berada dalam ketidakharmonisan dan ketidaknyamanan.

Yang kedua merubah sikap dan jaga jarak dengan orang yang dimaksud tanpa mengumbar keberatan pasangan orang tersebut  kepada orang lain yang ada disekitar kita. Apalagi sampai mencari dukungan karena merasa apa yang kita dilakukan adalah benar dan yang keberatan adalah pihak yang salah. Itu hanya akan menambah luka dan kita sudah menjadi sumber masalah yang seharusnya tidak perlu ada.

Tetap menjaga hubungan baik dan bersikap baik dengan relasi kita dan pasangannya, meskipun bersikap baik tidak selalu harus disertai dengan kedekatan.

Cukup kita dan pasangan tersebut yang tau bahwa ternyata kehadiran kita tidak selalu bisa diterima oleh semua orang. Dan kita harus bisa memahami situasi tersebut karena tidak semua orang memiliki pola pikir serta pengalaman hidup yang sama. Bersikap seperti itu bukan berarti kita kalah atau salah, tetapi untuk beroleh hidup damai, dan setidaknya kita tidak menjadi sumber luka bagi siapapun.




Wednesday, June 19, 2019

Hidup Bareng Gadget ataukah Manusia.....???


















Di wa group bisa bercanda sama komunitasnya, 
seharian bareng pasangan aja belum tentu pasangannya ditegur....
Di dunia maya asik sama teman, 

di dunia nyata keluarga dicuekin karena saking perhatiannya 
sama yang di dumay ....
Hidup sama gadget apa sama manusia...???!!!



Hmmmmm.... ndak tau yaaaa, hal itu dilakukan oleh segelintir orang atau justru sebagian besar dari kita..., aku, kamu dan mereka. 
Mau diakui atau tidak itulah kenyataan yang saat ini terjadi.
Mereka ___kamu terutama___ sibuk mencari "kesibukan" sendiri, 
ndak peduli apakah yang ada disekitarnya saat itu sedang
membutuhkan mereka atau tidak.
Bahkan sampai-sampai ada dari mereka ketika keluarganya sakitpun tidak peduli...eh,,,jangankan peduli, yang ada tidak mau tau dengan kondisi tersebut.

Mencari perhatian dari luar rumah dengan gadget, sedangkan dirumah mengabaikan orang-orang yang sangat banyak memberikan perhatian (karena sok sibuk makanya ndak berasa diperhatiin wkwkwkwkkw....),
Alasannya klasik..... "BOSEN"...
Kalo ndak mau bosen ya cari kesibukan bareng sama pasangan dan keluarga yang saat itu ada dirumah donk....bukannya mencari-cari yang ada diluar. Sehari-hari sebelum dan pulang kerja yang dipegang dan diperhatiin gadgetnya, gimana mau mendapatkan hidup yang ndak bosenin dan menyenangkan bareng keluarga dan pasangan, #MIKIR

Tipe-tipe begini yang bisanya selalu menyalahkan orang lain jika ada hal-hal buruk yang terjadi... 
Anak nilainya jelek nyalahin anaknya yang ndak belajar, Anak jatuh nyalahin pasangannya karena kurang memperhatikan si anak... sedangkan dia lupa berkaca jika dia lebih tidak perduli dengan apa yang ada disekitarnya dan lebih peduli dengan gadgetnya.

--- BANGUN DARI KETIDAKPEDULIANMU, KELUAR DARI DUNIA KEEGOISANMU, 
 SEBELUM SEMUA YANG ADA DIDEKATMU MENINGGALKANMU ---


Tuesday, October 3, 2017

Sulitnya Berbuat Baik


















"ibu istrinya, adiknya, kakaknya, putrinya, keluarganya...?"
#bukan

"kok mau menolong dia sampai seperti itu ibu ada hubungan apa...??"
#saudara

"saudara apa..., sepupu atau gimana....??"
#sama-sama manusia.... (dan suster pun terdiam)

Ternyata susah ya mau berbuat baik dan menjadi "saudara" bagi kita yang sama-sama manusia.....harus jelas garis keturunan dan hubungannya.... kalo ndak jelas pasti dipertanyakan "ADA HUBUNGAN APA"

Bagi yang belum menyadari betapa banyak pertolongan Tuhan yang diberikan bagi kita melalui sesama akan sulit melakukan segala sesuatu bagi orang lain dengan keikhlasan....semua harus diperhitungkan "dia siapa saya" bukan "aku bisa berbuat apa"

Dan sesungguhnya ini alasan saya:
Matius 25:40
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku"


Tuesday, February 21, 2017

BIARKAN TUHAN MENILAIMU























Renungan oleh : Sr.Redempta.P.Carm

Biarkan Tuhan Menilaimu
Apabila engkau berbuat baik,
orang lain mungkin akan berprasangka
bahwa ada maksud-maksud buruk 
di balik perbuatan baik yang kau lakukan.
Tetapi, tetaplah berbuat baik.

Terkadang orang berpikir
secara tidak masuk akal dan bersikap egois.
Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.
Apabila engkau sukses,
engkau mungkin akan mempunyai musuh
dan juga teman yang iri hati atau cemburu.
Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka,
orang lain mungkin akan menipumu.
Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka.
Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya,
dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja.
Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati,
orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.
Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini,
mungkin besok dilupakan orang.
Tetapi, teruslah berbuat baik.
Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki,
dan itu mungkin tidak akan pernah cukup.
Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan.
Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.
Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir
atas perbuatan baik yang kau lakukan.
Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan
tertuju pada orang-orang jujur
dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.


KEMATIAN MATA HATI


















Ketika hati sudah mati
Mata manusia menjadi lebih penting 
  ketimbang mata Tuhan
Memutar otak menenggelamkan logika
Asal bisa terliat wah dihadapan manusia

Ketika hati sudah mati
Harga diri lebih penting 
   ketimbang jiwa yang damai
Mengorbankan orang lain 
   bahkan mungkin keluarga sendiri
Hanya demi sebuah ambisi duniawi

Ketika hati sudah mati
Lupa bahwa kematian kita 
   akan datang kapan saja
Semua yang diraih lenyap dalam sekejap
Hanya tinggal diri sendiri terkungkung tanah

Ketika hati sudah mati
Bukan kebutuhan melainkan keinginan yang dicari

Terlihat megah memang indah
Tetapi bukan jaminan menjadi penghuni Surga
Belajar menghargai yang sudah ada
Belajar merawat yang sudah diberi
Belajar bersyukur atas hidup kita


Wednesday, February 8, 2017

BERKACA SEBELUM BICARA















Situasi yang memanas dalam sebuah kasus, terkadang membuat kita "gatel" untuk berkomemtar, meskipun kita tidak tau apa yang sesungguhnya terjadi dan seperti apa kebenarannya. Tetapi hanya dengan modal baca judul headline di media masa atau media sosial ada beberapa dari kita yang berani mengatakan sebuah kasus adalah rekayasa atau setingan, hanya karena kita berada pada salah satu pihak yang sedang bermasalah tetapi tidak mengerti kebenaran dan duduk permasalahan yang sesungguhnya.

Hellooo.....
Berkaca lagi yuk sahabat....gimana hidup kita....sudah pantas belum kita berkomentar seperti itu terhadap kehidupan orang lain...
Bolehlah sekarang diam sejenak, coba membayangkan posisi kita ada pada mereka yang sedang tertimpa kasus (apapun kasusnya) Gimana perasaan kita yaaa.....? Lha..... kita dikasih tanggung jawab menjaga, menghidupi, mensejahterakan dan bertanggung jawab sama keluarga kita aja terkadang kita belum mampu. Kenyataannya....berat sedikit ngeluh di medsos, susah sedikit ngeluh di medsos, berantem sedikit dikeluarga ngeluh di medsos, seakan-akan kita sudah menerima cobaan yang paling berat dan butuh dikasihani.

Coba sekarang dibalik kondisinya, seandainya kita yang seneng berkomentar rekayasa atau setingan ini berada di posisi mereka yang sedang tertimpa kasus..... mampu ndak ya kita melewatinya....??!!!
Maka dari itu...sudahlah sahabat.....berhenti menebar kebencian dengan menambahkan kata "rekayasa dan setingan" dalam sebuah kasus, jika kita tidak mengerti bagaimana sebuah kebenaran itu ada.....itu hanya akan memperbanyak koleksi dosa kita aja....

Soal rekayasa atau setingan sebuah kasus yang tidak melibatka kita, apa hubungannya dengan kehidupan dan surga kita nanti sahabat....??? Jika itu benar rekayasa atau setingan, itu urusan mereka, si pembuat cerita itu sama Tuhan.Tetapi jika itu bukan sebuah rekayasa dan setingan kita ikut berperan membunuh masa depan seseorang.

Dan jangan salah.....
Waktu itu berputar. Terkadang Tuhan harus memberikan kita hal yang sama pahitnya yang sekarang dialami orang lain dan kita katakan setingan atau rekayasa supaya kita tau bagaimana rasanya di posisi itu, dan kita belajar menghargai kehidupan orang lain.

Kebenaran tidak terletak dari berapa banyak orang yang berada di pihak kita, tetapi ada pada kebenaran itu sendiri. Maka tidak perlu kita mengingkari sebuah kebenaran dengan sebuah hasutan yang justru menutup kebenaran itu sendiri.

Jika kita terbiasa menuduhkan hal negative terhadap orang lain, sesungguhnya kita sendirilah yang melakukan hal itu, hanya kita terlalu sombong untuk menyadari kelemahan kita.
Jika kita tidak bisa membantu orang lain setidaknya kita jangan ambil bagian untuk menghancurkannya.....

Tuesday, February 7, 2017

Apa itu TOLOL....???




















Paijo bertanya pada simboknya “apa arti kata tolol....?” 
lucu memang buat kita yang sudah biasa denger kata itu tapi yang menggelitik hati simbok adalah # kenapa sampe paijo ini di katain bego dan tolol sama anak seusianya dia yang ndak pernah dia temui dan baru ketemu sekali tadi#

Usut punya usut karena si paijo menyampaikan sebuah pertanyaan pada si anak itu. Saat si anak bercanda dengan temannya dengan bahasa “gaul” versi anak-anak itu tetapi “kasar” menurut paijo dan ada satu kata yang sudah pasti baru didengar paijo saat anak-anak itu bermain gadget dan tiba-tiba mengucapkan kata NG****T. paijo yang tidak ikut melihat gadget dan mendengar kata itu spontan nanya sama anak-anak yang sedang asik sama gadgetnya apa arti dari kata tersebut, dan alhasil paijo dikatain “Loe bego apa tolol sih” dan sekali lagi paijo pulang membawa oleh-oleh pertanyaan kata-kata baru yang sama sekali ndak pantas keluar dari mulut anak-anak apalagi usia mereka masih PIYIK....

Entah siapa yang salah, simbok karena terlalu KUPER mendidik anak atau anak-anak itu yang pendidikan pergaulannya terlalu GAUL menurut versi orang tua mereka.... :D Simbok hanya prihatin aja kok...orang tua anak-anak itu pada bangga memberi gadget ke anak-anak mereka, ndak mau tau apa yang anak mereka liat, ndak memperhatikan pergaulan anak mereka tapi kok ya merasa sukses dalam mendidik anak.

Pendidikan ahlak dasar seorang anak ada didalam keluarga, pergaulan hanya sepersekian persen mempengaruhi perilaku seorang anak. Pondasi dan dasar dari sikap, perilaku dan tutur kata seorang anak semua berasal dari dalam keluarga. Tidak bisa dibayangkan seperti apa orang tua mereka berkomunikasi sehari-hari dengan anak-anak mereka sampai anak-anak tersebut berperilaku dan bertutur kata se”gaul” itu.

Masa depan anak itu pilihan orang tua,orang tua menerima anaknya dibilang KUPER tapi berahlak atau lebih bangga anaknya dibilang GAUL tapi rusak....


#belajarhidupdarimelihat

Wednesday, June 8, 2016

Andai Kamu Menjadi Aku




















Jika kamu bosan katakan
Andai kamu muak tinggalkan
Atau mungkin kamu ada pilihan

Untuk sekali saja dalam sejenak bertukar tempat
Aku menjadi kamu...... 
Dengan segala kesibukanmu, kelelahanmu, 

      dan kepusinganmu menjalani seluruh rutinitasmu
Dan kamu menjadi aku.....
Dengan segala kesantaianku, menikmati setiap hari-hariku, 

     dan dengan segala kesakitan yang kumiliki

Agar kamu bisa merasakan
Bagaimana nikmatnya setiap sakit ini datang, 

bukan hanya setiap jamnya tetapi setiap detik yang kupunya
Agar kamu merasakan 

tersiksanya ketika obat yang tak bisa kamu dapatkan 
hingga rasa sakit itu berlipat-lipat
Agar kamu bisa merasakan 

bagaimana tidak bergunanya kamu 
sampai-sampai diajak bicarapun tidak
Agar kamu mengerti

bagaimana kolaborasi rasa sakit, tak berguna, dan tak dianggap 
Agar kamu memahami
setiap rasa yang kupunya

Dan yang pasti...
Agar kamu bisa menjaga sikapmu
pada setiap manusia yang mempunyai hidup berbeda
dengan hidup yang kamu punya...
Agar kamu lebih bisa menata ucapanmu
kepada setiap insan yang sesungguhnya tidak kamu "kenal".

#besmart
#introspeksidirimusebelummenilaioranglain


Wednesday, January 20, 2016

Kebiasaan















Membiasakan yang benar bukan membenarkan sebuah kebiasaan....

Topik bincang pagi disalah satu stasiun tv swasta hari ini mengingatkanku pada sebuah kejadian yang bisa membuat mulutku bisu mendadak. Ketika ada seorang bapak minta tolong pasa si anak untuk mengambil sebuah pen/pensil.

Awalnya sih biasa aja...tapi ketika si anak mengulurkan tangan kanannya kepada sang bapak dan sang bapak mencoba menerimanya dengan posisi yang ndak bergeser dari tempat duduk semula, ada sedikit tanya aja dalam hatiku "kenapa si anak juga ndak mau maju juga".
Saat sang bapak mulai bicara dengan nada agak tinggi tapi si anak tetap ndak mau ngasih pen/pensil ditangannya, aku mulai berfikir bahwa "ada yang salah". 

Dan ternyata benar. Ketika sang bapak tau bahwa si anak ingin sang bapak MENERIMA DENGAN TANGAN KANAN BUKAN TANGAN KIRI seperti yang beliau lakukan saat itu, sang bapak bukannya merubah sikapnya dengan menarik tangan kiri dan mengulurkan tangan kanan tetapi justru marah dan tidak jadi menerima pen/pensil yang sudah dicarikan dan diberikan si anak.

Hanya prihatin atas "GENGSI" yang dimiliki oleh sang Bapak, yang sebenarnya tau bahwa dia salah tapi tidak mau mengakui kesalahannya.
Jempol buat si anak yang tetap memegang prinsip melakukan dan membiasakan yang benar meskipun konsekwensinya tugasnya tidak mendapat tanda tangan sang bapak.
Moms & Dads....orang tua TIDAK SELALU BENAR, tapi orang tua SWLALU BERANGGAPAN LEBIH BENAR dari pada anaknya.

Hidup Baik

















Ada minimal 5 hal yang wajib kita lakukan 
jika kita ingin hidup dengan baik ;

1. Jangan menolak siapapun 
yang meminta pertolonganmu.

2. Jangan memikirkan untung dan rugi sebuah pertolongan 
   yang kamu berikan.

3. Jangan berharap orang lain mengakui keberadaanmu.


4. Jangan berharap orang lain akan memuji keberhasilanmu.


5. Jangan pernah "kapok" berbuat baik 

   meskipun kebaikanmu terkadang dibalas kejahatan.

Hidup Harus Berubah




















Beberapa malam kemarin dikagetkan oleh kedatangan salah seorang pelaku "child abuse", kalimat tulus yang terucap dari mulutnya membuatku semakin kagum karena keberaniannya mengakui kesalahan, dan minta maaf atas kesalahan yang sudah mereka perbuat.

"Tante, ****** turut berduka cita, maaf ****** baru datang sekarang karena tadi mau kesini masih rame, ****** masih takut & malu."
Terima kasih nak atas keberanianmu datang demi mengucapkan bela sungkawa atas orang yang pernah mengurus hidupmu beberapa waktu. Minimal itulah tanda terima kasih darimu buat beliau yang telah kembali ke Surga Nya.

Melihat para korban yang pernah dia & partnernya sakiti beberapa waktu lalu sedang sibuk bermain tanpa mengacuhkan kedatangannya (entah karena alasan apa, semoga karena mereka sadar karena tidak akan mendekati pembuat luka agar tidak kembali dilukai), dia pun kembali berucap dengan raut muka penuh penyesalan"adek-adek sepertinya masih marah sama ******, sekali lagi ****** minta maaf karena ****** & xxxxx sudah menghancurkan masa depan mereka berdua."

Ah nak....permintaan maaf dari kamu karena kesalahanmu itu sudah cukup, kamu tidak perlu memintakan maaf buat temanmu itu. Mau berdalih apapun dia kami sudah tau DIA BERSALAH dan tanpa permintaan maaf dari dia sekalipun KAMI SUDAH MEMAAFKANNYA, semua kami lakukan demi masa depan adek-adekmu.

Jika kamu masih terbebani karena "partnermu" dalam merusak masa depan anak-anak tidak bersalah ini, masih tidak mau mengakui kesalahan yang kalian lakukan, maka sekarang lepaskanlah bebanmu, karena Tuhan tidak akan menghukummu karena kesalahan "partnermu", tetapi Tuhan telah memaafkanmu karena kamu mengakui kesalahanmu dan bertobat atas kesalahanmu.