Showing posts with label fullmoon. Show all posts
Showing posts with label fullmoon. Show all posts

Tuesday, October 31, 2023

Dear Edelweiss #2


 

 

 

 

 

 

 

Jumat, 27 Oktober 2023 

  

Hai kamuuuu..... 

yang sejenak singgah di hati ini, dan dengan naif kupikir kamu adalah 

edelweissku, sampai aku sadar ternyata aku salah.

Apa kabar rasamu setelah dengan sadar membuatku remuk dengan 

manisnya caramu.

Damaikah hatimu setelah hancurkan kanvas yang pernah kamu coba lukis.

 

Ngobrol santai lagi yuk....

Buat mengingatkan kamu betapa jahatnya kamu, membuka mata hati kamu

biar kamu ngerti sebangs*t apa kamu buat aku.

Masih ingatkah kamu setiap harimu selalu mencoba untuk bisa membuat 

aku jatuh hati sama kamu. 

Dan gobl*gnya aku kenapa aku bisa tertipu sama sikap dan cara yang kamu

tawarkan untuk buat aku bisa tertawa sesaat.

Iya...sesaat...., karena sekarang aku sedang menguras air mata dan 

menelan pahitnya kenyataan yang sedang jalan beriringan disampingku.


Ketemuan lagi yuuk....

Aku sama kamu, iyaa....hanya aku sama kamu, jangan ada siapapun

yang hanya bisa kamu gunakan sebagai topengmu, buat menutup semua 

kemunafikanmu. Supaya aku bisa membuatmu ingat brengs*knya cara kamu

untuk bisa mendapatkan rasa percayaku yang akhirnya kamu hancurkan.

Agar kamu ingat bagaimana kamu "memaksa" aku untuk menatap mata kamu,

seolah-olah kamu ingin yakinkan aku bahwa hanya kamu 

yang ada dipihakku,kamu akan ada untukku 

dalam setiap usahaku bangun dari terpurukku, 

tetapi akhirnya kamu sendiri yang membuatku semakin terjerumus 

dalam kepahitan.


Ngopi berdua lagi yuk...

Biar aku bisa memaki kamu dengan segala rasa yang aku punya,

lampiaskan semua marah dan kecewaku yang sebenarnya adalah 

karena kesalahan dan kebodohanku sendiri.

Aku terlalu bodoh ketika aku menerima asa yang seolah dari hatimu,

bodohnya aku tidak mampu membaca kemunafikanmu,

naifnya aku terlalu cepat titipkan hati sama kamu.

Salahnya aku adalah menerima kedatanganmu disaat keterpurukanku,

menerima uluran tanganmu pada saat aku jatuh,

bersandar pada bahu yang kau pinjamkan untuk kuatkanku.

Kesalahan besar kedua dalam hidupku ketika dengan mudah

aku menerima kehadiran kamu yang tidak punya hati, 

dan kebodohanku adalah membiarkan kepala ini bersandar dibahumu,

hanya untuk membuatku lebih hancur dari kehancuranku sebelumnya.


Duduklah bersamaku kembali....

Supaya aku bisa bercerita, perjalanan panjangku "menikmati"

getirnya hidupku sampai aku menemukanmu hingga akhirnya 

aku hanya ingin menghapus kamu dan semua tentang kamu dari hidupku.

Biar kamu mengerti bagaimana aku bertahun-tahun menjaga hati

yang penuh luka oleh masa laluku.

Bertahun lamanya aku teramat mencintai hatiku sendiri, sampai

habis semua rasa yang kupunya.

Tidak pernah sekalipun merelakan hati ini untuk kembali tersakiti

oleh sepenggal asa yang mereka tawarkan untuk menjaga hatiku.

Tetapi entah ada apa dengan egoku saat aku menemukanmu

Taukah kamu,aku dibutakan olehmu, pada apa yang kamu tawarkan,

dengan segala kisahmu yang menumbuhkan kekagumanku akan sosokmu.

Tanyaku pada diri sendiri, kenapa aku bisa terlalu cepat jatuh 

dalam kebodohan seperti ini lagi, kebodohan yang tidak hanya 

membuatku terluka tetapi lebih hancur dari aku yang sebelumnya.


Pergilah....

aku tidak ingin memaksamu untuk tetap bersamaku, 

karena kamu bukan bahagiaku

mungkin bagimu sudah menjadi hal yang biasa, 

menyakiti dengan topeng menyayangi sampai kamu tidak peduli 

apa yang aku rasakan setelah yang kamu lakukan kemarin dan hari ini.

Tidak butuh permintaan maaf untuk kejatuhanku 

karena kita memulai semua kesalahan itu diatas keinginan bersama.

jika saat ini aku terluka karena perginya kamu 

biarlah itu menjadi penyesalan terdalamku dan akan kubunuh kembali

segala rasa yang sempat kembali ada karena kamu

biarkan aku kembali bernafas tenang tanpa rasa cinta dan sakit.

Jemputlah karmamu karena semesta tak pernah tinggal diam 

ketika air mata ini menetes diatas pangkuannya.



-- terima kasih pernah menjadi bagian dari kesalahan yang dengan sengaja kubuat --

 










 

Dear Edelweiss #1


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 23 Oktober 2023 

 

Edelweiss yang terkasih...

terima kasih untuk hari kemarin

rasa yang kau suguhkan teramat manis

mengikis sesaat ketegangan

menyebarkan sebagian rasa sakit

 

saat sang angin datang menghempas

lepaskan sisi kerapuhan

mempaskan setiap luka sudut hati

sisakan kokohnya kelopak cantikmu

 

aah....

terlalu cepat aku menjadikanmu edelweissku

kurangkai menawan bertahta diatas keangkuhan

menyanjung harap bisa meruntuhkan kuatnya ego

memetik asa menghapuskan semua luka

 

kembali menilik tempat ini

semua yang terjadi antara aku dan kamu

mengubah duniaku, mewarnai lembar kisahku

yang lama tak menyentuh nuansa

mengukir salah satu kisah terpenting

dalam jalan takdir


sesaat diam mematung hadirkan banyak rasa

disini membuatku tak bisa melupakanmu

ingatkanku selalu kembali tentang kamu, 

sikapmu, dan segala yang kamu lakukan

 

katamu itu hanya untukku

sejauh itukah usahamu untuk aku

benarkah hanya untuk aku

dan hanya sekedar menopangku 


jujurkah kamu dengan perasaanmu

ataukah benar ini memang hanya rasaku

bukan karena rasa yang juga kamu punya

rasa sama yang kurangkai denganmu 

rasa yang terus tersirat dari setiap sikapmu

 

sedikit membuka hati untukmu

belajar kembali menerima rasa yang berbeda

dan akhirnya kembali tersungkur dalam kepalsuan

kepingan hati yang mulai tertata 

kembali hancur tak tersisa

 

disaat aku mulai mencoba jadikan kamu sandaranku

tersirat buatmu aku adalah bebanmu

saat aku mulai bersandar di pundakmu

terbaca rasamu sudah cukup menopangku

 

saat aku melayang dengan lamunanku

kamu menyampaikan patahkan harapan

Melangkah pergi menghancurkan asa

kubur segala keindahan saat yang kamu ciptakan

seketika berubah amarah dan air mata

 

 

 

 

Sunday, October 22, 2023

Keresahan Malam


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gelap melukiskan kejujuran hati

Menumpahkan segala rasa tersimpan

Membuka segala hal yang tak terselami

 

Semesta memeluk kerapuhanku

Membalut serpihan luka

Menyeka derasnya butiran air mata


Berteman alunan nada petikan gitarmu

Meresapi setiap lirik indah dari bibirmu

Menikmati rasa berharap sebuah asa


Malamku berteman cerita cinta

Bukan tentangku melainkan milikmu

Terpaku alur narasi hidup pribadimu

Ciptakan rasa berbeda dari sekedar sahabat

 

Tanpa maksud menjadi pencipta luka

Hanya ingin ungkapkan rasa

Melepas topeng kepura-puraan

Mengubur kemunafikan yang menyiksa


___sabtu,07 oktober 2023, 00.00WIB___

Dear Hijauku...


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dear hijauku...

Apa kabar duniamu hari ini...

Sejauh mana langkahmu melalui rasa yang ada

Seindah apa waktu yang kau lewati 


Dear hijauku...

Warnamu membekas manis dalam rasaku

Tatapmu menusuk dalamnya keangkuhanku

Hangat sentuhmu selimuti dinginnya hati

 

Dear hijauku...

Terpikirkah olehmu sikapmu membuatku lemah

Menghancurkan kuatnya pertahananku menjaga hati

untuk tidak kembali tersakiti

 

Dear hijauku...

Katakan padaku untuk bangun dari mimpi

Biarlah semua berhenti di titik ini

Atau haruskah aku menyambut indahmu 

Bersama melihat jingga menyambut malam  


Dear hijauku...

Bolehkah aku berharap untuk tidak kembali terluka

Sampai waktuku habis diujung senja

Menyisakan senyum menyambut datangnya Surga

 

 

 

 

Friday, November 5, 2021

Bertanya Tentang Keimananku...?






 

 

Imanku tidak akan tampak oleh kalian.... Yang terlalu naif melihat dari apa yang tampak oleh mata dan apa yang menempel dibadan seseorang, sedangkan kalian tidak mampu melihat kelemahan yang ada dalam diri kalian sendiri, merasa diri kalian sendiri sempurna dalam menampilkan karakter religius melalui apa yang kalian pakai.


Imanku tidak akan tampak oleh kalian....Yang terlalu memuja ketaatan beribadah seseorang, pengagum mereka yang tertunduk khusuk saat berdoa, meski dalam waktu lain akan tampak layaknya manusia tak ber-Tuhan dan melukai orang lain dengan perilaku dan sikap kalian yang memuakkan.


Imanku tidak akan tampak oleh kalian....Yang mendewakan kuantitas pelayanan namun tidak sesuai dengan kriteria komunitas kalian. Meskipun jika dilihat dengan sungguh-sungguh, itu bukan apa-apa, semua yang kalian lakukan hanya sebatas pencitraan.


Imanku tidak akan tampak oleh kalian....Yang terlalu mengagungkan pribadi hebat yang mampu menciptakan kalimat indah dalam berlembar - lembar bait doa. Namun dibalik semua itu adalah juga pribadi yang sekaligus mampu melukai hati dan perasaan orang lain dengan mudahnya melalui kalimat yang keluar dari mulut yang sama yang digunakan untuk mengalunkan umpan-umpan doa yang indah.


Imanku tidak akan pernah tampak dipermukaan kehidupanku, dan akupun tidak akan pernah ingin mengumbar seberapa besar keimananku akan Tuhanku. Imanku tidak haus akan pujian manusia. Imanku tidak butuh kata "wow" yang hanya akan menguap saat aku jatuh.


Imanku hanya dirasakan oleh mereka yang memahaminya dengan hati yang kupunya.

Imanku adalah pohon yang akan berbuah damai hati dalam kehidupanku.


Thursday, November 18, 2010

--- miz u beib ---




















Semakin aku mencintaimu
Semakin kamu menjauh dari pandanganku
Semakin aku menyayangimu
Semakin kamu tidak peduli denganku
Selangkah demi selangkah
Kamu mulai mundur dari kebersamaan kita
Entah kamu memang sudah bosan
Dengan semua yang kita jalani
Dan ngga ngerti akan seperti apa
Akhir dari semua kebersamaan ini
Atau entah karena semua keterbatasan yang kita punya
Atau bahkan karena kesalahanku
Yang tidak pernah termaafkan olehmu
Tapi tak kumengerti kesalahan seperti apa itu
Kamu terlalu membungkus katimu
Untuk menutupi semua rasa yang mengalir didalamnya
Kamu terlalu menutup semua perasanmu
Bahkan untuk sekedar sedikit jujur dengan hatimu sendiri
Tentang semua rasa yang kamu miliki
Terlalu sulit kamu lakukan...
Dalam kediamanmu
Aku hanya bisa kembali mengenang
Semua yang pernah kita jalani
Aku kangen ”Taman” itu
Tempat dimana kita biasa menghabiskan seluruh sisa waktu
Setelah sehari penuh dipusingkan dengan padatnya kerjaan kita masing-masing...
Aku kangen ”coffee shop” itu
Tempat dimana kita sering menghabiskan waktu untuk bercerita segala hal yang tentang terjadi
Aku kangen ”pantai” itu
Tempat dimana kita pernah menghabiskan malam
Dengan segala keindahannya...
Aku kangen kebersamaan kita yang pernah ada....

Saturday, October 30, 2010

Kutunggu Cintamu di Surga ku
















Masih ditempat ini, tempat yang sama
Tempat dimana terakhir kali kamu menciumku
Tempat dimana kamu berikan janji itu
Aku menunggumu disini
Di tempat kamu akan kembali
Menemui harapan yang tertinggal
Menjadikan cinta kita menjadi nyata...
Bulan semakin pucat tapi masih tetap tersenyum
Terlihat enggan beranjak dari tahtanya
Seakan masih ingin menjadi teman sepiku
Menanti harapan yang tak kunjung datang
Seiring dengan detak jantungku
Semburat jingga perlahan hadir menyapu awan
Mengantar sang mentari mengganti malam
Cinta ini masih setia menunggu.
Seiring dengan aliran darahku yang semakin merapat
Jiwaku perlahan melangkah meninggalkan raganya
Membawa cinta putih yang tak pernah tersampaikan
  untuk dipersatukan...
Bersama sang bulan melangkah perlahan
Menuju hidup keabadian
Meninggalkan air mata dan wangi bunga.
Terima kasih Tuhan
Karena aku tetap mencintainya sampai saat ini
Dan kukembalikan cinta ini pada-Mu
Untuk Kau persatukan kembali
Dalam sebuah bingkai cinta yang agung
Dan bertahta di surga-Mu yang indah
Pada saatnya nanti.
Kekasihku...
Semoga engkau tahu, aku masih menyimpan cinta ini
Aku hanya mencintaimu dan akan tetap mencintaimu
Kutunggu engkau di surga ku saat waktumu tiba.

Sunday, October 24, 2010

Dimana sih kecantikan kamu...???










                                                                                                                 
Apa yang menarik di dalam dirimu...???
Kalimat itu tak pernah lepas dari otakku selama ini
Sejauh aku mengenalmu
Tak ada yang begitu istimewa didirimu
Yang aku tau selama ini
Tidak sedikit yang mengagumimu
Bahkan sampai mencintaimu dan ingin memilikimu

Apa yang menarik di dalam dirimu...???
Lama aku mencoba mendekatimu
Mencoba menilai dari fisikmu
Dari mata kamu, hidung kamu
Bibir kamu tak lepas sampai lekuk tubuhmu
Tapi tak kutemukan yang kucari
Semua terlihat biasa saja
Mungkin hanya satu yang agak terlihat
Dan itupun kurasa adalah suatu kebetulan
Kebetulan kalau kulit tubuhmu agak terlihat mulus
Karena kebetulan pula itu dari leluhurmu
Kebetulan kamu masih membawa sedikit
”hanya sedikit” aliran darah dari negeri sakura
Tapi itupun tidak membuat kamu
Menjadi seorang gadis yang istimewa ”menurutku”

Apa yang menarik didalam dirimu...???
Dimataku kamu tetap seorang gadis super cuek
Gadis biasa tanpa sapuan make up
Gadis biasa yang tak peduli dengan mode yang sedang trend
gadis biasa yang jauh dari kata lembut
Apalagi sexy.... Itu bukan kamu banget...

Apa yang menarik di dalam dirimu...???
Semakin dekat denganmu semakin aku memahami
Semakin mengenalmu semakin aku bisa mengerti
Semakin masuk mengikuti aliran rasa dalam relung hatimu
Semakin aku yakin bahwa...
”kamu memang pantas untuk dikagumi,
 pantas untuk dicintai, dan sangat pantas untuk dimiliki”
Tanpa kusadari, akupun tak bisa menafikkan hati ini
Aku mengagumimu, mencintaimu
Dan sangat ingin menjadikanmu permaisuriku
Yang bisa kupuja setiap waktu
Dan sekarang aku sangat-sangat mengerti
Mengapa mereka sangat mendambakanmu
Karena hatimu....
Kamu sangat mempesona dan mampu memikat
Setiap orang yang mengenal siapa kamu...

Monday, August 30, 2010

Gundahku



    anyer 2930052010
Kita bicarakan semua
Tentang hati dan rasa
Tentang waktu yang akan berlalu
Tanpa kau ada disisiku
Berat hatiku menerima semua ini
membayangkan apa yang akan terjadi
tanpa kamu ada disisi


Tanpa banyak kata
kau hanya mampu menatap kedepan
kosong tanpa tau harus berbuat apa
hanya lembut tanganmu
mencoba untuk menguatkanku...

Kubawa diriku menyepi
tanpa seorang bersamaku
hanya ingin sendiri dan sendiri
dalam gundahku yang sulit berlalu 


Malam semakin larut
langitpun semakin penuh
aku berjalan sendiri
menyusuri tepi pantai ini

berteman sejuknya semilir angin laut
yang membelai lembut tubuhku
berkawan deburan ombak dan air laut
yang menyentuh hangat kulit kakiku

bintang bintang tersenyum
mengajakku untuk melupakan dukaku
bulan penuhpun bersinar
memberi kehangatan dan damai dalam hatiku
mengikuti kemana arah kakiku melangkah

ingin diriku berteriak
"jangan tinggalkan aku......!!!"
dan bulan pun menjawab
"dia tidak akan pernah meninggalkanmu..."
entah mengapa
aku begitu percaya kata-kata itu...
aku yakin, kamu tidak akan meninggalkanku...




Thursday, August 12, 2010

HATI INI TERNYATA MASIH UNTUKMU













- mini diary pemilik cinta sejati -

Setelah sekian lama aku menunggu dan mencarimu, akhirnya aku menemukanmu, tapi sayang tidak pada waktu yang tepat. 
Hari itu 09 april 2010 tepatnya, kita merencanakan pertemuan pertama kita setelah sekian lama. Waktu itu sebenarnya bukan hanya kita berdua yang akan bertemu melainkan bertiga dengan teman lama kita juga. Entah kenapa, saat itu teman kita membatalkan untuk datang. Akhirnya kita habiskan waktu sore sampai malam itu dengan minum kopi berdua dengan bercerita apa saja. Dan malam itu kita berpisah.

Sejak saat itu aku merasakan kembali satu perasaan yang sudah lama hilang dari diriku, suatu perasaan yang sempat padam karena ketidak berdayaanku untuk mempertahankan rasa itu. Hari pun berganti, entah mengapa rasa ini bukannya semakin hilang tetapi semakin indah bertumbuh dalam hatiku.

Satu minggu tlah berlalu, dan kita pun kembali akan bertemu. Seperti halnya pertemuan pertama kita, entah mengapa kejadian itu terulang kembali. Teman-teman kita yang semula akan ikut dalam pertemuan itu membatalkan rencana mereka untuk datang dalam pertemuan itu. Dan kitapun kembali hanya berdua menghabiskan hari itu. Setelah makan siang kita pergi tanpa tujuan pasti mengikuti kemana arah angin berhembus, dan hari itu kita lepaskan semua rasa lelah itu dirumahmu. Kembali tertawa bersama dan bercerita, tentang masa lalu kita, tentang teman kita, tentang situasi kita saat ini, tentang apa yang ada dihati kita dan tentang apa yang kita rasakan. Banyak kata yang mengalir dari bibir kita malam itu.

Saat itu hanya satu pintaku ”jangan biarkan semua ini berlalu, Tuhan” Tapi aku sadar itu satu hal yang tidak mungkin terjadi karena keterbatasan yang ada diantara kita. Sampai pada akhirnya waktu juga yang membuat kita harus berpisah malam itu, kembali pada kehidupan nyata.Dan kamu pasti tau apa yang aku rasakan sejak saat itu.....

Sejak saat itu akupun tidak mampu melupakan dirimu, sorot matamu, senyuman dibibirmu, bahagia rasanya aku melihat lagi semua itu diwajahmu. Hanya bayangmu yang selalu mengisi hatiku yang mambuat aku kembali merasakan indahnya hidup, merasakan kembali apa yang sejak lama hilang (tepatnya, aku sengaja berusaha untuk membunuh perasaan itu)

Tuhan, rasa itu datang lagi, rasa itu mulai tumbuh dalam hatiku... ”CINTA”..... Satu kata itu telah hilang dari dalam hatiku sejak belasan tahun yang lalu, entah kapan tepatnya aku tidak tau, semua mengalir dan berlalu begitu saja seiring berjalannya waktu. Saat itu juga yang membuat aku menjadi tidak menghargai suatu perasaan, dan berjanji tidak akan pernah membiarkan perasaan itu tumbuh dalam hatiku karena semua rasa yang aku miliki telah habis untuk dirimu, tapi kita sama-sama tau kalau semua itu tidak pernah mampu terungkap.

Anganku kembali pada saat pertama kita bertemu, di awal masa remaja kita, saat pertama kali aku melihat sesosok mahkluk yang entah kenapa setiap aku menatap matanya membuat aku tak berdaya, membuat aku tak kuasa menopang tubuhku sendiri. Saat itu pula aku berfikir ”inikah yang namanya CINTA ??”. Satu perasaan yang unik, yang belum pernah aku rasakan sebelumnya selama aku hidup dan bertemu dengan orang lain. Sebuah rasa yang membuat hidupku menjadi semakin berwarna, sebuah rasa yang sanggup dan rela untuk melakukan segalanya, memberikan semua yang aku punya. Tapi aku tidak pernah mengerti mengapa semua itu seakan tidak pernah bisa diwujudkan, mengapa aku sama sekali tidak mendapatkan ruang untuk merawat dan memupuk perasaan yang aku punya, menunjukkan perhatian yang aku punya, memberikan rasa cintaku padamu.

Tapi siang itu kamu datang dan duduk disampingku seperti biasa, dan akupun merasakan detak jantungku semakin cepat. Seperti biasa di hari-hari sebelumnya kamu bercerita tentang apa saja,kita bercanda berdua, sampai akhirnya kamupun mulai masuk ke inti permasalahan yang kamu punya. Kamu bercerita tentang hubunganmu dengan kekasihmu (jujur saat itu aku hancur), Aku tidak tau saat itu kata apa yang harus aku sampaikan ke kamu. Saat kamu minta sebuah solusi untuk satu permasalahan yang sedang kalian hadapi berdua, aku hanya sanggup menahan sesaknya dada ini. Beberapa kalimat aku sampaikan padamu waktu itu walaupun sebenarnya dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku tidak rela kamu bersamanya.

Tapi kamu melakukan satu hal yang saat itu sama sekali tidak pernah aku bayangkan, tiba-tiba kamu menggeser posisi dudukmu dan dengan tanpa beban kamu baringkan kepalamu di pangkuanku sambil katakan putus asa dengan hubungan kalian berdua. Ketika kukatakan "dia sesunggungnya sangat menyayangimu" kamu tetap datar tanpa ekpresi, bahkan yang membuatku lebih kaget kamu berbalik menawarkan hatimu untuk ku, kamu katakan "sesungguhnya aku ingin kamu yang menjadi pemilik hatiku". 

Entah aku harus marah atau justru bahagia dengan semua pernyataan yang keluar dari mulut kamu. Saat itu aku hanya merasa kalau kamu akan menjadikanku sebagai pelarian hatimu saja dan bukan karena rasa cinta yang kamu miliki. Spontan dan tanpa berfikir panjang akupun mengatakan dengan tegas bahwa aku tidak bisa menjadi kekasihmu waktu itu. Tapi dibalik semua kalimat yang aku ucapkan aku merasakan kehancuran yang amat sangat, karena selama ini sebenarnya itu yang aku harapkan, hanya kenapa waktu itu kamu mengungkapkan semuanya pada saat yang sangat tidak tepat.

Setelah kejadian itu, rasa penyesalan selalu menghantui hari-hariku. Kenapa aku harus semunafik itu? Kenapa aku harus membohongi hati kecilku? Sejak itu aku merasakan perubahan sikap kamu yang begitu drastis, perubahan sikap kamu yang tidak peduli lagi dan tidak mau tau apa yang terjadi dan aku rasakan, kamu semakin jauh dari diriku. Akupun berjanji pada diriku sendiri kalau aku harus mencoba untuk membunuh rasa itu, dengan apapun dan bagaimanapun caranya.

Saat itu ada hati lain mencoba untuk menawarkan cintanya untukku dan tanpa pikir panjang akupun menerimanya. Itulah kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan dan kesalahan itulah yang membuat aku hidup dalam kebohongan selama bertahun-tahun bahkan sampai saat ini. Bersamanya aku tidak pernah merasakan getaran indah yang pernah ada seperti yang aku rasakan saat aku menatap matamu, bersamanya aku tidak pernah merasakan cinta yang sesungguhnya. Semua yang kami lewati kurasakan hampa tanpa warna.

Selama bersamanya aku tidak pernah berhenti mencari dimana dirimu. Semua berjalan dengan apa adanya sampai pada akhirnya aku tak pernah menemukanmu lagi, bahkan sekedar mendengar keberadaan kamu dimana aku pun tidak mampu. Aku lelah....putus asa dan menjalani hidupku dengan kehampaan. 

Dan pernikahan itu pun terjadi antara aku dan dia, tanpa rasa cinta. Bahkan saat langkah kakiku mulai memasuki pintu gereja itu aku merasakan kakiku sangat berat untuk melangkah. Tanpa sadar sebait kalimat pun mengalir dari mulutku ”segala yang aku punya bahkan tubuhku pun bisa kamu miliki, tetapi tidak hatiku, kamu tidak akan pernah mendapatkan hatiku karena hatiku telah kuberikan pada belahan jiwaku yang entah dimana sekarang dirinya berada”.

Perjalanan biduk rumah tanggaku diwarnai konflik-konflik, masalah kecil yang sebenarnya tidak perlu diperbesar kadang menjadi masalah besar. Hanya kejenuhan yang ada setiap harinya. Dan situasi itu aku hadapi sampai sekarang, sampai kami memiliki putra-putri yang menjadi satu-satunya alasan mengapa aku masih mempertahankan keluarga ini. Kulalui perjalanan yang sangat membosankan itu dengan hati ringan dan tanpa beban. Aku hanya merasa semua itu adalah sebuah formalitas yang harus aku jalani.

Sampai akhirnya kuketahui dia yang selama ini hidup bersamaku, menjadi ayah dari anak-anakku menghianati aku. Dari situ aku semakin tidak ingin berusaha memberikan cintaku dan semakin kuat hatiku untuk meninggalkannya, walaupun aku tau itu semua tidak mungkin terjadi dikarenakan satu hal yang sangat prinsipil. Aku melampiaskan semua perasaanku itu dengan berhubungan dan pergi sama teman-temanku. Aku juga semakin cuek dengan segala keadaan yang ada. Dengan semua yang terjadi padanya. Semua yang aku punya hanya untuk kedua anakku.

”Situasi”, kata itu yang selama ini aku persalahkan, karena situasi aku tidak punya kesempatan mencintaimu, karena situasi aku tidak sempat memilikimu dan karena situasi yang telah membuat aku patah hati. Perasaan cintaku padamu yang sangat besar tetapi tidak pernah bisa aku berikan untukmu membuat diriku menjadi seorang wanita yang tidak punya perasaan cinta, seorang wanita yang tidak mempercayai adanya cinta sejati, seorang wanita yang terlalu mencintai hatinya sampai-sampai tidak pernah sedikitpun memberi kesempatan untuk bisa dan mau mencintai orang lain selain dirimu.

Mungkin kamu tidak tau atau bahkan tidak mau tau tentang semua itu, entah lah. Situasi waktu itu jugalah yang membuat aku marah pada perasaanku sendiri. Bahkan sampai pada titik marah pada ”Dia” yang telah menciptakan rasa itu ada dan tumbuh dalam hatiku, yang pada akhirnya hanya mampu menyakitiku, akupun harus berjuang membunuh semua rasa itu dan menguburnya ditempat yang paling dalam di dasar lubuk hatiku karena aku merasa kamu juga tidak peduli dengan hati dan perasaanku.

Setiap kali ada seseorang yang mencoba untuk membuka pintu hati ini, mencoba untuk bisa meraih pintu hatiku, meletakkan rangkaian bunga cintanya untukku, setiap kali pula aku kembali teringat saat-saat itu. Dan akupun semakin menutup rapat pintu hati ini, aku tidak akan pernah mengijinkan siapapun mengusiknya.

Tau kah kamu kenapa? Karena rasa cinta yang aku punya saat itu benar-benar ku rangkai dengan sangat indah dan akan aku berikan untukmu, hanya untukmu. Aku tidak ingin memberikan sedikitpun rasa ini untuk orang lain, bahkan untuk sekedar menilik sedikit dari hatiku pun aku tidak pernah mengijinkannya. Mungkin aku terlalu egois, tapi aku tidak peduli. Yang aku tau hanyalah rasa ini tercipta karena kamu dan hanya untuk kamu. Begitu juga denganku, aku ingin mendapatkan cintamu, berharap sesuatu yang sama dari hatimu. Saat aku sangat berharap kamu mau membagi rasa yang sama yang kamu miliki. Tapi kesempatan untuk itu tidak pernah ada dan tidak pernah aku dapatkan.

Sampai akhirnya aku mendapatkan nomor telephone kamu dan aku mencoba untuk menghubungimu hingga pertemuan kita terjadi. Saat ini, beberapa waktu kulalui bersamamu, kurasakan kembali rasa yang dulu pernah ada dalam hatiku. Ternyata setelah belasan tahunpun rasa yang aku miliki tidak pernah berubah, hanya saja aku sangat menyesalkan, kenapa baru sekarang kita dipertemukan oleh Tuhan.

Apa lagi sebenarnya yang Dia rencanakan....???? Mengapa Dia merencanakan pertemuan kita ini kalau nanti hanya untuk memisahkan kita kembali. Tapi aku tidak peduli dengan semua itu. Aku menikmati setiap kebersamaan kita. Aku memberikan segala rasa yang aku punya. Memang aku sempat merasa tidak yakin dengan rasa yang kamu punya, masihkah kamu menyimpan rasa itu....???? Tapi aku sadar, kalaupun rasa itu telah hilang dari dalam hatimu, itu sangatlah wajar karena seiring berjalannya waktu kamupun bisa melupakanku.

Ternyata aku salah besar, semalaman sampai pagi kita berbincang, dan disitu aku baru tau kamu masih menyimpan rasa itu, kamu masih mengingat masa lalu itu, kamu masih bisa mengungkapkan rasa sakitmu saat aku telah berdua dengan yang lain. Dari semua percakapan kita semalaman penuh aku mendapatkan sesuatu yang selama ini aku pikir tidak pernah ada, dan hal itu membuat aku semakin mencintai dirimu;
”kebayang ga sih, gue harus mengetahui kalau dari jaman sekolah untill now loe masih sama ”dia”. Apa masih ada yang bisa gue harapkan beib...?”.

Astaga...., terus terang aku kaget membaca bait per bait dari kamu, aku tidak pernah menyangka, kamu masih memiliki harapan untuk bisa bersamaku. Sayang, kenapa kamu baru datang sekarang....??? kenapa kamu ngga pernah mengungkapkan semua itu....??? Kenapa aku tidak pernah tau dimana dirimu...??? aku benar-benar merasakan sesak yang begitu dalam mengetahui semua ini... Maafkan aku karena katidaktauanku selama ini.

”Ngga ada yang salah, hidup itu pilihan beib, makanya tadi gue tanya ke loe, yakin ngga loe dengan perasaan loe sendiri...???, kalo memang dari dulu loe yakin, mungkin sekarang loe ada disebelah gue..!!” demikian katamu saat itu.

Aku tau aku sangat mencintai kamu, tapi aku tidak pernah tau ada dimana dirimu selama ini, aku selalu mencoba mencari tau dimana kamu, tapi selalu saja jawaban ”tidak tau” yang aku dapatkan. Putus asa aku mencarimu sampai akhirnya keputusan yang tidak kuinginkanlah yang harus aku jalani. Apa yang sekarang bisa aku lakukan untuk menebus semua ini...?? Aku tau posisiku saat ini tidak mengijinkan kita untuk dapat selalu bersama, kebersamaan kita akan selalu terbentur pada keterbatasan yang aku miliki saat ini.

”loe ngga punya kewajiban apa-apa terhadap gue dan loe ngga perlu melakukan apa-apa karena loe ngga salah, yang jelas gue merasa enjoy kemaren-kemaren bisa ketemu loe walaupun dengan berbagai keterbatasan tentunya,heheee.....” kicauan mu membuatku semakin "sakit"

Kalau kamu tau bagaimana perasaanku saat ini, perasaanku saat kita bersama. Kamu akan tau betapa berartinya kehadiranmu untuk diriku. Kamu akan tau seberapa besar rasa cinta yang aku simpan untukmu. Aku terlalu mencintaimu. Tapi apa yang bisa aku persembahkan untukmu saat ini?

”Loe tau ngga, tahun 2003 gue balik dari kalimantan, gue itu mau nyariin loe, tapi gue ngga tau keberadaan loe, seandainya waktu itu gue ketemu loe mungkin hari ini kita ngga chat-an sampai pagi beib. Btw omongan gue kemaren soal loe sekarang lebih looking good itu serius lho...hehehhe...”

Seandainya waktu itu kita bertemu, seandainya waktu itu aku tau dimana dirimu, seandainya waktu itu kamu menemukanku, dan masih banyak kata ”seandainya” yang lain yang ada dalam benakku. Ingin rasanya aku berlari kembali ke waktu itu hanya untuk mengatakan padamu:
”aku mau menjadi milikmu, dan aku bersedia menjadi pendamping hidupmu karena hanya bersamamu cinta ini ada.”

"Kenapa sih....kenapa kamu tidak sedikit berusaha lebih keras untuk meyakinkan hatiku....??"
Sebuah pertanyaan konyol itu baru terlontar saat kita bertemu kembali dan dengan nada berat kamu katakan "Yang gue inget waktu itu gue liatin muka loe dan loe keliatan nervous....kalo dipikir gila juga ya gue main tidur dipangkuan loe, sayang loe nya diem aja, ngga ada respon apa-apa, yaaah.... mau gimana lagi....kurang usaha gimana lagi coba...? Udah main tiduran di kaki loe kalo ngga nekat sih namanya kurang kerjaan, terus gue udah ngomong, kalo gue sukanya sama loe....masih kurang...??". Sesak rasanya hatiku mendengar pernyataanmu saat ini.

Rasa bersalah ku kepadamu semakin besar saat ini. Satu hal yang akan menjadikan penyesalan seumur hidupku. Tapi aku tidak akan berjanji untuk mencintaimu seumur hidupku, karena tanpa aku berjanji padamu, cinta ini akan selalu ada dihatiku dan hanya untukmu, hanya milikmu.