Showing posts with label alam dan cinta. Show all posts
Showing posts with label alam dan cinta. Show all posts

Wednesday, June 24, 2026

Harta Tahta Wanita

 

photo by Beben Camera



Benar adanya dalam hidup ini
Bahwa seorang laki-laki
Akan hancur karena tiga hal
Jika bukan saat diberikan titipan harta
Bisa ketika dia dapatkan anugerah tahta
Dan selalu jatuh oleh godaan wanita


Aku sangat menyadari itu 
Sejak pertama kita bertemu
Sampai sejauh ini kebersamaam kita
Sesungguhnya dalam situasi ini
Aku tidak mau bicara masa lalu
Tapi sikapmu memaksaku
Kembali mengingat tentang siapa kamu


Dulu kamu bukan siapa-siapa
Dan aku terlalu naif menerima apa adanya kamu
Hanya karena kamu terlihat begitu indah
Karena sikapmu tampak begitu lembut
Tanpa berfikir itu semua tipu daya
Yang kamu gunakan mengambil hatiku


Semua terbuka saat ini
Ketika kamu diberikan sedikit anugerah
Sedikit berkat harta dan keindahan dari Tuhan 
Semesta tunjukkan sosok asli dirimu
Goodlooking beriringan dengan bad attitude
Menjadi satu wajah dengan banyak pribadi 


Mungkin kamu tidak ingat
Atau sengaja melupakan
Apa yang diajarkan gerejamu
"Jangan berzina, Jangan bersaksi dusta, jangan mengingini istri sesamamu, jangan mengingini milik sesamamu"


Atau mungkin kamu akan beralasan
Sedang terlena dengan jebakan "pesona" baru
Yang sesungguhnya tidak mempesona
Dan sama sekali tidak pantas disamakan
Dengan semua yang ada padaku


Karena memang benar 
Bahwa untuk menjadi seorang penggoda seperti dirinya
Yang dia butuhkan hanyalah cukup dengan tidak tau malu
Dan untuk menjadi seorang pengkhianat sepertimu
Hanya butuh mental pengecut


Sejenak kita bicara dalam diam

Ketika kucoba melihat lebih dalam
Apa yang bisa membuatmu terjatuh sejauh ini
Jawab klise darinya diberikan untukmu 
Alasan khas milik seorang penjilat
"Lelakiku tidak memiliki keindahan yang ada didalam dirimu"


Entah kamu sedang bosan

Dengan lamanya kebersamaan kita
Atau karena kamu memang sebodoh itu
Sampai merasa kalimat itu sebuah sanjungan
Meskipun sesungguhnya itu adalah jebakan
Pekerjaan iblis berselimut keindahan dan kepolosan


Layaknya iblis yang akan menjatuhkan manusia

Bukan dengan sesuatu yang terlihat buruk
Melainkan dengan segala hal
Yang tampak begitu baik dimata manusia


Kamu begitu pandai

Menyembunyikan affairmu dariku
Sementara aku begitu naif
Menolak semua berita miring tentangmu dan dia
Sampai saat aku mendapati semua kebenarannya
Dengan sangat jelas dan tidak terbantahkan


Amarahku untuknya menjadi tatapan tajam untukmu

Bukan karena dia tidak bersalah
Semata karena rasa sayang
Untuk hati dan jiwaku
Dengan tidak menutup kutukku 
Untuk membuka pintu karmanya


Sampai dititik batas kesabaran

Biarlah semua cukup membuka mataku
Tentang kamu, kamu, dan kamu
Bukan untuk dia yang tidak layak hidup tenang
Energiku tidak sepantasnya habis untuknya
Karena menjadi perusak adalah karakternya


Beruntungnya kalian 

Membuat kesalahan disaat aku dan hatiku
Sudah melangkah dalam hidup baru
Jika ini terjadi beberapa waktu lalu
Bukan hanya kamu yang akan kubalas
Tapi kamu dan dia bisa hancur bersama
Bahkan untuk sekedar mengangkat muka
Kalian tidak akan sanggup


Kehadirannya sebagai perusak

Sebatas kotoran dimataku
Senyum dan tawaku akan tetap ada untuknya
Namun bukan lagi dari sebuah sikap tulus
Cukup sebagai basa basi 
Hanya karena dia masih manusia


Untukmu yang masih menjadi milikku
Jangan memohon maafku saat ini
Biarkan sejenak aku menata hati
Untuk aku mampu mengampuni
Semua yang kamu lakukan pada diri ini
Bukan untuk kalian melainkan untuk kedamaian hidupku


Untukmu yang setidaknya masih punya kewarasan
Berlututlah dihadapan Tuhan
Mengakui semua salah yang kau buat
Jangan mencoba berjanji apapun sampai kamu mengerti
Apa itu arti sebuah janji


#terima kasih untuk pengakuan terburuk darimu, semoga Tuhan membersihkan hatimu#


Tuesday, June 23, 2026

LUKAMU BUKAN UNTUKKU

 

photo : koleksi pribadi










Terima kasih sudah pernah ada untukku

Terima kasih atas rasa rindu yang pernah mampir

Terima kasih untuk warna yang sejenak kamu ciptakan


Jika inginmu pergi saat ini

Mungkin karena memang kamu tidak pernah menginginkanku

Atau adanya aku adalah sebuah kesalahan buatmu ??

Kulepaskan pelukmu dengan senyum

Biarlah cukup sampai di sini

Aku sebagai tempat persinggahan

Disaat kamu lelah dan terluka


Jika masih ada air mata 

Semua bukanlah tentang kesalahanmu

Bukan juga karena pergimu

Semata hanya karena kebodohanku

Yang pernah berharap banyak dari kehadiranmu

Berharap keindahan menjadi milik kita


Ya....

Kebodohanku adalah sempat berpikir

Kamu punya ingin yang sama dengan inginku

Tapi ternyata hanya sebatas harapan semu

Yang selalu kembali kubangun ulang

Disaat yang sama terkikis karena egomu


Lebih bodohnya lagi

Aku bertahan dalam semua manipulasimu

Saat kamu gunakan luka batin masa lalumu

Seolah-olah aku harus selalu memahami kamu dan situasimu

Tanpa peduli keindahan yang kubangun untukmu


Pergilah...

Selesaikan masa lalumu

Jangan pernah lagi membunuh impian orang lain

Hanya karena rasa sakit yang kamu miliki

Sembuhkan luka dalam hatimu

Bukan dengan mengulang kembali

Membuat rasa sakit yang sama untuk hati yang lain.




#mengakui rasa sakit adalah kunci dari ketenangan hati#






KANDANG NATAL (Laurentius da Brindisi)

 

photo : koleksi pribadi


"Tuhan mempunyai rencana lain dengan lebih memilih tempat yang tidak layak di mata manusia"

Kandang menjadi tempat paling ikonik dalam peristiwa kelahiran Tuhan. Kitab suci mengisahkan satu-satunya tempat yang mau menerima Maria yang hendak melahirkan Yesus, sebab tak ada satupun tempat kosong bagi mereka. Bersama suami, Yusuf dan ditemani hewan-hewan yang tinggal di kandang tersebut Maria melahirkan Sang Putra yang ada dalam rahimnya yang kudus. Adven berasal dari bahasa Latin(adventus) yang memiliki makna kedatangan. Dalam kehidupan sehari-hari sudah selayaknya suatu kedatangan diterima dengan penyambutan yang pantas. Semakin besar dan tinggi status kedatangan seseorang maka akan semakin megah pula Berbagai yang diberikan.Dalam peristiwa ini, dunia menyambut kedatangan (adventus) raja melalui kelahiran (natus) Sang Putra. Oleh karena itu, semoga ia diterima secara istimewa dan penuh hormat.Di sini Allah tidak memilih tempat yang layak, melainkan menjadikan tempat yang semula tampak tak layak menjadi layak. -- V.E.Darren--

Kandang yang kami buat bukanlah tanpa makna. Sampah yang kami jadikan elemen utama menggambarkan ketidakpantasan untuk menerima atau menyambut kedatangan Tuhan. Namun, sampah ini juga memiliki makna lain dalam refleksi kami. Sampah yang sudah didaur ulang menjadi simbol harapan kami untuk dijadikan layak di mata Allah. Bagi kami bukan materilah yang menjadikan kami layak, melainkan kebersihan hati dalam kuasa Sang Ilahi. -- OMK Laurentius da Brindisi --

Kesederhanaan bukan diukur dari keindahan sebuah karya melainkan dilihat dari seluruh proses yang dilakukan untuk mewujudkan keindahan sebuah karya. Keindahan tidak harus mahal, bahkan beberapa jenis elemen sampah/barang bekas akan menjadi indah ditangan yang tepat.Berikan yang terbaik versi kita, ikuti aturannya, apresiasi karya bersama, jangan jd ajang pamer kemampuan, partisipasi dengan hati bukan karena ambisi. Karena seni kreasi merupakan identitas diri, sedangkan juara adalah hasil dari selera mata juri. Tidak perlu validasi untuk keindahan sebuah karya seni. Keluarga itu kita bukan inilah aku dan siapa kamu.-- A Lin DaViE --


TEMA *Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga*

Menegaskan bahwa keselamatan Yesus Kristus dialami secara nyata dalam keluarga, mendorong kasih, doa, dan firman Tuhan di dalam keluarga


*Spirit Laudato Si*

Seperti Allah yang memilih sebuah kandang, tempat yang tidak layak dijadikan layak untuk kelahiran Yesus. Kita mencoba menjadikan beberapa elemen sampah/barang bekas menjadi indah dan layak dilihat dalam rangkaian kandang Natal. Kita sebagai keluarga dalam Wilayah Laurentius da Brindisi hadir untuk menyelamatkan bumi dengan menjadikan sampah/barang bekas menjadi kandang Natal yang indah, sebagai bentuk dari kehadiran Allah dalam keluarga kita. 


Melihat sedikit berbeda dari sudut pandang potensi diri, adalah bagaimana dalam sebuah keluarga bisa menggabungkan potensi berbeda yang ada pada masing-masing anggota keluarga sehingga mampu menghasilkan sebuah karya yang indah dengan sebuah kerja sama.

Bahan Kandang Natal
1. Kandang Natal
    * Tiang kandang : sisa kardus Kapsul HPL / kain.
    * Ornamen tiang & pagar tiang : potongan kardus bekas
    * Kayu² : sisa potongan kayu packing
    * Atap : bekas tempat telur & kulit telur
    * Tangga : sisa potongan kayu packing dan potongan sisa karpet
    * Patung : gambar cetak
    * Alas Patung : kardus bekas & botol bekas
    * Bayi Yesus : boneka mainan anak
    * Palungan : kotak bekas parcel
    * Alas palungan : jerami dan daun palma kering
    * Alas kandang : daun pisang kering

2. Latar Belakang & Dinding
   * Dinding backdrop : kayu palet,sisa tempat pengemasan senjata
   * Latar belakang: cetak
   * Kain hitam : milik umat 

3. Pohon Natal 1
   * Kayu : sisa potongan kayu packing
   * Bintang : Kertas kardus alas kue ulang tahun 
   * Kado : Kardus bekas & kertas prakarya
   * Medali : Medali sebuah acara yang tidak digunakan 
   * Bungkus kado : potongan kertas bekas

4. Pohon Natal 2
   * Gelas : gelas kopi bekas
   * Alas : kardus bekas
   * Accesoris : bunga & daun sisa parcel 
   * Bunga Pinus : dikumpulkan dari beberapa lokasi 
   * Pita : bekas pembelian kantong buah
   * Alas merah : bekas tempat telur

5. Pagar 
   * Kotak : bekas pembersih tangan kadaluarsa 
   * Alas tulisan Laurentius Brindisi : kardus bekas
   * Tulisan Laurentius Brindisi (cetak)
   * Tanaman : milik umat dengan penutup dari sisa kardus HPL / kain 
   * Batu : pinjaman umat

6. Lantai
    * bekas alat peraga/latihan 
    * potongan karpet sisa penggunaan umat
    * LED Strip dari umat sisa renovasi rumah

7. Patung
    * 3 orang majus, domba & gembala: gambar cetak
    * Alas patung : kardus bekas
    * Binatang : paralon bekas dan pohon kering

8. Penerangan (pinjaman milik umat)
    * lampu natal
    * lampu tembak
    * lampu led
9. Alas area kandang 
    * Latar belakang Bekas


Perlengkapan pendukung
1. Baut
2. Lem kertas
3. Lem bakar
4. Isolasi bening
5. Lakban hitam
6. Kabel tis
7. Pita ganda
8. Cat air & kuas
9. Kabel instalasi penerangan


THE WINNER : WILAYAH LAURENTIUS DA BRINDISI

Selamat...proficiat....congratulation....💕😇😍




Dua Dunia

 

photo : koleksi pribadi


 





Ada tertulis “ketika burung jatuh cinta pada ikan, dimana mereka akan tinggal?”


Begitu dengan kita...

Mengerti syalom bukan jawaban dari assalamualaikum

Semua sebenarnya sangat jelas

Ujung dari perjalanan ini sampai dimana

Akhir cerita ini seperti apa

Tetapi kita menutup mata

Mengabaikan keraguan yang ada


Saat tasbihmu yang suci 

Bersanding dengan rosarioku yang kudus

Mampukah kita menyatukan sujud dan tanda salib

Dalam satu bingkai indah

Hanya dengan rangkaian kata toleransi


Bukan karena kita tidak pernah memahami

Hanya saja aku dan kamu tidak mau peduli

Sangat mengerti akan ada rasa kecewa 

Ketika satu sikap harus diputuskan

Memilih bersama dengan salah satu terluka

Ataukah melepas genggam tangan dengan hati terbuka


Banyak kisah yang tidak tersampaikan pada akhir cerita

Ada cinta yang mungkin tidak akan kesampaian

Kebersamaan yang tidak selalu bisa dipersatukan

Terkadang tujuan akhir dari sebuah perjalanan             adalah duduk tenang


Lama waktu pada sebuah perjalanan

Jauhnya jarak yang telah kita lewati

Banyak warna dalam dunia kita

Belum mampu melebur iman yang beda

Menjadi amin yang sama


Bunga tidak lagi indah ketika pupus dari tangkainya

Cinta bukan lagi bahagia saat melibatkan air mata

Tidak perlu memaksakan apa yang tidak mungkin kita miliki

Cukup kita pahami logika bisa berkompromi dengan hati



#rasa sakit yang ada akan semakin besar ketika kalian semakin lama bersama tanpa tujuan#

Tuesday, October 31, 2023

Dear Edelweiss #2


 

 

 

 

 

 

 

Jumat, 27 Oktober 2023 

  

Hai kamuuuu..... 

yang sejenak singgah di hati ini, dan dengan naif kupikir kamu adalah 

edelweissku, sampai aku sadar ternyata aku salah.

Apa kabar rasamu setelah dengan sadar membuatku remuk dengan 

manisnya caramu.

Damaikah hatimu setelah hancurkan kanvas yang pernah kamu coba lukis.

 

Ngobrol santai lagi yuk....

Buat mengingatkan kamu betapa jahatnya kamu, membuka mata hati kamu

biar kamu ngerti sebangs*t apa kamu buat aku.

Masih ingatkah kamu setiap harimu selalu mencoba untuk bisa membuat 

aku jatuh hati sama kamu. 

Dan gobl*gnya aku kenapa aku bisa tertipu sama sikap dan cara yang kamu

tawarkan untuk buat aku bisa tertawa sesaat.

Iya...sesaat...., karena sekarang aku sedang menguras air mata dan 

menelan pahitnya kenyataan yang sedang jalan beriringan disampingku.


Ketemuan lagi yuuk....

Aku sama kamu, iyaa....hanya aku sama kamu, jangan ada siapapun

yang hanya bisa kamu gunakan sebagai topengmu, buat menutup semua 

kemunafikanmu. Supaya aku bisa membuatmu ingat brengs*knya cara kamu

untuk bisa mendapatkan rasa percayaku yang akhirnya kamu hancurkan.

Agar kamu ingat bagaimana kamu "memaksa" aku untuk menatap mata kamu,

seolah-olah kamu ingin yakinkan aku bahwa hanya kamu 

yang ada dipihakku,kamu akan ada untukku 

dalam setiap usahaku bangun dari terpurukku, 

tetapi akhirnya kamu sendiri yang membuatku semakin terjerumus 

dalam kepahitan.


Ngopi berdua lagi yuk...

Biar aku bisa memaki kamu dengan segala rasa yang aku punya,

lampiaskan semua marah dan kecewaku yang sebenarnya adalah 

karena kesalahan dan kebodohanku sendiri.

Aku terlalu bodoh ketika aku menerima asa yang seolah dari hatimu,

bodohnya aku tidak mampu membaca kemunafikanmu,

naifnya aku terlalu cepat titipkan hati sama kamu.

Salahnya aku adalah menerima kedatanganmu disaat keterpurukanku,

menerima uluran tanganmu pada saat aku jatuh,

bersandar pada bahu yang kau pinjamkan untuk kuatkanku.

Kesalahan besar kedua dalam hidupku ketika dengan mudah

aku menerima kehadiran kamu yang tidak punya hati, 

dan kebodohanku adalah membiarkan kepala ini bersandar dibahumu,

hanya untuk membuatku lebih hancur dari kehancuranku sebelumnya.


Duduklah bersamaku kembali....

Supaya aku bisa bercerita, perjalanan panjangku "menikmati"

getirnya hidupku sampai aku menemukanmu hingga akhirnya 

aku hanya ingin menghapus kamu dan semua tentang kamu dari hidupku.

Biar kamu mengerti bagaimana aku bertahun-tahun menjaga hati

yang penuh luka oleh masa laluku.

Bertahun lamanya aku teramat mencintai hatiku sendiri, sampai

habis semua rasa yang kupunya.

Tidak pernah sekalipun merelakan hati ini untuk kembali tersakiti

oleh sepenggal asa yang mereka tawarkan untuk menjaga hatiku.

Tetapi entah ada apa dengan egoku saat aku menemukanmu

Taukah kamu,aku dibutakan olehmu, pada apa yang kamu tawarkan,

dengan segala kisahmu yang menumbuhkan kekagumanku akan sosokmu.

Tanyaku pada diri sendiri, kenapa aku bisa terlalu cepat jatuh 

dalam kebodohan seperti ini lagi, kebodohan yang tidak hanya 

membuatku terluka tetapi lebih hancur dari aku yang sebelumnya.


Pergilah....

aku tidak ingin memaksamu untuk tetap bersamaku, 

karena kamu bukan bahagiaku

mungkin bagimu sudah menjadi hal yang biasa, 

menyakiti dengan topeng menyayangi sampai kamu tidak peduli 

apa yang aku rasakan setelah yang kamu lakukan kemarin dan hari ini.

Tidak butuh permintaan maaf untuk kejatuhanku 

karena kita memulai semua kesalahan itu diatas keinginan bersama.

jika saat ini aku terluka karena perginya kamu 

biarlah itu menjadi penyesalan terdalamku dan akan kubunuh kembali

segala rasa yang sempat kembali ada karena kamu

biarkan aku kembali bernafas tenang tanpa rasa cinta dan sakit.

Jemputlah karmamu karena semesta tak pernah tinggal diam 

ketika air mata ini menetes diatas pangkuannya.



-- terima kasih pernah menjadi bagian dari kesalahan yang dengan sengaja kubuat --

 










 

Dear Edelweiss #1


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 23 Oktober 2023 

 

Edelweiss yang terkasih...

terima kasih untuk hari kemarin

rasa yang kau suguhkan teramat manis

mengikis sesaat ketegangan

menyebarkan sebagian rasa sakit

 

saat sang angin datang menghempas

lepaskan sisi kerapuhan

mempaskan setiap luka sudut hati

sisakan kokohnya kelopak cantikmu

 

aah....

terlalu cepat aku menjadikanmu edelweissku

kurangkai menawan bertahta diatas keangkuhan

menyanjung harap bisa meruntuhkan kuatnya ego

memetik asa menghapuskan semua luka

 

kembali menilik tempat ini

semua yang terjadi antara aku dan kamu

mengubah duniaku, mewarnai lembar kisahku

yang lama tak menyentuh nuansa

mengukir salah satu kisah terpenting

dalam jalan takdir


sesaat diam mematung hadirkan banyak rasa

disini membuatku tak bisa melupakanmu

ingatkanku selalu kembali tentang kamu, 

sikapmu, dan segala yang kamu lakukan

 

katamu itu hanya untukku

sejauh itukah usahamu untuk aku

benarkah hanya untuk aku

dan hanya sekedar menopangku 


jujurkah kamu dengan perasaanmu

ataukah benar ini memang hanya rasaku

bukan karena rasa yang juga kamu punya

rasa sama yang kurangkai denganmu 

rasa yang terus tersirat dari setiap sikapmu

 

sedikit membuka hati untukmu

belajar kembali menerima rasa yang berbeda

dan akhirnya kembali tersungkur dalam kepalsuan

kepingan hati yang mulai tertata 

kembali hancur tak tersisa

 

disaat aku mulai mencoba jadikan kamu sandaranku

tersirat buatmu aku adalah bebanmu

saat aku mulai bersandar di pundakmu

terbaca rasamu sudah cukup menopangku

 

saat aku melayang dengan lamunanku

kamu menyampaikan patahkan harapan

Melangkah pergi menghancurkan asa

kubur segala keindahan saat yang kamu ciptakan

seketika berubah amarah dan air mata

 

 

 

 

Monday, October 23, 2023

Katamu CINTA

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak perlu merayu

hanya demi dapat perhatian dariku

Tidak butuh sanjungan

untuk sebuah kata mesra buatmu

 

Katakan saja suka sesaatmu

tidak perlu melukai sebuah ketulusan

Bilang saja hanya mengisi kekosongan hatimu

tidak perlu menebar harapan palsu 

Lakukan apa yang ingin kau lakukan 

tidak perlu jadi pendusta

sekedar untuk meraih kata "cinta"

 

Jangan membual soal cinta

jika tak mampu menjaga mata

jangan bicara tentang cinta mati

jika masih belum mengerti cara menjaga hati 

jangan nge_bull sh*t perkara cinta buta

jika masih bangga karena bisa mendua

 

Belajar menghormati seorang pribadi

Belajar menghargai sebuah hati

Belajar menjaga setiap perasaan

Belajar melakukan segala sesuatu sebagai manusia

 

Supaya kamu paham seperti apa itu CINTA

Bukan hanya hobby menebar kata cinta

Tetapi tidak mengerti bagaimana cara mencintai.


 

 






Hai Kamu...

 

             Foto: Koleksi Pribadi

 

"...tak segampang itu kumencari penggantimu

tak segampang itu kumenemukan sosok seperti dirimu cinta..." (lirik nada dari Anggi Marito)

 

Tidak akan pernah meminta lebih

untuk hal yang tidak akan pernah jadi milikku

Tidak akan memulai sesuatu yang kita sudah paham

tidak akan pernah sampai tujuan pada akhirnya

 

Jalani yang sedang dilalui

Nikmati semua yang sedang dialami

Resapi segala keindahan yang ada saat ini

Tidak akan berharap lebih untuk hari esok


Tatap mata lukiskan banyak makna

Menggenggam erat kedekatan hati

Ciptakan keindahan untuk setiap kecupan manis 

Hapus gundah bersama hembusan nafas

Hempaskan segala penat hati dalam hangat pelukmu 


Menjaga senyummu tetap indah

Merawat sikapmu tetap hangat

Tidak akan pernah memaksa untuk bisa memilikimu

Jika akhirnya nanti hanya akan saling menyakiti

Tak sanggup jika harus kehilanganmu

Karena bersamamu saat ini adalah anugerah terindah

 


 







Sunday, October 22, 2023

Keresahan Malam


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gelap melukiskan kejujuran hati

Menumpahkan segala rasa tersimpan

Membuka segala hal yang tak terselami

 

Semesta memeluk kerapuhanku

Membalut serpihan luka

Menyeka derasnya butiran air mata


Berteman alunan nada petikan gitarmu

Meresapi setiap lirik indah dari bibirmu

Menikmati rasa berharap sebuah asa


Malamku berteman cerita cinta

Bukan tentangku melainkan milikmu

Terpaku alur narasi hidup pribadimu

Ciptakan rasa berbeda dari sekedar sahabat

 

Tanpa maksud menjadi pencipta luka

Hanya ingin ungkapkan rasa

Melepas topeng kepura-puraan

Mengubur kemunafikan yang menyiksa


___sabtu,07 oktober 2023, 00.00WIB___

Dear Hijauku...


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dear hijauku...

Apa kabar duniamu hari ini...

Sejauh mana langkahmu melalui rasa yang ada

Seindah apa waktu yang kau lewati 


Dear hijauku...

Warnamu membekas manis dalam rasaku

Tatapmu menusuk dalamnya keangkuhanku

Hangat sentuhmu selimuti dinginnya hati

 

Dear hijauku...

Terpikirkah olehmu sikapmu membuatku lemah

Menghancurkan kuatnya pertahananku menjaga hati

untuk tidak kembali tersakiti

 

Dear hijauku...

Katakan padaku untuk bangun dari mimpi

Biarlah semua berhenti di titik ini

Atau haruskah aku menyambut indahmu 

Bersama melihat jingga menyambut malam  


Dear hijauku...

Bolehkah aku berharap untuk tidak kembali terluka

Sampai waktuku habis diujung senja

Menyisakan senyum menyambut datangnya Surga