Tuesday, May 26, 2015

Belajar Hidup Seumur Hidup














--foto : koleksi pribadi --

Saat salah satu sahabat bertanya:
"Kenapa selalu tentang orang tua, anak, 
pengajaran dan didikan orang tua, sikap dan perilaku anak....?!"

Jawabannya adalah:
# karena saya sedang belajar menjadi orang tua yang baik dan benar, 
belajar, belajar dan belajar, tidak cukup seminggu 
tetapi akan selalu terjadi sampai saya tutup usia


# karena saya ingin menjadikan anak-anak saya anak baik dan benar 
karenanya saya belajar hal baik kepada para orang tua
yang sudah berhasil mendidik dan mengajari anak-anak mereka 
sukses menjadi anak baik

# karena saya tidak ingin terjerumus 
ke dalam perkumpulan orang tua 
yang salah mendidik anak 
sehingga secara tidak langsung saya menjerumuskan anak saya 
kedalam pribadi yang tidak terdidik dan terarah, semau gue, 
oleh karenanya saya harus banyak melihat 
dan berusaha untuk tidak melakukan seperti yang dilakukan 
oleh para orang tua yang "gagal" membuat anaknya menjadi baik dan benar.

-- Bukankah begitu para sahabat yang saat ini juga masih belajar (kalo mau disebut begitu) sebagai orang tua --

Kamu adalah Apa Yang Kamu Ucapkan















-- photo : koleksi pribadi --

Jika kamu seorang pencuri, 
jangan berfikir bahwa 
orang lain yang memiliki 
sesuatu yang sama dengan dirimu 
juga sama seorang pencuri sepertimu.

Jika kamu terbiasa berbohong, 
jangan berfikir bahwa 
orang lain melakukan kebohongan yang sama 
dengan yang sudah kamu lakukan.

Jika kamu terbiasa menghasut, 
jangan berfikir bahwa
orang lain akan melakukan hal sama 
seperti yang sudah kamu lakukan 
hanya untuk sekedar mendapat teman.

Jika kamu terbiasa menyuap 
demi meraih sebuah nilai, 
jangan berfikir bahwa
orang lain akan melakukan 
hal tersebut hanya untuk 
mendapatkan "nilai" sekedar sebuah nama baik.

Karena sesungguhnya 
    "SEGALA HAL YANG KAMU PIKIRKAN 
     BAHWA ORANG LAIN MELAKUKANNYA, 
     HAL ITULAH SESUNGGUHNYA 
     YANG SUDAH KAMU LAKUKAN"

SUPPORT -- Part 18 --



Sebelumnya di  support-part-17

Teror Psikis mewarnai hari-hari pemulihan mereka















SUPPORT -- Part 17 --



Sebelumnya di support-part-16

Teror Psikis mewarnai hari-hari pemulihan mereka













SUPPORT -- Part 16 --




Sebelumnya di support-part-15

Teror Psikis mewarnai hari-hari pemulihan mereka











SUPPORT -- Part 15 --
















Sebelumnya di Support-part-14

*Kasih dan Pengampunan*

Biarawati:
  "K-ed, kenapa K-ed tidak gambar tentang kakak M"
K-ed:
  "Karena kakak M sudah minta maaf dan aku sudah memaafkan kakak M"
Biarawati:
  "K-ae harus mau memaafkan kak A, meskipun kak A tidak minta maaf."
K-ae:
  "Tapi aku maunya kakak A dipenjara"
Biarawati:
  "Biar nanti Tuhan Yesus yang menghukum kakak A"
K-ae:
  "Terus nanti kakak A nya diapain?"
Biarawati:
  "Tuhan Yesus yang akan memberi hukuman"

Sebuah percakapan yang terjadi pada sebuah proses pemulihan para korban kekerasan pada anak. Sangat jelas terlihat perbedaan pada kedua korban dengan dua pelaku yang berbeda.

Awal pertemuan, seorang biarawati berbicara pada para korban tanpa menyinggung luka hati yang para korban terima. Pada pertemuan pertama para korban diajak untuk lebih mengenal siapa Tuhan dan melihat karya & berkat yang sudah dilimpahkan Tuhan kepada kita. 

Melihat lebih dalam betapa baiknya Tuhan, 
yang selalu menyediakan dan memberikan 
apa yang kita butuhkan.

Tuhan adalah maha tau, 
yang selalu melihat apa yang manusia perbuat, 
bahkan yang tidak bisa dilihat oleh manusia lain, 

Tuhan tau kita melakukan hal baik dan hal buruk 
meskipun kita bisa membohongi orang lain 
dan mengatakan bahwa kita tidak melakukannya.

Tuhan maha pengampun, 
yang sanggup mengampuni mereka yang bersalah kepada-Nya, 
sekalipun mereka tidak mau 
mengakui kesalahannya dan mengucapkan permintaan maaf 
atas kesalahan yang sudah dilakukannya.

Tuhan maha penyayang, 
yang selalu menyayangi kita 
seperti apapun kondisi kita, 
kaya miskin, tua muda dan anak-anak, baik buruk, hitam putih 
semua Tuhan sayangi tanpa dibeda-bedakan.

Tuhan maha mendengar, 
yang mau dengan sabar mendengar seluruh perasaan kita, 
mendengarkan rasa syukur kita, 
mendengarkan keluh kesah kita, 
ketakutan kita dan rasa kecewa kita.

Ceritakan segala ketakutan, 
kecemasan dan kekuatiranmu kepada Tuhan, 
hanya kamu dan Tuhan yang tau, 
Tuhan akan simpan rahasiamu, 
berdoalah supaya Tuhan 
menghapus segala kekhawatiran dan ketakutanmu.

-- belajar iklas meskipun berat --

next....