Showing posts with label pelecehan sexual. Show all posts
Showing posts with label pelecehan sexual. Show all posts

Wednesday, January 20, 2016

Hidup Harus Berubah




















Beberapa malam kemarin dikagetkan oleh kedatangan salah seorang pelaku "child abuse", kalimat tulus yang terucap dari mulutnya membuatku semakin kagum karena keberaniannya mengakui kesalahan, dan minta maaf atas kesalahan yang sudah mereka perbuat.

"Tante, ****** turut berduka cita, maaf ****** baru datang sekarang karena tadi mau kesini masih rame, ****** masih takut & malu."
Terima kasih nak atas keberanianmu datang demi mengucapkan bela sungkawa atas orang yang pernah mengurus hidupmu beberapa waktu. Minimal itulah tanda terima kasih darimu buat beliau yang telah kembali ke Surga Nya.

Melihat para korban yang pernah dia & partnernya sakiti beberapa waktu lalu sedang sibuk bermain tanpa mengacuhkan kedatangannya (entah karena alasan apa, semoga karena mereka sadar karena tidak akan mendekati pembuat luka agar tidak kembali dilukai), dia pun kembali berucap dengan raut muka penuh penyesalan"adek-adek sepertinya masih marah sama ******, sekali lagi ****** minta maaf karena ****** & xxxxx sudah menghancurkan masa depan mereka berdua."

Ah nak....permintaan maaf dari kamu karena kesalahanmu itu sudah cukup, kamu tidak perlu memintakan maaf buat temanmu itu. Mau berdalih apapun dia kami sudah tau DIA BERSALAH dan tanpa permintaan maaf dari dia sekalipun KAMI SUDAH MEMAAFKANNYA, semua kami lakukan demi masa depan adek-adekmu.

Jika kamu masih terbebani karena "partnermu" dalam merusak masa depan anak-anak tidak bersalah ini, masih tidak mau mengakui kesalahan yang kalian lakukan, maka sekarang lepaskanlah bebanmu, karena Tuhan tidak akan menghukummu karena kesalahan "partnermu", tetapi Tuhan telah memaafkanmu karena kamu mengakui kesalahanmu dan bertobat atas kesalahanmu.

Tuesday, May 26, 2015

SUPPORT -- Part 18 --



Sebelumnya di  support-part-17

Teror Psikis mewarnai hari-hari pemulihan mereka















SUPPORT -- Part 17 --



Sebelumnya di support-part-16

Teror Psikis mewarnai hari-hari pemulihan mereka













SUPPORT -- Part 16 --




Sebelumnya di support-part-15

Teror Psikis mewarnai hari-hari pemulihan mereka











SUPPORT -- Part 15 --
















Sebelumnya di Support-part-14

*Kasih dan Pengampunan*

Biarawati:
  "K-ed, kenapa K-ed tidak gambar tentang kakak M"
K-ed:
  "Karena kakak M sudah minta maaf dan aku sudah memaafkan kakak M"
Biarawati:
  "K-ae harus mau memaafkan kak A, meskipun kak A tidak minta maaf."
K-ae:
  "Tapi aku maunya kakak A dipenjara"
Biarawati:
  "Biar nanti Tuhan Yesus yang menghukum kakak A"
K-ae:
  "Terus nanti kakak A nya diapain?"
Biarawati:
  "Tuhan Yesus yang akan memberi hukuman"

Sebuah percakapan yang terjadi pada sebuah proses pemulihan para korban kekerasan pada anak. Sangat jelas terlihat perbedaan pada kedua korban dengan dua pelaku yang berbeda.

Awal pertemuan, seorang biarawati berbicara pada para korban tanpa menyinggung luka hati yang para korban terima. Pada pertemuan pertama para korban diajak untuk lebih mengenal siapa Tuhan dan melihat karya & berkat yang sudah dilimpahkan Tuhan kepada kita. 

Melihat lebih dalam betapa baiknya Tuhan, 
yang selalu menyediakan dan memberikan 
apa yang kita butuhkan.

Tuhan adalah maha tau, 
yang selalu melihat apa yang manusia perbuat, 
bahkan yang tidak bisa dilihat oleh manusia lain, 

Tuhan tau kita melakukan hal baik dan hal buruk 
meskipun kita bisa membohongi orang lain 
dan mengatakan bahwa kita tidak melakukannya.

Tuhan maha pengampun, 
yang sanggup mengampuni mereka yang bersalah kepada-Nya, 
sekalipun mereka tidak mau 
mengakui kesalahannya dan mengucapkan permintaan maaf 
atas kesalahan yang sudah dilakukannya.

Tuhan maha penyayang, 
yang selalu menyayangi kita 
seperti apapun kondisi kita, 
kaya miskin, tua muda dan anak-anak, baik buruk, hitam putih 
semua Tuhan sayangi tanpa dibeda-bedakan.

Tuhan maha mendengar, 
yang mau dengan sabar mendengar seluruh perasaan kita, 
mendengarkan rasa syukur kita, 
mendengarkan keluh kesah kita, 
ketakutan kita dan rasa kecewa kita.

Ceritakan segala ketakutan, 
kecemasan dan kekuatiranmu kepada Tuhan, 
hanya kamu dan Tuhan yang tau, 
Tuhan akan simpan rahasiamu, 
berdoalah supaya Tuhan 
menghapus segala kekhawatiran dan ketakutanmu.

-- belajar iklas meskipun berat --

next....