Showing posts with label edelweiss. Show all posts
Showing posts with label edelweiss. Show all posts

Friday, January 9, 2026

Sun Flower

 

photo : koleksi pribadi









Mau alasan apa lagi untuk tidak percaya Tuhan....?

Saat akan melahirkan anak kembar, setelah melalui kontraksi 27 jam dengan perdebatan mau dilakukan caesar atau tidak, yang pada akhirnya bisa melahirkan mereka berdua dengan normal, tanpa pisau bedah dan dengan kondisi semua sehat, duo kembarpun tanpa masuk inkubator. 

Ketika divonis kanker selaput otak & maningitis yang disebabkan karena virus CMV, masuk ICU sampai harus menerima sakramen perminyakan dan menjalani berkali-kali kemoterapi yang tidak dicover asuransi kesehatan yang kami gunakan kala itu,tetapi selalu disediakan biaya pada saat jadwal kemoterapi, karena jika dihitung dengan pikiran kita sebagai manusia, pendapatan bulanan kami tidak mungkin mampu membayar semua proses pengobatan tersebut, tapi kuasa Tuhan melebihi pikiran dan kekuatan kami.

Saat dokter memberi vonis GBS (Gulliane Barre Syndrome) mengharuskan saya menghabiskan 12 botol obat Gammaraas yang harganya tidak murah dan menurut dunia medis saya akan mengalami kelumpuhan minimal 2 tahun, namun dengan mukjizat sakramen maha kudus, saya menjalani perawatan di ICU, HCU dan unit stroke hanya dalam waktu 2 bulan, dan menjalani home care untuk terapi jalan selama 4 bulan. 

Ketika dokter di klinik kantor melihat kondisi saya, dan dia meragukan diagnosis dokter spesialis RS dimana saya dirawat, meskipun hasil pemeriksaan terkait GBS sudah ditegakkan dan menyatakan positif GBS, beliau mengatakan "tidak mungkin kalau GBS, kamu sudah bisa jalan seperti ini, #BIASANYA# minimal dalam kurun waktu 2 tahun itu pasien baru keluar dari ruang perawatan". 

Seketika saya menjawab "dokter Kristen tapi hanya yakin dengan teori kedokteran dibuat manusia, kenapa dokter lupa kalau kita punya dokter dari segala dokter" dan dia meneteskan air mata sambil berkata "ternyata imanmu yang menyembuhkanmu"

Selesai bergulat dengan 3 dunia kembali dikasih hadiah yang tidak kalah istimewa secara terus menerus berupa Dural Sinus Thrombosis, Antipropholipid Syndrom, ACA, Lupus Sjogren, yang akhirnya menjalani home care dengan perawat dari rumah sakit terdekat dan minum obat 45 butir setiap harinya, diinfus rutin obat aiuoe dengan mengundang suster ke rumah. Menjalani proses dengan banyak warna, masih terus menjalaninya, hingga sampai detik ini hanya tinggal mengkonsumsi 15 butir per satu hari.

Setelah keguguran 3x selama 8 tahun, akhirnya melalui perantara Novena Santo Antonius Padua kembali diberikan tugas dan tanggung jawab oleh_Nya dengan mengandung bayi perempuan. Membutuhkan perawatan medis yang ekstra ketat dengan 7 dokter selama prosesnya,dengan berbagai pemeriksaan sampai akhirnya bisa melahirkannya dengan sempurna melalui operasi caesar, dan saat ini tumbuh menjadi anak yang luar biasa.

Tahun 2024 kembali diberikan PR materinya 2 titik Fibroadenoma mammae (FAM), selesai dengan sekali angkat dan satu tahun setelahnya PR_nya ditambah banyak dengan 9 titik. Sampai detik ini masih harus banyak "berbelanja" dan masih dengan donatur utama Dia yang punya rencana. 

Akhir 2025 diberikan lagi kado akhir tahun berupa penumpukan batu empedu yang tidak sengaja ditemukan pada saat melakukan pemeriksaan kesehatan pasca opname, sampai detik ini masih harus healing ke dunia medis. 

Berat...? Bohong kalau bilang tidak, tapi buat apa bilang berat, karena tidak ada yang bisa membantu untuk menjadi ringan kecuali Dia dan diri sendiri. Kurang wow yang bagaimana warna hidup dan duniaku.

Memiliki dua anak laki-laki beranjak dewasa yang karakternya luar biasa baik, dan satu anak perempuan yang bisa membuat hari-hari kami dar der dor. Masih bisa melayani meskipun tidak seluar biasa mereka, karena memang harus tau diri dengan "keistimewaan" yang saya miliki. Dikelilingi orang-orang baik, sesepuh, anak-anak dan orang muda yang selalu membuat hidup lebih cerah. 

Itu semua ada bukan karena saya luar biasa tapi tangan_Nya yang menyediakan. Jadi butuh alasan apa lagi untuk tidak percaya...? Butuh rasa apa lagi sampai tidak bisa memiliki rasa syukur...?


Ketika mereka bertanya:

 #Doa apa yang diminta sampai bisa sekuat ini...??#


Jawabku:

Aku sudah tidak akan meminta apapun ,terjadilah apa yang Tuhan mau, karena aku minta sebanyak apapun jika Dia tidak ingin memberikan hal itupun tidak akan aku dapatkan, jika aku mampu puji Tuhan, jika tidak aku hanya akan katakan sama Tuhan *aku tidak mampu, kukembalikan semua pada kuasa_Mu* Bapa Kami....Salam Maria...





Tuesday, October 31, 2023

Dear Edelweiss #2


 

 

 

 

 

 

 

Jumat, 27 Oktober 2023 

  

Hai kamuuuu..... 

yang sejenak singgah di hati ini, dan dengan naif kupikir kamu adalah 

edelweissku, sampai aku sadar ternyata aku salah.

Apa kabar rasamu setelah dengan sadar membuatku remuk dengan 

manisnya caramu.

Damaikah hatimu setelah hancurkan kanvas yang pernah kamu coba lukis.

 

Ngobrol santai lagi yuk....

Buat mengingatkan kamu betapa jahatnya kamu, membuka mata hati kamu

biar kamu ngerti sebangs*t apa kamu buat aku.

Masih ingatkah kamu setiap harimu selalu mencoba untuk bisa membuat 

aku jatuh hati sama kamu. 

Dan gobl*gnya aku kenapa aku bisa tertipu sama sikap dan cara yang kamu

tawarkan untuk buat aku bisa tertawa sesaat.

Iya...sesaat...., karena sekarang aku sedang menguras air mata dan 

menelan pahitnya kenyataan yang sedang jalan beriringan disampingku.


Ketemuan lagi yuuk....

Aku sama kamu, iyaa....hanya aku sama kamu, jangan ada siapapun

yang hanya bisa kamu gunakan sebagai topengmu, buat menutup semua 

kemunafikanmu. Supaya aku bisa membuatmu ingat brengs*knya cara kamu

untuk bisa mendapatkan rasa percayaku yang akhirnya kamu hancurkan.

Agar kamu ingat bagaimana kamu "memaksa" aku untuk menatap mata kamu,

seolah-olah kamu ingin yakinkan aku bahwa hanya kamu 

yang ada dipihakku,kamu akan ada untukku 

dalam setiap usahaku bangun dari terpurukku, 

tetapi akhirnya kamu sendiri yang membuatku semakin terjerumus 

dalam kepahitan.


Ngopi berdua lagi yuk...

Biar aku bisa memaki kamu dengan segala rasa yang aku punya,

lampiaskan semua marah dan kecewaku yang sebenarnya adalah 

karena kesalahan dan kebodohanku sendiri.

Aku terlalu bodoh ketika aku menerima asa yang seolah dari hatimu,

bodohnya aku tidak mampu membaca kemunafikanmu,

naifnya aku terlalu cepat titipkan hati sama kamu.

Salahnya aku adalah menerima kedatanganmu disaat keterpurukanku,

menerima uluran tanganmu pada saat aku jatuh,

bersandar pada bahu yang kau pinjamkan untuk kuatkanku.

Kesalahan besar kedua dalam hidupku ketika dengan mudah

aku menerima kehadiran kamu yang tidak punya hati, 

dan kebodohanku adalah membiarkan kepala ini bersandar dibahumu,

hanya untuk membuatku lebih hancur dari kehancuranku sebelumnya.


Duduklah bersamaku kembali....

Supaya aku bisa bercerita, perjalanan panjangku "menikmati"

getirnya hidupku sampai aku menemukanmu hingga akhirnya 

aku hanya ingin menghapus kamu dan semua tentang kamu dari hidupku.

Biar kamu mengerti bagaimana aku bertahun-tahun menjaga hati

yang penuh luka oleh masa laluku.

Bertahun lamanya aku teramat mencintai hatiku sendiri, sampai

habis semua rasa yang kupunya.

Tidak pernah sekalipun merelakan hati ini untuk kembali tersakiti

oleh sepenggal asa yang mereka tawarkan untuk menjaga hatiku.

Tetapi entah ada apa dengan egoku saat aku menemukanmu

Taukah kamu,aku dibutakan olehmu, pada apa yang kamu tawarkan,

dengan segala kisahmu yang menumbuhkan kekagumanku akan sosokmu.

Tanyaku pada diri sendiri, kenapa aku bisa terlalu cepat jatuh 

dalam kebodohan seperti ini lagi, kebodohan yang tidak hanya 

membuatku terluka tetapi lebih hancur dari aku yang sebelumnya.


Pergilah....

aku tidak ingin memaksamu untuk tetap bersamaku, 

karena kamu bukan bahagiaku

mungkin bagimu sudah menjadi hal yang biasa, 

menyakiti dengan topeng menyayangi sampai kamu tidak peduli 

apa yang aku rasakan setelah yang kamu lakukan kemarin dan hari ini.

Tidak butuh permintaan maaf untuk kejatuhanku 

karena kita memulai semua kesalahan itu diatas keinginan bersama.

jika saat ini aku terluka karena perginya kamu 

biarlah itu menjadi penyesalan terdalamku dan akan kubunuh kembali

segala rasa yang sempat kembali ada karena kamu

biarkan aku kembali bernafas tenang tanpa rasa cinta dan sakit.

Jemputlah karmamu karena semesta tak pernah tinggal diam 

ketika air mata ini menetes diatas pangkuannya.



-- terima kasih pernah menjadi bagian dari kesalahan yang dengan sengaja kubuat --

 










 

Dear Edelweiss #1


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 23 Oktober 2023 

 

Edelweiss yang terkasih...

terima kasih untuk hari kemarin

rasa yang kau suguhkan teramat manis

mengikis sesaat ketegangan

menyebarkan sebagian rasa sakit

 

saat sang angin datang menghempas

lepaskan sisi kerapuhan

mempaskan setiap luka sudut hati

sisakan kokohnya kelopak cantikmu

 

aah....

terlalu cepat aku menjadikanmu edelweissku

kurangkai menawan bertahta diatas keangkuhan

menyanjung harap bisa meruntuhkan kuatnya ego

memetik asa menghapuskan semua luka

 

kembali menilik tempat ini

semua yang terjadi antara aku dan kamu

mengubah duniaku, mewarnai lembar kisahku

yang lama tak menyentuh nuansa

mengukir salah satu kisah terpenting

dalam jalan takdir


sesaat diam mematung hadirkan banyak rasa

disini membuatku tak bisa melupakanmu

ingatkanku selalu kembali tentang kamu, 

sikapmu, dan segala yang kamu lakukan

 

katamu itu hanya untukku

sejauh itukah usahamu untuk aku

benarkah hanya untuk aku

dan hanya sekedar menopangku 


jujurkah kamu dengan perasaanmu

ataukah benar ini memang hanya rasaku

bukan karena rasa yang juga kamu punya

rasa sama yang kurangkai denganmu 

rasa yang terus tersirat dari setiap sikapmu

 

sedikit membuka hati untukmu

belajar kembali menerima rasa yang berbeda

dan akhirnya kembali tersungkur dalam kepalsuan

kepingan hati yang mulai tertata 

kembali hancur tak tersisa

 

disaat aku mulai mencoba jadikan kamu sandaranku

tersirat buatmu aku adalah bebanmu

saat aku mulai bersandar di pundakmu

terbaca rasamu sudah cukup menopangku

 

saat aku melayang dengan lamunanku

kamu menyampaikan patahkan harapan

Melangkah pergi menghancurkan asa

kubur segala keindahan saat yang kamu ciptakan

seketika berubah amarah dan air mata

 

 

 

 

Monday, October 23, 2023

Hai Kamu...

 

             Foto: Koleksi Pribadi

 

"...tak segampang itu kumencari penggantimu

tak segampang itu kumenemukan sosok seperti dirimu cinta..." (lirik nada dari Anggi Marito)

 

Tidak akan pernah meminta lebih

untuk hal yang tidak akan pernah jadi milikku

Tidak akan memulai sesuatu yang kita sudah paham

tidak akan pernah sampai tujuan pada akhirnya

 

Jalani yang sedang dilalui

Nikmati semua yang sedang dialami

Resapi segala keindahan yang ada saat ini

Tidak akan berharap lebih untuk hari esok


Tatap mata lukiskan banyak makna

Menggenggam erat kedekatan hati

Ciptakan keindahan untuk setiap kecupan manis 

Hapus gundah bersama hembusan nafas

Hempaskan segala penat hati dalam hangat pelukmu 


Menjaga senyummu tetap indah

Merawat sikapmu tetap hangat

Tidak akan pernah memaksa untuk bisa memilikimu

Jika akhirnya nanti hanya akan saling menyakiti

Tak sanggup jika harus kehilanganmu

Karena bersamamu saat ini adalah anugerah terindah

 


 







Sunday, October 22, 2023

Keresahan Malam


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gelap melukiskan kejujuran hati

Menumpahkan segala rasa tersimpan

Membuka segala hal yang tak terselami

 

Semesta memeluk kerapuhanku

Membalut serpihan luka

Menyeka derasnya butiran air mata


Berteman alunan nada petikan gitarmu

Meresapi setiap lirik indah dari bibirmu

Menikmati rasa berharap sebuah asa


Malamku berteman cerita cinta

Bukan tentangku melainkan milikmu

Terpaku alur narasi hidup pribadimu

Ciptakan rasa berbeda dari sekedar sahabat

 

Tanpa maksud menjadi pencipta luka

Hanya ingin ungkapkan rasa

Melepas topeng kepura-puraan

Mengubur kemunafikan yang menyiksa


___sabtu,07 oktober 2023, 00.00WIB___

Dear Hijauku...


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dear hijauku...

Apa kabar duniamu hari ini...

Sejauh mana langkahmu melalui rasa yang ada

Seindah apa waktu yang kau lewati 


Dear hijauku...

Warnamu membekas manis dalam rasaku

Tatapmu menusuk dalamnya keangkuhanku

Hangat sentuhmu selimuti dinginnya hati

 

Dear hijauku...

Terpikirkah olehmu sikapmu membuatku lemah

Menghancurkan kuatnya pertahananku menjaga hati

untuk tidak kembali tersakiti

 

Dear hijauku...

Katakan padaku untuk bangun dari mimpi

Biarlah semua berhenti di titik ini

Atau haruskah aku menyambut indahmu 

Bersama melihat jingga menyambut malam  


Dear hijauku...

Bolehkah aku berharap untuk tidak kembali terluka

Sampai waktuku habis diujung senja

Menyisakan senyum menyambut datangnya Surga

 

 

 

 

Friday, October 20, 2023

Green White

 











Malam menyampaikan ...
Apa yang tak terlisankan terang
Sunyi memiliki gaduhnya sendiri
Luapkan rasa yang tak tersampaikan
Pada sepinya hati

Bertanya pada Tuhanku
Bicara dengan hati yang lama terlelap
Meyakinkan pada rasa yang datang
Rasa sama yang pernah hadir di masa lalu
Sebelum hilang tenggelam oleh rasa sakit
Digantikan oleh rasa hampa
Apakah ini salah....bolehkah...
Sampai kapan....sampai sejauh apa...?

Sangat mengerti ada yang salah 
Ketika rasa sakitmu menjadi air mata dan sesakku
Disaat kamu terlihat bukan siapa-siapa buat aku, 
Dan kamu juga bukanlah milikku, 
Entah kenapa rasa sakitmu 
Membuatku merasa sesak dan terluka
Tapi tak pernah ada inginku
Beranjak menjauh dari semua kisah tentangmu

Mendengar kisahmu membuatku tau
Sisi lain dibalik semua senyum dan tawamu
Melihat sikapmu membuatku membenci
Sosok yang menciptakan luka dan air matamu
Memperhatikan perjuanganmu 
Ingin rasanya aku menjadi bahumu
Yang selalu ada untukmu bersandar
Saat langkahmu mulai terasa lemah
Menemani waktumu melewati semua luka yang ada

Tidak akan pernah membual tentang cinta
Sampai pada titik aku mengagumi sosokmu
Mendengar suara indah dan tawamu
Melihat senyum yang tak pernah bisa kuartikan
Menikmati sikapmu yang terlalu manis untuk diabaian
Bisa menyayangi kamu dengan caraku itu cukup bagiku.