Wednesday, November 24, 2010

Rasa Dari Sebuah Pengkhianatan"


Belum lengkap hari itu satu tahun perjalanan kita
Kau buat satu kesalahan yang seharusnya tak kumaafkan
Entah karena aku terlalu bodoh atau memang aku tidak pedulikan
Sebesar apa akibat dari kesalahan yang kau lakukan
Kamu seolah tak pernah merasa itu sebuah kesalahan
Dan kamu tidak pernah mau mengerti
Sakitnya aku kau khianati
Sejenak kau berlutut didepanku
Kamu begitu lemah saat kuputuskan untuk mengakhiri semua
Kamu begitu terpukul seakan kamu benar-benar menyesali semuanya
Kamu mohon aku berikan maafku untuk semua salahmu
Kamu inginkan kuberikan satu kesempatan untuk kebersamaan kita
Kesempatan untuk perbaiki sebuah kesalahan yang kau buat
Muak aku melihatmu saat itu
Tapi entah apa yang mendorongku mengatakan
”aku maafkan kamu dan kuberikan satu kesempatan untukmu”
Hanya seulas senyum kelegaan yang kulihat diwajahmu
Entah apa arti senyummu itu....
Aku tak peduli...

Belum lengkap dua tahun perjalanan kita dikesempatan kedua
Dan belum lengkap satu tahun kamu kembali membuat kesalahan yang sama
Dan kebodohan kembali kulakukan
Keberikan maafku dan kesempatan kembali padamu untuk kembali bersamaku
Aku fikir ini adalah yang terakhir akan kau lakukan padaku
Ternyata aku sangat salah
Kesalahan itu kembali kau ulang dan kau ulang lagi....
Entah berapa kali lagi kamu melakukan hal itu terhadap diriku
Sampai akhirnya aku merasa
Kamu memang tidak pernah bisa mengerti apa itu kata ”maaf”
Bahkan orang bilang aku mati rasa
Aku ngga punya hati lagi untukmu
Semua yang kulakukan untukmu hanya karena sebuah kebiasaan
Bukan sebuah rasa yang tulus dari hatiku

Kamu tidak pernah menghargai sebuah ”rasa”
Walaupun aku pernah memberikan sebuah ”rasa sakit” buatmu
Bukan karena tidak sengaja
Aku ingin kamu bisa mengerti dan memiliki
Sebuah rasa ”sakit” dari suatu pengkhianatan
Seperti sakit yang pernah kurasakan
Setiap kali kau melakukan pengkhianatan yang tak pernah kau akui
Pengkhianatan yang selalu aku terima darimu
Sampai kau merasakan ”sakit” itu
Kamu sama sekali tidak pernah belajar
Kamu tidak pernah mencoba untuk berubah
Kamu selalu mengatas namakan semua itu dengan ”prefesionalisme”
Persetan dengan semua arti kata itu
Karena kamu tidak pernah bisa membuktikan semua pembelaanmu

Kesalahan terbesarku adalah;
Memberikan kamu kesempatan untuk ”melangkah bersama” denganku
Karena sampai detik ini pun kamu sama sekali tidak mengerti
Dan sangat-sangat tidak mengerti arti kata ”maaf” yang selalu kuberi untukmu
Kamu sangat tidak mampu menjaga lembutnya sebuah hati
Kamu sangat tidak bisa merawat keindahan sebuah kasih
Kediamanku tidak membuatmu mengerti apa itu sebuah ”harapan”
Harapan untuk kamu bisa berbubah
Harapan untuk aku bisa memberikan hatiku untukmu

Maafkan aku jika aku sangat-sangat muak
Dengan semua yang selalu kamu lakukan padaku
Maafkan aku jika saat ini semua yang kuberikan untukmu bukan dari hatiku
Aku terlalu menyayangi hatiku
Dan aku tidak akan membiarkan siapapun mengusiknya
Apalagi menyakitinya
Tidak akan pernah ada tidak juga kamu....

Apa yang sudah terjadi tidak akan pernah berubah
Apapun usaha yang aku lakukan tidak ada artinya buatmu
Penyesalan yang keluar dariku tidak akan merubah semuanya menjadi lebih baik
Tidak akan pernah kuminta apapun darimu
Karena semua itu adalah sia-sia
Hanya  satu hal yang masih membutuhkan semua yang aku punya
dan aku tau itu bukan kamu.
Terima kasih untuk semua rasa sakit yang selalu kamu beri untukku
Karena tanpa kamu sadari setiap rasa sakit yang kudapatkan darimu
Membuatku memiliki keteguhan hati
Terima kasih untuk rasa sakit yang selalu kamu beri untukku
Karena itu membuatku terbiasa
Terbiasa dengan rasa pedih, dan saat orang lain menyakitiku
Aku akan tau bagaimana aku harus bersikap
Tanpa aku menjadi seorang yang cengeng hanya karena ”sebuah rasa sakit”
Terima kasih kekasihku.....!!!!

Tuesday, November 23, 2010

Indahnya Pagi Ini





















Kembali kubuka mata ini
Mencoba merasakan apa yang bisa kurasa
Alam kembali menyapaku
Dengan merdunya nyanyian burung gereja
Sapuan tangan-tangan sang angin
Ramainya suara ombak berlarian menuju pantai
Dan perujung pada kerasnya tepian karang
Semburat jingga membelai ramah pada kulitku
Lembut dan menghangatkan tubuhku
Melewati setiap pori yang ada diragaku
Mengalir lembut disetiap aliran nadiku
Seperti saat kau menyentuhku dengan cintamu

Cintamu terlalu indah
Seperti indahnya pagi ini
Cintamu terasa hangat
Seperti hangatnya sinar mentari pagi ini
Cintamu selalu segar seperti suasana pagi ini
Cintamu terlalu sempurna untukku

Sesempurna nuansa pagi ini
Menyambut datangnya hari baru
Menerpa seluruh lekuk wajahku
Membuat senyum selalu terlukis dibibirku
Dan hanya aku dan kamu
Yang mengerti semua rasa indah ini...

Thursday, November 18, 2010

Entah
















Beberapa waktu tanpamu
Membuat hariku tidak sempurna
Beberapa waktu tak kudengar tentangmu
Membuat sesak aliran nafasku
Beberapa waktu tanpamu
Dan semua rasa yang ada saat ini
Membuat aku merasakan kembali
Sebuah rasa kehilangan
Yang pernah jadi milikku
Yang pernah menemani hariku
Diwaktu yang lampau
Saat kamu pergi dan tak mampu kutemukan
Sekarang ....
Setelah hampir separuh tahun kita bersama lagi
Melalui setiap detai waktu
Dengan rasa yang hanya milik kita
Kamu kembali menghilang dari hidupku
Meninggalkan aku bersama perasaan dan tanyaku
Yang entah ada jawab atau tidak
Kamu pergi tanpa satu kata untuk hatiku
Haruskah aku kehilanganmu
Untuk yang kedua kalinya...???

--- miz u beib ---




















Semakin aku mencintaimu
Semakin kamu menjauh dari pandanganku
Semakin aku menyayangimu
Semakin kamu tidak peduli denganku
Selangkah demi selangkah
Kamu mulai mundur dari kebersamaan kita
Entah kamu memang sudah bosan
Dengan semua yang kita jalani
Dan ngga ngerti akan seperti apa
Akhir dari semua kebersamaan ini
Atau entah karena semua keterbatasan yang kita punya
Atau bahkan karena kesalahanku
Yang tidak pernah termaafkan olehmu
Tapi tak kumengerti kesalahan seperti apa itu
Kamu terlalu membungkus katimu
Untuk menutupi semua rasa yang mengalir didalamnya
Kamu terlalu menutup semua perasanmu
Bahkan untuk sekedar sedikit jujur dengan hatimu sendiri
Tentang semua rasa yang kamu miliki
Terlalu sulit kamu lakukan...
Dalam kediamanmu
Aku hanya bisa kembali mengenang
Semua yang pernah kita jalani
Aku kangen ”Taman” itu
Tempat dimana kita biasa menghabiskan seluruh sisa waktu
Setelah sehari penuh dipusingkan dengan padatnya kerjaan kita masing-masing...
Aku kangen ”coffee shop” itu
Tempat dimana kita sering menghabiskan waktu untuk bercerita segala hal yang tentang terjadi
Aku kangen ”pantai” itu
Tempat dimana kita pernah menghabiskan malam
Dengan segala keindahannya...
Aku kangen kebersamaan kita yang pernah ada....

Saturday, November 13, 2010

Janji-Nya adalah Indah




















Tuhan tidak pernah murka
Dia teramat mencintai kita
saat alampun menggeliat
itu adalah karya-Nya
bukan sebuah kemurkaan
dan bukan suatu hukuman

Dia tidak pernah murka pada siapapun
karena Dia Maha Cinta
Dia tidak pernah menghukum siapapun
karena Dia-lah Maha Pengampun
dan kita harus ingat
Cinta Kasih itu yang selalu Dia ajarkan pada kita

Dengan semua yang terjadi saat ini
Dia ingin kita tau
Betapa besar cinta-Nya kepada kita
Dunia ini adalah karya Agung-Nya
Semua yang terjadi adalah sedikit dari sapuan kuas-Nya
diatas kanvas dunia ini
semua yang sedang terjadi adalah sebuah proses bagi kita
untuk dijadikan indah oleh-Nya
Itulah janji-Nya pada kita
Mungkin kita tak bisa mengerti, mengapa semua itu terjadi
Tapi Tuhan tak pernah ingkar janji
Dia akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya.....

Saturday, October 30, 2010

Kutunggu Cintamu di Surga ku
















Masih ditempat ini, tempat yang sama
Tempat dimana terakhir kali kamu menciumku
Tempat dimana kamu berikan janji itu
Aku menunggumu disini
Di tempat kamu akan kembali
Menemui harapan yang tertinggal
Menjadikan cinta kita menjadi nyata...
Bulan semakin pucat tapi masih tetap tersenyum
Terlihat enggan beranjak dari tahtanya
Seakan masih ingin menjadi teman sepiku
Menanti harapan yang tak kunjung datang
Seiring dengan detak jantungku
Semburat jingga perlahan hadir menyapu awan
Mengantar sang mentari mengganti malam
Cinta ini masih setia menunggu.
Seiring dengan aliran darahku yang semakin merapat
Jiwaku perlahan melangkah meninggalkan raganya
Membawa cinta putih yang tak pernah tersampaikan
  untuk dipersatukan...
Bersama sang bulan melangkah perlahan
Menuju hidup keabadian
Meninggalkan air mata dan wangi bunga.
Terima kasih Tuhan
Karena aku tetap mencintainya sampai saat ini
Dan kukembalikan cinta ini pada-Mu
Untuk Kau persatukan kembali
Dalam sebuah bingkai cinta yang agung
Dan bertahta di surga-Mu yang indah
Pada saatnya nanti.
Kekasihku...
Semoga engkau tahu, aku masih menyimpan cinta ini
Aku hanya mencintaimu dan akan tetap mencintaimu
Kutunggu engkau di surga ku saat waktumu tiba.

Pengorbanan Cinta




















Disaat kamu mulai menghindarinya
Dan perlahan mundur meninggalkannya
Tanpa pesan tertinggal untuknya
Kamu telah menciptakan sayatan luka dihatinya
Mulai detik kamu tak peduli dengan perhatiannya
Sejak itu pula dia melewati semua waktu yang dia miliki
Dengan setumpuk rasa perih
Semakin menunggu tentang dirimu
Luka yang kamu tinggalkan dihatinya akan semakin dalam
Semakin hari semakin sakit oleh kegalauan hatinya
Menunggu sapaanmu
Yang tak pernah lagi hadir di dalam hari-harinya.
Sesungguhnya...
Dia hanya ingin satu hal darimu
Berikan satu kalimat sebelum kamu pergi
Satu isyarat yang akan membuatnya merelakanmu pergi
Untuk suatu kebahagiaanmu
Bukan ketidakpastian seperti saat ini
Katakan dengan jujur pada dirinya
Andai kamu ingin dia melupakanmu
Percayalah...
Dia akan membiarkan kamu berlalu
Meninggalkan dirinya mengejar impianmu
Dia akan berikan senyum terindahnya
Saat dia melepas langkahmu
Walaupun didalam hatinya dia akan menangis
Karena kehilangan kepingan hati
Yang selama ini menjadi hidupnya
Dia akan berdiri tegak dihadapanmu
Dengan lambaian tangannya
Meski sesungguhnya dia tak mampu
Menopang tubuhnya sendiri
Karena jiwanya telah meninggalkannya
Dan saat kamu membalikkan badan untuk melangkah pergi
Saat itulah air matanya jatuh bersama dengan janjinya
Dia akan selalu menjaga kepingan hati yang tersisa
Dan merawatnya dengan cinta yang tidak akan pernah berubah.
Lihatlah, bagaimana dia begitu mencintaimu.