Wednesday, March 4, 2015

Sinau Unggah Ungguh'e Wong Jowo

























Karena Aku adalah Katolik













Jangan ngaku Katolik
jika tidak berani dijauhi
karena berpihak pada kebenaran

Jangan ngaku Katolik 
jika tidak punya nyali
menindak kezaliman


Jangan ngaku Katolik
jika tidak berani dimaki
karena memperjuangkan keadilan

Jangan mengaku Katolik
jika hanya bisa bersembunyi
dari sebuah kejujuran

Jangan mengaku Katolik
jika hanya mampu berlari menjauh pergi
meninggalkan duka bagi orang lain

Karena Yesus, dicaci, dimaki, 
dan mengorbankan diri dikayu Salib 
bukan karena tidak bisa melawan 
tetapi karena sebuah kebenaran.

Selamat menjalankan masa pertobatan ini sampai pada sebuah kemenangan dalam mengalahkan diri sendiri sehingga kita pantas disebut Katolik

foto: Gereja Katerdral Jakarta - koleksi pribadi

Pada Suatu Ketika
















Jangan menyakiti
jika tidak mampu membahagiakan
Tidak perlu mencibir dan mencaci,
apalagi menghujat mereka
yang pada satu masa 
berada dalam keterpurukan Iman

Ketika firman-Nya
hanya terasa seperti harapan palsu
yang tidak biaa dimengerti
entah kapan pencapaiannya

Ketika Dia
hanya tampak seperti sebuah fatamorgana
yang tak pernah ada
ketika sampai pada satu titik masa
dan berharap menemukan-Nya

Ketika janji-janji Nya
hanya terlihat seperti sebuah pelangi
yang siapapun tak pernah tau
kapan bisa menyentuh keindahannya
dan dimana batas akhirnya

Bantu dengan limpahan doa
bagi keteguhan dan kesetiaan imannya
Agar jangan pernah berhenti
berharap kepada-Nya
Supaya tidak terkikis
kesetiaan dan cinta untuk-Nya

Karena mengikuti-Nya
adalah tidak hanya sekedar mengagumi
melainkan mengikuti jalan yang Dia lalui
dan merasakan semua yang Dia rasakan
Sehingga pada waktu-Nya bukan waktu kita,
kemuliaan yang sama akan diberikan oleh-Nya

Karena Semua dari Orang Tuamu











Nak.....
Jika kamu tidak bisa memberi
sesuatu bagi sesamamu,
jangan pernah mengambil
apa yang dimiliki oleh mereka saat ini

Nak.....
Jika kamu tidak bisa memperbaiki,
jangan pernah merusak
apa yang sedang dan telah
dibenahi oleh orang lain
untuk menjadikannya kembali baik

Nak.....
Kamu diciptakan Allah
secitra dengan gambaran-Nya
agar kamu bisa melakukan kehendak-Nya
bukan untuk menjadi sumber masalah
bagi kehidupan sesamamu
melainkan untuk saling melengkapi
kehidupan yang ada

Namun ketika kamu kelak menyadari
karakter dan kepribadianmu
yang tidak lain adalah
sebagai pencipta masalah
itu bukan kesalahanmu Nak.....

Ketahuilah....
Kamu tumbuh menjadi seorang pembuat masalah
semua itu karena kesalahan kedua orang tuamu
yang tidak bisa membuatmu
menjadi manusia yang berguna bagi sesamamu
kedua orang tuamu hanya bisa
membentukmu menjadi pusaran masalah
bagi kehidupan disekitarmu

Nak.....
Semoga kamu lekas menyadari
kesalahan yang telah dilakukan
oleh kedua orang tuamu kepadamu
Agar kamu tidak semakin terkubur
kedalam lubang yang digali
oleh kedua orang tuamu sendiri.

Belajar Memuji dan Bersyukur kepada Tuhan mu

By: Sr.Redempta, P.Karm
Part 1














Friday, January 9, 2015

Perginya Rasamu






















Kembali kangen pada pantai
Pada ombak yang setia kembali
Meski aku berteriak memaki
Pada pasir yang tak pernah terkikis
Sederas apapun mata ini menangis
Pada angin yang selalu lembut
Membelai setiap helai rambut

"Jangan pergi ke pantai itu,
  karena aku mencintaimu,
  dan tak mau kehilanganmu."

Katamu disaat itu
Dan mampu membuatku tersanjung
Ada tanya dalam bahagiaku
Mengapa keindahan sepertimu
Memiliki rasa cinta untukku
Sebuah hati yang lama beku
Benarkah sebuah rasa yang tulus

Beberapa waktu berlalu
Indah setelah kehadiranmu
Kurasakan sakitnya cemburu
Dan aku tersenyum karena cemburumu
Ketakutan kehilangan dirimu
Merindukan sapaan sayangmu

Saat ini semua lenyap
Karena setiap kata tidak
Semakin sering terucap
Pada setiap keinginan
Untuk sebuah kebersamaan

Bukan sekedar kata tidak
Dengan banyak alasan terucap
Tetapi segala hal yang tampak
Dibalik setiap penolakan
Selalu ada kehadirannya
Siapapun dia
Telah membuatmu berbeda

Rasa kangen yang kamu katakan
Terbantahkan oleh setiap kata tidak
Panggilan sayang yang terucap
Terpatahkan oleh beribu alasan
Rasa cinta yang tersampaikan
Hilang tanpa sebuah kehadiran

Entah apa yang terjadi
Aku tidak mengenalmu lagi
Keindahan yang dulu hadir
Tergantikan oleh rasa sakit
Ataukah memang selama ini
Aku hanya terbuai mimpi

Menuntutku untuk semakin tau diri
Namun haruskah kembali kukunci hati
Menyisakan perih dengan sebait janji
Cinta yang kupunya buatmu tidak pernah mati