Wednesday, October 19, 2022

Andai Tuhan Ambil Rasa Cintaku

 







Adalah ketika aku sadar bahwa aku seorang istri tetapi terbatas pada istri yang hanya tercatat di atas kertas dan hanya ketika suamiku ingin mengakui aku sebagai istri saja.

Ya, istri tetapi posisiku hanya sebagai wanita pelengkap yang melahirkan dan mengasuh anak-anak kami, wanita yang menjaga rumah yang ditinggali bersama, sehingga suamiku bisa dipandang sebagai laki-laki yang sempurna.

Ya, begitulah kenyataannya, yang aku alami dan rasakan setiap harinya, karena ternyata seorang "aku" yang memiliki banyak kekurangan dimatanya, hanya bisa memiliki cintanya sebatas angan-anganku saja.

Dia suamiku tetapi lebih bahagia saat bersama teman kantornya dari pada bersama istrinya, yang tersisa untukku, wanita yang setiap hari melambungkan doa untuknya dan selalu menanti kedatangannya dirumah hanya tinggal menerima keluh kesahnya saja

Senyum dan canda tawanya lebih banyak pesona untuk teman kantornya dan buatku yang selalu menanti kabar baik dan sapaan manis darinya hanya mendapatkan raut lelahnya saja.

Waktunya habis untuk pekerjaan dan teman kantornya, untukku hanya kalau sempat. Jangankan saat di luar rumah, ketika dirumah saja waktunya habis bersama handphonenya, ya... sekali lagi dengan mereka untuk urusan kerjaan katanya, dan aku hanya bisa menunggu nanti jika ada sisa waktu sebelum dia terlelap dalam lelahnya.

Perhatiannya dikuras habis untuk pekerjaan dan teman kantornya, jika aku ingin mendapatkan perhatiannya ya aku harus mengemis perhatian dulu sama dia, menginjak harga diriku hanya demi mendapatkan sebuah perhatian dari suamiku sendiri. Tapi semanis apapun pesanku untuknya jawaban yang aku terima lebih sering jawaban yang seperlunya, yang diberikan daripada pesanku tidak dijawab meskipun pesan hanya dibuka tanpa dibaca isinya.

Sikap manis dan lemah lembutnya lebih sering untuk mereka yang berrelasi dengan dia di luar sana, dan buatku mendapatkan sikap cuek dan muka ketusnya karena aku mungkin dipandang suamiku tidak memiliki peran apapun dalam mensukseskan karir suamiku, justru setelah menikah dengannya aku adalah beban bagi kehidupan pribadinya.

Jadi, apa masih pantas aku mengaku sebagai istrinya? Aku sudah kehilangan rasa percaya diriku, karena kelemahanku.

Aku harus sesering mungkin melihat kaca dan berkata "tolong kamu tau diri siapa dan seperti apa kamu, jadi jangan terlalu berharap banyak pada suamimu, terima saja apa yang ada, syukuri saja kamu bisa hidup karena kerja keras suamimu, bersyukur kamu masih menyandang status istri dari nama besar suamimu, dan cukup berharap suamimu tidak mendepakmu untuk mereka yang lebih cantik dari dirimu sekarang menggantikan posisimu, jadi diam dan jalan seperti sebelumnya."



#sisilaindarisenyumseorangistri #sepertifilmtapinyata








Friday, November 5, 2021

Bertanya Tentang Keimananku...?






 

 

Imanku tidak akan tampak oleh kalian.... Yang terlalu naif melihat dari apa yang tampak oleh mata dan apa yang menempel dibadan seseorang, sedangkan kalian tidak mampu melihat kelemahan yang ada dalam diri kalian sendiri, merasa diri kalian sendiri sempurna dalam menampilkan karakter religius melalui apa yang kalian pakai.


Imanku tidak akan tampak oleh kalian....Yang terlalu memuja ketaatan beribadah seseorang, pengagum mereka yang tertunduk khusuk saat berdoa, meski dalam waktu lain akan tampak layaknya manusia tak ber-Tuhan dan melukai orang lain dengan perilaku dan sikap kalian yang memuakkan.


Imanku tidak akan tampak oleh kalian....Yang mendewakan kuantitas pelayanan namun tidak sesuai dengan kriteria komunitas kalian. Meskipun jika dilihat dengan sungguh-sungguh, itu bukan apa-apa, semua yang kalian lakukan hanya sebatas pencitraan.


Imanku tidak akan tampak oleh kalian....Yang terlalu mengagungkan pribadi hebat yang mampu menciptakan kalimat indah dalam berlembar - lembar bait doa. Namun dibalik semua itu adalah juga pribadi yang sekaligus mampu melukai hati dan perasaan orang lain dengan mudahnya melalui kalimat yang keluar dari mulut yang sama yang digunakan untuk mengalunkan umpan-umpan doa yang indah.


Imanku tidak akan pernah tampak dipermukaan kehidupanku, dan akupun tidak akan pernah ingin mengumbar seberapa besar keimananku akan Tuhanku. Imanku tidak haus akan pujian manusia. Imanku tidak butuh kata "wow" yang hanya akan menguap saat aku jatuh.


Imanku hanya dirasakan oleh mereka yang memahaminya dengan hati yang kupunya.

Imanku adalah pohon yang akan berbuah damai hati dalam kehidupanku.


Thursday, October 21, 2021

Hidupku di Tangan Nya

Segala sesuatu yang dahulu biasa menjadi tidak biasa

Segala hal yang tadinya normal menjadi berbeda

Aku, kamu, kita semua

Berada di satu titik yang tak terduga


Semua rasa berkecamuk

kebencian atas situasi yang mencekam

Seakan saudara maut akan datang

Menjemput dimanapun dan kapanpun


Kebosanan melanda hati dan jiwa

Diam tak tau harus apa

Termangu dalam pikir dan asa

Jengah menunggu waktu berlalu


Termenung sunyi

Mencari dan mencoba memaknai

Apa yang Dia mau dari peristiwa ini

Rancangan Nya tak bisa kumengerti


Sampai pada lelah diambang batas

Satu persatu terurai dalam angan

Keakuhan yang pernah ada

Berganti dengan hangatnya kebersamaan

Riuh ramai celoteh anak-anak

Yang selama ini hampir tak pernah kudengar


Banyak cerita yang selama ini hilang

Saat ini Tuhan hadirkan

Dia menjadikan nyata arti sebuah keluarga

Yang selama ini hampir hilang

Oleh sibuknya dunia luar

Menghiasi waktu dengan canda dan tawa

Mewarnai hari bersama keluarga tercinta


Terima kasih Tuhan....

Cinta mu tak lekang oleh waktu

Dengan air mata kau hapus luka

Lepas duka kau tabur bahagia

Biarlah kami boleh lewati semua

Di dalam kebesaran nama Mu

Wednesday, October 20, 2021

Di Batas Lelahku

 


 

 

 

 

 

 

 

Ketika nanti aku lelah, maka aku akan memilih diam, aku tidak akan menghubungimu lagi untuk tau sedang apa dan apapun yang terjadi sama kamu,  aku tidak akan memperdulikan kamu lagi apapun yang kamu lakukan, aku tidak akan bertanya sama kamu lagi bagaimana kabarmu, dan aku tidak ingin mengetahui tentangmu lagi apapun itu.

 

Saat ini.....

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang lebih dari dua puluh tahun bersamamu, mendampingi jatuh bangunnya kamu dari bukan siapa-siapa menjadi pria hebat seperti yang saat ini kamu rasakan, wanita yang selalu bersedia hidup berdampingan denganmu dalam setiap kekurangan dan kecukupan materiil, wanita yang tidak pernah sekalipun minta apalagi menuntut materi dari kamu, wanita yang selama dua puluh tahun lebih hanya mengharapkan cinta dan kesetiaanmu.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang tidak pernah putus membawa namamu dalam setiap doaku, mendoakan kesehatanmu, kelancaran dalam setiap pekerjaanmu, keselamatanmu saat kamu melakukan semua tugas-tugas yang kamu hadapi, supaya kamu dijauhkan dari segala kesulitan dan niat jahat mereka yang tidak memiliki hati, mereka yang ingin menjerumuskan kamu dalam kubangan dosa, mendoakan untuk kebahagiaanmu dalam setiap tarikan nafasmu, kedamaian hatimu, kesabaranmu, dan hanya segala yang terbaik yang kamu peroleh dalam hidupmu.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang setiap harinya selalu memikirkan kamu saat kamu tidak berada didekatku. Memikirkan apakah kamu baik-baik saja diluar sana, memikirkan apakah kamu sudah makan, apakah harimu baik-baik saja, apakah kamu selalu dalam keadaan sehat.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang selalu membanggakanmu di depan teman-teman kita, yang selalu menceritakan betapa hebatnya kamu sebagai seorang suami dan seorang ayah, memuji kamu didepan mereka yang mengenal kita, mungkin kamu bahkan tidak pernah tau bahwa aku adalah wanita yang sangat bangga memilikimu sampai detik ini.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang selalu berusaha ada waktu untukmu, memperhatikan kamu dan selalu ingin tahu bagaimana kondisi kamu setiap saat, membuat kamu bahagia walaupun lewat hal-hal kecil, tanpa kamu sadari betapa susahnya aku untuk memberikan semuanya itu hanya untuk melihatmu tersenyum, meskipun ternyata kamu tidak pernah merasakan semua itu.

 

Mungkin kamu sudah selalu siap kehilangan aku, wanita yang selalu mengerti dan memaafkan sisi burukmu, memaafkan setiap hati yang disakiti olehmu, dengan semua ego dan emosimu, aku yang menghapus setiap rasa sakit yang kamu buat hanya dengan doa dan air dalam sepinya malam , aku yang begitu cinta dengan hati yang tulus, tetapi tidak pernah kamu lihat dan rasa besarnya cinta yang aku punya untukmu.

 

Air mata yang menetes dalam sunyinya malam mengiringi setiap doaku adalah bukti sakit hati dan bahagia yang aku rasakan saat bersamamu.

Saturday, October 16, 2021

Kedamaian Hati

  


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika ada seseorang yang merasa keberatan saat kita dekat dengan pasangannya meskipun sebenarnya kita merasa bahwa dia hanya seorang relasi dalam pekerjaan di kantor, maupun dalam sebuah pelayanan rohani.

Hal pertama yang kita lakukan adalah minta maaf untuk ketidaknyamanan mereka. Minta maaf tidak berarti kita selalu salah tapi karena kita tidak tau apa yang kita lakukan selama ini membuat hidup orang lain berada dalam ketidakharmonisan dan ketidaknyamanan.

Yang kedua merubah sikap dan jaga jarak dengan orang yang dimaksud tanpa mengumbar keberatan pasangan orang tersebut  kepada orang lain yang ada disekitar kita. Apalagi sampai mencari dukungan karena merasa apa yang kita dilakukan adalah benar dan yang keberatan adalah pihak yang salah. Itu hanya akan menambah luka dan kita sudah menjadi sumber masalah yang seharusnya tidak perlu ada.

Tetap menjaga hubungan baik dan bersikap baik dengan relasi kita dan pasangannya, meskipun bersikap baik tidak selalu harus disertai dengan kedekatan.

Cukup kita dan pasangan tersebut yang tau bahwa ternyata kehadiran kita tidak selalu bisa diterima oleh semua orang. Dan kita harus bisa memahami situasi tersebut karena tidak semua orang memiliki pola pikir serta pengalaman hidup yang sama. Bersikap seperti itu bukan berarti kita kalah atau salah, tetapi untuk beroleh hidup damai, dan setidaknya kita tidak menjadi sumber luka bagi siapapun.




ANDALANKU

harus kemana aku pergi

saat lelah menerpa hati dan jiwa

dimana aku harus bersandar

jika semua terasa berpaling


berlari jauh dari ramainya dunia

menyusuri tepian pantai

sendiri....

tak peduli dengan yang ada

teriakku pecahkan ombak yang menepi

air mata bercampur buih lautan

kosong dan hampa yang ada

siapakah aku ini...


dalam diam keheningan malam

sentuhan hangat memelukku

damai lingkupi kedalaman hatiku

rasa yang dulu pernah ada

tapi sempat hilang entah kemana


Dia datang tenangkan rasa

Dia datang damaikan jiwa

aku yang pernah tinggalkan-Nya

karena kecewa dan marahku

namun Dia selalu setia bersamaku

berikan cinta-Nya yang selalu baru


Yesusku....

mengandalkan-Mu adalah kekuatan

mengharapkan-Mu adalah keindahan

mencintai-Mu sampai waktuku selesai 

itulah tujuan hidupku...

Wednesday, June 19, 2019

Hidup Bareng Gadget ataukah Manusia.....???


















Di wa group bisa bercanda sama komunitasnya, 
seharian bareng pasangan aja belum tentu pasangannya ditegur....
Di dunia maya asik sama teman, 

di dunia nyata keluarga dicuekin karena saking perhatiannya 
sama yang di dumay ....
Hidup sama gadget apa sama manusia...???!!!



Hmmmmm.... ndak tau yaaaa, hal itu dilakukan oleh segelintir orang atau justru sebagian besar dari kita..., aku, kamu dan mereka. 
Mau diakui atau tidak itulah kenyataan yang saat ini terjadi.
Mereka ___kamu terutama___ sibuk mencari "kesibukan" sendiri, 
ndak peduli apakah yang ada disekitarnya saat itu sedang
membutuhkan mereka atau tidak.
Bahkan sampai-sampai ada dari mereka ketika keluarganya sakitpun tidak peduli...eh,,,jangankan peduli, yang ada tidak mau tau dengan kondisi tersebut.

Mencari perhatian dari luar rumah dengan gadget, sedangkan dirumah mengabaikan orang-orang yang sangat banyak memberikan perhatian (karena sok sibuk makanya ndak berasa diperhatiin wkwkwkwkkw....),
Alasannya klasik..... "BOSEN"...
Kalo ndak mau bosen ya cari kesibukan bareng sama pasangan dan keluarga yang saat itu ada dirumah donk....bukannya mencari-cari yang ada diluar. Sehari-hari sebelum dan pulang kerja yang dipegang dan diperhatiin gadgetnya, gimana mau mendapatkan hidup yang ndak bosenin dan menyenangkan bareng keluarga dan pasangan, #MIKIR

Tipe-tipe begini yang bisanya selalu menyalahkan orang lain jika ada hal-hal buruk yang terjadi... 
Anak nilainya jelek nyalahin anaknya yang ndak belajar, Anak jatuh nyalahin pasangannya karena kurang memperhatikan si anak... sedangkan dia lupa berkaca jika dia lebih tidak perduli dengan apa yang ada disekitarnya dan lebih peduli dengan gadgetnya.

--- BANGUN DARI KETIDAKPEDULIANMU, KELUAR DARI DUNIA KEEGOISANMU, 
 SEBELUM SEMUA YANG ADA DIDEKATMU MENINGGALKANMU ---