Tuesday, March 13, 2012

Langkahku di "Jalanku Masih Panjang"



Marah sama Tuhan, mengutuk situasi,menyesali kehidupan, putus asa.... Mungkin saja iya, dan itu manusiawi. Tapi semua itu sudah bukan masaku untuk merasa dan bersikap seperti itu.
Meskipun aku mengakui pernah berada dalam semua situasi tersebut dalam suatu waktu.
Namun aku tak mau singgah pada rasa yang sama
Sangat menyakitkan dan teramat sangat menyiksaku.

Saat Salib itu kembali dipercayakan Tuhan padaku
Hanya berserah dan tetap tegak berdiri untuk selalu menjaganya.Ketika banyak orang disekitarku merasa sedih dan prihatin akan hal ini, inilah saatnya untukku semakin mengerti bahwa masih banyak yang menyayangiku. Dan disaat ada beberapa orang (mungkin) mencibir atau bahkan tertawa pada ketidakberdayaanku dan mengatakan ini adalah sebuah kutukan atau hukuman, inilah saatnya aku kembali meyakini bahwa apa yang aku alami adalah sebuah proses pembentukan dan penguatan Iman bagiku pada Tuhan.

Seperti biasa hariku disibukkan oleh aktivitas kantor yang (tumben) sedikit santai. Belum setengah hari terlewati, terasa ada yang mengganggu raga ini. Mencoba untuk tidak terlalu merasakan dan mengeluh, setelah sesaat kemudian dengan sangat terpaksa sekedar informasi tersampaikan dari mulut ini pada sahabat bahwa aku butuh istirahat sebentar.

Mencoba membaringkan raga ini yang terasa semakin lama semakin lemah. Kebaikan, support dan doa dari para sahabat dalam gedung itu yang membuatku mampu bertahan. Sampai akhirnya keputusan membawaku ke UGD pun tak dapat kutolak. Sebenarnya hanya ingin pasrah menyerahkan seluruh hidupku pada Tuhan, tetapi tiba-tiba bayangan "matahariku" memaksa aku untuk berusaha bangkit dari kelemahanku. Bukan berarti aku menentang kehendak Tuhan, tapi aku yakin Tuhanpun akan marah ketika umat-Nya hanya pasrah tanpa mau berusaha untuk bangkit dan bertahan.

Tidak lebih dari 30 menit tubuhku mengalami perubahan sangat drastis, dari segar bugar menjadi sama sekali tak mampu bergerak sedikitpun sampai aku tak merasakan sentuhan pada kulitku. Hanya dua yang kurasakan saat itu. Seperti ribuan binatang kecil yang sedang kelaparan dan semakin lama semakin buas memakan habis tubuh ini (baca: kesemutan ya..... hehheeheheheee....), dan semakin lama semakin sulit untuk bernafas. Dalam situasi itu kembali aku menyadari bahwa "ketika Tuhan inginkan satu hal terjadi pada kita, maka saat itu pula akan terjadi". Saat itu aku merasa masih mampu berucap sebelum ketidaksadaranku, kuminta pada para sahabatku "tolong Rosario-ku".

Sesaat setelah kuterima untaian Rosario putih itu, aku hanya mampu mengingat satu kalimat "Bunda Maria, Tuhan Yesus, kuserahkan yang terbaik pada-Mu" dan entah kemana jiwaku berkelana setelah itu aku tak mampu mengingatnya. Tetapi sekarang aku telah mengerti apa yang terjadi saat itu dari mereka sahabat-sahabat yang mengantarkan aku ke UGD, cerita yang mengalir, bahwa sepanjang perjalanan ke UGD mereka berusaha untuk membuat aku tidak terlelap, mencoba untuk selalu membuatku tersadar, akan tetapi ternyata dalam kelumpuhanku kala itu selama perjalanan itu pula bibirku tak perdah berhenti berucap kalimat doa.Dalam hati kukatakan terima kasih pada Tuhan karena ternyata aku masih bisa berharap pada-Nya dalam ketidaksadaranku.

 *saya istirahat dulu ya ... *
baca lanjutannya pada catatan Langkahku di "Kuat Dalam Kepasrahan" .

Sunday, March 4, 2012

Sendiri dalam Kebersamaan


















Ketika air mata ini perlahan menetes tanpa asa
Kamu tak pernah berusaha menghapusnya dari wajahku
Satu tanya "ada apa denganmu?"
Membuatku sadar kamu tidak seutuhnya memilikiku
Tanya itupun membuatku semakin yakin melangkah sendiri
Kebersamaan tanpa cinta
Sebuah janji tanpa makna

Saat raga ini begitu lemah
Aku tak pernah memintamu untuk menguatkanku
Meski tubuh ini tak mampu beranjak
Aku tak pernah memohon padamu untuk membuatku berdiri
Bahkan saat jiwa beranjak meninggalkan raga
Aku tak berharap kamu memanggilku

Kesendirian membuatku mampu bertahan tanpa rengkuh pelukmu
Bangun dari antara kerapuhan tanpa uluran tanganmu
Kembali memaksa raga berkarya tanpa lembut belaimu
Tak akan pernah berharap pada satu hati untuk dimengerti
Hanya akan selalu mencoba memahami asa dari setiap hati

Tuesday, February 21, 2012

KIDUNG

















Tuhan memberikan kita kesabaran,
Untuk menjadikan kita semakin dekat dengan-Nya
Tapi apa yang bisa kita lakukan,
Jika kita sudah berada diambang kesabaran
Tuhan memberikan kita cobaan,
Untuk menjadikan kita manusia yang lebih kuat
Tapi apa yang bisa kita buat,
Saat cobaan itu memaksa kita berada diambang kematian..??

Kadang aku bertanya ;
Dengan siapa aku harus berbagi beban berat ini
Agar semua terasa sedikit agak ringan
Dengan apa aku harus membuat rasa ini
Agar berubah menjadi sauatu hal yang indah
Bagaimana caranya aku bisa mengganti air mata ini
Agar bisa menjadi senyum dan tawa

Ada saat dimana aku kadang merasa marah dengan hidup ini
Tapi aku tidak tau bagaimana harus mengakhirinya
Ada saat dimana aku lelah dengan jalan panjang ini
Tapi aku tidak tau bagaimana harus menyelesaikannya
Ada saat aku muak dengan semua rasa ini
Tapi aku tidak tau bagaimana mengatasinya
Ada saat aku bosan dengan waktu panjang ini
Tapi aku tidak tau bagaimana menghentikannya...

Saat rasa itu datang
Aku tidak tau harus berbuat apa
Bahkan saat rasa itu semakin menekan dan menyiksa diri ini
Akupun sama sekali tidak mengerti harus bagaimana
Aku hanya tidak ingin
Orang-orang yang aku cintai merasakan apa yang aku rasakan
Aku hanya ingin mereka tau
Bahwa aku bahagia
Tanpa mereka harus tau
Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku
Satu yang dituntut dariku
Aku harus mampu tersenyum apapun yang terjadi
Aku harus mampu mengatasi dan menikmati semua rasa ini
Sendiri....

Saat aku merasa waktuku semakin sempit
Saat aku merasa jarak ini semakin dekat
Engkau mamberikan rasa cinta ini
Memberikan waktu untuk aku bisa menikmatinya
Membiarkan aku semakin dekat dengannya
Satu tanya dariku untuk-Mu
Sampai kapan Engkau akan memberikan keindahan ini
Sampai berapa lama Engkau menciptakan nafas ini
Satu yang bisa kulakukan
Just waiting time....
Saat Engkau mengambil semua asa ini dariku
Saat Engkau akan menghentikan detik waktu
Dan meniupkan nafas kesedihan pada semua yang mencintaiku


Kalau boleh aku meminta
Beri aku satu tanda saat itu tiba Tuhan
Agar aku bisa mempersiapkan peristiwa besar itu
Agar aku bisa membuat semua yang mencintaiku merasakan
Keabadian yang indah yang akan aku masuki, dengan tulus hati
Aku tidak ingin membuat mereka merasa sakit karena kehilanganku
Aku hanya ingin mereka merasakan kebahagiaan 
 yang aku juga rasakan
Kebahagiaan yang tidak akan bisa aku dapatkan dimanapun
Kebahagiaan yang tidak akan bisa tergantikan dengan apapun

Thursday, January 26, 2012

Galau (halaaah....)





Bersembunyi dalam hitam dosa
Menangis dalam rangkaian senyum
Tergelak diantara sayat kepedihan
Samar hampir tak tersentuh


Aku cinta kamu
Tapi aku bukan milikmu
Aku butuh kamu
Saat aku jauh darimu
Aku kangen kamu
Saat aku bersamanya


Sunyi diantara keramaian
Hampa dalam alunan tembang
Keikhlasan dari sebuah keterpaksaan
Kepasrahan dibalik ketidakberdayaan


Memaksa hati melepasmu
Melempar penat semua rasa
Mematikan segala keinginan tentangmu
Menghapus yang pernah terlukis


Kamu tak tergantikan
Mimpiku bisa memilikimu
Memeluknya dalam hampa
Menciumnya bersama bayangmu
Melewati semua tanpa cinta

Monday, January 2, 2012

Masih Cinta










 


Lama tak bicara tentangmu
Memuncak juga rasa dalam raga ini
Kangen dengan kesederhanaan kamu
Kangen dengan apa adanya kamu
Setiap kali ingin berbincang denganmu
Entah apa yang membuatku tertahan
Sekilas sapamu adalah senyumku
Merasakan rindu ini tersampaikan

Masihkan kamu dikota ini
Masihkah kamu mengingat semua tentang kita
:)
Mungkin sudah terlupakan
Atau bahkan mungkin telah tergantikan
Tapi tidak buatku
Kamu adalah nafas dalam hidupku
Kehangatan dam setiap aliran darahku
Saat kutakmampu menyapamu
Kutitipkan rasa cinta ini sama Tuhan
Kukatakan rasa rindu ini sama Yesus
Dia yang merawat semua rasa yang kupunya
Rasa yang tidak akan pernah bisa tergantikan
Oleh siapapun dan apapun
Hanya untuk kamu
Mungkin bukan sekarang 
Tetapi pasti untuk kehidupan kita nanti
Entah kapan tapi aku sangat yakin


Jika kamu masih menyimpannya
Itu sudah cukup untukku
Tapi jika kamu tak pernah menganggap semua itu ada
Hanya kamu yang mampu menjawabnya
Karena sebuah cinta itu adalah sebuah kejujuran
Kejujuran akan sebuah perasaan
Bukan sebuah kewajiban yang harus dibalas
Cukup kamu masih percaya
Aku masih memiliki cinta itu
Saat itulah senyumku

Thursday, December 15, 2011

Terima Kasih Tuhan





















Bersama Aviel beberapa hari terakhir seperti bukan sedang berhadapan dengan anak kecil berumur lima tahun. Aku merasa seperti hidup bersama malaikat kecil yang bisa kusentuh dan kupeluk setiap saat.

Semua kata-kata yang tersusun dalam kalimatnya selalu membuatku terpukau dan hanya mampu menanggapi semua dengan senyum.

Saat suhu tubuhnya terasa meninggi dipelukku ketakutanku seketika muncul dan tanpa aku sadari Aviel merasakan kekhawatiranku pada kondisinya.

Sebuah kalimat yang terlontar dari mulutnya; "mami, aku ngga sakit kok, aku ngga pusing, aku cuma ngantuk aja sama kecapekkan main, aku bobok dulu ya..." Dan itu hampir membuatku tertawa kalau aku tidak melihat kondisinya yang terlihat lemah. Aah..., kamu sudah bisa menyembunyikan rasa sakitmu nak.

Karena kamu terlanjur janji sama mami tidak akan sakit saat kamu mau berjauhan dengan Darren saudara kembarmu atau karena kamu tidak ingin mami khawatir tentang kondisimu sayang.

Sekali waktu saat aku terlalu lelah menahan rasa sakit ini sendiri dan terlelap begitu saja di sofa ruang tamu, seperti mimpi kurasakan sepasang tangan mungil membelai perlahan kepalaku dan sesekali terasa pijitan lembut dari tangan itu.

Tersekat tenggorokanku saat aku masih menikmati lembutnya belaian mungil itu dan terdengar suara perlahan ditelingaku; "mami, mulai besok mami jangan kerja-kerja lagi, kalau mami kerja terus kan jadinya mami sakit, terus kepalanya pusing kayak sekarang. Jangan kerja-kerja lagi ya mami, mami dirumah aja sama kakak."

Terima kasih Tuhan, malaikat kecil ini telah Kau kirimkan dalam keluarga kami. Karena mereka kami lebih kuat dalam segalanya. Terima kasih sayang untuk perhatian kalian untuk mami.

Saat aku terpuruk sendiri dalam beban yang teramat berat, hanya dalam hati kumampu menjerit minta tolong. Dan aku yakin Tuhan tidak tuli, Dia pasti dengarkan tangisanku. Pergumulan hidupku hanya mampu kutuangkan dalam sebuah doa, setelah keheningan malam menghampiri, berteman untaian tasbih dan hangatnya air mata yang tak mampu kupertahankan lagi.

Seperti biasa malam itu aku mengadu pada-Nya untuk meringankan Jalan Salib kami saat ini, mohon kemurahan hati-Nya untuk berkenan menyudahi semua proses yang menguras air mata ini. Merasa seorang diri dalam heningnya selimut malam sampai ada genggaman lembut sebuah jemari kecil dan terdengar suara yang begitu lirih; "mami, mami kenapa menangis...??!! Mami sedih ya aku sama bapak jogja sakit, kalo mami sayang aku sama bapak jogja mami jangan nangis, mami berdoain sama Tuhan Yesus biar aku dan bapak jogja sembuh."

Semakin deras air mata ini turun mengalir dipipiku. Sungguh, saat itu rasa syukur yang teramat besar kupersembahkan pada-Nya. Mukjijat-Nya turun atas anak-anakku. Mereka bukan hanya menguatkanku untuk tetap bertahan dalam setiap pencobaan-Nya melainkan juga menjadi cambuk buatku untuk selalu mengingat akan Kuasa-Nya dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkahku.

Thursday, December 1, 2011

Mon Ame (kita dan pantai)


Mencintaimu adalah merdunya bisikan angin
Setiaku untukmu adalah tarian ombak
Kamu adalah pantai dalam lautku

Beberapa waktu berjalan tanpa sapamu
Beberapa saat berlalu tanpa senyummu
Aku merindukan kehangatan rasamu
Merindukan tentang kita
Ketidakpastian dalam penantian
Kebersamaan atas sebuah kesalahan
Cinta yang tak pernah usai sebelum terangkai

Seandainya kamu masih disini
Bersama menanti senja semakin jingga
Menatap jauh hamparan tak bertepi
Terdiam dalam lamunan
Kebersamaan yang tak berujung
Tapi mampu membuat kita selalu tersenyum
Selama jemari tangan ini dalam genggamanmu

Tempat ini terlalu sepi
Untuk sekedar melepas penat
Apalagi membuatku melupakanmu
Karena sesungguhnya itu bukan inginku
Sepi ini membawaku kembali berpetualang
Dalam berjuta angan dan khayalan
Melukiskan kedatanganmu
Dalam setiap deburan ombak yang menepi
Bersenandung dengan alunan nada indahmu
Yang datang bersama indahnya desiran angin

Kebersamaan lembutnya hembusan angin dan birunya air laut
Setia membawa kisah mereka
Berujung bagai lukisan indah diatas pasir
Seperti kebersamaan aku dan kamu
Tidak akan pernah bisa bersatu
Meski cinta tak pernah hanyut dan tenggelam
Namun selalu mampu menghadirkan sebuah senyum
Dalam setiap kebersamaan kita

Shmily...