Tuesday, February 4, 2014

Warna Sebuah Kehidupan

















Hidup itu anugerah...
Sebuah anugerah yang paling istimewa buat kita. Kalo kamu ingin tau hidup yang sebenarnya itu bagaimana... 


Nikmatilah hidupmu sebagaimana layaknya sebuah anugerah, nikmati dengan senyuman yang paling manis, nikmati dengan sinar matamu yang paling indah, dengan tubuhmu yang sedemikian sempurna... Bukan menyia-nyiakan apa yang sudah diberikan padamu. Dan tidak melihat apa yg kurang pada kita.


Nikmati dengan caramu sendiri, tanpa pengaruh dari siapapun, karena apa yang akan kamu rasakan adalah memang untuk kamu rasakan, dan bukan untuk orang lain.


Hidup itu sebuah petualangan...
Jalanilah apa yang harus dijalani.
Yang suka cari aman mungkin ngga setuju ini..., tapi apapun pendapat kalian itu tidak akan mengubah apa yang sudah diberikan-Nya pada diri dan hidupku...


Sebuah petualangan, banyak hal yang terjadi dan kita temui dalam sebuah petualangan, jalan yg mulus, yg membuat kita bisa tertawa ... Jalan yang sedikit menanjak dan tidak jarang hanya menemukan sebuah jalan setapak, itu disaat kita ada dalam satu masalah dan harus tetap menghadapi bahkan memang harus mencari jalan untuk bisa keluar dari masalah itu...


Kita bisa melihat betapa indahnya ombak disepanjang bibir pantai yang pada saat kita mencoba bermain dan bersahabat dengan menikmati sentuhan lembutnya kadang kita tidak menyadari bahwa dibalik kelembutan sentuhan riaknya tersimpan sebuah bahaya besar yang akan datang pada kita entah kapan...


Kita bisa merasakan lembut dan sejuknya belaian angin, yang tak jarang membuat kita menjadi sangat nyaman berada disana, seakan itu tempat terindah untuk hidup kita, yg membuat kita malas beranjak maju ataupun berpindah ke tempat yang sedikit berbeda suasana dan mungkin sedikit tidak nyaman...itu juga akan membuat kita hanya sebagai seorang manusia yg tidak pernah berkembang, apa yang kita alami dan rasakan hanya sebuah rutinitas tanpa warna, semua akan terasa biasa saja dan membuat kamu menjadi tidak mengerti betapa indahnya sebuah petualangan di dalam kehidupan.

Hidup itu pilihan...
Apa yang sedang terjadi dalam sebuah proses kehidupan adalah hasil dari apa yang kita telah ambil dalam sebuah keputusan di masa lampau. Terkadang bisa membuat kita tertawa puas tapi tidak jarang juga membuat kita marah dan penuh penyesalan. Sebuah keputusan yang kita ambil masing -masing punya konsekwensinya sendiri. 


Pilihan itu sulit jika kita tidak tau arah dan tujuan kita, tetapi akan sangat mudah jika kita tau apa yang sebenarnya menjadi tujuan kita, tidak mengerti bagaimana kita harus mencapainya dan tidak mau menerima konsekwensi yang harus diterima saat hasil dari apa yang kita lakukan sudah ada didepan mata. Jika dalam hidup kita tidak berani memilih jangan pernah berharap untuk memiliki.


Kebanyakan dari kita lebih memilih untuk dicintai dari pada mencintai. Dengan dicintai kita akan merasakan sebuah kebanggaan bahwa kita memiliki kelebihan dibandingkan dengan yang lain. Menjadikan segala hal dalam hidup kita semua indah dan selalu menyenangkan. Tanpa kita tau, berapa lama kita akan merasakan keindahan itu dan sampai kapan kita masih tetap dicintai, sampai saat "cinta" itu membuat kita menangis.

Saturday, December 14, 2013

Ketika Aku Menjadi Seseorang (Thx to Kak Erna)

Karena Kamu Aku Bisa Bertahan 

(dedicated to: A Lin)

10 November 2013 at 20:48
Sejak pertama aku melihat, menyapa, dan mengenalmu, mengikuti semua cerita hidupmu, tidak ada kata yang mampu aku katakan kecuali "LUAR BIASA". Kamu seorang wanita yang tidak pernah menyerah pada satu keadaan, sesulit apapun kamu tidak pernah mengeluh. Aku banyak belajar dari kamu, belajar bagaimana cara bersyukur, belajar bagaimana cara berjuang, belajar bagaimana cara bertahan dan berusaha, belajar bagaimana cara berserah pada Kuasa Allah tetapi tidak menyerah oleh vonis manusia. Bahkan hal sepele "menulis" pun aku belajar dari kamu. Jadi tidak adil ketika wanita sehebat kamu, seluar biasa kamu, setangguh kamu harus pergi sepagi ini. 

Berita itu terdengar seperti "hoak" buat aku, tapi sekaligus menghancurkan semua keinginanmu untuk kembali bertemu denganmu. Dari jauh kuikuti semua cerita mu, sejauh mana perjuanganmu, seberat apa penderitaan dan bebanmu yang tak pernah kamu bilang berat, selalu dan selalu kamu bilang "Siiippp kak, tenang aja semua woke woke aja...., namanya juga owners RS makanya kudu rajin-rajin nengokin para staff, hahahahaaaa......" itu jawaban terakhir ketika aku tanya apa kabarmu hari ini cantik? Dan akupun tak mampu mendesakmu untuk bercerita apa yang terjadi sebenarnya pada kamu sampai aku lihat posting foto perjuangan terberatmu.

Hanya mampu menangis dan sujud pada Allah untuk memohon kebaikan Allah agar Dia mengembalikanmu pada kami. Agar kami masih bisa bercerita tentang segala hal ke kamu, dan kamu mendengar apapun yang kami bicarakan, kamu berikan solusi solusi gila kamu yang ternyata semua solusi itu memang membuat segala beban yang sebelumnya ada menjadi berangsur hilang. Perjuanganmu mengagumkan, karena setiap pertanyaan yang kukirimkan selalu mendapatkan jawaban yang mampu membuatku berterima kasih pada Allah, Allah telah kabulkan semua doaku dan aku yakin akan sangat banyak orang yang pernah mengenalmu turut memohon belas kasihan Allah agar Allah membuatmu kembali tertawa dan berlari dengan lincah, seperti anak kembarmu itu.

A Lin, tidak ada seorangpun yang berharap ingin kamu tinggalkan secepat ini, jadi tetap semangat ya adikku cantik, kami semua menyayangimu non, karena bersama kamu kami semua merasa memiliki arti tersendiri, kamu tidak pernah memandang aneh kerudung yang kupakai atau apapun yang mungkin bagi orang lain sebuah perbedaan status yang harus dibatasi. Kamu menganggap kami adalah kamu, dan dari situ aku belajar bagaimana kita menghargai sebuah sikap dan perasaan orang lain sehingga kamipun bisa dihargai seperti bagaimana kami menghargai mereka, tanpa batasan apapun.

Love you A Lin
from: Kak Erna & fam's


Terima kasih karena aku sudah menjadi seseorang dalam satu perjalanan hidupmu kak... Luv u too...

Saturday, November 30, 2013

Lenyapkan Aku














Ketika aku sekuntum mawar
Dan kamu mulai bosan dengan kelopakku
Ketika aku setangkai mawar
Dan kamu mulai jenuh dengan warnaku
Ketika aku sebatang mawar
Dan kamu mulai jengah dengan duriku

Tidak perlu kamu injak rumpunku
Karena itu akan menyakitimu
Tidak perlu kamu potong rantingku
Karena hanya akan menambah amarahmu
Tidak perlu kamu cabut akarku
Karena itu akan menyusahkanmu

Siramkan saja air keras diseluruh duniaku
Maka aku akan cepat layu
Dan akhirnya kering seperti kamu mau
Agar kamu tidak merasa dipersalahkan
Atas kepedihanku karena keacuhanmu
Agar kamu tak perlu repot
Merapikan sisa sisa kehancuranku
Agar kamu tidak perlu mencari alasan
Untuk bisa menggantiku dengan bunga lain

Thursday, November 7, 2013

Hampir Tiba
















Ditulis tanggal 27 Oktober 2013,
satu hari sebelum menerima Sakramen Perminyakan

Malam terasa begitu hampa 
Ada rasa lain yang tak kumengerti 
Semua terasa kosong 
Hanya berat yang tertanam didada 

Mungkinkah waktuku hampir tiba 
Berakhir di ujung jalan sepi 
Tanpa belaian cinta 
Yang beberapa saat sempat kurasa 

Cintaku masih sempurna 
Ketika kamu mulai menutup hatimu 
Setiaku masih bertahta 
Saat kamu mulai meninggalkanku 

Inilah akhir perjalananku 
Di ambang batas dua dunia 
Membawa cinta tak bertuan 
Melayang pergi tanpa dukamu 
Melewati batas pintu surga 

Ketika saat itu tiba 
Hanya ada sebuah harapan 
Ingin mengakhiri semuanya 
Seperti matahari senja menutup hari 
Meninggalkan megahnya siang 


Dengan segala keindahan senja Langit jingga sisa pancaran sinarnya 
Mencipta lukisan diatas laut lepas 
Berpadu siluet tanpa batas

Wednesday, October 9, 2013

BIA Thomas Aquino 5



-- karena kalian salah satu sumber kuatku --




Melihat kalian saat ini, membuatku teringat beberapa waktu kebelakang. *tersenyum* kalian sedang asik dengan imajinasi tentang sapuan warna pada sebuah gedung Gereja, akrab bercengkerama dengan crayon dan pensil warna. "Helllooow, mami #sapaan akrab mereka pada sosok yang belum pantas dipanggil mami ini.....halah :D# ada pengumuman buat kalian, tugas koor lingkungan kali ini BIA diminta menyanyikan lagu komuni dan penutup". Ketakutanku akan penolakan kalian lenyap ketika kalian bersorak atas berita yang kubawa waktu itu.

Bisa dipastikan hariku sejak saat itu adalah bersenandung bersama kalian. Belajar memahami segala hal tentang nyanyian, tentang cara membawakan sebuah nyanyian dan yang terpenting adalah belajar memahami jiwa dan karakter kalian. Mencari lagu, berlatih dan akhirnya bisa sedikit ikut berpartisipasi dalam satu rangkaian Ekaristi. Tidak terlalu jelek menurutku untuk penampilan perdana setelah tampil beberapa tahun lalu. Bahkan sambutan menggema buat kalian. Disinilah aku merasa memiliki arti dalam hidup kalian. Dan beginilah wanita, selalu saja segala perasaan diiringi dengan tetesan air mata.

Berlanjut dengan tugas kedua dan selanjutnya, sampai terdengar suara sumbang tentang keikutsertaan kalian dengan secuil partisipasi kalian. Entahlah....., akupun tidak habis pikir dengan pola pikir mereka yang selama ini mengaku lebih pintar dalam hal menggereja, tetapi tidak tau apa artinya "partisipasi anak" dalam sebuah perayaan ekaristi.. Kita punya aturan, ya saya tau itu, tapi terkadang kita menjadi arogan dengan "sedikit" kemampuan yang kita miliki, dan itu membuat kita menjadi lebih keras daripada Tuhan sendiri dalam membuat aturan. Dan aku cukup mengatakan dalam hati "terima kasih Tuhan ternyata hatiku tidak tertutup oleh ilmu cetekku", ketika lebih dari 7 Pastor memberikan jawaban atas apa yang kutanya. Kelegaanku adalah ketika aku tidak pernah memaksa kalian melakukan apa yang kalian tidak suka hanya untuk sebuah ambisi agar dipandang suci. Dan kebanggaanku pada diriku sendiri adalah ketika aku mampu mengantar kalian masuk kedalam Rumah-Nya, mempersembahkan lirik-lirik indah dengan suara terbaik bagi Dia dengan tulus, dan mendapatkan sukacita karena kalian merasa "ketagihan" untuk kembali bernyanyi bagi Tuhan.

Tapi sudahlah, lupakan sedikit dari mereka yang negatif, simpan saja semua yang positif dan kembangkan menjadi semakin baik. Dan benar bukan kata saya, saat perjuangan kita untuk menjadi besar dan tidak semua mendukung perjuangan itu *kalo lancar namanya ngga berjuang mak* itu sangat tidak penting karena didepan sana akan banyak hati yang terpesona karena pencapaian kita.

Setelah sesuksesan kalian beberapa kali, akhirnya rehatlah kalian dari segala hal yg berhubungan dengan olah suara karena "suhu udara" sedang berada dipuncak didih. Tapi ternyata malaikat disurga berhenti tersenyum sejak kalian tidak pernah memuji Tuhan dengan suara indah kalian. Sampai Tuhan membukakan pintu bagi kalian, dan kalian kembali harus belajar bermadah dari awal. Kali ini nama baik dari Wilayah Thomas Aquino, diserahkan pada kalian. Dan puji Tuhan, kalian mendapat dukungan seutuhnya dari seluruh umat yang ada di Thomas Aquino.

Kerja keras kalian tidak sia-sia nak....,menjadi terbaik dan nomor satu mampu kalian raih. Terima kasih Tuhan Yesus, aku masih bisa mengantarkan malaikat-malaikat kecil ini mendapatkan prestasi mereka. Tidak ada rasa yang lebih bahagia ketika kalian meloncat dengan teriakan nyaring.."Yeeeeeeaaaahhhhh........!!!!! Horeeee....!!! Tanteeeee kitaa menaaaanggg, juuaaarraaaa........" Terima kasih Tuhan aku Kau jadikan orang yang berarti bagi mereka. Waktunya memenuhi janji kecil pada kalian. Magnum....hahahahahaaaaaaaa.........., sederhana sekali bukan ? Tapi ternyata  bukan apa yang akan jadi hadiah untuk kalian kalau kalian bisa jadi juara, tapi seberapa besar aku memperhatikan dan mendukung kalian yang membuat kalian tidak pernah putus asa dan selalu mau berlatih, berlatih dan terus berusaha menjadi yang terbaik dimata Tuhan.


next...... sabaarrr.....