Friday, November 5, 2021

Bertanya Tentang Keimananku...?






 

 

Imanku tidak akan tampak oleh kalian.... Yang terlalu naif melihat dari apa yang tampak oleh mata dan apa yang menempel dibadan seseorang, sedangkan kalian tidak mampu melihat kelemahan yang ada dalam diri kalian sendiri, merasa diri kalian sendiri sempurna dalam menampilkan karakter religius melalui apa yang kalian pakai.


Imanku tidak akan tampak oleh kalian....Yang terlalu memuja ketaatan beribadah seseorang, pengagum mereka yang tertunduk khusuk saat berdoa, meski dalam waktu lain akan tampak layaknya manusia tak ber-Tuhan dan melukai orang lain dengan perilaku dan sikap kalian yang memuakkan.


Imanku tidak akan tampak oleh kalian....Yang mendewakan kuantitas pelayanan namun tidak sesuai dengan kriteria komunitas kalian. Meskipun jika dilihat dengan sungguh-sungguh, itu bukan apa-apa, semua yang kalian lakukan hanya sebatas pencitraan.


Imanku tidak akan tampak oleh kalian....Yang terlalu mengagungkan pribadi hebat yang mampu menciptakan kalimat indah dalam berlembar - lembar bait doa. Namun dibalik semua itu adalah juga pribadi yang sekaligus mampu melukai hati dan perasaan orang lain dengan mudahnya melalui kalimat yang keluar dari mulut yang sama yang digunakan untuk mengalunkan umpan-umpan doa yang indah.


Imanku tidak akan pernah tampak dipermukaan kehidupanku, dan akupun tidak akan pernah ingin mengumbar seberapa besar keimananku akan Tuhanku. Imanku tidak haus akan pujian manusia. Imanku tidak butuh kata "wow" yang hanya akan menguap saat aku jatuh.


Imanku hanya dirasakan oleh mereka yang memahaminya dengan hati yang kupunya.

Imanku adalah pohon yang akan berbuah damai hati dalam kehidupanku.


Thursday, October 21, 2021

Hidupku di Tangan Nya

Segala sesuatu yang dahulu biasa menjadi tidak biasa

Segala hal yang tadinya normal menjadi berbeda

Aku, kamu, kita semua

Berada di satu titik yang tak terduga


Semua rasa berkecamuk

kebencian atas situasi yang mencekam

Seakan saudara maut akan datang

Menjemput dimanapun dan kapanpun


Kebosanan melanda hati dan jiwa

Diam tak tau harus apa

Termangu dalam pikir dan asa

Jengah menunggu waktu berlalu


Termenung sunyi

Mencari dan mencoba memaknai

Apa yang Dia mau dari peristiwa ini

Rancangan Nya tak bisa kumengerti


Sampai pada lelah diambang batas

Satu persatu terurai dalam angan

Keakuhan yang pernah ada

Berganti dengan hangatnya kebersamaan

Riuh ramai celoteh anak-anak

Yang selama ini hampir tak pernah kudengar


Banyak cerita yang selama ini hilang

Saat ini Tuhan hadirkan

Dia menjadikan nyata arti sebuah keluarga

Yang selama ini hampir hilang

Oleh sibuknya dunia luar

Menghiasi waktu dengan canda dan tawa

Mewarnai hari bersama keluarga tercinta


Terima kasih Tuhan....

Cinta mu tak lekang oleh waktu

Dengan air mata kau hapus luka

Lepas duka kau tabur bahagia

Biarlah kami boleh lewati semua

Di dalam kebesaran nama Mu

Wednesday, October 20, 2021

Di Batas Lelahku

 


 

 

 

 

 

 

 

Ketika nanti aku lelah, maka aku akan memilih diam, aku tidak akan menghubungimu lagi untuk tau sedang apa dan apapun yang terjadi sama kamu,  aku tidak akan memperdulikan kamu lagi apapun yang kamu lakukan, aku tidak akan bertanya sama kamu lagi bagaimana kabarmu, dan aku tidak ingin mengetahui tentangmu lagi apapun itu.

 

Saat ini.....

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang lebih dari dua puluh tahun bersamamu, mendampingi jatuh bangunnya kamu dari bukan siapa-siapa menjadi pria hebat seperti yang saat ini kamu rasakan, wanita yang selalu bersedia hidup berdampingan denganmu dalam setiap kekurangan dan kecukupan materiil, wanita yang tidak pernah sekalipun minta apalagi menuntut materi dari kamu, wanita yang selama dua puluh tahun lebih hanya mengharapkan cinta dan kesetiaanmu.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang tidak pernah putus membawa namamu dalam setiap doaku, mendoakan kesehatanmu, kelancaran dalam setiap pekerjaanmu, keselamatanmu saat kamu melakukan semua tugas-tugas yang kamu hadapi, supaya kamu dijauhkan dari segala kesulitan dan niat jahat mereka yang tidak memiliki hati, mereka yang ingin menjerumuskan kamu dalam kubangan dosa, mendoakan untuk kebahagiaanmu dalam setiap tarikan nafasmu, kedamaian hatimu, kesabaranmu, dan hanya segala yang terbaik yang kamu peroleh dalam hidupmu.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang setiap harinya selalu memikirkan kamu saat kamu tidak berada didekatku. Memikirkan apakah kamu baik-baik saja diluar sana, memikirkan apakah kamu sudah makan, apakah harimu baik-baik saja, apakah kamu selalu dalam keadaan sehat.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang selalu membanggakanmu di depan teman-teman kita, yang selalu menceritakan betapa hebatnya kamu sebagai seorang suami dan seorang ayah, memuji kamu didepan mereka yang mengenal kita, mungkin kamu bahkan tidak pernah tau bahwa aku adalah wanita yang sangat bangga memilikimu sampai detik ini.

 

Mungkin kamu sudah siap kehilangan aku, wanita yang selalu berusaha ada waktu untukmu, memperhatikan kamu dan selalu ingin tahu bagaimana kondisi kamu setiap saat, membuat kamu bahagia walaupun lewat hal-hal kecil, tanpa kamu sadari betapa susahnya aku untuk memberikan semuanya itu hanya untuk melihatmu tersenyum, meskipun ternyata kamu tidak pernah merasakan semua itu.

 

Mungkin kamu sudah selalu siap kehilangan aku, wanita yang selalu mengerti dan memaafkan sisi burukmu, memaafkan setiap hati yang disakiti olehmu, dengan semua ego dan emosimu, aku yang menghapus setiap rasa sakit yang kamu buat hanya dengan doa dan air dalam sepinya malam , aku yang begitu cinta dengan hati yang tulus, tetapi tidak pernah kamu lihat dan rasa besarnya cinta yang aku punya untukmu.

 

Air mata yang menetes dalam sunyinya malam mengiringi setiap doaku adalah bukti sakit hati dan bahagia yang aku rasakan saat bersamamu.

Saturday, October 16, 2021

Kedamaian Hati

  


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika ada seseorang yang merasa keberatan saat kita dekat dengan pasangannya meskipun sebenarnya kita merasa bahwa dia hanya seorang relasi dalam pekerjaan di kantor, maupun dalam sebuah pelayanan rohani.

Hal pertama yang kita lakukan adalah minta maaf untuk ketidaknyamanan mereka. Minta maaf tidak berarti kita selalu salah tapi karena kita tidak tau apa yang kita lakukan selama ini membuat hidup orang lain berada dalam ketidakharmonisan dan ketidaknyamanan.

Yang kedua merubah sikap dan jaga jarak dengan orang yang dimaksud tanpa mengumbar keberatan pasangan orang tersebut  kepada orang lain yang ada disekitar kita. Apalagi sampai mencari dukungan karena merasa apa yang kita dilakukan adalah benar dan yang keberatan adalah pihak yang salah. Itu hanya akan menambah luka dan kita sudah menjadi sumber masalah yang seharusnya tidak perlu ada.

Tetap menjaga hubungan baik dan bersikap baik dengan relasi kita dan pasangannya, meskipun bersikap baik tidak selalu harus disertai dengan kedekatan.

Cukup kita dan pasangan tersebut yang tau bahwa ternyata kehadiran kita tidak selalu bisa diterima oleh semua orang. Dan kita harus bisa memahami situasi tersebut karena tidak semua orang memiliki pola pikir serta pengalaman hidup yang sama. Bersikap seperti itu bukan berarti kita kalah atau salah, tetapi untuk beroleh hidup damai, dan setidaknya kita tidak menjadi sumber luka bagi siapapun.




ANDALANKU

harus kemana aku pergi

saat lelah menerpa hati dan jiwa

dimana aku harus bersandar

jika semua terasa berpaling


berlari jauh dari ramainya dunia

menyusuri tepian pantai

sendiri....

tak peduli dengan yang ada

teriakku pecahkan ombak yang menepi

air mata bercampur buih lautan

kosong dan hampa yang ada

siapakah aku ini...


dalam diam keheningan malam

sentuhan hangat memelukku

damai lingkupi kedalaman hatiku

rasa yang dulu pernah ada

tapi sempat hilang entah kemana


Dia datang tenangkan rasa

Dia datang damaikan jiwa

aku yang pernah tinggalkan-Nya

karena kecewa dan marahku

namun Dia selalu setia bersamaku

berikan cinta-Nya yang selalu baru


Yesusku....

mengandalkan-Mu adalah kekuatan

mengharapkan-Mu adalah keindahan

mencintai-Mu sampai waktuku selesai 

itulah tujuan hidupku...

Wednesday, June 19, 2019

Hidup Bareng Gadget ataukah Manusia.....???


















Di wa group bisa bercanda sama komunitasnya, 
seharian bareng pasangan aja belum tentu pasangannya ditegur....
Di dunia maya asik sama teman, 

di dunia nyata keluarga dicuekin karena saking perhatiannya 
sama yang di dumay ....
Hidup sama gadget apa sama manusia...???!!!



Hmmmmm.... ndak tau yaaaa, hal itu dilakukan oleh segelintir orang atau justru sebagian besar dari kita..., aku, kamu dan mereka. 
Mau diakui atau tidak itulah kenyataan yang saat ini terjadi.
Mereka ___kamu terutama___ sibuk mencari "kesibukan" sendiri, 
ndak peduli apakah yang ada disekitarnya saat itu sedang
membutuhkan mereka atau tidak.
Bahkan sampai-sampai ada dari mereka ketika keluarganya sakitpun tidak peduli...eh,,,jangankan peduli, yang ada tidak mau tau dengan kondisi tersebut.

Mencari perhatian dari luar rumah dengan gadget, sedangkan dirumah mengabaikan orang-orang yang sangat banyak memberikan perhatian (karena sok sibuk makanya ndak berasa diperhatiin wkwkwkwkkw....),
Alasannya klasik..... "BOSEN"...
Kalo ndak mau bosen ya cari kesibukan bareng sama pasangan dan keluarga yang saat itu ada dirumah donk....bukannya mencari-cari yang ada diluar. Sehari-hari sebelum dan pulang kerja yang dipegang dan diperhatiin gadgetnya, gimana mau mendapatkan hidup yang ndak bosenin dan menyenangkan bareng keluarga dan pasangan, #MIKIR

Tipe-tipe begini yang bisanya selalu menyalahkan orang lain jika ada hal-hal buruk yang terjadi... 
Anak nilainya jelek nyalahin anaknya yang ndak belajar, Anak jatuh nyalahin pasangannya karena kurang memperhatikan si anak... sedangkan dia lupa berkaca jika dia lebih tidak perduli dengan apa yang ada disekitarnya dan lebih peduli dengan gadgetnya.

--- BANGUN DARI KETIDAKPEDULIANMU, KELUAR DARI DUNIA KEEGOISANMU, 
 SEBELUM SEMUA YANG ADA DIDEKATMU MENINGGALKANMU ---


Monday, March 19, 2018

Hai Pak.....







"sedih lho tidak diakui keberadaannya sama suami sendiri" Kalimat itu mengalir bersama dengan air mata. Sebuah kalimat yang menyiratkan luka dari seorang wanita yang tak diakui keberadaannya.

Cerita berawal ketika malam itu teman-teman kantor suaminya datang kerumah sederhana mereka. Dia pikir suaminya akan memperkenalkan dia dengan teman-temannya itu, tetapi bahkan setelah hampir 30 menit tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan diperkenalkan sebagai istrinya. Akhirnya dia berinisiatif untuk memperkenalkan diri sebagai istrinya. Diluar dugaan, kalimat yang keluar dari teman-teman kantor suaminya saat dia memperkenalkan diri ...."lho...kok bapaknya diem aja, dari tadi kami pikir istrinya yang tadi gendong anak, maaf ya bu, habis bapaknya ndak mau ngenalin ibu ke kami"... diiringi muka kecut suaminya yang buru-buru menyuruhnya pergi dengan alasan mengambil sesuatu, seakan si suami ingin berkata "sudah sana tempatmu bukan disini".

#gleg#

Ternyata dia salah sudah memperkenalkan diri kepada teman-teman suaminya, karena ternyata suaminya sendiri malu memiliki istri seorang ibu rumah tangga yang jauh dari kata sexy dan modis seperti wanita-wanita di kantor nya, karena alasan itulah suaminya malu memperkenalkan nya sebagai istrinya. 

Dari situ terjawab semua keanehan yang dia rasakan selama ini, semua pertanyaan itu satu-persatu bermunculan....
"mengapa suaminya selalu sulit diajak untuk foto bersama dirinya, kalaupun mau ekspresi yang ditunjukkan adalah terpaksa, tanpa senyum, sedangkan jika sedang berfoto dengan wanita-wanita lain suaminya bisa tersenyum dengan begitu bahagianya"
"mengapa selama ini suaminya selalu berusaha menghindari kegiatan kantor yang melibatkan keluarga"
"mengapa suaminya tidak pernah memasang foto mereka berdua sebagai profile dalam wa, bbm, atau sosial media lainnya"
dan masih banyak lagi tanya yang saat itu akhirnya terjawab.Dan itu sangat menyakitkan.

Buatku....hal ini menyedihkan..... sangat menyedihkan saat menemukan seorang laki-laki pengecut seperti itu. Bagaimana tidak disebut pengecut jika mengakui pilihan hidupnya saja dia tidak mau atau bahkan tidak mampu, dan semua bisa dipastikan karena gengsi istrinya tidak secantik, sesexy dan semodis teman-teman sekantornya.

Hai pak.....
Jangan bangga dengan karirmu saat ini...jangan bangga dengan uang yang kamu miliki saat ini.... apalagi bangga dengan penampilanmu saat ini.....karena semua itu tidak akan pernah kamu miliki tanpa doa dan dukungan dari istrimu selama ini, dia wanita yang tidak pernah berhenti berdoa untuk kesehatanmu, untuk kesuksesanmu. Asal bapak tau.... tanpa doa-doa dan dukungan dari istrimu...kamu itu ibarat laki-laki impoten, yang hanya terlihat sebagai lelaki tapi tidak mampu menjadi pria sejati.

Hai pak....
Kalau bapak pengen istri bapak cantik dan sexy kasih modal donk pak....biar istrinya bisa perawatan setiap saat, jangan cuma punya satu pembantu dirumahmu, kasih tiga atau empat pembantu yang bisa ngurusin semua hal tetek bengek soal rumah tanggamu. Biar istrimu bisa merawat dirinya dan bisa kamu banggakan di depan teman-teman mu. 
Ingat pak.....yang berjuang mati-matian mulai dari hamil anak-anakmu sampai mereka sekarang fotonya bisa kamu pamerkan ke teman-temanmu (bangga punya anak ganteng, cantik) itu dia istrimu bukan mesin pencetak anak. Tanpa perjuangan dan kerja keras istrimu kamu bukan apa-apa....kamu tidak punya apa yang kamu banggakan saat ini... 

Hai pak.....
seorang pria sejati
tidak hanya bangga pada apa yang dia miliki
tapi seorang pria sejati bangga
pada hal dari mana kebanggaan itu berasal
bersikaplah sebagai pria sejati 
jangan hanya mikirin harga diri
tetapi tidak punya nyali
untuk mengakui pilihan sendiri
jangan hanya fisikmu yang laki-laki
tapi mentalmu seperti di kebiri