Friday, November 11, 2011

Malu Dibilang Ndeso...??




















"wong ndeso aja kok gayanya sok-sok an" 
"wong ndeso ae kok nggaya" 
"wong ndeso aja lagunya kaya orang kota"

Hahahahaaaaaaa....
 Ketawa lho aku kalo denger ada orang yang ngomong kaya gitu. Sebenernya itu dia mau menghina apa justru dia iri karena "wong ndeso" itu lebih oke dan lebih berhasil daripada dia yang lebih lama tinggal di kota?
Lha kalo ngga ada wong ndeso itu yang pada ngaku "orang kota" itu juga ndak hidup kok.

lha terus kalo wong ndeso itu tetep nunduk aja sambil klecam-klecem, kapan berubahnya negara ini, dan kapan majunya wong ndeso bisa sukses. 

Aku ada cerita:
 Waktu jaman sekolah dulu, aku punya temen yang keluarganya itu bangga dengan sebutan "orang kota", secara dulu ngambil kredit rumahnya di sekitar kota yang gedhe itu lho.
Tapi, kok temenku itu mau makan aja susah, nunggu kiriman duit bulanan yang juga minim aja ternyata kirimannya "seret" *maap, memang begitu kenyataannya*
Nah, lha kok ya ada gadis ayu asli ndeso yang mau jadi pacarnya *nepok jidat*.
Ya sialmu nduk, cah ayu. 

Jadilah itu si gadis desa lumbung padi si anak kota.
Ternyata ngga semua wong ndeso matre lho...(ngga matre apa ketipu) hihihihiii...
Tapi ya dasarnya keluarga si anak kota ini sombong yang ngga pada tempatnya, ya tetap saja keberadaan si gadis desa ini tidak di lirik.
Mereka itu tidak tau (atau tidak tau diri) jika tanpa gadis desa dan keluarganya yang selalu memberi sokongan dana dan makanan, anak kota itu ngga akan bisa jadi seperti sekarang yang mereka lihat.
Dan keluarga yang sok kota itu masih saja buta dengan kekotaan mereka sampai detik ini (nunggu mereka bertobat).


Coba, belajar jujur sama diri sendiri.
Sebenernya yang bilang begitu kan (kalo mau ngaku) wong ndeso juga.
Hanya yo mungkin udah kelamaan ngga nengok kampung halamannya, ya ngga tau karena udah ngga punya saudara (ngga mungkin) atau ngga diakui sama saudara (bisa jadi) yang masih dikampung. Hihihihihiii.... *piss*
Dan lagi, kalo ngga ada wong yang berlabel "ndeso" itu, apa ya wong kota itu bisa hidup..??
Lha wong kota itu kan pada alus-alus tangannya, mana bisa "nandur" pohon penghasil makanan. Heheheheee....*ngelirik wong kota*

Nyoba buat mengingat moment mudik lebaran.
Yang katanya wong kota itu, kok ya ternyata pada berbondong-bondong maksain diri buat ikut bikin macet jalanan yang ke arah ndeso-ndeso itu.
Ternyata mereka itu yo asale soko ndeso ya...

Makanya jangan asal "njeplak" kalau lagi emosi jiwa, ngatain orang lain "wong ndeso", padahal dirinya sendiri juga ndeso.
Apalagi ngga semua wong ndeso itu bodo, katro, ketinggalan jaman tur gaptek. 

Asal tau aja, yang katanya ngaku wong kota aja masih banyak yang lebih bodo daripada yang mereka sebut wong ndeso itu.
Biar ndeso tapi iso ditoto, daripada jadi wong kutho tapi ora pokro....:P

Masih mau ngaku wong kota....??!!
Salah ya, pertanyaan yang bener, masih ngga mau ngaku kalo anda-anda itu juga asli wong ndeso..??!! Ya ndak apa-apa kok. Wong ya aku juga ndak rugi kalo anda ndak ngaku :D...

Tuesday, November 1, 2011

Sudahi Sakit Ini

















Kamu ngga sadar sudah membuat aku semakin terpuruk
Kamu ngga ngerti kalau aku semakin tersakiti karena kamu
Kamu ngga pernah melihat gimana tersiksanya aku

Entahlah...
Kenapa dulu aku terlalu bodoh dalam jebakan perasaan yang kamu tawarkan
Atau memang kamu yang terlalu pintar membuat pijar yang sudah mati kembali bersemi pada tempat yang salah
Harapan yang tidak akan pernah menjadi sebuah kenyataan, tapi membuatku semakin merasa tidak akan pernah berharap lagi.
Aku yakin kamu bahkan sudah lupakan semua yang pernah terucap
"Aku bisa membuat kamu merasakan apa itu cinta"

Cinta...
Kamu bicara cinta yank...
Apakah cinta yang kamu maksud itu sekedar rangkaian kalimat manja...?
Apakah cinta yang kamu berikan itu hanya sebatas obrolan sepanjang malam...?
Atau mungkin cinta buat kamu itu ada saat kamu lagi sepi, saat kekasih kamu yang sebenarnya sedang tak bersamamu, dan aku hadir dalam kesepianmu...?

Tapi disaat aku (aku yang saat kamu mencoba meyakinkan tentang "kata busuk" itu sedang merasakan tidak berartinya kata itu buatku) ingin kamu bersamaku, kamu lebih memilih menguburku dalam sudut otakmu.
Ngga pernah lagi ada sapa, ngga pernah ada kata manis tapi gombal lagi dari kamu
Sibuk....
Iya, itu pasti...tapi kesibukanmu bukan hanya dalam rutinitas kerja kamu, kamu juga sibuk dengan kekasihmu yang telah kembali dalam selimutmu.
Memang aku ngga punya hak untuk angkat suara, ngga punya hak untuk teriak marah.
Tapi aku punya kewajiban untuk menelan utuh pil pahit ini.
Karena aku hadir diantara kalian.
Dan kehadiranku tepat disaat kamu tak bersamanya.
Kehadiranku hanya sebagai pengganti dirinya menjadi penghilang sepimu, teman bicaramu menghabiskan malam.
Itu cinta yang kamu beri untukku.

Sekarang...
Saat aku hanya butuh sekedar bertemu kamu dan menatap mata kamu.
Hanya sebentar hun...
Seribu alasan kamu hadirkan sebagai ganti sebuah kata "aku ngga mau"
Terlalu sulitkah untuk kamu berkata tentang kejujuran..?
Atau mungkin buat kamu aku hanya ada saat kamu sendiri, dan ngga penting buat kamu lagi tentang semua yang ada padaku.
Aku masih setia dengan rasa yang hampir mati.
Karena untuk ini aku tak akan pernah ijinkan hati manapun untuk mencoba berbagi rasa apapun dengan hatiku...

Orang ketiga yang pernah hadir dalam kekosongan sebuah hubungan tidak akan pernah bisa memiliki apapun, tapi rasa sakit yang pasti akan dibawa kemanapun melangkah...

Saturday, October 22, 2011

Surat Dari Surga


Ayah... 
Saat usiamu 33 tahun hari ini
Saat ini pula bertepatan 233 hari 
Aku meninggalkan Ayah dan Bunda
Aku tak mampu membuat Ayah tertawa bahagia
Bahkan membuat Ayah tersenyum pun
Aku tak punya asa


Ayah...
Lihatlah purnama malam ini
Begitu sempurna bukan...?!
Apakah Ayah mengerti
Kesempurnaan purnama ini untuk Ayah
Apakah Ayah merasakan
Kalau aku menatap Ayah penuh kerinduan
Rinduku untuk Ayah mengalir
Bersama cahaya purnama malam ini


Ayah...
Apakah Ayah juga merasakan..?
Bunda saat ini sedang berlutut
Bersyukur dan berdoa yang terbaik untuk Ayah
Bunda selalu mencintai Ayah
Meski saat ini Bunda tak bisa
Selalu bersama Ayah


Ayah...
Aku sedih melihat Ayah termenung sendiri
Aku juga sedih melihat air mata Bunda 
Mengalir seiring doanya untuk Ayah
Bunda sangat ingin menemani Ayah hari ini
Membuat Ayah bisa tertawa
Seperti setahun yang lalu


Ayah...
Seandainya aku bisa merayu
Tuhan boleh mempersatukan Ayah dan Bunda
Aku akan selalu lakukan itu
Tapi setiap aku merengek pada Tuhan,
Tuhan selalu berkata padaku
"Malaikat kecilku yang manis,
 Aku telah menyiapkan yang terindah 
 untuk Ayah dan Bundamu, 
 bukan sekarang tapi nanti  
 pasti akan Aku hadiahkan pada saat yang tepat, 
 Malaikat kecilku yang manis,
 kamu jangan bersedih, 
 karena Aku akan menjaga 
 cinta Ayah dan Bunda kamu tetap indah untuk mereka."


Ayah...
Bunda mencintai Ayah di sepanjang hidupnya
Aku mencintai Ayah dan Bunda dari surgaku
Aku akan menjaga hati Ayah dan Bunda bersama Tuhan
Selamat ulang tahun Ayah...
Tuhan memberkati


I Love U
Raina

Friday, September 30, 2011

Hijau













Satu warna yang tak pernah kudekati
Satu warna yang selalu mendapat tempat terakhir
Dalam pilihan warna untuk setiap langkahku
Tak ada alasan apapun kecuali "tidak suka"

Damai sesungguhnya warna itu
Sejuk jika kamu bisa menikmatinya
Ups....
Dari mana datangnya rasa itu
Segala hal yang kupunya
Semua warna terkalahkan olehnya
Segala hal dalam hidupku
Berubah karena hadirmu
Mungkin ini yang mereka sering bilang 
Rasa akan mengalahkan segalanya
Semua tentangmu masih memukau
Dalamnya setiap tatapmu adalah kedamaian
Dalam setiap katamu adalah kesejukan
Hal yang kupunya akan mengingatmu

Green... Hijau... Damai... Sejuk...
Tak perlu sebuah pengorbanan untuk mencintainya
Kukagumi damainya seperti aku mengagumimu
Kunikmati sejuknya layaknya belaian tanganmu
Kuhapus rindu tentangmu dengan hijaunya alamku.

Wednesday, September 28, 2011

Sekolah apa Bimbingan Belajar ???

















Baru beberapa tahun mengamati dunia pendidikan, semakin lama semakin memahami, ada yang sedikit ganjil didalam dunia "sekolah" di satu atau mungkin lebih lembaga pendidikan formal ini.
Masuk di dalam salah satu sekolah ,ditempatkan di dalam administrasi sekolah bidang kurikulum. Di bagian ini salah satu kegiatan rutin yang terjadi dibalik monitor adalah, pengolahan data siswa sejak mereka masuk sampai mereka keluar (pindah/lulus) dari sekolah ini.

Entah alasan apa yang pasti siswa disekolah ini memandang saya karyawan paling galak dan jutek (padahal muka masih babyface loh :D). Selalu setiap akan berururan dengan administrasi bagian yang satu ini #katanya# harus menyiapkan mental kalo ngga mau malu karena nangis dibuatnya. (Aahh...berlebihan komentar yang ini, siswa selalu ketawa kok setelah ketemu saya :P)

Cuma dua kata #katanya lagi# yang keluar dari mulut para siswa saat mereka mendengar radio sekolah mengumumkan nama mereka dipanggil untuk bertemu dengan administrasi bagian yang satu ini; "mampus gue..!!" Hadeeeww... Emang sesangar itukah si cantik ini...??

Satu hal yang "nyelip" di pikiran saya saat kesibukan koreksi hasil ujian dari para siswa nangkring di meja sempit saya. Setelah proses penilaian dan kembali koreksi hasil ujian, selalu saya membuat laporan peringkat dari nilai para siswa ini. Dari sepuluh nilai tertinggi dan beberapa nilai terendah dari masing-masing kelas saya *iseng* mencoba bertanya;
"Ikut bimbel dimana nak..???"
Hasilnya adalah....#sembilan dari sepuluh anak menjawab IKUT BIMBEL di ...bla..bla..bla...dan dua dari tiga nilai terendah menjawab TIDAK...#

Ups...setelah mereka membayar biaya yang tidak sedikit untuk bisa masuk kesekolah "ternama" ini, mengeluarkan biaya bulanan yang melebihi gaji dua orang office boy, mengikuti test masuk yang tidak mudah, setelah mereka resmi masuk menjadi siswa, mereka masih harus mencari Lembaga Bimbingan Belajar di luar sekolah untuk bisa tetap bersaing di sekolah. Ada beberapa alasan mereka masuk Bimbel ;
#orang tua semua sibuk (shoping,cari uang, arisan), jadi ngga ada waktu untuk mendampingi secara langsung dalam proses belajar anak mereka diluar sekolah.
#"susah pelajarannya, kalau ngga bimbel kita ketinggalan"... Lhooo...., terus bapak ibu guru yang setiap hari berdiri di depan kelas, bicara a sampai z ngapain donk..?? Kalau ngga ngerti, kenapa ngga nanya ke mereka? Bukannya mereka yang seharusnya membuat para siswa pintar. Dan gimana mau ngerti kalau setiap pelajaran isinya bermacam aktivitas (ngantuk,ngobrol,bbm an*kalau ngga ketahuan*) dan ngga merhatiin apa yang sedang dijelaskan didepan kelas.
#"ah, gurunya ngajarnya cepet-cepet, yang penting materinya selesai" ... O..oo.., sebenarnya yang terpenting saat kita jadi seorang guru (guru dalam segala hal) adalah materi tersampaikan atau materi terselesaikan ? "Monggo dipun penggalih piyambak"

Yang memilih ngga ikut bimbingan belajar tidak ada alasan lain selain "ngga ada biaya mam...".
Terdengar klasik tapi realitanya memang seperti itu. Ngga ada biaya, ya ngga bisa bimbingan belajar tambahan. Butuh kerja keras dan extra rajin untuk bisa bersaing di sekolah, tapi kalau belajarnya cuma sekedar belajar ya harus terima jika selalu berada diposisi bawah dalam persaingannya.

Hhhmmm... Jadi sebenarnya siapa yang menjadikan siswa pintar..? Sekolah dengan Kriteria Ketuntasan Minimal yang lebih tinggi dari sekolah-sekolah lain atau Lembaga Bimbingan Belajar yang mengajarkan sistem belajar praktis dan lebih mudah diterima oleh siswa..?

Sebutan " Sekolah Favorit " jadi terlihat mempunyai arti; #sekolahnya anak-anak yang sudah pintar dan punya nilai tinggi, bersaing dengan bantuan bimbel diluar sekolah# bukan » sekolah yang membuat siswanya menjadi pintar karena sistem pendidikan yang sudah diterapkan di sekolah «.

*BUKAN KRITIKAN TAPI SEKEDAR CORETAN YANG MEWAKILI MATA UNTUK BICARA*

Wednesday, September 21, 2011

Sayang Yang Tidak Membangun

"Ah ngga apa-apa biarin aja, namanya juga anak-anak"

Pasti banyak dari anda yang sangat-sangat sering mendengar bahkan mungkin bicara kalimat itu. Sebenarnya apa yang jadi tujuan saat anda bicara kalimat itu...? Apa yang anda harapkan jika anak sudah mendengar kalimat itu..??

Maaf sebelumnya buat para "pemaklum" anak-anak. Saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya mengenai kalimat itu. Kalimat itu sama sekali tidak berlaku untuk anak-anak saya. "Galak banget...!!" boleh dikatakan galak kalo kita cuma asal teriak dan melotot, tapi kalo kita kensekuen, dan bisa memberikan contoh atas hal yang benar dari apa yang tidak boleh dilakukan, itu berati kita tegas untuk sebuah kedisiplinan hidup.

Kalimat pemakluman itu sama sekali tidak akan menghasilkan jiwa disiplin pada anak. Pendidikan terhadap pribadi bukan dimulai saat manusia sudah bukan "anak-anak" lagi tetapi sejak manusia itu mulai membuka mata dan menghirup udara didunia ini.

Siapa guru paling penting bagi anak? Orang Tua. Kalau kita sebagai orang tua tidak mampu memberikan contoh yang baik bagi anak, jangan pernah berharap anak mempunyai jalan pikiran yang baik juga. #kok bisa...??# coba ingat-ingat lagi, waktu seorang anak akan melakukan sesuatu atau hal yang baru, anak pasti akan bertanya pada papa mama nya. Contohnya:
Seorang anak dengan bahasa yang masih belum sempurna ngasih mamanya bungkus permen, karena mamanya males bangun *asik nggosip* bungkus permen tadi cuma diremas-remas dan langsung dilempar. Pada saat si anak selesai makan permen yang kedua, dia pasti akan melakukan hal yang sama seperti apa yang sudah dilakukan si mama. (Guru kemproh)

Dimana pertama kali anak mempelajari sesuatu? Rumah.
Ya, dirumah dan bukannya di sekolah. Sekarang banyak orang tua yang anaknya baru satu atau dua tahun dimasukkan ke sekolah formal. Dan bodohnya adalah mereka yang menanggapi hal itu dengan kalimat "wah, hebat ya... Anaknya si Ibu itu pinter banget lho, sekarang masih dua tahun aja udah sekolah, bahasa inggrisnya aja udah lancar". Huuufftt.... Iya seh, IQ boleh juara tapi EQ dan SQ nya apa juga sejuara IQ nya...?? Pribadi yang akan menang dalam kehidupan adalah mereka yang bisa membuat ketiga hal itu balance. Semua itu bisa dimulai sejak awal didalam keluarga.
Seseorang akan bisa menghargai orang lain, menghormati orang lain adalah jika dia terbiasa "saling" menghargai dan menghormati antara anggota keluarga. pelajaran mengenai sopan santun, tata krama dan teposliro juga dipelajari didalam sebuah keluarga.

Dimanapun kita akan berkarya, kita tidak akan bertahan dengan kualitas terbaik jika kita tidak terbiasa melatih diri untuk menjadi yang berkualitas dalam hal terkecil sekalipun.

Monday, September 19, 2011

Asa Itu Tetap Ada

Saat cinta masih bertahta
Tak akan pernah terselip dusta
Saat cinta hanya sebatas asa
Tak akan membuatku terluka

Memilikimu adalah impian malamku
Menjadi bagian hidupmu adalah anganku
Itulah hidupku sejak aku mengenalmu
Mencintaimu adalah membuatmu tersenyum

Setiap kata yang kau ucap
Adalah nada indah ditelingaku
Setiap baris yang kau tulis
Adalah puisi cinta diotakku

Setiap detik kulewati bersama bayangmu
Setiap malam kulalui dengan asaku bersamamu
Khayalanku adalah semua tentangmu
Hidupku penuh dengan pesonamu

Saat kau tak mampu kusentuh
Aku bersyukur sempat menyapamu
Saat kau tak mampu kupeluk
Aku bersyukur sempat berbincang denganmu
Saat kau tak mampu kumiliki
Aku bersyukur sempat tertawa bersamamu
Saat cinta tak bisa menyatukan kita
Aku bersyukur Tuhan tidak merubah cintaku menjadi air mata

Selama aku tidak menodai cinta
Selama aku tetap setia
Saat manusia mematahkan cinta kita
Aku tetap percaya
Tuhan akan menyatukan kita
Menjadikan cinta kita nyata
Pada kehidupan kedua
Bukan sementara
Melainkan kekal untuk selamanya...