Friday, November 18, 2011

Keangkuhanmu

Mencoba memahami tatapan matamu
Terlalu dingin untuk sebuah kebersamaan
Mencoba membuat bibirmu tersenyum
Tapi itupun senyum yang terlalu angkuh buat sebuah keindahan

Satu dua kata terucap dari mulutmu
Tanpa ekspresi yang berarti
Semua biasa saja
Hanya membuatku sedikit tertantang

Jangan pernah panggil namaku
Kalau aku tak mampu membuatmu berubah
Tidak hanya tersenyum tapi tertawa
Kalau tak sanggup membuatmu menatapku
Tidak hanya sebuah lirikan tapi tatapan indah

Tak butuh waktu lama buatku
Untuk membuatmu tak bisa melupakanku
Membuatmu selalu ingin bersamaku
Membuatmu selalu berharap padaku

Keangkuhan yang kamu persembahkan buatku
Hanya akan membuatmu terlalu mencintaiku
Kesombonganmu tentang rasamu
Hanya akan menjadi guratan siksa dalam dirimu

#  ditinggalkan oleh cinta itu sakit, ditolak saat kita mencintai itu menyakitkan, tapi rasa disaat kamu tidak mampu mengungkapkan cinta itu yang akan membunuhmu #

Masih tentang Pantai Ini














Langit masih berwarna jingga
Hari merambat meraih senja
Setelah beberapa waktu
Duduk terdiam dalam lamunan
Diatas pasir putih
Yang setahun lalu menyambutku dengan cinta

Semua telah berbeda
Waktu merubah segalanya
Bukan menjadi indah seperti asaku
Saat aku dulu menemukanmu
Semua terasa dingin
Tanpa rasa dan tanpa warna
Hampa...
Tak mampu kusentuh untuk sebuah pengertian

Kamu menjauh saat kucoba tetap menunggu
Kamu melangkah pergi tanpa tatapan sedih
Aku termenung tanpa rasa
Hanya mampu mengikuti langkah kakimu
Tanpa ingin menahan apa yang kamu mau

Saat langkahmu terhenti
Pada sosok yang tak asing buatku
Diakah yang mampu membuatmu tersenyum
Saat tubuhmu membelakangiku
Melangkah pergi meninggalkanku
Mengubur asa dihatiku

Biarlah kutetap disini
Berteman lembutnya pasir putih
Menatap senyummu diakhir mentari
Tanpa harus merasakan perih
Bukan pantai ini yang salah
Hanya butuh hati yang lebih terarah.

Monday, November 14, 2011

Rancangan-Nya

Seorang pria yang sanggup memaki wanitanya, tidak bisa menghargai dan menghormati wanitanya adalah seorang pria yang tidak pernah merasakan kasih yang tulus dari ibunya.
Dia sesungguhnya adalah pribadi yang tidak pernah mengerti bagaimana lembutnya hati dan perasaan seorang wanita.
Yang dia tau hanyalah seorang wanita bisa dia perlakukan sesuai inginnya.
Seorang wanita harus selalu menjadi yang nomor dua setelah dirinya, seorang wanita harus selalu mau menuruti apa yang dia katakan.

Saat kamu(wanita) ada diposisi itu, (mungkin) kamu sangat ingin keluar dari zona ketidaknyamanan itu, atau bisa juga kamu tetap (terpaksa) bertahan dalam lingkaran penghinaan itu dengan dalih "pengabdian".
Kenapa aku sebut itu sebuah lingkaran penghinaan ?
Karena sejak Allah menciptakan "manusia" Dia tidak pernah menciptakan seorang wanita dari kepala seorang pria, untuk menjadi atasan, tidak dari tulang belakang untuk menjadi pengikut, dan tidak dari tulang kaki untuk bisa di injak-injak semaunya oleh seorang pria, tetapi Allah menciptakan seorang wanita dari tulang rusuk pria itu, untuk saling melengkapi.
Menyatukan dua hal yang berbeda, melengkapi kekurangan yang ada menjadi sempurna.

Seorang ibu adalah pasti seorang wanita.
Dan tidak ada seorangpun ibu yang ada di dunia ini yang melahirkan seorang putri dan mendidiknya sampai memberikan pendidikan tertinggi pada putrinya hanya untuk melihat putrinya menjadi "pelayan" dalam rumah tangganya nanti.
Seorang ibu juga ingin melihat putrinya menjadi wanita dewasa yang mampu memberikan penghargaan bagi dirinya sendiri.
Bukan berharap akan balas budi anaknya melainkan berharap kebahagiaan putrinya atas apa yang telah diraihnya.

Seorang ibu yang juga melahirkan putranya memiliki harapan indah pada putranya.
Menjadi seorang pria yang menghargai wanita dan dihargai oleh wanita.
Menjadi seorang pria yang bisa dihormati dan mampu menghormati orang lain.
Menjadi seorang pria yang menerima perbedaan dan diterima dalam kelebihan dan kekurangannya.
Seorang pria yang bisa memberikan saran dan menerima kritikan.
Seorang pria yang mau belajar tentang hitam putihnya kehidupan.

Sebuah perkawinan adalah saling menghormati, bukan saling menguasai.
Sebuah rumah tangga adalah area untuk saling mengerti dan menerima bukan sebuah arena perebutan kekuasaan.
Saat ada sebuah kesalahan, belajarlah untuk memaafkan.
Saat ada sebuah keinginan menguasai belajarlah untuk rendah hati.
Saat ada sebuah perselisihan belajarlah untuk menjadi bijaksana.
Saat ada kesalah pahaman, belajarlah menjadi seorang pendengar yang baik dari semua pihak.
Saat dibutuhkan sebuah dukungan, jadilah pemberi semangat yang positif.

Belajar Menjadi Manusia (yuuukk...)

Saat kita berada dalam zona nyaman
Semua akan terasa menyenangkan
Dan kita selalu bisa lakukan apa yang kita mau
Tanpa harus mendapatkan pertentangan

Hidup itu penuh dinamika
Jalan itu ngga selamanya lurus
Masalah yang ada harus dihadapi bukan dihindari
Kesalahan yang terjadi itu untuk diperbaiki bukan ditutupi
Sebuah hubungan itu adalah saling mengerti bukan ingin dimengerti tanpa mau belajar mengerti

Karakter itu dibentuk bukan datang sendiri
Pola pikir itu dikembangkan bukan dibatasi
Sifat seseorang bisa dirubah jika dia mau

Prestasi hidup itu tidak datang sendiri tapi harus diraih
Hidup nyaman itu bukan karena orang lain tapi dari dalam diri kita sendiri
Saat kamu merasa ada sebuah masalah dengan seseorang
Dan orang tersebut tidak merasakan hal sama
Itu adalah rasa yang terlalu berlebihan yang kamu punya
Belajarnya bersikap sportif bukan provokatif

Jika kamu sulit mengakui sebuah kesalahan, itu bukan sebuah kekurangan yang kamu punya
Melainkan kesalahan pada pola didik yang kamu terima selama ini
Dan kalau kamu ingin berubah, belajarlah dari hal yang termudah
Beranilah mengeluarkan kata "maafkan aku, karena kesalahanku".

Mengalahkan ego itu gampang kalau kita mau, tapi sangat sulit jika kita masih menyimpan setumpuk gengsi.
Menerima kekurangan orang lain itu adalah anugerah jika kamu juga menyadari kamupun memiliki kekurangan dalam hal yang lain.

Friday, November 11, 2011

Malu Dibilang Ndeso...??




















"wong ndeso aja kok gayanya sok-sok an" 
"wong ndeso ae kok nggaya" 
"wong ndeso aja lagunya kaya orang kota"

Hahahahaaaaaaa....
 Ketawa lho aku kalo denger ada orang yang ngomong kaya gitu. Sebenernya itu dia mau menghina apa justru dia iri karena "wong ndeso" itu lebih oke dan lebih berhasil daripada dia yang lebih lama tinggal di kota?
Lha kalo ngga ada wong ndeso itu yang pada ngaku "orang kota" itu juga ndak hidup kok.

lha terus kalo wong ndeso itu tetep nunduk aja sambil klecam-klecem, kapan berubahnya negara ini, dan kapan majunya wong ndeso bisa sukses. 

Aku ada cerita:
 Waktu jaman sekolah dulu, aku punya temen yang keluarganya itu bangga dengan sebutan "orang kota", secara dulu ngambil kredit rumahnya di sekitar kota yang gedhe itu lho.
Tapi, kok temenku itu mau makan aja susah, nunggu kiriman duit bulanan yang juga minim aja ternyata kirimannya "seret" *maap, memang begitu kenyataannya*
Nah, lha kok ya ada gadis ayu asli ndeso yang mau jadi pacarnya *nepok jidat*.
Ya sialmu nduk, cah ayu. 

Jadilah itu si gadis desa lumbung padi si anak kota.
Ternyata ngga semua wong ndeso matre lho...(ngga matre apa ketipu) hihihihiii...
Tapi ya dasarnya keluarga si anak kota ini sombong yang ngga pada tempatnya, ya tetap saja keberadaan si gadis desa ini tidak di lirik.
Mereka itu tidak tau (atau tidak tau diri) jika tanpa gadis desa dan keluarganya yang selalu memberi sokongan dana dan makanan, anak kota itu ngga akan bisa jadi seperti sekarang yang mereka lihat.
Dan keluarga yang sok kota itu masih saja buta dengan kekotaan mereka sampai detik ini (nunggu mereka bertobat).


Coba, belajar jujur sama diri sendiri.
Sebenernya yang bilang begitu kan (kalo mau ngaku) wong ndeso juga.
Hanya yo mungkin udah kelamaan ngga nengok kampung halamannya, ya ngga tau karena udah ngga punya saudara (ngga mungkin) atau ngga diakui sama saudara (bisa jadi) yang masih dikampung. Hihihihihiii.... *piss*
Dan lagi, kalo ngga ada wong yang berlabel "ndeso" itu, apa ya wong kota itu bisa hidup..??
Lha wong kota itu kan pada alus-alus tangannya, mana bisa "nandur" pohon penghasil makanan. Heheheheee....*ngelirik wong kota*

Nyoba buat mengingat moment mudik lebaran.
Yang katanya wong kota itu, kok ya ternyata pada berbondong-bondong maksain diri buat ikut bikin macet jalanan yang ke arah ndeso-ndeso itu.
Ternyata mereka itu yo asale soko ndeso ya...

Makanya jangan asal "njeplak" kalau lagi emosi jiwa, ngatain orang lain "wong ndeso", padahal dirinya sendiri juga ndeso.
Apalagi ngga semua wong ndeso itu bodo, katro, ketinggalan jaman tur gaptek. 

Asal tau aja, yang katanya ngaku wong kota aja masih banyak yang lebih bodo daripada yang mereka sebut wong ndeso itu.
Biar ndeso tapi iso ditoto, daripada jadi wong kutho tapi ora pokro....:P

Masih mau ngaku wong kota....??!!
Salah ya, pertanyaan yang bener, masih ngga mau ngaku kalo anda-anda itu juga asli wong ndeso..??!! Ya ndak apa-apa kok. Wong ya aku juga ndak rugi kalo anda ndak ngaku :D...

Tuesday, November 1, 2011

Sudahi Sakit Ini

















Kamu ngga sadar sudah membuat aku semakin terpuruk
Kamu ngga ngerti kalau aku semakin tersakiti karena kamu
Kamu ngga pernah melihat gimana tersiksanya aku

Entahlah...
Kenapa dulu aku terlalu bodoh dalam jebakan perasaan yang kamu tawarkan
Atau memang kamu yang terlalu pintar membuat pijar yang sudah mati kembali bersemi pada tempat yang salah
Harapan yang tidak akan pernah menjadi sebuah kenyataan, tapi membuatku semakin merasa tidak akan pernah berharap lagi.
Aku yakin kamu bahkan sudah lupakan semua yang pernah terucap
"Aku bisa membuat kamu merasakan apa itu cinta"

Cinta...
Kamu bicara cinta yank...
Apakah cinta yang kamu maksud itu sekedar rangkaian kalimat manja...?
Apakah cinta yang kamu berikan itu hanya sebatas obrolan sepanjang malam...?
Atau mungkin cinta buat kamu itu ada saat kamu lagi sepi, saat kekasih kamu yang sebenarnya sedang tak bersamamu, dan aku hadir dalam kesepianmu...?

Tapi disaat aku (aku yang saat kamu mencoba meyakinkan tentang "kata busuk" itu sedang merasakan tidak berartinya kata itu buatku) ingin kamu bersamaku, kamu lebih memilih menguburku dalam sudut otakmu.
Ngga pernah lagi ada sapa, ngga pernah ada kata manis tapi gombal lagi dari kamu
Sibuk....
Iya, itu pasti...tapi kesibukanmu bukan hanya dalam rutinitas kerja kamu, kamu juga sibuk dengan kekasihmu yang telah kembali dalam selimutmu.
Memang aku ngga punya hak untuk angkat suara, ngga punya hak untuk teriak marah.
Tapi aku punya kewajiban untuk menelan utuh pil pahit ini.
Karena aku hadir diantara kalian.
Dan kehadiranku tepat disaat kamu tak bersamanya.
Kehadiranku hanya sebagai pengganti dirinya menjadi penghilang sepimu, teman bicaramu menghabiskan malam.
Itu cinta yang kamu beri untukku.

Sekarang...
Saat aku hanya butuh sekedar bertemu kamu dan menatap mata kamu.
Hanya sebentar hun...
Seribu alasan kamu hadirkan sebagai ganti sebuah kata "aku ngga mau"
Terlalu sulitkah untuk kamu berkata tentang kejujuran..?
Atau mungkin buat kamu aku hanya ada saat kamu sendiri, dan ngga penting buat kamu lagi tentang semua yang ada padaku.
Aku masih setia dengan rasa yang hampir mati.
Karena untuk ini aku tak akan pernah ijinkan hati manapun untuk mencoba berbagi rasa apapun dengan hatiku...

Orang ketiga yang pernah hadir dalam kekosongan sebuah hubungan tidak akan pernah bisa memiliki apapun, tapi rasa sakit yang pasti akan dibawa kemanapun melangkah...

Saturday, October 22, 2011

Surat Dari Surga


Ayah... 
Saat usiamu 33 tahun hari ini
Saat ini pula bertepatan 233 hari 
Aku meninggalkan Ayah dan Bunda
Aku tak mampu membuat Ayah tertawa bahagia
Bahkan membuat Ayah tersenyum pun
Aku tak punya asa


Ayah...
Lihatlah purnama malam ini
Begitu sempurna bukan...?!
Apakah Ayah mengerti
Kesempurnaan purnama ini untuk Ayah
Apakah Ayah merasakan
Kalau aku menatap Ayah penuh kerinduan
Rinduku untuk Ayah mengalir
Bersama cahaya purnama malam ini


Ayah...
Apakah Ayah juga merasakan..?
Bunda saat ini sedang berlutut
Bersyukur dan berdoa yang terbaik untuk Ayah
Bunda selalu mencintai Ayah
Meski saat ini Bunda tak bisa
Selalu bersama Ayah


Ayah...
Aku sedih melihat Ayah termenung sendiri
Aku juga sedih melihat air mata Bunda 
Mengalir seiring doanya untuk Ayah
Bunda sangat ingin menemani Ayah hari ini
Membuat Ayah bisa tertawa
Seperti setahun yang lalu


Ayah...
Seandainya aku bisa merayu
Tuhan boleh mempersatukan Ayah dan Bunda
Aku akan selalu lakukan itu
Tapi setiap aku merengek pada Tuhan,
Tuhan selalu berkata padaku
"Malaikat kecilku yang manis,
 Aku telah menyiapkan yang terindah 
 untuk Ayah dan Bundamu, 
 bukan sekarang tapi nanti  
 pasti akan Aku hadiahkan pada saat yang tepat, 
 Malaikat kecilku yang manis,
 kamu jangan bersedih, 
 karena Aku akan menjaga 
 cinta Ayah dan Bunda kamu tetap indah untuk mereka."


Ayah...
Bunda mencintai Ayah di sepanjang hidupnya
Aku mencintai Ayah dan Bunda dari surgaku
Aku akan menjaga hati Ayah dan Bunda bersama Tuhan
Selamat ulang tahun Ayah...
Tuhan memberkati


I Love U
Raina