Thursday, August 9, 2012

Berserah















Ketika raga kembali terluka
Jangan biarkan jiwamu hampa
Ketika matamu tak mampu terbuka
Bukan berarti senyuman sirna

Saat hatimu menangis
Tak perlu mereka ikut berduka
Saat air matamu telah habis
Biarkan indahnya Surga menjadi milikmu

Kesakitan bukan sebuah karma
Hanya sekedar pelajaran berharga
Untuk lebih bisa menghargai yang sudah ada

Kesedihan bukan sebuah kutukan
Hanya sekedar mengingatkan
Kamu bukan siapa-siapa tanpa Dia

Tak Seharusnya

















Dalam sepi panjangku
Mencoba merenungi apa yang terjadi. 
Setiap kali aku mencoba
Llebih dekat dengan-Mu,
Setiap kali pula kutemui jalan berliku. 
Semakin aku mencintai-Mu,
Semakin dalam Kau menyakitiku. 
Penyerahanku serasa tak bermakna. 
Kepercayaanku serasa terbalas
Oleh sebuah pengkhianatan.

Salahkah ketika raga ini mengeluh lelah
Dosakah ketika dalam jiwa ini lahir amarah
Bukan harta yang aku kejar
Hanya sebuah ketenangan jiwa
Mereka hanya mampu berkata
Tanpa tau rasa yang selalu menyiksa

Sejenak kusimak kisah-Mu
Apa yang kualami sampai hari ini
Belum selangkah kisah sengsara-Mu
Tapi entah sampai kapan
Lara ini Kau titipkan padaku
Adakah jawaban dari semua itu

Ketika terdengar nada pujian tentang-Mu
Ingin kukatakan "aku kecewa pada-Mu"
Ketika terdengar sebait pengharapan
Ingin kuteriak "aku tak akan memohon pada-Mu"
Ketika lantang nama-Mu dimuliakan
Ingin aku menjerit "aku lelah bersama-Mu"

Apa yang Kau mau dariku
Haruskah dengan menyiksaku
Kau dapatkan apa yang Kau mau
Apa yang Kau ingin dariku
Haruskah dengan menyakitiku
Kau miliki apa yang Kau ingini

Ada sebuah lukisan yang indah
Yang akan bisa membuat kita tersenyum
Tanpa ada air mata dan kecewa
Tapi apakah harus selalu disertai
Dengan banyak sayatan dan noda
Dalam setiap prosesnya

Masih ingin disini
Entah untuk berapa lama
Berharap ada serpihan kasih
Yang mampu membuatku kembali
Berada dalam pelukan-Mu
Menyandarkan kepala ini di bahu-Mu
Sampai waktu yang kupunya
Berhenti berdetak karena ingin-Mu

Friday, August 3, 2012

Diamku





















Aku terdiam ketika aku merindukan hadirmu
Aku terdiam ketika aku haus tatapanmu
Aku terdiam ketika aku hampa tanpa belaimu
Aku terdiam ketika aku tak mampu menyentuhmu 
   dan katakan aku mencintaimu
Aku terdiam ketika aku memikirkan 
   apa yang terjadi padamu diujung sana
Aku terdiam ketika alam tak akan 
   ijinkan kita bersama
Aku terdiam ketika waktu tak mungkin 
   menerima kita bersatu
Aku terdiam ketika semua rasa yang kupunya untukmu 
   tak pernah menjadi milikmu
Cinta yang kumiliki hanya mampu tumbuh dalam diamku
Tetapi semua tak akan hilang meski aliran kesedihan   
   beranjak pergi dari mataku.

Tak Tersampaikan
















Kita masing-masing tau
Sketsa yang terlukis dalam hati kita
Hanya butuh satu kata "keberanian"
Untuk menjadikan lukisan ini sempurna


Andai aku mampu menghapus
Hitamnya cerita cintaku
Pekatnya warna pedih yang kupunya
Membuatku tak ingin mengubah kelamnya
Andai aku berani membuka mata
Menatap indahnya hari baru
Tapi mata ini masih tertutup rapat
Sejak rasa sakit tertanam dihatiku
Membenamkan seluruh benih cinta
Andai aku berani membuka sayap
Yang pernah terluka tajamnya cinta
Mencoba untuk kembali terbang
Menikmati keindahan cinta yang sesungguhnya


Bantu aku menghapus hitam ini menjadi abu-abu
Dan aku akan menjadikannya kembali putih
Bantu aku membuka lelap mataku
Dan aku akan mempersembahkan tatapan terindah untukmu
Bantu aku merentangkan sayap patahku
Dan aku akan selalu menemanimu
Terbang dengan tarian tercantikku

Wednesday, June 27, 2012

Sesal









Bercengkerama dengan hitam
Mencari titik sinar kehidupan
Berselimut kabut kehancuran
Beralas tebalnya kekecewaan

Ranting cinta perlahan mengering
Terkadang patah yang tertinggal
Berhias embun keakuan
Dengan mahkota kesombongan

Ketika darah perlahan mengalir
Saat nafas tak mampu diraih
Lenyap segala kemegahan diri
Menciptakan sesal dan duka

Berdamai dengan bingkai pengertian
Berjalan dalam nafas keagungan
Tersenyum untuk indahnya kedamaian
Perihnya batin bukan sebuah karma

Tuesday, June 26, 2012

Rasa Yang Lama












Kembali menyapamu
Sederhana namun teramat indah
Tak pernah lekang oleh waktu
Semua yang kupunya tentangmu

Cerita itu kembali mengalir
Indah memenuhi ruang batin
Lenyapkan semua penatnya otak
Membasuh hitamnya jiwa

Terlintas untuk kembali bersama
Meski tak akan pernah bersatu
Patahkan semua asa cinta
Untuk sebuah kata komitmen

Rasa yang tak pernah lelah
Diantara letihnya masa
Cinta ini terlalu kuat
Meski tak pernah dapatkan raga

Akhirnya....












Ketika semua hampir selesai
Hati ini mulai merasa berat
Saat kata itu terucap
Tatapan mulai basah

Ketika semua telah berakhir
Hanya mampu telintas dalam pikir
Andai aku bisa bahagiakanmu
Tanpa kamu meninggalkan aku

Tak sanggup menatap gelisah mata
Tak mampu mendengar getar bibir
Semua hanya ingin terdiam
Dalam sebuah sedih tersimpan

Seperti berdiri dalam persimpangan
Meski semua untuk bahagia
Namun aku  masih tak mampu
Membunuh pedih rasa berpisah