Wednesday, March 9, 2011

FullMoon



Uuupss…. Ternyata malem ini fullmoon
Kalo mau ngomongin fullmoon pasti ngga lepas dari pantai
Kalo mau ngomongin pantai pasti ngga lepas dari kamu
Segala sesuatu yang berhubungan dengan pantai selalu ngingetin aku sama kamu
Kamu masih ingat waktu itu…??
Waktu kita pergi ke pantai tanpa rencana
Kita ketemu di satu tempat saat matahari masih malas beranjak
Tapi kita juga masih ngga ngerti saat itu mau kemana
Mengikuti kata hati yang saat itu lagi bisu (terus apa yang diikuti?)
Menyusuri jalan ketempat seorang teman lama
Berbincang segala hal ditempat mereka
Ngga terasa waktu merapat menuju sore
Kembali menyusuri jalan luar kota
Tujuan yang tak direncana kembali dijalani
Pantai….. ya pantai…..
Dengan arahan dari teman baru yang kita temui dijalan
(thx ya buat R**a)
Akhirnya sampai juga kita ke pantai itu
Yah, kita sama-sama tau
Kita ngga tau tempat itu dimana
Tapi kita punya mulut kan buat bertanya
Dimana tempat indah itu…??
Hahahaaaaa…..*kangen saat-saat itu*
Kembali menyusuri jalan
Mencari tempat untuk berteduh malam itu
Tapi ternyata kita lagi tidak direstui untuk tidur nyenyak
Tidak ada tempat yang nyaman satupun yang kita temui
Sampai akhirnya ada seseorang menawarkan tempatnya
Lumayan untuk sekedar menyegarkan badan
Akhirnya bisa menyentuh air juga badan ini
Dan akhirnya secangkir teh hangat menghangatkan badan ini
Akhirnya…..
Semalaman kita menyusur pantai
Mengukir kenangan-kenangan manis malam itu
Bercerita, tersenyum dan tertawa bersama
Angin malam dan deburan ombak ngga pernah berhenti menemani kita
Ada cerita lucu yang aku ingat tentang waktu itu
Aku pengen banget buat lukisan indah diatas kulit mulus ini
*waks…..bener mulus gak seh..??* hahahhaaaa….
Dan terjadilah padaku apa yang aku ingin
Tapi rasa setelah itu tidak akan pernah bias terlupakan
Paaaannnaaassssss……..!!!!
Setelah selesai “menyiksa diri”
Kita duduk termenung dipinggir pantai itu *ngapain coba?*
Mendengarkan debuaran ombak
Dan merasakan belaian angin malam
Tapi satu yang kurang malam itu
Seharusnya ada bulan purnama dimalam itu
Tapi tak ada sedikitpun terlihat oleh kita dimana bulan berada
Uups…. Ternyata bulan tidak tampak diatas pantai ini
Melainkan dibelakang gedung tinggi
Yang berdiri sombong membelakangi kita
Menutup keberadaan bulan yang seharusnya bersinar terang malam itu
(gimana ceritanya ngelamun dipantai tapi ngga bisa liat bulan diujung lautan)
Hahhahahaaaaaa…..pantai yang lucu…
Itulah malam yang tidak akan pernah aku lupakan saat bersamamu
Karena ditempat itulah semua rasa kita yang tersimpan bisa bebas
Tuhan telah memberikan kado terindah buat kita saat itu
Dan itulah awal dimana kita memulai
Semua kenangan manis yang kita lalui sampai saat ini
Pulang dari pantai itu
Kita semakin sibuk mencari segala sesuatu
Untuk menyambut datangnya saat terindah nanti
(tapi itu sudah tidak akan terjadi)
Huuuft…. Ya wislah, next time mungkin akan kembali menjadi indah….

Aku Mengerti Kamu


Aku sadar aku tak mampu
Memberikan apa yang kamu ingin
Aku juga sangat mengerti
Aku tidak sesempurna yang kamu harap
Aku tak bisa selalu berdiri
Setiap saat disampingmu
Tapi aku yakin
Aku memiliki sebuah cinta
Cinta yang selama ini kamu damba
Cinta yang tulus tanpa inginkan sesuatu
Cinta yang tidak akan membiarkanmu tertatih sendiri
Cinta yang tidak peduli berapa harta yang kamu punya
Cinta yang bisa menerima apa adanya kamu
Cinta yang selalu ada kapanpun kamu ingin
Cinta yang tidak akan pernah memaksakan
Apa yang harus kamu lakukan
Tapi mungkin cinta ini tak cukup pantas
Untuk bisa masuk ke dalam ruang hatimu
Dan aku harus berbesar hati
Untuk bisa merelakannya
Aku rela melepasmu pergi
Saat kamu telah menemukan seseorang
Yang benar-benar bisa kamu andalkan
Aku akan melepasmu dengan senyum tulus
Aku akan membiarkanmu meraih bahagia yang kamu ingin
Semua itu karena aku mencintaimu

Saturday, March 5, 2011

Sesaat Setelah Kepergianmu


Beberapa hari setelah kepergianmu
Terlintas kembali saat-saat aku masih bersamamu
Memberikan kehangatan pada dirimu
Memberikan sebuah rasa aman pada hadirmu
Memberikan sayang yang sempat tak kutahui

Pertama kali kamu dihadirkan dalam hidupku
Senyum lebar hadir pula diwajahku
Berbagai rencana telah kubuat untukmu
Satu rencana besar mungkin akan ada untukmu
Aku akan membawamu ke tempat yang indah
Pantai dengan pasir putih di pulau itu
Kita akan bersama-sama menghabiskan waktu disana

Pernah sekali waktu
Aku mendapatkan satu ujian
Dan itu membuat seorang manusia berkata
”kamu sudah pergi”
Sedih.... iya, kecewa...sudah pasti
Tapi saat itu aku serahkan semua
Pada yang berhak memilikimu

Dalam himpitan yang aku punya
Satu berita yang aku dapat
Kamu masih menjadi milikku
Kamu masih setia menemaniku
Kamu telah berjuang untuk hidupmu
Tanpa aku tau kamu ada
Disitu aku tau
Betapa bodohnya aku

Untuk menebus kesalahanku
Aku coba semampuku
Kulakukan segala cara
Kuberikan semua yang kumiliki untukmu
Untuk bisa membuatmu semakin indah
Membuatmu semakin kuat
Dalam kesempatan kedua yang aku punya

Beberapa waktu aku bisa membelaimu lagi
Berbincang denganmu kembali
Mendengarkan alunan nada indah
Berdoa untuk kamu
Dan kembali merencanakan semua yang terindah
Saat kamu hadirkan tangis pertamamu kelak

Tapi semua tidak seindah yang telah kurangkai
Sejenak sebelum berita itu kembali kudengar
Aku masih terus tersenyum bangga
Karena aku masih bisa memilikimu lagi
Aku masih terus mempercantik diri
Agar mereka tau bahwa kamu juga cantik
Tapi semuanya seperti membalikkan telapak tangan
Dan dalam hitungan detik
Senyumku berubah menjadi air mata

Aku marah sama Tuhan
Aku marah sama keadaan
Dan aku marah sama diriku sendiri
Betapa bodohnya aku
Betapa lemahnya aku
Tuhan sudah memberikan aku kesempatan
Untuk kembali bersamamu
Untuk bisa merawat dan menyayangimu
Tapi aku menyia-nyiakan kesempatan itu

Kembali aku bersujud diatas lututku yang lemah
Membasuh kaki-Nya dengan airmata penyesalanku
Memohon dan mengemis maaf dalam kedukaanku
Berharap dengan sungguh-sungguh
Untuk diberi kesempatan kembali bisa bersamamu

Mungkin Tuhan kecewa denganku
Atau bahkan marah padaku
Sampai akhirnya Dia mengambilmu kembali
Tidak ada kesempatan kedua
Saat itu...
Sempat kulihat tubuh kecilmu
Terkulai lemah tak berdaya
Lama aku terus memandangmu
Dan akupun merasakan kesedihan yang kamu rasa
Saat air mata ini menetes dipipiku
Aku bisa rasakan kalau kamu ingin katakan
”mommy aku masih ingin bersamamu”
Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa

Rela....
Di bibir aku memang katakan itu
Tapi sungguh...
Sampai saat ini
Aku belum bisa merelakan kepergianmu
Aku masih marah sama kebodohanku
Air mata ini belum kering sayang
Dan entah sampai kapan
Tuhan tau apa yang aku rasa
Dia sangat mengerti apa yang terjadi

Kehadiran matahari-matahari kecil ini
Yang mungkin bisa sejenak membuatku tersenyum
Bisa membuat aku kuat atas kepergianmu
Tapi bukan berarti luka ini hilang begitu saja
Saat luka ini masih belum kering
Aku hanya punya harap
Kamu menjadi indah di sana

Luv u Angel

Wednesday, February 23, 2011

Tentang Kamu











Kalo ngomongin kamu, 
Jadi inget apa yang pernah kita lalui dan lakukan bersama
Kita selalu mencari waktu untuk bisa ke coffeshop
Dimana aja yang penting kita bisa duduk bareng, minum kopi bareng
Cerita tentang segala hal yang pernah dan sedang terjadi
Tertawa sepuasnya karena cerita tentang hal yang lucu
Tak jarang kita juga hanya bisa tersenyum kecut
Saat cerita tentang masa remaja itu mengalir
Sering juga tampak gurat penyesalan
Saat kita ngga pernah tau tentang perasaan yang ada diantara kita
Mungkin benar kita tau
Tapi kesalahan itu terjadi saat rasa itu tak pernah terungkap.

Kamulah yang pertama kali mengenalkan aku pada taman itu
Taman dimana kita bisa duduk termenung berdua disana
Beberapa kali kamu mengajakku kesana
Mungkin taman yang sama, tempat yang sama
Tapi dalam waktu yang berbeda
Duduk termenung mencoba rehat sejenak dari kebisingan kota
Sejenak bisa menghirup udara sore 
Yang sedikit bebas dari asap polusi
Menikmati semilirnya angin yang selalu setia pada senja
Menjadi saksi mentari senja yang beranjak tidur
Menatap temaram lampu taman yang menjadi teman setia sang malam.

Datang di kediamanmu...
Mungkin pernah aku lakukan dulu
Tapi sejak pertemuan kedua ini kamu kembali membawaku kesana
Semua terasa sangat lain
Lain karena kita tau aku mencintaimu dan kamu mencintaiku
Mungkin hanya sejenak  setiap kamu mengajakku datang kesana
Hanya sekedar untuk melepas lelah saat kita selesai pergi bersama
Tapi waktu sebentar itu tidak pernah lepas dari semua kenangan indah.

Tanpa rencana....
Itulah kita...
Kita tidak pernah tau apa yang akan kita lakukan
Kita tidak pernah pasti akan kemana kita melangkah
Dan tu selalu terjadi saat kita bertemu
Mau kemana kita...??? mau ngapain kita...???
Jawabannya cuma satu
 ”entah kita liat aja sambil jalan”
Hahahahaaaa......
Inget ngga kamu
Pernah sekali waktu kita ”punya rencana” untuk ke pantai
Tapi seperti biasa, itu ngga berjalan sesuai rencana
Ngga tau kenapa kamu tiba-tiba membatalkan semua
Dengan alasan sepertinya bukan waktu yang tepat
Dan saat itu kita hanya ngopi lagi...ngopi lagi...
Tapi......
Saat kita ngopi entah itu ide busuk apa ide bagus ya...??
Kita ganti rencana yang sebelumnya sudah kita buat
Pertama kali kita pergi 
Tanpa tau tempat dan nama kendaraan *asik juga*
Jam delapan malam, tanpa rencana kita pergi meninggalkan kota ini...
Dan itulah pertama kali kita menghabiskan malam berdua...
Dua malam.... weekend yang membuatku mampu tersenyum ;)

Beberapa orang bilang kita gila
Tapi ternyata kita *aku tepatnya* ngga peduli apa yang mereka bilang
Biarkanlah mereka bilang apa yang mereka mau
Dan kita lakukan apa yang ingin kita lakukan.... :D
Yuuuk mareee...... :)))

Terima Kasih Ayah & Ibu











”Banyak anak banyak rejeki”
Banyak pula orang tua yang sangat salah mengartikan kalimat tersebut
Mereka selalu berfikir
Kalau mereka mempunyai banyak anak
Maka pendapatan yang akan mereka terima nanti
Saat anak-anak mereka sukses aka banyak pula
Tapi sebenarnya bukan itu arti sesungguhnya dari kalimat diatas
Kalimat itu ada supaya kita sebagai orang tua
Selalu bisa bersyukur atas anak-anak yang dititipkan Tuhan kepada kita
Supaya kita bisa selalu memberikan yang terbaik buat anak kita
Supaya kita bisa menjadikan anak-anak tersebut sukses dimata kita dan Tuhan
Dan disinilah Tuhan akan berkarya
Tuhan akan memberikan kita ”banyak rejeki”
Sarana yang diberikan Tuhan kepada kita
Harta yang diperuntukkan bagi anak-anak kita
Untuk bisa menjadi manusia yang sebenarnya
Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan
Dalam proses pendidikan dan karya
Untuk menjadikan anak kita berharga dimata Tuhan
Tuhan tidak akan pernah begitu saja menitipkan anak pada kita
Tanpa Tuhan campur tangan dan memberikan apa yang anak kita butuhkan
Disitulah rejeki itu akan kita dapatkan.

Pernah ada orang tua yang mengatakan;
 ”Berapa banyak biaya yang sudah kami keluarkan
  untuk bisa menjadikan kamu sukses seperti sekarang 
  ini,tapi apa balasan dari kamu yang sudah kamu berikan kepada kami?”
ups.....
ternyata selama mereka membesarkan dan membiayai anak mereka
mereka mempunyai maksud lain...
menyedihkan melihat ada orang tua seperti mereka

Mungkin aku salah satu anak yang sangat beruntung
Karena ayah dan ibuku punya pola pikir yang tidak seperti itu
Mereka selalu memberikan segalanya *bukan hal materi*
Bisa dibilang nyawa merekapun akan mereka berikan
Untuk bisa membuat anak-anak mereka berhasil
Dan mereka tidak pernah sekalipun meminta
Apa yang sudah anak mereka hasilkan

Pesan Ayah dan Ibu ku sebelum aku menikah;
 1.Jangan pernah kalian berharap mempunyai anak,
    sebelum kalian tau arti kehadiran seorang anak 
    di dalam kehidupan kalian.
 2.Jangan pernah kalian sekalipun berani mengatakan
    bahwa kalian adalah seorang ”ayah dan ibu” 
    dari anak-anakmu sebelum kalian mengerti 
    apa sesungguhnya peran dan kewajiban
    seorang ayah dan ibu bagi kehidupan anak-anakmu.
 3.Jika kamu ingin disebut sebagai ayah dan ibu 
    (orang tua) maka kamu harus berani mengorbankan 
    segalanya untuk anakmu dan jangan pernah berfikir 
    kamu akan menerima apapun dari anakmu kelak.
    karena imbalan terbesar akan kamu peroleh dari 
    Tuhan.
 4.Jangan pernah menghitung berapa banyak biaya 
    yang telah kamu keluarkan untuk menjadikan 
    anakmu orang sukses,
    karena kalau itu yang terjadi 
    kamu bukanlah ayah dan ibu bagi mereka
    tetapi kamu adalah seorang rentenir bagi anakmu 
    sendiri.
 5.Sampai kapanpun, anak adalah tanggung jawab dari 
    orang tua walaupun anak kamu sudah menikah
    atau mereka dalam kesusahan orang tualah 
    yang wajib membantu mereka
 6.Kebahagiaan orang tua adalah saat melihat anaknya 
    tertawa dan Kepedihan orang tua adalah 
    saat melihat anaknya menderita.

Terima kasih untuk ayah dan ibuku
Untuk apa yang telah kalian berikan kepada kami
Untuk apa yang telah kalian ajarkan kepada kami
Kalian adalah ”orang tua” yang sebenarnya
Mohon maaf jika kami belum bisa membalas
Apa yang selama ini telah kalian berikan kepada kami
Meskipun kalian tidak pernah meminta 
*mungkin malah menolak*
Tapi kami ingin membahagiakan kalian...
Sampai saat ini mungkin kami masih selalu merepotkan kalian
Kami mencintaimu Ayah dan Ibuku
Cinta kalian kepada kami, dan cinta kami kepada kalian
Tidak akan pernah luntur
Kami akan ajarkan pada anak-anak kami kelak
Semua yang telah kalian ajarkan kepada kami saat ini sebagai orang tua.

Thursday, February 17, 2011

Masih Untukmu













Kamu yang mulai menjauh
Atau aku yang beranjak pergi
Kamu yang sudah mulai bosan
Atau aku yang terlalu lelah
Diantara kita tidak ada yang pernah mampu
Memberi jawab pada tanya itu

Jika ada tanya datang
Masih adakah cinta itu
Jawabnya adalah pasti....
Masih adakah sayang itu
Jawabnya adalah selalu....
Masih adakah rindu yang selama ini ada
Jawabnya adalah setiap saat...
Kerinduan untuk kebersamaan
Kerinduan untuk segala yang pernah terjadi

Lalu kenapa semua mulai memudar
Atau lebih tepatnya "dipaksa" menghilang
Ingin mengulang rasa yang pernah ada
  beberapa tahun yang lalu..???
Rasa yang beberapa waktu terakhir sempat memudar
Terhapus oleh kebersamaan kita
Atau ingin membangkitkan sebuah kebohongan hati
  yang sempat terkubur oleh tulusnya senyum 
  dan lepasnya tawa kita..??

Tanpa ada sebait kalimat selamat tinggal
Ataupun lambaian tangan selamat jalan
Semua berlalu begitu saja
Berhembus tanpa tau kemana angin membawanya
Hanya ada rasa hampa
Saat sang angin membelai lembut wajah sedihku
Ketika kamu sudak tak ada disisi 

Tak ada yang bisa kulakukan 
Kala kepergianmu dari hidup dan mimpiku
Tak ada yang mampu kupertahankan
Untuk sebuah hati yang mungkin memang tak pantas
  untuk memilikimu
Disaat seperti ini....
Aku hanya harus mampu untuk menyadari
Bahwa memaksamu tetap bersamaku adalah sebuah
  kesalahan
Menuntutmu memberikan hati dan cintamu
  adalah sebuah keegoisan
Rela atau tidak, tepat atau tidak,nanti atau sekarang
Kamu memang akan pergi meninggalkan aku
Aku akan dan harus sangat bisa mengerti
Semua keputusan yang akan kamu ambil
Pergi untuk hidup dan masa depan hatimu

Satu hal yang aku ingin kamu tau
 "dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun
  kamu akan melangkah, doa dan cintaku akan selalu
  mengiringi setiap langkah-langkahmu."
Terima kasih kamu sempat menemaniku
memberikan kenangan terindah dalam perjalananku
memberikan sejenak aroma harum dalam nafasku
Aku akan selalu menjadikannya terindah
Selama nafas ini masih menemaniku.

Senyumku


Terlalu dalam kamu melukai hati ini
terlalu sulit buatku untuk bisa sembuhkannya
selalu manis dan indah yang kamu janjikan di awal
tapi selalu pahit dan perih yang kunikmati
setiap semua berakhir...
tak pernah kulihat pelangi indah
dalam setiap akhir dari sebuah harapan yang kau beri
kutapaki dengan senyum
setiap lintasan beralaskan duri yang kau rangkai
entah itu adalah sebuah kebodohan
atau sebuah pengabdian
pengabdian pada sebuah penderitaan
pengabdian pada sebuah nama baik
pengabdian dalam sebuah ketidakberdayaan
semua yang bisa kupertahankan sampai saat ini
bukanlah atas nama cinta
tapi semata hanyalah untuk sebuah keutuhan
karena aku tak pernah ingini
mereka yang aku sayangi
merasakan sakit yang sama
seperti yang aku rasakan saat bersamamu
biarlah luka ini hanya aku yang tau dan rasakan
Tuhan...
beri aku kekuatan
untuk bisa terus tersenyum