Friday, September 30, 2011

Hijau













Satu warna yang tak pernah kudekati
Satu warna yang selalu mendapat tempat terakhir
Dalam pilihan warna untuk setiap langkahku
Tak ada alasan apapun kecuali "tidak suka"

Damai sesungguhnya warna itu
Sejuk jika kamu bisa menikmatinya
Ups....
Dari mana datangnya rasa itu
Segala hal yang kupunya
Semua warna terkalahkan olehnya
Segala hal dalam hidupku
Berubah karena hadirmu
Mungkin ini yang mereka sering bilang 
Rasa akan mengalahkan segalanya
Semua tentangmu masih memukau
Dalamnya setiap tatapmu adalah kedamaian
Dalam setiap katamu adalah kesejukan
Hal yang kupunya akan mengingatmu

Green... Hijau... Damai... Sejuk...
Tak perlu sebuah pengorbanan untuk mencintainya
Kukagumi damainya seperti aku mengagumimu
Kunikmati sejuknya layaknya belaian tanganmu
Kuhapus rindu tentangmu dengan hijaunya alamku.

Wednesday, September 28, 2011

Sekolah apa Bimbingan Belajar ???

















Baru beberapa tahun mengamati dunia pendidikan, semakin lama semakin memahami, ada yang sedikit ganjil didalam dunia "sekolah" di satu atau mungkin lebih lembaga pendidikan formal ini.
Masuk di dalam salah satu sekolah ,ditempatkan di dalam administrasi sekolah bidang kurikulum. Di bagian ini salah satu kegiatan rutin yang terjadi dibalik monitor adalah, pengolahan data siswa sejak mereka masuk sampai mereka keluar (pindah/lulus) dari sekolah ini.

Entah alasan apa yang pasti siswa disekolah ini memandang saya karyawan paling galak dan jutek (padahal muka masih babyface loh :D). Selalu setiap akan berururan dengan administrasi bagian yang satu ini #katanya# harus menyiapkan mental kalo ngga mau malu karena nangis dibuatnya. (Aahh...berlebihan komentar yang ini, siswa selalu ketawa kok setelah ketemu saya :P)

Cuma dua kata #katanya lagi# yang keluar dari mulut para siswa saat mereka mendengar radio sekolah mengumumkan nama mereka dipanggil untuk bertemu dengan administrasi bagian yang satu ini; "mampus gue..!!" Hadeeeww... Emang sesangar itukah si cantik ini...??

Satu hal yang "nyelip" di pikiran saya saat kesibukan koreksi hasil ujian dari para siswa nangkring di meja sempit saya. Setelah proses penilaian dan kembali koreksi hasil ujian, selalu saya membuat laporan peringkat dari nilai para siswa ini. Dari sepuluh nilai tertinggi dan beberapa nilai terendah dari masing-masing kelas saya *iseng* mencoba bertanya;
"Ikut bimbel dimana nak..???"
Hasilnya adalah....#sembilan dari sepuluh anak menjawab IKUT BIMBEL di ...bla..bla..bla...dan dua dari tiga nilai terendah menjawab TIDAK...#

Ups...setelah mereka membayar biaya yang tidak sedikit untuk bisa masuk kesekolah "ternama" ini, mengeluarkan biaya bulanan yang melebihi gaji dua orang office boy, mengikuti test masuk yang tidak mudah, setelah mereka resmi masuk menjadi siswa, mereka masih harus mencari Lembaga Bimbingan Belajar di luar sekolah untuk bisa tetap bersaing di sekolah. Ada beberapa alasan mereka masuk Bimbel ;
#orang tua semua sibuk (shoping,cari uang, arisan), jadi ngga ada waktu untuk mendampingi secara langsung dalam proses belajar anak mereka diluar sekolah.
#"susah pelajarannya, kalau ngga bimbel kita ketinggalan"... Lhooo...., terus bapak ibu guru yang setiap hari berdiri di depan kelas, bicara a sampai z ngapain donk..?? Kalau ngga ngerti, kenapa ngga nanya ke mereka? Bukannya mereka yang seharusnya membuat para siswa pintar. Dan gimana mau ngerti kalau setiap pelajaran isinya bermacam aktivitas (ngantuk,ngobrol,bbm an*kalau ngga ketahuan*) dan ngga merhatiin apa yang sedang dijelaskan didepan kelas.
#"ah, gurunya ngajarnya cepet-cepet, yang penting materinya selesai" ... O..oo.., sebenarnya yang terpenting saat kita jadi seorang guru (guru dalam segala hal) adalah materi tersampaikan atau materi terselesaikan ? "Monggo dipun penggalih piyambak"

Yang memilih ngga ikut bimbingan belajar tidak ada alasan lain selain "ngga ada biaya mam...".
Terdengar klasik tapi realitanya memang seperti itu. Ngga ada biaya, ya ngga bisa bimbingan belajar tambahan. Butuh kerja keras dan extra rajin untuk bisa bersaing di sekolah, tapi kalau belajarnya cuma sekedar belajar ya harus terima jika selalu berada diposisi bawah dalam persaingannya.

Hhhmmm... Jadi sebenarnya siapa yang menjadikan siswa pintar..? Sekolah dengan Kriteria Ketuntasan Minimal yang lebih tinggi dari sekolah-sekolah lain atau Lembaga Bimbingan Belajar yang mengajarkan sistem belajar praktis dan lebih mudah diterima oleh siswa..?

Sebutan " Sekolah Favorit " jadi terlihat mempunyai arti; #sekolahnya anak-anak yang sudah pintar dan punya nilai tinggi, bersaing dengan bantuan bimbel diluar sekolah# bukan » sekolah yang membuat siswanya menjadi pintar karena sistem pendidikan yang sudah diterapkan di sekolah «.

*BUKAN KRITIKAN TAPI SEKEDAR CORETAN YANG MEWAKILI MATA UNTUK BICARA*

Wednesday, September 21, 2011

Sayang Yang Tidak Membangun

"Ah ngga apa-apa biarin aja, namanya juga anak-anak"

Pasti banyak dari anda yang sangat-sangat sering mendengar bahkan mungkin bicara kalimat itu. Sebenarnya apa yang jadi tujuan saat anda bicara kalimat itu...? Apa yang anda harapkan jika anak sudah mendengar kalimat itu..??

Maaf sebelumnya buat para "pemaklum" anak-anak. Saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya mengenai kalimat itu. Kalimat itu sama sekali tidak berlaku untuk anak-anak saya. "Galak banget...!!" boleh dikatakan galak kalo kita cuma asal teriak dan melotot, tapi kalo kita kensekuen, dan bisa memberikan contoh atas hal yang benar dari apa yang tidak boleh dilakukan, itu berati kita tegas untuk sebuah kedisiplinan hidup.

Kalimat pemakluman itu sama sekali tidak akan menghasilkan jiwa disiplin pada anak. Pendidikan terhadap pribadi bukan dimulai saat manusia sudah bukan "anak-anak" lagi tetapi sejak manusia itu mulai membuka mata dan menghirup udara didunia ini.

Siapa guru paling penting bagi anak? Orang Tua. Kalau kita sebagai orang tua tidak mampu memberikan contoh yang baik bagi anak, jangan pernah berharap anak mempunyai jalan pikiran yang baik juga. #kok bisa...??# coba ingat-ingat lagi, waktu seorang anak akan melakukan sesuatu atau hal yang baru, anak pasti akan bertanya pada papa mama nya. Contohnya:
Seorang anak dengan bahasa yang masih belum sempurna ngasih mamanya bungkus permen, karena mamanya males bangun *asik nggosip* bungkus permen tadi cuma diremas-remas dan langsung dilempar. Pada saat si anak selesai makan permen yang kedua, dia pasti akan melakukan hal yang sama seperti apa yang sudah dilakukan si mama. (Guru kemproh)

Dimana pertama kali anak mempelajari sesuatu? Rumah.
Ya, dirumah dan bukannya di sekolah. Sekarang banyak orang tua yang anaknya baru satu atau dua tahun dimasukkan ke sekolah formal. Dan bodohnya adalah mereka yang menanggapi hal itu dengan kalimat "wah, hebat ya... Anaknya si Ibu itu pinter banget lho, sekarang masih dua tahun aja udah sekolah, bahasa inggrisnya aja udah lancar". Huuufftt.... Iya seh, IQ boleh juara tapi EQ dan SQ nya apa juga sejuara IQ nya...?? Pribadi yang akan menang dalam kehidupan adalah mereka yang bisa membuat ketiga hal itu balance. Semua itu bisa dimulai sejak awal didalam keluarga.
Seseorang akan bisa menghargai orang lain, menghormati orang lain adalah jika dia terbiasa "saling" menghargai dan menghormati antara anggota keluarga. pelajaran mengenai sopan santun, tata krama dan teposliro juga dipelajari didalam sebuah keluarga.

Dimanapun kita akan berkarya, kita tidak akan bertahan dengan kualitas terbaik jika kita tidak terbiasa melatih diri untuk menjadi yang berkualitas dalam hal terkecil sekalipun.

Monday, September 19, 2011

Asa Itu Tetap Ada

Saat cinta masih bertahta
Tak akan pernah terselip dusta
Saat cinta hanya sebatas asa
Tak akan membuatku terluka

Memilikimu adalah impian malamku
Menjadi bagian hidupmu adalah anganku
Itulah hidupku sejak aku mengenalmu
Mencintaimu adalah membuatmu tersenyum

Setiap kata yang kau ucap
Adalah nada indah ditelingaku
Setiap baris yang kau tulis
Adalah puisi cinta diotakku

Setiap detik kulewati bersama bayangmu
Setiap malam kulalui dengan asaku bersamamu
Khayalanku adalah semua tentangmu
Hidupku penuh dengan pesonamu

Saat kau tak mampu kusentuh
Aku bersyukur sempat menyapamu
Saat kau tak mampu kupeluk
Aku bersyukur sempat berbincang denganmu
Saat kau tak mampu kumiliki
Aku bersyukur sempat tertawa bersamamu
Saat cinta tak bisa menyatukan kita
Aku bersyukur Tuhan tidak merubah cintaku menjadi air mata

Selama aku tidak menodai cinta
Selama aku tetap setia
Saat manusia mematahkan cinta kita
Aku tetap percaya
Tuhan akan menyatukan kita
Menjadikan cinta kita nyata
Pada kehidupan kedua
Bukan sementara
Melainkan kekal untuk selamanya...

Sunday, September 18, 2011

Cinta Putih

Tuhan...
Biarkan kunikmati sesak ini
Rasa yang begitu indah
Yang tak mampu ku ungkap
Dengan cara apapun
Atau kubagi dengan siapapun
Hanya mampu kurasa sendiri
Biarlah kunikmati sepenuhnya
Tanpa goresan rasa sakit
Karena aku tulus mencintainya
Meski tak mampu memilikinya
Sungguh aku bersyukur
Aku sempat bersamanya
Meski tak seumur hidupku
Aku bisa bersamanya
Senyum ini tetap untuknya
Terima kasih Tuhan
Engkau menciptakan dia dan keindahannya
Terima kasih aku memiliki kesempatan mengenalnya
Telah kuberikan tempat terindah
Buatnya didalam hatiku
Agar menjadi pelukis hatiku
Terima kasih Tuhan
Atas cinta yang Kau tabur dihatiku
Karena aku masih mampu merawat dan menjaga
Hanya untuk dirinya
Dan sampai detik ini
Masih bertahta megah dihatiku
Putih bersih hanya untuk dia
Tuhanku...
Andai dia tak mengerti
Segenap rasa yang kupunya
Tentang rasa indah yang Kau cipta dihatiku
Tentang cinta putih milikku
Yang kupunya hanya sekali
Dan kuberikan hanya untuk satu hati, hatinya...
Biarlah dia hanya mengerti
Apa yang selama ini dia tau
Karena aku tak akan pernah memaksa
Sebuah hati untuk sebuah cinta
Suatu pengertian bagi sebuah perasaan
Karena aku sadari sepenuh hati
Aku tak mungkin memilikinya
Aku hanya tak akan pernah
Membuat keindahan cinta ini
Pudar hanya karena tergores luka
Oleh sebuah kata "kecewa"

Mon Ame (2)


















Salah kalau aku masih merindukan kamu ?
Kangen berbagi cerita
Semua tentang kita

Satu demi satu alunan nada
Yang terdengar ditelinga
Mampu menghadirkan bayangmu
Memanjakan khayalku tentangmu

Aku bisa melupakanmu
Tapi aku tidak mau
Aku bisa menghapus namamu
Tapi aku tidak ingin

Aku bisa mengganti cintamu
Tetapi bukan dengan cinta lain
Melainkan dengan jiwaku
Karena sampai kapanpun
Kamu, cinta dan hatimu
Tidak akan pernah tergantikan
Oleh apapun dan siapapun