Sunday, March 4, 2012

Sendiri dalam Kebersamaan


















Ketika air mata ini perlahan menetes tanpa asa
Kamu tak pernah berusaha menghapusnya dari wajahku
Satu tanya "ada apa denganmu?"
Membuatku sadar kamu tidak seutuhnya memilikiku
Tanya itupun membuatku semakin yakin melangkah sendiri
Kebersamaan tanpa cinta
Sebuah janji tanpa makna

Saat raga ini begitu lemah
Aku tak pernah memintamu untuk menguatkanku
Meski tubuh ini tak mampu beranjak
Aku tak pernah memohon padamu untuk membuatku berdiri
Bahkan saat jiwa beranjak meninggalkan raga
Aku tak berharap kamu memanggilku

Kesendirian membuatku mampu bertahan tanpa rengkuh pelukmu
Bangun dari antara kerapuhan tanpa uluran tanganmu
Kembali memaksa raga berkarya tanpa lembut belaimu
Tak akan pernah berharap pada satu hati untuk dimengerti
Hanya akan selalu mencoba memahami asa dari setiap hati

Tuesday, February 21, 2012

KIDUNG

















Tuhan memberikan kita kesabaran,
Untuk menjadikan kita semakin dekat dengan-Nya
Tapi apa yang bisa kita lakukan,
Jika kita sudah berada diambang kesabaran
Tuhan memberikan kita cobaan,
Untuk menjadikan kita manusia yang lebih kuat
Tapi apa yang bisa kita buat,
Saat cobaan itu memaksa kita berada diambang kematian..??

Kadang aku bertanya ;
Dengan siapa aku harus berbagi beban berat ini
Agar semua terasa sedikit agak ringan
Dengan apa aku harus membuat rasa ini
Agar berubah menjadi sauatu hal yang indah
Bagaimana caranya aku bisa mengganti air mata ini
Agar bisa menjadi senyum dan tawa

Ada saat dimana aku kadang merasa marah dengan hidup ini
Tapi aku tidak tau bagaimana harus mengakhirinya
Ada saat dimana aku lelah dengan jalan panjang ini
Tapi aku tidak tau bagaimana harus menyelesaikannya
Ada saat aku muak dengan semua rasa ini
Tapi aku tidak tau bagaimana mengatasinya
Ada saat aku bosan dengan waktu panjang ini
Tapi aku tidak tau bagaimana menghentikannya...

Saat rasa itu datang
Aku tidak tau harus berbuat apa
Bahkan saat rasa itu semakin menekan dan menyiksa diri ini
Akupun sama sekali tidak mengerti harus bagaimana
Aku hanya tidak ingin
Orang-orang yang aku cintai merasakan apa yang aku rasakan
Aku hanya ingin mereka tau
Bahwa aku bahagia
Tanpa mereka harus tau
Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku
Satu yang dituntut dariku
Aku harus mampu tersenyum apapun yang terjadi
Aku harus mampu mengatasi dan menikmati semua rasa ini
Sendiri....

Saat aku merasa waktuku semakin sempit
Saat aku merasa jarak ini semakin dekat
Engkau mamberikan rasa cinta ini
Memberikan waktu untuk aku bisa menikmatinya
Membiarkan aku semakin dekat dengannya
Satu tanya dariku untuk-Mu
Sampai kapan Engkau akan memberikan keindahan ini
Sampai berapa lama Engkau menciptakan nafas ini
Satu yang bisa kulakukan
Just waiting time....
Saat Engkau mengambil semua asa ini dariku
Saat Engkau akan menghentikan detik waktu
Dan meniupkan nafas kesedihan pada semua yang mencintaiku


Kalau boleh aku meminta
Beri aku satu tanda saat itu tiba Tuhan
Agar aku bisa mempersiapkan peristiwa besar itu
Agar aku bisa membuat semua yang mencintaiku merasakan
Keabadian yang indah yang akan aku masuki, dengan tulus hati
Aku tidak ingin membuat mereka merasa sakit karena kehilanganku
Aku hanya ingin mereka merasakan kebahagiaan 
 yang aku juga rasakan
Kebahagiaan yang tidak akan bisa aku dapatkan dimanapun
Kebahagiaan yang tidak akan bisa tergantikan dengan apapun

Thursday, January 26, 2012

Galau (halaaah....)





Bersembunyi dalam hitam dosa
Menangis dalam rangkaian senyum
Tergelak diantara sayat kepedihan
Samar hampir tak tersentuh


Aku cinta kamu
Tapi aku bukan milikmu
Aku butuh kamu
Saat aku jauh darimu
Aku kangen kamu
Saat aku bersamanya


Sunyi diantara keramaian
Hampa dalam alunan tembang
Keikhlasan dari sebuah keterpaksaan
Kepasrahan dibalik ketidakberdayaan


Memaksa hati melepasmu
Melempar penat semua rasa
Mematikan segala keinginan tentangmu
Menghapus yang pernah terlukis


Kamu tak tergantikan
Mimpiku bisa memilikimu
Memeluknya dalam hampa
Menciumnya bersama bayangmu
Melewati semua tanpa cinta

Monday, January 2, 2012

Masih Cinta










 


Lama tak bicara tentangmu
Memuncak juga rasa dalam raga ini
Kangen dengan kesederhanaan kamu
Kangen dengan apa adanya kamu
Setiap kali ingin berbincang denganmu
Entah apa yang membuatku tertahan
Sekilas sapamu adalah senyumku
Merasakan rindu ini tersampaikan

Masihkan kamu dikota ini
Masihkah kamu mengingat semua tentang kita
:)
Mungkin sudah terlupakan
Atau bahkan mungkin telah tergantikan
Tapi tidak buatku
Kamu adalah nafas dalam hidupku
Kehangatan dam setiap aliran darahku
Saat kutakmampu menyapamu
Kutitipkan rasa cinta ini sama Tuhan
Kukatakan rasa rindu ini sama Yesus
Dia yang merawat semua rasa yang kupunya
Rasa yang tidak akan pernah bisa tergantikan
Oleh siapapun dan apapun
Hanya untuk kamu
Mungkin bukan sekarang 
Tetapi pasti untuk kehidupan kita nanti
Entah kapan tapi aku sangat yakin


Jika kamu masih menyimpannya
Itu sudah cukup untukku
Tapi jika kamu tak pernah menganggap semua itu ada
Hanya kamu yang mampu menjawabnya
Karena sebuah cinta itu adalah sebuah kejujuran
Kejujuran akan sebuah perasaan
Bukan sebuah kewajiban yang harus dibalas
Cukup kamu masih percaya
Aku masih memiliki cinta itu
Saat itulah senyumku

Thursday, December 15, 2011

Terima Kasih Tuhan





















Bersama Aviel beberapa hari terakhir seperti bukan sedang berhadapan dengan anak kecil berumur lima tahun. Aku merasa seperti hidup bersama malaikat kecil yang bisa kusentuh dan kupeluk setiap saat.

Semua kata-kata yang tersusun dalam kalimatnya selalu membuatku terpukau dan hanya mampu menanggapi semua dengan senyum.

Saat suhu tubuhnya terasa meninggi dipelukku ketakutanku seketika muncul dan tanpa aku sadari Aviel merasakan kekhawatiranku pada kondisinya.

Sebuah kalimat yang terlontar dari mulutnya; "mami, aku ngga sakit kok, aku ngga pusing, aku cuma ngantuk aja sama kecapekkan main, aku bobok dulu ya..." Dan itu hampir membuatku tertawa kalau aku tidak melihat kondisinya yang terlihat lemah. Aah..., kamu sudah bisa menyembunyikan rasa sakitmu nak.

Karena kamu terlanjur janji sama mami tidak akan sakit saat kamu mau berjauhan dengan Darren saudara kembarmu atau karena kamu tidak ingin mami khawatir tentang kondisimu sayang.

Sekali waktu saat aku terlalu lelah menahan rasa sakit ini sendiri dan terlelap begitu saja di sofa ruang tamu, seperti mimpi kurasakan sepasang tangan mungil membelai perlahan kepalaku dan sesekali terasa pijitan lembut dari tangan itu.

Tersekat tenggorokanku saat aku masih menikmati lembutnya belaian mungil itu dan terdengar suara perlahan ditelingaku; "mami, mulai besok mami jangan kerja-kerja lagi, kalau mami kerja terus kan jadinya mami sakit, terus kepalanya pusing kayak sekarang. Jangan kerja-kerja lagi ya mami, mami dirumah aja sama kakak."

Terima kasih Tuhan, malaikat kecil ini telah Kau kirimkan dalam keluarga kami. Karena mereka kami lebih kuat dalam segalanya. Terima kasih sayang untuk perhatian kalian untuk mami.

Saat aku terpuruk sendiri dalam beban yang teramat berat, hanya dalam hati kumampu menjerit minta tolong. Dan aku yakin Tuhan tidak tuli, Dia pasti dengarkan tangisanku. Pergumulan hidupku hanya mampu kutuangkan dalam sebuah doa, setelah keheningan malam menghampiri, berteman untaian tasbih dan hangatnya air mata yang tak mampu kupertahankan lagi.

Seperti biasa malam itu aku mengadu pada-Nya untuk meringankan Jalan Salib kami saat ini, mohon kemurahan hati-Nya untuk berkenan menyudahi semua proses yang menguras air mata ini. Merasa seorang diri dalam heningnya selimut malam sampai ada genggaman lembut sebuah jemari kecil dan terdengar suara yang begitu lirih; "mami, mami kenapa menangis...??!! Mami sedih ya aku sama bapak jogja sakit, kalo mami sayang aku sama bapak jogja mami jangan nangis, mami berdoain sama Tuhan Yesus biar aku dan bapak jogja sembuh."

Semakin deras air mata ini turun mengalir dipipiku. Sungguh, saat itu rasa syukur yang teramat besar kupersembahkan pada-Nya. Mukjijat-Nya turun atas anak-anakku. Mereka bukan hanya menguatkanku untuk tetap bertahan dalam setiap pencobaan-Nya melainkan juga menjadi cambuk buatku untuk selalu mengingat akan Kuasa-Nya dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkahku.

Thursday, December 1, 2011

Mon Ame (kita dan pantai)


Mencintaimu adalah merdunya bisikan angin
Setiaku untukmu adalah tarian ombak
Kamu adalah pantai dalam lautku

Beberapa waktu berjalan tanpa sapamu
Beberapa saat berlalu tanpa senyummu
Aku merindukan kehangatan rasamu
Merindukan tentang kita
Ketidakpastian dalam penantian
Kebersamaan atas sebuah kesalahan
Cinta yang tak pernah usai sebelum terangkai

Seandainya kamu masih disini
Bersama menanti senja semakin jingga
Menatap jauh hamparan tak bertepi
Terdiam dalam lamunan
Kebersamaan yang tak berujung
Tapi mampu membuat kita selalu tersenyum
Selama jemari tangan ini dalam genggamanmu

Tempat ini terlalu sepi
Untuk sekedar melepas penat
Apalagi membuatku melupakanmu
Karena sesungguhnya itu bukan inginku
Sepi ini membawaku kembali berpetualang
Dalam berjuta angan dan khayalan
Melukiskan kedatanganmu
Dalam setiap deburan ombak yang menepi
Bersenandung dengan alunan nada indahmu
Yang datang bersama indahnya desiran angin

Kebersamaan lembutnya hembusan angin dan birunya air laut
Setia membawa kisah mereka
Berujung bagai lukisan indah diatas pasir
Seperti kebersamaan aku dan kamu
Tidak akan pernah bisa bersatu
Meski cinta tak pernah hanyut dan tenggelam
Namun selalu mampu menghadirkan sebuah senyum
Dalam setiap kebersamaan kita

Shmily... 

Tuesday, November 29, 2011

Si Pak Bro (2)

















Ketemu lagi kita di cerita tentang si pak bro, yang ngakunya dewasa(dewasa apa tua) tapi sebenernya yang dewasa cuma rambutnya aja.

Si pak bro ini kelihatannya saja punya jabatan pendidik (ngga tau siapa yang dididik dan apa materi pendidikan yang diterapkan) tetapi (sorry) perilaku dan cara berpikirnya kalah pintar dan kalah bijak jika dibandingkan dengan anak SMP. Seperti pada saat si pak bro ini tertimpa gosip (artis aja kalah heboh) yang menggemparkan seisi perkantoran. Menurut beberapa rekan sejawatnya, si pak bro sibuk kelimpungan cari tau siapa yang bikin gosip itu, sibuk nyari pembenaran untuk sebuah kesalahan. Ketemulah si pak bro ini sama sebuah account efbe yang ngga jelas punya siapa. Kebetulan didalam efbe tersebut ada ditag foto mr.T tadi (tolong bedakan di "tag" sama di "upload").
Eeee...cuma gara-gara "tag-tag" an foto tadi si pak bro ini langsung ngambek, mutung, mecucu, njedir dan nyari bolo pula dia buat mendukung tuduhannya yang sebenernya itu salah besar.
Beruntung mr.T ngga nanggapi alias ngga peduli alias luweh-luweh sama kelakuan kekanak-kanakannya si pak bro. Jadilah di pak bro ini bibirnya makin maju dan di kucir, ditambah mendadak si pak bro ini menderita penyakit bisu kalo ketemu mr.T.
Sisi ke "cilik" annya si pak bro kelihatan deh disini.

Beberapa waktu lalu ngga sengaja ngintip isi "surat aneh" dari si pak bro buat mr.T. Tepatnya print out, beberapa lembar print out dari account efbe (katanya bukti kuat, hahahahaaaa....iya bukti kuat kalo si pak bro ini ternyata jauh dari kata pinter) yang isinya di pakai sama si pak bro buat senjata menjatuhkan teman satu profesi beda rejeki tersebut xixixixiiii...... Padahal dari kliping sidik kasus yang menimpa si pak bro, ternyata mr.T ini ngga ngerti apa-apa soal perefbean galau yang dimaksud oleh si pak bro tadi. Saya bisa yakin mr.T ini tidak tau apa-apa...?? Karena untuk buka efbe saja mr.T ini ngga ada waktu, selain itu mengenai perefbean mr.T kadang harus konsultasi dulu sama pemiliknya efbe...xixixiii..., hanya kebetulan memang mr.T  ini tidak hobby ngurusin orang lain (apalagi ngurusin yang ngga bisa bikin masuk Surga) karena pekerjaan beliau saja sudah membuatnya langsing, hanya sialnya karena beliau ini seorang karyawan yang bisa diandalkan dalam hal perkomputeran di kantor mereka, jadilah mr.T ini tertuduh oleh si pak bro dalam hal yang ngga mutu tadi.

Si pak bro....., orang udah jenggotan, brewokan tua begitu kok ternyata mau ngomong (bertanya lebih tepatnya) sama mr.T; "benar ngga pak ini anda yang bikin ini, maksudnya apa?" Itu saja ngga punya nyali lho, masa begitu saja minta tolong (ngadu tuuuhh....hahahaaa)  Pak Pimpinan yang bicara ke mr.T dan minta mr.T minta maaf sama si pak bro. Hahahahaaaa.... Ngga malu sama brewoknya pak bro...??!!
Kalau punya punya masalah kok ngga berani ngadepin, ngga bisa menyelesaikan tapi justru menghindar dan cari cara lain buat menarik simpati. Tiba-tiba ngambek, diem aja tanpa minta konfirmasi sama yang bersangkutan yang menurut dia punya masalah.

Akhirnya sampai sekarang si pak bro menderita cacat (kebisuan) total kalo ketemu mr.T. Semoga cepat menemukan "dokter" ya pak bro, biar bibirnya ngga kaku trus bisa buat ceramah lagi. Kalau sudah bisa aiueo, nanti saya privat buat lebih menggauli perefbean deh biar ngga katro dan ngga gampang ditipu seperti sekarang yaaa.... :). Ups....satu lagi, kalo salah diakui saja dan jangan lupa belajar minta maaf. Belajar dari sekarang, jadi "kalau" nanti pak bro punya anak, bisa memberi contoh ke anaknya untuk jadi manusia jujur yang berani mengakui kesalahannya dan tidak gengsi mengucapkan kata maaf jika memang dia bersalah, bukan jadi pecundang/pengecut.

Begitulah, terkadang kita-kita yang sudah semakin tua ini masih saja tidak berani mengakui kesalahan, takut menghadapi sebuah masalah, cenderung mencari kambing hitam dalam sebuah masalah dan menyalahkan orang lain sebagai penyebab dari kesalahan yang kita buat.  Kalau kita saja yang makin berumur tidak bisa melakukan hal yang sebenarnya sangat mudah (hanya memang harus sedikit menurunkan level gengsi), terus gimana kita akan berikan contoh pada anak-anak kita dalam hal yang sama. Apa yang dilakukan anak-anak kita adalah bayangan diri kita sendiri.

Belajar mengakui sebuah kesalahan dan menghadapi sebuah masalah, bukannya menghindari dan lari meninggalkannya memang harus kita biasakan sejak kita mulai mengenal orang lain diluar diri kita sendiri. Karena disaat itulah kita mulai mengerti arti dari makna sebuah kejujuran.