Saturday, November 30, 2013

Lenyapkan Aku














Ketika aku sekuntum mawar
Dan kamu mulai bosan dengan kelopakku
Ketika aku setangkai mawar
Dan kamu mulai jenuh dengan warnaku
Ketika aku sebatang mawar
Dan kamu mulai jengah dengan duriku

Tidak perlu kamu injak rumpunku
Karena itu akan menyakitimu
Tidak perlu kamu potong rantingku
Karena hanya akan menambah amarahmu
Tidak perlu kamu cabut akarku
Karena itu akan menyusahkanmu

Siramkan saja air keras diseluruh duniaku
Maka aku akan cepat layu
Dan akhirnya kering seperti kamu mau
Agar kamu tidak merasa dipersalahkan
Atas kepedihanku karena keacuhanmu
Agar kamu tak perlu repot
Merapikan sisa sisa kehancuranku
Agar kamu tidak perlu mencari alasan
Untuk bisa menggantiku dengan bunga lain

Thursday, November 7, 2013

Hampir Tiba
















Ditulis tanggal 27 Oktober 2013,
satu hari sebelum menerima Sakramen Perminyakan

Malam terasa begitu hampa 
Ada rasa lain yang tak kumengerti 
Semua terasa kosong 
Hanya berat yang tertanam didada 

Mungkinkah waktuku hampir tiba 
Berakhir di ujung jalan sepi 
Tanpa belaian cinta 
Yang beberapa saat sempat kurasa 

Cintaku masih sempurna 
Ketika kamu mulai menutup hatimu 
Setiaku masih bertahta 
Saat kamu mulai meninggalkanku 

Inilah akhir perjalananku 
Di ambang batas dua dunia 
Membawa cinta tak bertuan 
Melayang pergi tanpa dukamu 
Melewati batas pintu surga 

Ketika saat itu tiba 
Hanya ada sebuah harapan 
Ingin mengakhiri semuanya 
Seperti matahari senja menutup hari 
Meninggalkan megahnya siang 


Dengan segala keindahan senja Langit jingga sisa pancaran sinarnya 
Mencipta lukisan diatas laut lepas 
Berpadu siluet tanpa batas

Wednesday, October 9, 2013

BIA Thomas Aquino 5



-- karena kalian salah satu sumber kuatku --




Melihat kalian saat ini, membuatku teringat beberapa waktu kebelakang. *tersenyum* kalian sedang asik dengan imajinasi tentang sapuan warna pada sebuah gedung Gereja, akrab bercengkerama dengan crayon dan pensil warna. "Helllooow, mami #sapaan akrab mereka pada sosok yang belum pantas dipanggil mami ini.....halah :D# ada pengumuman buat kalian, tugas koor lingkungan kali ini BIA diminta menyanyikan lagu komuni dan penutup". Ketakutanku akan penolakan kalian lenyap ketika kalian bersorak atas berita yang kubawa waktu itu.

Bisa dipastikan hariku sejak saat itu adalah bersenandung bersama kalian. Belajar memahami segala hal tentang nyanyian, tentang cara membawakan sebuah nyanyian dan yang terpenting adalah belajar memahami jiwa dan karakter kalian. Mencari lagu, berlatih dan akhirnya bisa sedikit ikut berpartisipasi dalam satu rangkaian Ekaristi. Tidak terlalu jelek menurutku untuk penampilan perdana setelah tampil beberapa tahun lalu. Bahkan sambutan menggema buat kalian. Disinilah aku merasa memiliki arti dalam hidup kalian. Dan beginilah wanita, selalu saja segala perasaan diiringi dengan tetesan air mata.

Berlanjut dengan tugas kedua dan selanjutnya, sampai terdengar suara sumbang tentang keikutsertaan kalian dengan secuil partisipasi kalian. Entahlah....., akupun tidak habis pikir dengan pola pikir mereka yang selama ini mengaku lebih pintar dalam hal menggereja, tetapi tidak tau apa artinya "partisipasi anak" dalam sebuah perayaan ekaristi.. Kita punya aturan, ya saya tau itu, tapi terkadang kita menjadi arogan dengan "sedikit" kemampuan yang kita miliki, dan itu membuat kita menjadi lebih keras daripada Tuhan sendiri dalam membuat aturan. Dan aku cukup mengatakan dalam hati "terima kasih Tuhan ternyata hatiku tidak tertutup oleh ilmu cetekku", ketika lebih dari 7 Pastor memberikan jawaban atas apa yang kutanya. Kelegaanku adalah ketika aku tidak pernah memaksa kalian melakukan apa yang kalian tidak suka hanya untuk sebuah ambisi agar dipandang suci. Dan kebanggaanku pada diriku sendiri adalah ketika aku mampu mengantar kalian masuk kedalam Rumah-Nya, mempersembahkan lirik-lirik indah dengan suara terbaik bagi Dia dengan tulus, dan mendapatkan sukacita karena kalian merasa "ketagihan" untuk kembali bernyanyi bagi Tuhan.

Tapi sudahlah, lupakan sedikit dari mereka yang negatif, simpan saja semua yang positif dan kembangkan menjadi semakin baik. Dan benar bukan kata saya, saat perjuangan kita untuk menjadi besar dan tidak semua mendukung perjuangan itu *kalo lancar namanya ngga berjuang mak* itu sangat tidak penting karena didepan sana akan banyak hati yang terpesona karena pencapaian kita.

Setelah sesuksesan kalian beberapa kali, akhirnya rehatlah kalian dari segala hal yg berhubungan dengan olah suara karena "suhu udara" sedang berada dipuncak didih. Tapi ternyata malaikat disurga berhenti tersenyum sejak kalian tidak pernah memuji Tuhan dengan suara indah kalian. Sampai Tuhan membukakan pintu bagi kalian, dan kalian kembali harus belajar bermadah dari awal. Kali ini nama baik dari Wilayah Thomas Aquino, diserahkan pada kalian. Dan puji Tuhan, kalian mendapat dukungan seutuhnya dari seluruh umat yang ada di Thomas Aquino.

Kerja keras kalian tidak sia-sia nak....,menjadi terbaik dan nomor satu mampu kalian raih. Terima kasih Tuhan Yesus, aku masih bisa mengantarkan malaikat-malaikat kecil ini mendapatkan prestasi mereka. Tidak ada rasa yang lebih bahagia ketika kalian meloncat dengan teriakan nyaring.."Yeeeeeeaaaahhhhh........!!!!! Horeeee....!!! Tanteeeee kitaa menaaaanggg, juuaaarraaaa........" Terima kasih Tuhan aku Kau jadikan orang yang berarti bagi mereka. Waktunya memenuhi janji kecil pada kalian. Magnum....hahahahahaaaaaaaa.........., sederhana sekali bukan ? Tapi ternyata  bukan apa yang akan jadi hadiah untuk kalian kalau kalian bisa jadi juara, tapi seberapa besar aku memperhatikan dan mendukung kalian yang membuat kalian tidak pernah putus asa dan selalu mau berlatih, berlatih dan terus berusaha menjadi yang terbaik dimata Tuhan.


next...... sabaarrr.....

Tuesday, October 8, 2013

Caraku Mencintaimu

















Saat bara api berdiam disini
Berharap ada tetes air padamkan
Hapuskan panas terbang bersama asap

Terlalu tinggi berharap menjadi seseorang buatmu
Karena seseorang itu hadir disetiap saat
Mendapatkan tempat dalam semua rasa
Tapi aku bukan seseorang
Aku hanya hanyalah sebuah sesuatu
Yang bisa diterima ketika aku diinginkan
Dikagumi dan dipuja saat kusempurna
Menjadi berharga dalam setiap kekosongan

Berlebihan ketika aku yakin
Aku mendapatkan percayamu
Atas apa rasa sesungguhnya untukmu
Segala yang telah aku lakukan

Tak mampu membuatmu merasa berarti
Semua yang pernah aku perjuangkan
Tak sanggup membuatmu yakin

Semua yang pernah ada hilang 
Lenyap bersama pikiran yang salah

Setiap kata dalam pikirmu terlalu menyakitkan
Lelah berhadapan dengan ketidakpercayaan
Tak mampu lagi berharap pada asa
Biarlah kuikuti kemana arus akan membawaku

Saturday, August 24, 2013

Akhir Waktu

























Sekian  lama  melaluinya
Setiap  langkah  terasa  berat
Ketika  tak  terlihat  apa  yang  ada  didepan
Pelita  dari-Nya  yang  menuntunku
Terkadang  ingin  melepas  genggam-Nya
Teramat  berat  untuk  manusia  sepertiku
Jalan  yang  akan  kulalui
Tak  pernah  kutau  menanjak  setinggi  ini
Selalu  berusaha  untuk  bertahan
Meski  semakin  lama  semakin  lemah
Ada  saatnya  tiba  pada  titik  lepas  asa
Ingin  secepatnya  mencapai  akhir  masa
Seperti  putaran  waktu  dalam  satu  hari
Ketika  lelah  mata  terbuka
Segala  pikir  dan  rasa  tersimpan
Diam  bersama  mentari  tinggalkan  senja...


Masih Ada


















Rasa itu tak pernah beranjak
Tidak.......
Sejauh apapun kamu terbang
Selama apapun kamu menghilang
Rasa ini masih sama
Tersimpan rapi dalam sudut hati
Tak ingin membuangnya
Apalagi untuk menggantinya
Hati ini masih setia menjaganya
Seperti setiaku menunggu hadirmu
Meski sangat kusadari
Kamu tak akan pernah kumiliki
Ketika banyak hati inginkanku
Enggan rasanya beranjak pergi
Lepas dari setiap bayangmu
Entah aku tak mampu
Atau mungkin memang tak inginkan
Menghapus siluet tentangmu
Setidaknya....
Ketika kamu tak mampu kumiliki
Masih ada selembar bahagia
Saat kamu sejenak menyapaku
Menatap matamu  disela hadirmu
Menikmati senyum dan tawamu
Aku masih akan setia
Mendengar cerita yang kamu bawa
Rasa yang kupunya ini sederhana
Sebuah cinta sederhana
Dari hati yang tak pernah mampu memaksa
Dengan jiwa yang selalu menerima
Cukup bagiku bisa sejenak bersamamu
Sebelum kenyataan kembali menghampiriku
Bukan sebuah kesalahan mencintaimu
Tidak juga sebuah kebodohan menyayangimu
Tapi rasa ini Tuhan beri
Untuk bisa kunikmati
Meski tak akan pernah kumiliki


*tidak seorangpun bisa memaksa cinta datang atau pergi dari hati orang lain*