Wednesday, February 23, 2011

Terima Kasih Ayah & Ibu











”Banyak anak banyak rejeki”
Banyak pula orang tua yang sangat salah mengartikan kalimat tersebut
Mereka selalu berfikir
Kalau mereka mempunyai banyak anak
Maka pendapatan yang akan mereka terima nanti
Saat anak-anak mereka sukses aka banyak pula
Tapi sebenarnya bukan itu arti sesungguhnya dari kalimat diatas
Kalimat itu ada supaya kita sebagai orang tua
Selalu bisa bersyukur atas anak-anak yang dititipkan Tuhan kepada kita
Supaya kita bisa selalu memberikan yang terbaik buat anak kita
Supaya kita bisa menjadikan anak-anak tersebut sukses dimata kita dan Tuhan
Dan disinilah Tuhan akan berkarya
Tuhan akan memberikan kita ”banyak rejeki”
Sarana yang diberikan Tuhan kepada kita
Harta yang diperuntukkan bagi anak-anak kita
Untuk bisa menjadi manusia yang sebenarnya
Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan
Dalam proses pendidikan dan karya
Untuk menjadikan anak kita berharga dimata Tuhan
Tuhan tidak akan pernah begitu saja menitipkan anak pada kita
Tanpa Tuhan campur tangan dan memberikan apa yang anak kita butuhkan
Disitulah rejeki itu akan kita dapatkan.

Pernah ada orang tua yang mengatakan;
 ”Berapa banyak biaya yang sudah kami keluarkan
  untuk bisa menjadikan kamu sukses seperti sekarang 
  ini,tapi apa balasan dari kamu yang sudah kamu berikan kepada kami?”
ups.....
ternyata selama mereka membesarkan dan membiayai anak mereka
mereka mempunyai maksud lain...
menyedihkan melihat ada orang tua seperti mereka

Mungkin aku salah satu anak yang sangat beruntung
Karena ayah dan ibuku punya pola pikir yang tidak seperti itu
Mereka selalu memberikan segalanya *bukan hal materi*
Bisa dibilang nyawa merekapun akan mereka berikan
Untuk bisa membuat anak-anak mereka berhasil
Dan mereka tidak pernah sekalipun meminta
Apa yang sudah anak mereka hasilkan

Pesan Ayah dan Ibu ku sebelum aku menikah;
 1.Jangan pernah kalian berharap mempunyai anak,
    sebelum kalian tau arti kehadiran seorang anak 
    di dalam kehidupan kalian.
 2.Jangan pernah kalian sekalipun berani mengatakan
    bahwa kalian adalah seorang ”ayah dan ibu” 
    dari anak-anakmu sebelum kalian mengerti 
    apa sesungguhnya peran dan kewajiban
    seorang ayah dan ibu bagi kehidupan anak-anakmu.
 3.Jika kamu ingin disebut sebagai ayah dan ibu 
    (orang tua) maka kamu harus berani mengorbankan 
    segalanya untuk anakmu dan jangan pernah berfikir 
    kamu akan menerima apapun dari anakmu kelak.
    karena imbalan terbesar akan kamu peroleh dari 
    Tuhan.
 4.Jangan pernah menghitung berapa banyak biaya 
    yang telah kamu keluarkan untuk menjadikan 
    anakmu orang sukses,
    karena kalau itu yang terjadi 
    kamu bukanlah ayah dan ibu bagi mereka
    tetapi kamu adalah seorang rentenir bagi anakmu 
    sendiri.
 5.Sampai kapanpun, anak adalah tanggung jawab dari 
    orang tua walaupun anak kamu sudah menikah
    atau mereka dalam kesusahan orang tualah 
    yang wajib membantu mereka
 6.Kebahagiaan orang tua adalah saat melihat anaknya 
    tertawa dan Kepedihan orang tua adalah 
    saat melihat anaknya menderita.

Terima kasih untuk ayah dan ibuku
Untuk apa yang telah kalian berikan kepada kami
Untuk apa yang telah kalian ajarkan kepada kami
Kalian adalah ”orang tua” yang sebenarnya
Mohon maaf jika kami belum bisa membalas
Apa yang selama ini telah kalian berikan kepada kami
Meskipun kalian tidak pernah meminta 
*mungkin malah menolak*
Tapi kami ingin membahagiakan kalian...
Sampai saat ini mungkin kami masih selalu merepotkan kalian
Kami mencintaimu Ayah dan Ibuku
Cinta kalian kepada kami, dan cinta kami kepada kalian
Tidak akan pernah luntur
Kami akan ajarkan pada anak-anak kami kelak
Semua yang telah kalian ajarkan kepada kami saat ini sebagai orang tua.

Thursday, February 17, 2011

Masih Untukmu













Kamu yang mulai menjauh
Atau aku yang beranjak pergi
Kamu yang sudah mulai bosan
Atau aku yang terlalu lelah
Diantara kita tidak ada yang pernah mampu
Memberi jawab pada tanya itu

Jika ada tanya datang
Masih adakah cinta itu
Jawabnya adalah pasti....
Masih adakah sayang itu
Jawabnya adalah selalu....
Masih adakah rindu yang selama ini ada
Jawabnya adalah setiap saat...
Kerinduan untuk kebersamaan
Kerinduan untuk segala yang pernah terjadi

Lalu kenapa semua mulai memudar
Atau lebih tepatnya "dipaksa" menghilang
Ingin mengulang rasa yang pernah ada
  beberapa tahun yang lalu..???
Rasa yang beberapa waktu terakhir sempat memudar
Terhapus oleh kebersamaan kita
Atau ingin membangkitkan sebuah kebohongan hati
  yang sempat terkubur oleh tulusnya senyum 
  dan lepasnya tawa kita..??

Tanpa ada sebait kalimat selamat tinggal
Ataupun lambaian tangan selamat jalan
Semua berlalu begitu saja
Berhembus tanpa tau kemana angin membawanya
Hanya ada rasa hampa
Saat sang angin membelai lembut wajah sedihku
Ketika kamu sudak tak ada disisi 

Tak ada yang bisa kulakukan 
Kala kepergianmu dari hidup dan mimpiku
Tak ada yang mampu kupertahankan
Untuk sebuah hati yang mungkin memang tak pantas
  untuk memilikimu
Disaat seperti ini....
Aku hanya harus mampu untuk menyadari
Bahwa memaksamu tetap bersamaku adalah sebuah
  kesalahan
Menuntutmu memberikan hati dan cintamu
  adalah sebuah keegoisan
Rela atau tidak, tepat atau tidak,nanti atau sekarang
Kamu memang akan pergi meninggalkan aku
Aku akan dan harus sangat bisa mengerti
Semua keputusan yang akan kamu ambil
Pergi untuk hidup dan masa depan hatimu

Satu hal yang aku ingin kamu tau
 "dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun
  kamu akan melangkah, doa dan cintaku akan selalu
  mengiringi setiap langkah-langkahmu."
Terima kasih kamu sempat menemaniku
memberikan kenangan terindah dalam perjalananku
memberikan sejenak aroma harum dalam nafasku
Aku akan selalu menjadikannya terindah
Selama nafas ini masih menemaniku.

Senyumku


Terlalu dalam kamu melukai hati ini
terlalu sulit buatku untuk bisa sembuhkannya
selalu manis dan indah yang kamu janjikan di awal
tapi selalu pahit dan perih yang kunikmati
setiap semua berakhir...
tak pernah kulihat pelangi indah
dalam setiap akhir dari sebuah harapan yang kau beri
kutapaki dengan senyum
setiap lintasan beralaskan duri yang kau rangkai
entah itu adalah sebuah kebodohan
atau sebuah pengabdian
pengabdian pada sebuah penderitaan
pengabdian pada sebuah nama baik
pengabdian dalam sebuah ketidakberdayaan
semua yang bisa kupertahankan sampai saat ini
bukanlah atas nama cinta
tapi semata hanyalah untuk sebuah keutuhan
karena aku tak pernah ingini
mereka yang aku sayangi
merasakan sakit yang sama
seperti yang aku rasakan saat bersamamu
biarlah luka ini hanya aku yang tau dan rasakan
Tuhan...
beri aku kekuatan
untuk bisa terus tersenyum

Friday, February 11, 2011

Tatapanmu

"...oh Tuhan, untuk kali ini saja
berikan aku kekuatan untuk menatap matanya..."

penggalan lagu ini mengingatkan aku
saat aku akan kembali bertemu denganmu
satu hal yang membuat aku tak pernah bisa melupakanmu
mambuat aku tak mampu membuka pintu hatiku
untuk cinta lain selain cintamu
membuat aku tak sanggup berdiri tegak
tanpa kamu ada disampingku
ya...
saat aku melihat tatapan matamu
saat aku melihat sinar mata itu
sungguh...
saat itu aku jatuh cinta padamu.

Thursday, January 13, 2011

Catatan Kecil di Hari Natal

25 Desember 2007
Awal dari sebuah pertemuan…
Masih teringat saat itu
Pertama kali aku menatapmu
Melihat senyum manis yang menghias bibirmu
Sesegar mawar putih yang saat itu ada dihadapanku
Mengenalmu saat itu
Seperti merasakan tumbuhnya tunas baru dalam hidupku
Membuat arah hidupku semakin jelas dan nyata
Sampai aku bisa bersamamu
Itu adalah suatu anugerah terindah saat itu

25 Desember 2008
Sebuah janji terucapkan…
Di dalam sebuah tempat yang kudus
Kita bersama mengucapkannya
Tanpa paksaan dan tanpa beban
Semua terasa begitu indah
Merajut kasih dengan tulusnya cinta yang kita punya
Tak ada derai air mata
Sampai Tuhan memberikan kita ”bintang”
Senyum dan tawa kita selalu menemani sang bintang
Tangis dan tawa sang bintang menjadi warna dalam rumah kita
Bukan harta yang berlimpah
Bukan kemewahan yang menjadi rajanya
Tapi cinta yang menjadi selimut kita
Kasih yang menjadi penghangat kita
Bersamamu tak pernah aku merasakan sedih dan sulit
Tuhan memberikan semua keindahan dan kemudahan bagi kita

25 Desember 2009
Diantara kesakitan dan harapan…
Aku mulai melihatmu melemah
Tapi kamu tak pernah menyerah
Aku mulai melihatmu sakit
Tapi kamu selalu berusaha bangkit
Aku mulai melihatmu menangis
Tapi kamu selalu tersenyum
Aku tau kamu sembunyikan semua sakitmu
Aku sangat mengerti apa yang kamu rasa dan hadapi
Putus asa…??? TIDAK…!!!
Kata itu tak pernah ada dalam hidupmu
Kamu rasakan semua sakitmu sendiri
Aku dan bintang hanya tau kamu tersenyum
Tapi kamipun merasakan apa yang kamu rasa
Kamu selalu mempunyai harapan besar
Untuk melihat bintang memakai seragam sekolah
Melihat bintang tersenyum kala jatuh cinta
Melihat bintang memiliki seorang yang sangat dicintai dan mencintainya
Aku ada didalammu sayang
Harapanmu buatku dan bintang begitu indah


25 Desember 2010
Sebuah kenangan…
Mungkin ini hari Natal yang terberat yang harus kuhadapi
Setelah sekian lama aku dan bintang menjadi harapanmu
Menemani saat-saat sakitmu
Mencoba membuat semuanya bisa menjadi indah
Dan kini aku dan bintang hanya bisa terpaku
Memandang pohon natal dengan lampu redupnya
Tidak seterang tahun kemarin
Entah karena memang sudah terlalu lama
Atau mungkin karena kami sedang berduka
Aku dan bintang bernyanyi berdua tanpa kamu
Saat itu bintang berkata
”papa, kalau kita bernyanyi bunda akan tersenyum bersama malaikat,
 Papa jangan sedih, bunda sudah cantik di surga”

Kamu pergi meninggalkan kami berdua
Tapi aku tau…
Pergimu untuk bahagiamu
Semua sakit dan sedihmu telah Tuhan ambil
dan Tuhan telah menempatkanmu di Surga yang indah
Bunda….
Kamu akan tetap menjadi mawar putih buat aku dan bintang

Monday, January 3, 2011

Untuk Sahabatku





















Aku dan kamu selalu bersama
Dari masa kanak-kanak sampai kita dewasa
Apa yang terjadi diantara kita semua adalah tulus
Tanpa ada tambahan rasa dan beban
Begitu ringan kita melangkah
Dalam setiap jalan yang kita lalui
Tertawa dan menangis bersama

Sampai saat itu tiba
Kukatakan padamu
Aku mulai jatuh cinta
Tapi bukan padamu
Aku mulai menyukainya
Seorang gadis yang beberapa waktu lalu
Sempat kukenal tanpa sepengetahuanmu
Ternyata kaupun tersenyum
Tulus…, sangat tulus
Aku bisa rasakan ketulusanmu
Dan akupun melangkah ringan bersama senyummu

Setelah kebersamaanku bersamanya
Semua berubah begitu saja
Untuk menyapamu saya sulit rasanya
Bukan karena aku tak mau
Tapi karena aku tak mampu
Dia membuatku jauh dari dirimu
Persahabatan yang telah terjadi dari puluhan tahun lalu
Hilang begitu saja karena dirinya
Dia yang telah kupilih menjadi melatiku
Tapi ternyata tak mampu membuatku tersenyum bersamamu

Maafkan aku sahabatku
Semua ketulusan yang ada diantara kita
Hancur karena satu rasa cinta
Jujur harus kuakui
Tak pernah kutemukan seorang sahabat sepertimu
Yang benar-benar tulus sebagai sahabat.
Terima kasih sahabatku
Karena kebersamaan yang pernah kita lewati
Karena ketulusanmu yang telah menerima apa adanya
Semua sikapku padamu, semua sikapnya padamu
Terima kasih…

Thursday, December 23, 2010

Anakku Malaikatku
















Hal yang paling menyakitkan buatku
Saat melihat air mata malaikat kecilku mengalir
Saat bibir mungilnya berkata
Mommy jangan sedih, aku sayang Mommy"
Mungkin kalau dia seorang penyair, dia akan katakan
Aku menyayangimu...
Melebihi sayangnya kekasihmu
Aku tidak akan menyakiti hatimu
Seperti kekasihmu yang sering membuatmu menangis
Aku akan membuatmu selalu tersenyum
Disaat kekasihmu tidak lagi peduli dengan keadaanmu
Aku akan membuatmu tertawa terbahak-bahak
Disaat kekasihmu membuat hidupmu menjadi kosong tanpa arti.


Saat tangannya terlipat di dada
Mencoba untuk mengadu pada Bapanya
--- “Tuhan Jesus, daddy jahat, daddy nakal, daddy ngga sayang sama mommy, daddy ngga sayang sama kami anaknya, daddy lebih sayang sama orang lain. Tuhan Jesus jangan buat mommy sedih, jangan buat mommy menangis, kami sayang mommy, beri mommy sehat, beri mommy senyum. Amin” ----
Terdengar serak saat mengakhiri pintanya
Dan kembali kurasakan kekuatan itu
Kasih dari malaikat kecilku melebihi kasih dari siapapun.


Saat mata polos itu terlelap
Kucoba meresapi setiap bahasa wajahnya
Kulihat sebuah kekecewaan diwajahnya
Kecewa saat laki-laki idolanya menyakiti wanita terkasihnya
Kecewa saat melihat laki-laki kebanggaannya
Hanya mampu membuat wanita terhebatnya meneteskan air mata
Sejenak dia bergumam dalam tidurnya
---“daddy jahat”---
Tidak pernah ada yang menuntunnya berkata seperti itu
Tak pernah ada yang mengguruinya saat dia tersadar
Semua yang dia ucapkan adalah dari dirinya.
Dari luka yang dia dapat dari orang yang sangat dikaguminya
Orang yang ternyata sangat membuatnya kecewa dan marah.
Kupeluk tubuh mungil itu dan kembali kudengar gumamnya
--- “aku sayang mommy”---
Mommy juga sayang kalian.
Mommy akan selalu tersenyum untuk kalian.


*nb: buat seorang sahabat yang telah melupakan orang-orang yang telah mengasihi kamu, semoga mata hati kamu terbuka. Istri dan anak-anakmu lebih membutuhkan kamu*