Sunday, August 21, 2011

Pernikahan...!!??

Corat coret ini ada karena tanpa sengaja saat terdengar sebuah perbincangan dua ibu rumah tangga (sebut aja namanya Bu  dan Jeng*ngikik*) seperti ini:

Bu: "Lebaran libur panjang ya Jeng? Pulang kampung donk."

Jeng: “iya nih, mau ngademin otak, buar nggak makin kisut”

Bu: “enak ya jeng kalo dua duanya kerja, mau apa aja bisa”

Jeng: “lho, bukannya enak dirumah bu, bisa lebih fokus mendidik dan menyayangi anak-anak”

Bu: “sama aja jeng, dirumah juga capek tapi ngga dapet duit, pagi beresin rumah, siang sampe sore beresin anak, malem sampe pagi masih harus beresin bapaknya anak-anak.”

Jeng: "hahaha...tapi yang terakhir kan bikin ilang capeknya bu…. :D"


Sejenak raut wajah si "Bu" terlihat memerah tapi bukan karena malu melainkan menahan sebuah rasa yang tak pernah sanggup disimpannya seorang diri (halaaah...roso opo kui?), dan tak lama terdengar kembali suaranya tapi sedikit lebih pelan;
Bu: “tidak buat saya jeng, itu justru jadi sebuah siksaan batin saya”

Jeng: "waks....masak seeeh" *penasaran*

Bu: "begitulah jeng, jeng lihat sendiri kan bagaimana suami saya memperlakukan saya, saya seperti babunya bukan istrinya. Kalau libur sekolah saya ingin pulang ke rumah orang tua saya selalu tidak pernah terlaksana karena alasan tidak ada biaya. Sempat saya bertanya tentang pendapatnya jika saya juga ikut bekerja, tapi jawabannya sangat menyakitkan buat saya. Ternyata bagi suami saya, jika seorang wanita sudah ambil keputusan untuk menikah maka dia harus menerima konsekwensinya, meninggalkan pekerjaannya dan pindah kerja dirumah untuk melayani suami dan mengurus anak serta rumah tangganya. Dan itu sekarang yang terjadi pada saya, kalau tau begini saya tidak akan pernah menikah sampai kapanpun. (Lho malah curhat si "Bu" ini)

Jeng: *diem tapi mikir: bener juga yang dibilang si ibu ini, selama tinggal disini dia ngga pernah ngeliat suaminya bermanis manis sama istrinya* selama ini kalo manggil istrinya selalu pake teriak, sampai orang sekecamatan nutup kuping, nyuruh istrinya semau jidatnya, nyuciin motornya, bukain pintu ngga peduli itu siang malam subuh harus dilakukan, masakin harus sesuai seleranya dan semua sajian harus panas, kalau pulang kerumah jam 03.00 WIB pengen makan ya si istri musti masak lagi buat makannya dia. Gloooddaaaaakkkk....!!!
Ohemji....(Kata anak gahol sekarang) kapan istrinya bisa istirahat, merasakan indahnya punya keluarga, tersenyum karena merasakan bahagia atas sebuah kata "pernikahan".

Miris dan prihatin juga aku denger sepotong (sepotong kok panjang banget) perbincangan yang terjadi diluar pagar rumahku tapi masih sangat bisa terdengar dan kuikuti dengan jelas dari dalam rumahku (nguping doooongg gw hahahaaaa...maap)

Pernikahan...??!!
Kalo denger katanya doang seeehhh.... Hayuk aja tapi kalo udah dijalani baru pada bla bli blu bleeehhh....sambat kabeh...!!!
Buat kalian yang sudah memutuskan untuk menikah coba sekali waktu ambil sejenak waktu luang untuk kembali merenungkan perjalanan pernikahan kalian. Apa kah sudah sesuai dengan hakikat pernikahan yang sebenarnya. Sebuah senyum dan kebahagiaan. Jika belum mendapatkan keduanya berdoalah supaya masing masing dari kamu diberikan kerendahan hati untuk bisa membuat semua bahagia (bukan berdoa supaya diberikan istri atawa suami baru) Sebuah pernikahan adalah sebuah anugerah, dan anugerah itu adalah suatu hal yang indah dan menyenangkan, maka perlakukan anugerah tersebut sebagai anugerah yang sebenarnya, tanpa keluhan untuk segala kekurangannya, tanpa amarah dan makian untuk semua kesalahannya, semua hanya dengan senyum. Tidak ada alasan apapun untuk memperlakukan sebuah pernikahan dengan segala hal yang buruk bahkan jika pernikahan itu terjadi tanpa cinta. Itu bukan alasan. Jika itu terjadi, hal yang harus kalian tanyakan pada masing masing pribadi kalian adalah satu hal; "masih bisakah pernikahan itu kalian jadikan sebuah anugerah yang sesungguhnya dan menjadi sebuah pernikahan dalam arti yang sesungguhnya? Bukan hanya sebuah status?" Jawaban dari pertanyaan itulah yang akan kalian pakai untuk mengambil sebuah keputusan. Apapun keputusannya itu sebaiknya adalah yg terbaik buat semua.

Buat kalian yang masih jomblo (piss....:D) pikirkan lagi sebelum kalian memutuskan untuk menikah karena sebuah pernikahan tidak akan bisa menjadi indah dan sempurna jika tanpa sebuah kerendahan/kerelaan hati. Kalau kalian belum bisa tersenyum untuk kebahagiaan orang lain sebaiknya jangan pernah memutuskan untuk melangkah dalam sebuah "pernikahan". (Nek gelem tak kandani yo rasah ding hahahaaaaa....)

Tuesday, August 16, 2011

Kita dan Dia


Kita tidak pernah berhenti meminta
Bahkan kadang cenderung memaksa
Mendikte apa yang harus Dia beri pada kita
Berusaha menunjukkan pada-Nya
Kita sungguh sungguh dengan doa kita

Saat Dia berikan satu anugerah pada kita
Bukan terima kasih yang keluar dari mulut kita
Tapi sebuah ketidakpuasan dari kita
Pada apa yang telah tersedia dihadapan kita

Dia tidak berikan apa yang kita mau
Bukan karena Dia tidak ingin
Atau tidak mampu memberikannya
Sadarkah kita jika Dia sangat mengerti
Siapa dan bagaimana kemampuan kita
Dia sangat bisa memahami
Apa yang kita butuhkan saat ini

Jika kita mau untuk lebih bersyukur
Untuk apa yang telah kita punya
Mau untuk lebih sedikit bijak
Mencari makna yang tersirat
Yang akan Dia perlihatkan pada kita

Dalam setiap kehidupan
Dari masing-masing pribadi yang berbeda
Dia menciptakan kita dengan sebuah kesempurnaan
Kesempurnaan sebagai seorang manusia
Tidak ada pribadi yang tidak sempurna
Yang ada hanya seorang pribadi yang tidak mengerti
Seorang pribadi yang tidak mau mengakui
Bahwa sesungguhnya dia memiliki segalanya

Saat kita melihat…
Ada pribadi lain yang lebih baik (menurut kita)
Bukan mengutuk “ketidaksempurnaan” kita
Kembalilah melihat pada diri kita sendiri
Bahwa kita juga memiliki segalanya
Dan bagaimana cara kita mensyukuri
Apa yang telah Dia berikan pada kita
Mencoba merangkai sebuah keindahan
Membuat apa yang tidak sempurna menurut kita
Menjadi satu hal yang benar-benar sempurna
Bagi hidup kita sesuai dengan gambaran-Nya

Cukup Sebuah Rasa

Saatnya menutup hari
Terlintas bayangmu
Saat kupejam mata ini
Kangen...?!
Kamu benar,
Aku merasakan sebuah kerinduan
Untuk kembali bersamamu
Merasakan sebuah keinginan
Untuk bisa melangkah disampingmu
Seperti beberapa waktu yang lalu
Saat aku bisa menjadi teman ceritamu
Saat kamu masih menjadi pendengar terbaikku
Segala tentang kamu ada disini
Dalam hati dan pikirku
Tak akan pernah lelah menyimpannya
Meskipun tak mampu mengulangnya

Monday, August 15, 2011

Masih Tentang Kamu

Lama tak terdengar tentangmu
Mendengar cerita apapun darimu
Mengikuti segala kesibukan harimu
Bukan sebuah keinginan dariku
Dan mungkin juga bukan maumu
Yang menjadikan situasi ini ada
Tak perlu sampaikan alasan
Usah mencoba di urai satu persatu
Terlalu banyak hal yang terjadi
Bisa dimengerti atau bahkan tidak
Aku tak perlu menjelaskan
Dan kau juga tak pernah pertanyakan
Apa yang sedang kulalui
Bukan karena sudah tak ingin berbagi
Hanya tak ingin kamu terbebani
Biarlah semua yang sedang terjadi
Berjalan sesuai yang Dia tulis
Keadaan mungkin bisa berubah
Tetapi hatiku masih tersimpan untukmu
Semoga rasamu masih seindah kemarin

Si Pak Bro

















Kali ini curhatan tentang satu keluarga tetangga yang bisa di bilang "wagu"
Sebut aja namanya Pak Bro sama Bu Bro *senyum dulu bentar*....

Pak Bro dan Bu Bro ini tipe pasangan yang ngga suka bergaul (katanya ngga penting buat kata ngrumpi :D) sama tetangga, saking ngga sukanya... mereka justru sama sekali ngga pernah keluar dari "istana" nya itu... *ah, siapa tau cihuy terus di dalem* .....#pengen ngintiiiiipp yaaaa....#

Naaaahhh...., story punya kata...(katanya si anu, si inu, dan si unu....)*halaah...belibet* 
si Pak Bro ini punya "bola bekel" baru tuh..., dan ternyata suatu saat kepergok tuh lagi main bola bekel terus bla bla bla bla.... *hayoooooo.....lagi napain disitu....* (kalo kata PaiBleh auan...auan....transleteen dewe) yo malu lah si Pak Bro nya... 
Daripada kabar burung itu jadi burung beneran....ya mending si Pak Bro pasang tampang sangar dulu lah biar yang liat dia dan mau lewat didepan dia keder duluan #secara "tanda seru" itu Pak Bro berbody tinggi, gede, item*hiiiiyy*#. Udah gitu, yang namanya orang salah, bukannya minta maaf dan cari temen, ini si pak Bro malah cari musuh, semua temennya ditanya dan ditantangin deh wkwkwkkwk..... 
Ya iyalah semua menyingkir dari depannya (bukannya takut tapi mualeeess) daripada berurusan sama bodyguardnya yang punya kedudukan sedikit lebih tinggi daripada si Pak Bro...*ngelirik si asisten*
Makin lama makin capek kali ya si Pak Bro berakting, aslinya deh keluar....#nyari bolo gelut kalo boso ndesone# tapi sayang bin kasian, bolonya terlanjur mlongo males kaleeee....

Sekali waktu ketemu sama diriku yang cuantik ini....*mematut diri*, kebetulan daku dianter sama "si bos", eeh... ketemu sama si Pak Bro, tapi tumben si Pak Bro mau bermanis-manis busuk ke daku setelah sekian lama berjutek-jutek ria (pikirnya si Pak Bro; kesempatan neh bales skak ke daku) "baru pulang jam segini..? Pantesan pulang malam terus, yang nganter mobilnya lebih keren"  tanya si Pak Bro pada Putri Cuantik ini #wkwkwkwk....,kenapa dikau bilang gitu Pak Bro 'pikirku' itu justru akan membunuhmu#
Ya dijawablah pertanyaan yang 'bermaksud' menjatuhkan harga diri si cuantik ini.... 
"Ya iya dong Pak Bro..., emang saya kaya situ ...!!saya seh ogah kalo cuma dimodalin kunci kamar mandi"
#gubraakkk...jeglllleeeerrr....gloodaakkk...krompyaaang# segala bunyi mampir dah tuh pasti ke kuping beliau... Tegang, asem tapi warnanya ngga berubah jadi merah tuh muka (gaaakkk keliiaataannn, si Pak Bro kan iteeemmm) lho...lho...lho... Kok main kabur aja Pak...? Kebelet mau pipis ya..... *ngakak nggledag*

Naaahhh...sodara sodara...sejak malam terindah itulah si Pak Bro kalo liat Tuan Putri yang cuantik ini melenggang mau melewati 'istana' milik beliau.... Si Pak Bro nya buru-buru ngacir biar ngga sempet ketemu dan mati kutu lagi. Pernah suatu kali si Pak Bro lagi asik nungging menyiksa rumput didepan rumah mereka, ngga sengaja juga mungkin si Pak Bro nengok dan liat kalo ada bidadari yang mau lewat, ngga ngerti deh antara takut atau malu si Pak Bro langsung ambil langkah cepek mau kabur, tapi sepertinya si Pak Bro ngga sempet lari #kram kakinya kali# ya jongkok-lah si Pak Bro di balik pager miliknya. Dia pikir udah ngga keliatan kali ya padahal tu body jelaslah cukup keliatan, secara sosok hitam di siang bolong.... Haghaghagagagaaaa.....

Udahan dulu ah.....
Ayo yang ngaku berburung, harus berani terbang duong...tunjukkan ke'burung'anmu alias kejantananmu le... Jangan ganti kostum 'barbie' kalo lagi kena masalah...woke...mari Pak Bro... (salam burung buat si bola bekel ya :D)

Thursday, June 9, 2011

Kekuatan Dan Cinta Untukku


Saat terbangun di ujung malam, rasa sakit itu datang lagi, dan entah akan sesakit  apa setelah itu, aku hanya mampu berserah... Terima kasih Bapa aku masih bisa merasakan rasa sakit ini, tapi kalau boleh aku meminta ambillah cawan ini dr padaku. Mencoba kembali untuk terlelap tapi tak mampu... Hanya mata terpejam tetapi telinga ini masih dengan sangat jelas mendengar detik demi detik jarum jam berputar, berpindah dari angka yg satu ke angka yg lain. Fajar mulai tampak disela sela awan malam, sebuah usapan tangan mungil singgah di pipiku;
  "kok mami panas banget, sakit ya kepalanya" 
bibirku hanya menjawab dengan senyum, dan dia kembali terlelap bersama mimpinya.


Waktunya si kembar harus bangun, mandi dan makan pagi, seperti hari hari biasa, mereka melakukan semua rutinitas paginya dengan bantuan para pengasuhnya. Rutinitas wajib selesai dan waktunya mereka berdua bermain dan dalam hitungan detik mereka telah disibukkan dengan computer mereka lengkap dengan game yang mereka browsing dari internet. Setelah agak lama mereka disibukkan dengan gamenya sepertinya mereka sadar kalau ada yang lain di pagi itu, sesuatu yang tidak biasa dihari kerja dan bukan hari libur. Pintu kamar terdengar ada yang membuka dan langsung terdengar suara nyaring mereka dan saling berebut untuk menyapaku dan bertanya;
 “mami sakit ya?”
 “mami kok belum bangun, kan udah siang”, 
 "mami kok nggak kerja sih?”, 
 "kok jendelanya masih ditutup?”

Huuuuufft…. Sedikit bising mendengar mereka bicara seperti itu, sedikit beruntung aku saat salah satu pengasuh mereka masuk ke kamar dan menggandeng tangan mereka berdua, dia mencoba untuk mengajak si kembar keluar dengan berbisik; 
 “ssssttt….., kakak sama dedek jangan rebut dikamar, 
  mami lagi sakit, kita mein diluar aja ya…” 
akhirnya tenang juga ruangan ini, ada harapan buatku untuk bisa terlelap sejenak untuk membuat kondisiku lebihi baik. Tapi belum ada lima menit, pintu kamar kembali terbuka, dan salah satu dari si kembar menghampiriku, tangan mungilnya kembali membelai kepalaku sambil berkata; 
 “mami tidur aja ya, biar sembuh ya, 
  kakak tinggal dulu ya,berani kan dikamar sendiri?” 
dan kujawab dengan anggukan pelan saat itu.

Saat si kakak menuju ke pintu kamar, belum sempat kudengar pintu kembali ditutup kudengar ada suara bisikan diluar pintu, semakin kudengarkan semakin jelas itu suara dedeknya dan beberapa kata mampir di telingaku;
 “kakak, biarin aja jendelanya kamar mami jangan dibuka, 
  lampunya juga jangan dinyalain, 
  nanti kalo kena sinar maminya silau lho, 
  jadinya kepalanya nanti tambah sakit”
hahahhahahaaa……seketika tertawa aku dalam hati mendengar bisikan itu, ide dari mana anak-anakku berfikir dan bicara hal konyol seperti itu…., mungkin karena mereka pernah nonton salah satu film bertema “vampire” makanya mereka pikir maminya seperti itu, tapi sebenernya hal itu memang benar adanya, penglihatanku terlalu sensitive jika terkena sinar saat sakit ini menemaniku, ya walaupun ngga se ekstrim si mr.vampire itu...

Saatnya tidur siang adalah saat yang paling mereka benci, karena tidur memang hal yang paling mereka ngga suka melakukannya. Tapi sekali panggilanku pada mereka bisa membuat mereka masuk kekamar yang kebetulan tepat berada disebelah kamarku. Rutinitas yang selalu mereka lakukan sebelum tidur adalah berdoa, tapi siang itu doa mereka terdengar janggal buatku karena kalimat yang mereka ucapkan bisa membuat aku berada dalam satu perasaan yang bercampur antara terharu, geli an sedikit jengkel, tapi tetap saja doa mereka adalah terbaik dimata Tuhan. Begini bunyi doa mereka;
 “Tuhan Yesus, kakak sama dedek mau bobok siang, 
  minta berkat. 
  Tuhan Yesus mami aku sakit, disembuhin yaaa, 
  jangan dimatiin ya mami aku, nanti nggak ada 
  yang marahin papi, disembuhin aja yaaa. A min” 
dan dilanjutkan doa “ Bapa Kami dan Salam Maria” oleh mereka.
Saat mereka selesai berdoa masih dari tempat tidurku aku katakan sama mereka;
 “Terima kasih doanya ya Kak, Dek… 
  Mami pasti disembuhin sama Tuhan kok, 
  selamat tidur siang”
dan kembali terdengar sahutan mereka bersamaan;
 “sama-sama mami, ai lop yu mami”
 ”luv u too DaVie”
Terbangun saat menjelang senja dan mencoba untuk bisa bangkit dari tempat tidurku, perlahan menuju ruang keluarga dan terlihat si kembar sedang nonton acara kesukaan mereka “Clubhouse Disneyland”, melihatku mereka langsung berlomba untuk mencari perhatianku;
 “eh, mami udah bangun ya….”, 
 “mami mdiambilin minum apa? Bilang aja sama aku”, 
 “iya bilang aja sama aku nanti aku ambilin”, 
 “masih sakit kepalanya ya?”, 
 “mau minum kopi?”
ups…..banyak sekali nak pertanyaan kalian, mami masih malas membuka mulut, kataku dalam hati. “nggak usah, mau duduk aja” dan jawaban itu ternyata membuat kalian kembali disibukkan dengan acara tv kalian sedangkan dalam hatiku agak sedikit tergoda dengan tawaran terakhirmu nak  
“mau minum kopi…???” “mauuuuu bangeeeeetttttt………!!!!!”
hahahhahaaa……tapi ngga bisa sekarang dan cuma dalam hati.

Kembali kupandangi wajah kalian saat tidur, begitu tulus dan polos, terbayang kembali beberapa ulah kalian yang kadang membuat aku harus sedikit menahan emosi, kadang membuat aku meneteskan air mata saat melihat kalian sedang sakit, tertawa saat kalian benar-benar berulah, tapi malam itu aku benar-benar bersyukur Tuhan mengirimkan aku kalian berdua. Kalian yang membuat aku bisa berdiri sampai saat ini, bisa tersenyum sampai saat ini dan bisa berjalan sejauh ini. Kalian tidak akan tergantikan oleh apapun dan siapapun.

*Tulisan ini hanya sedikit dari apa yang sebenarnya kurasakan sejak Tuhan menitipkan dua Malaikatnya de Vercellio untuk menjadikan aku sempurna sebagai wanita dan menjadi manusia yang penuh dengan rasa syukur*


DaVie

Seperti biasa, kalau sore hari setelah selesai mandi kami ngobrol di teras depan.
"peyek bu..?? Asli dari jogja" seorang nenek mampir didepan pagar rumah yang sedikit terbuka.
"terima kasih nek, lain kali ya"....bukan karena nggak doyan tapi memang karena di rumah lagi banyak camilan.
Setelah si nenek pergi tiba-tiba DaVie barengan bilang; "kasian neneknya mami, beli aja...kasian neneknya..."
Sejenak terdiam & tanpa disuruh DaVie keluar pagar dan teriak manggil si nenek buat balik lagi.
"sini nek masuk, aku mau beli, nenek haus ya, tunggu ya..." ( Darren masik ambil aqua gelas buat si nenek )
Masih ngga bisa bilang apa apa sampe si nenek bertanya; "beli berapa bu peyeknya....??"
Yang akhirnya terbeli juga beberapa kantong peyek jualan nenek itu...
Setelah si nenek pergi, aku pikir DaVie mau makan peyek itu tapi pas aku buka dan tawarin mereka jawabnya bikin kaget...."nggak mau ah, aku kan cuma kasian aja sama neneknya, mami kasih emak sama tante aja deh peyeknya"

"Tuhan Jesus, terima kasih, dibalik kelakuan mereka yang setiap hari hampir membuatku meledak-ledak karena marah DaVie masih memiliki hati untuk berbagi dan mengasihi orang lain. DaVie....luv u le...."