Monday, September 12, 2011

Kesempurnaan Purnama Malam Ini

01 Maret 2011 Tuhan menjemput jiwamu
Untuk bersama Nya di dalam Surga Nya
17 Maret 2011 ulang tahunku dengan kado yang sama sekali tidak indah

10 September 2011 Hati ini sangat merindukanmu Seandainya kamu masih bersamaku sampai saat ini
Kamu akan jadi kado terindah
Bagi kedua Matahariku
Disaat ulang tahun mereka
15 September 2011 nanti
Sayang mereka padamu sama seperti rasaku

Bulan Purnama malam ini adalah terindah dari semua yang pernah kulalui
Tepat 200 hari setelah kepergian mu ke Surga
Tuhan memberikan Purnama yang begitu sempurna

Teramat indah karena Tuhan hadirkan senyummu
Terpancar indah bersama sinarnya Purnama
Terlukis sempurna dalam terangnya Purnama

Kesempurnaan Purnama yang pernah kurasakan, sejak aku bernafas sampai detik ini
Semua hal tergambar malam ini
Setianya Purnama saat menemani kakiku, menyusuri pantai bersama ombak melewati malam berganti fajar
Hangatnya Purnama saat memeluk tubuhku, menghabiskan malam dingin berteman angin
Megahnya Purnama saat mampu menjadi terang, dikala aku termenung sendiri dalam gelap dan sepi
Indahnya Purnama saat aku tersenyum, bersama belahan jiwaku menemukan cinta yang selama ini tak nyata
Dan sekarang...
Purnama begitu sempurna,
Saat aku mampu melihat senyummu didalam sinarnya,
Saat aku melihat kebahagiaan dalam jernih tatapmu diantara langit biru

Aku masih mencintaimu dan tetap mencintaimu.
Tunggu cintaku di surgamu.

Monday, September 5, 2011

I Love You

" I Love You "
Bheeuuuu....merah pasti itu mukanya kalo denger ada yang ngomong begitu sama kamu. 
Orang bilang rasanya udah ngga "karuan"
Katanya seh sampai ngga bisa makan, ngga bisa tidur, tersenyum terus bla...bla...bla...

Ups....kalau efeknya sampai segitu mengacaukan hidup kamu, kenapa juga pada ketagihan pengen ada yang bilang " I Love You " sama kamu terus....?? 
Bukannya rugi ya kalo sampe berefek kacau seperti diatas...??!! *rugi banget*

By the way (kata si bule), kamu kalo ada yang bilang gitu emang percaya kalo yang ngomong itu beneran " Love " sama kamu..? 
Tau dari mana coba.... *ngikik*
Jangan-jangan buat kamu ngga penting juga dia serius apa ngga, yang penting ada yang bilang " I Love You " sama kamu daripada ngga ada, keliatan ngga laku katanya...heheheee...*piss*

Eh...langsung ada yang nanya nih.... "emang darimana taunya cie...??"
Cinta itu menghargai perbedaan
Kalau kamu mencintai seseorang, jangan berusaha merubah pribadinya tapi cobalah untuk menerima keunikan yang dia miliki. Merubah pribadinya hanya akan membuat kamu merasa lelah. Menghargai sebuah perbedaan dalam sebuah hubungan akan membuat hidupmu lebih berwarna, kamu tidak akan melihat satu pribadi tapi dua. Perbedaan itu kaya kalau kita mau mengakuinya, perbedaan itu indah kalau kita tidak egois.

Cinta itu penuh pengertian
Mencintai berarti mau dan mampu mengerti, jika kamu mencintai seseorang, kamu akan sangat tau bagaimana membuat orang yang kamu cintai tersenyum, jika kamu tidak tau apa yang bisa membuat pasangan kamu tersenyum atas nama cinta, jangan pernah mengatakan kamu mencintainya. Mengerti juga bukan berarti memaksakan diri harus mengikuti alur dunianya tapi cukup sekedar memasuki dunianya, agar kamu bisa tau apa yang membuatnya selalu tersenyum dan apa yang akan sangat menyakitinya.

Cinta itu bukan sekedar tulisan dan suara
Cinta itu adalah hatimu. Kalau kamu mencintai seseorang ngga perlu diobral dengan setumpuk tulisan, atau terdengar setiap kali handphone kamu berdering. Tidak ada definisi untuk sebuah cinta, karena cinta hanya ada dalam tatap mata. (gimana mau tau dia cinta apa ngga kalo baru dilihat aja kamu blingsatan...????) Eye contact itu hal terpenting, so... jangan mau dikibulin yeee.... suara lembut, tulisan indah tapi .... hehhehee.....

udahan dulu yaaa....pegel kalo ngomongin ini....besok lagi deh...;)
*****bersambung****

Masih Kangen

Waktu terasa sangat lambat
Saat aku berada ditempat ini
Hanya mampu menatap sepi
Berteman dinginnya malam
Dan alunan nada sumbang
Yang samar terdengar

Selalu seperti ini
Dan terus akan seperti ini
Saat kamu tak disisi
Aku sangat ingin katakan
Aku kangen semuanya
Kangen tatap mata kamu
Kangen genggaman jemarimu
Kangen bersandar di bahumu

Mungkin tak akan banyak kata
Tapi pasti berjuta makna
Semua bisa kusampaikan
Dalam eratnya genggaman kita

Kamu pernah menjadi...
Ombak dalam pantaiku
Salahkah kalau aku punya asa
Kamu akan menjadi...
Embun disetiap hijaunya hutanku

Antara Pengorbanan dan Nekat

"Mau kemana bu?"
*ke Jogja pak, bapak mau kemana?dari Jakarta mana mana pak?*
"Saya ke Sidoarjo, kalo saya dari Tangerang bu..."
*gleg...keselek*

Buseeeeettt....dari Tangerang jam berapa nih bapak en fam...? Lima orang, satu motor, dari Tangerang mau ke Sidoarjo....??? Jegleeeeerrr.... Ini seh judulnya tour de java...
Lha...saya aja yang cuma dari Jakarta, satu motor berdua, udah berasa patah semua nih tulang.

Nggak tau deh aku mau nanya apa lagi sama bapak ini,  tapi istrinya tiba-tiba bercerita tentang kehidupan mereka sampai mereka memutuskan "wisata sengsara" (istilah dari si istri) seperti sekarang. Aku hanya mampu terdiam sambil sesekali melirik pada ketiga anak mereka yang masih kecil-kecil, yang sedang tertidur kelelahan.(Tangerang - sidoarjo...??? glodaaaakkk lagi)

Huuft.... Jadi inget beberapa jam kebelakang, aku sibuk nyari Hotel hanya buat sekedar istirahat beberapa jam karena punggung ini rasanya mau patah. Ternyata perjalananku bukan apa-apa jika dibandingkan dengan pengorbanan (lebih tepatnya NEKAT) keluarga ini untuk sekedar ketemu dengan dalih "silaturahmi" sama familinya yang sudah hampir tujuh tahun tidak pernah ketemu.

Biaya Mudik mahal.... Ngga ada uang...
Klasik memang tapi ini realita, kalau mau pulkam alias mudik dengan biaya murah ya jangan pas momen hari raya, tapi jika bukan hari raya, ya ngga bisa libur seenaknya #kecuali juragan#.Dan kalau bareng sama hari raya ya beginilah resikonya... Tiket mahal, jalanan macet, badan cuapeeekkkk...

Ini sebuah fenomena apa tradisi ya....?? fenomena yang mustinya lebih dimanusiawikan, tradisi yang seharusnya lebih dipersiapkan dengan matang, jangan sampai niatnya pengen metik bunga tapi hasilnya justru panen air mata. Siapa yang mau dituntut untuk bertanggung jawab kalo sudah begini ??

Weeeww.... Tau deh, cuma bisa menikmati perjalanan sangat puanjang yang sedikit butuh pengorbanan ini. Kalau mau ngga ngerasa sengsara, ya anggap aja perjalanan ini sebuah PETUALANGAN HIDUP. *Pantat kapalan, betis bengkak kaya talas bogor, jari jadi jempol semua, muka maskeran lumpur, badan beraroma tape kematengen* catet ajalah.....namanya juga lagi melukis dikanvas hidup, biar ngga cuma warna putih aja yang dilihat, biar lebih berwarna. Bukannya berwarna itu indah ya...??

Assik lho sob... mencoba mengenal dan masuk dalam hal baru yang belum pernah sama sekali kita jalani, yah kuncinya adalah nikmati semua ini, buat cerita indah dari setiap langkah kaki yang terayun. Buat hidupmu lebih berwarna dengan segala petualangan yang menantang dalam setiap nafas hidupmu. So....., pengen berpetualang bareng mommy.... ;)

Ngga Perlu Kata

Ada satu kalimat tanya dari kamu
Yang aku rasa ngga butuh sebuah jawab
Seharusnya kamu sudah sangat mengerti
Apa jawab yang ada atas tanyamu

Ingin aku ungkap semua rasa
Ingin aku sampaikan setiap detik
Tapi semua itu tak berarti apa-apa
Jika hanya sekedar rutinitas
Tanpa sebuah kesungguhan rasa
Tanpa langkah nyata

Hanya Tuhan dan aku yang tau
Apa yang sedang terlukis dalam hatiku
Aku tidak akan memaksa rasaku
Melainkan aku akan selalu menikmati
Setiap dentingan nada indah
Dalam setiap degup jantungku
Setiap aku memikirkanmu
Setiap aku merindukanmu
Tanpa harus mengungkap 
Dengan sebaris kata atau sebait kalimat

Kuserahkan Segalanya

Saat sendiri jalani semua
Sebuah rasa kembali menghampiri
Yang pasti tak akan mampu
Untuk dilukiskan dengan gambar apapun
Untuk dikatakan dengan bahasa manapun
Bahkan air mata tak akan bisa bercerita
Seperti apa gambaran rasa ini
Mata ini tak mampu terpejam
Untuk sekedar meredam rasa yang ada
Bibir ini tak mampu mengeluh
Untuk sekedar mengurangi perih ini
Kalau aku bisa meminta
Aku ingin mengakhirinya
Tapi aku tak mampu memilih apalagi memaksa
Atas apa yang aku ingin
Satu yang kutau disaat seperti ini
Aku sangat membutuhkan Mu
Dan aku serahkan sisa waktuku pada Mu
Warna yang akan Kau tuangkan dalam kanvasku
Akan menjadi warna terindah bagiku.

Friday, August 26, 2011

Emak......(pelajaran yang berharga)


Emak....
Demikian kami biasa memanggil wanita setengah baya, salah satu dari dua orang yang selama beberapa waktu kemarin sempat menjadi orang yang kupercaya untuk merawat de Twins. Sapaan akrab yang sengaja aku berikan, agar emak merasa dekat dengan kami, merasa menjadi anggota keluarga kami. Supaya emak tidak merasa hanya jadi "pengasuh" dirumah kami  melainkan  menjadi bagian dari keluarga kami.

Bersyukur aku mendapatkan emak, emak bisa begitu sayang sama de Twins, rendah hati, nrimo, dan ngga pernah mau bicara soal nominal pada kami. Semua itu bukan hanya didepan kami, dibelakang kamipun emak ternyata punya sikap yang sama. Semua begitu apa adanya, tanpa dibuat-buat. Mungkin semua karena emak berasal dari keluarga yang kurang beruntung, menikah dengan seorang pria yang menjadi "tukang bangunan", dan selama ini mendapatkan penghasilan hanya dari upah tukang suami tercintanya. Keluarga mereka tinggal didalam komplek perumahan kami. Bukan kontrakan, apalagi beli...., rumah yang mereka tempati saat ini adalah rumah kosong, rumah yang selama beberapa tahun ditinggal pergi oleh pemiliknya. Karena suami emak adalah tukang yang rajin dan rapi, dia tidak pernah berhenti mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai tukang, tenaganya selalu kami butuhkan.  Itu juga sebabnya kenapa warga kami berinisiatif untuk memanfaatkan rumah kosong ini sebagai tempat tinggal keluarga emak, isi dan fasilitas rumahpun semua dari pemberian warga kami.

 (sekilas tentang emak) Emak mempunyai empat orang anak, semua tidak ada yang lulus dari sekolah dasar. Anak pertama menikah waktu berumur 14 tahun dan mengikuti suaminya, anak  kedua seorang gadis remaja yang bisa dibilang manis (de Twins biasa panggil dia teteh cantik) tidak sekolah dan sesekali menggantikan emak untuk jaga de Twins. Anak ketiga berumur 11 tahun, seorang laki-laki yang putus sekolah sejak kelas 2 SD dan sampai saat ini mengikuti sang Ayah menjadi kuli bangunan dimana ayahnya bekerja. Anak terakhir masih 3 tahun, gadis kecil yang sebenarnya pintar, karena dia hanya sedikit lebih muda dari de Twins sudah pasti dia jadi teman main sekaligus dedek cantiknya de Twins, namanya dedek Lia. Anak-anak emak pun memanggil Mami, Papi, pada aku dan suamiku dan Kakak sama de Twins.

Keluarga emak sudah seperti saudara bagi kami, untuk makan keluarga merekapun tidak jarang bahan makanan ataupun jika hari libur kami delivery makanan dari luar, kami selalu berusaha agar kami bisa berbagi apa yang kami makan dengan mereka. de Twins juga sangat mengerti bagaimana mereka harus berbagi apa yang mereka miliki dengan keluarga emak.

De twins sangat sayang sama emak, seperti mereka sayang sama nenek mereka sendiri. Emak pun tidak jauh beda dengan de Twins. Saat aku sekali waktu memberikan hukuman pasa de Twins, emak langsung pergi ke garasi dan ternyata emak menangis, tidak tega katanya melihat de Twins kena hukuman. Kalau kami sedang tidak dirumah dan de Twins membuat kesalahan, emak tidak pernah bilang pada kami karena emak tidak mau de Twins kena marah, apalagi sampai dihukum. Sampai akhirnya kami tau dari pengakuan de Twins sendiri pada sesi "pengakuan dan maaf"....*mrebesmili*

Sejak emak menjadi bagian dalam keluargaku perlahan kehidupan keluarga mereka sedikit membaik, itulah informasi yang sering mampir ditelingaku saat aku bertemu mereka diwaktu senggangku. Ada sedikit terselip rasa bangga dalam hatiku, mereka memperhatikan perubahan itu, tapi sesungguhnya rasa syukurlah yang memenuhi seluruh rasaku. Rasa syukur pada Tuhan, dalam kekuranganku aku masih mampu membuat keluarga yang tidak seberuntung aku bisa  tersenyum, didalam kelemahanku aku mampu memberikan kekuatan dan kebahagiaan buat mereka.

Sekian lama waktu berjalan dan aku dikagetkan dengan kondisi yangs angat berbalik dari apa yang sebelumnya aku tau. Emak tiba-tiba jadi matrealistis, perhitungan, berani bohong dan hal negative lainnya. Selidik punya selidik ternyata itu karena hasutan salah satu dari sekian banyak ibu yang sering ngobrol sama emak. Nggak pakai piker panjang aku ambil keputusan untuk selesai menggunakan jasanya.

Belum ada dua bulan emak keluar dari rumah kami, semua perlahan kembali pada kondisi semula. Saat aku dating ke rumah emak untuk sekedar memberikan emak bingkisan lebaran buat keluarga mereka, aku disuguhi pemandangan yang membuat mataku tiba-tiba memanas. Banyak cerita, pengakuan serta penyesalan dari emak yang mampir ditelingaku malam itu. Aku tak mampu berkata banyak selain satu kalimat yang semoga diingat sama emak
   “Kami ingin emak belajar, bahwa tidak semua cara bisa membuat kita bahagia”.
Aku tinggalkan rumah emak dengan perasaan penuh. Sedih, menyesal, kasihan semua bercampur jadi satu.

Malam itu adalah malam yang sungguh menyesakkan untuk aku pribadi, ada rasa menyesal dalam hatiku saat membuat emak tidak mengasuh de Twins lagi. Tidak ada yang tau tangisanku malam itu kecuali Tuhan. Semua rasa itu aku adukan pada Tuhan malam itu.
     “Tuhan…., maafkan aku karena sudah membuat “mereka” menderita, membuat mereka kembali pada situasi yang pernah “mereka” tinggalkan. Tuhan apakah pelajaran yang saya berikan pada mereka benar-benar sangat berat? Apakah kesalahanku ini masih bisa kuperbaiki? Masih bolehkah aku menebus kesalahanku dengan mengangkat mereka kembali untuk menebus semua kesalahanku??”

Mungkin benar jika ada kalimat ;
  “seseorang tidak akan merasa memiliki jika dia tidak kehilangan”
  “emak tidak tau betapa kami sangat menyayangi keluarga mereka sampai akhirnya mereka kehilangan kami, dan disitu mereka baru sadar bahwa ternyata selama ini kamilah yang sangat menyayangi mereka, mungkin bukan harta yang berlimpah yang kami berikan tapi sebagian dari kekurangan kami kami berikan untuk kebahagiann mereka”

Sekarang mereka bisa tersenyum kembali sejak aku dating untuk kedua kalinya dan kembali menerima permintaan emak untuk bisa menjadi bagian dari keluarga kami kembali dan kembali menjadi salah satu pengasuh de Twins. Saat yang membahagiakan saat melihat airmata haru emak dan teteh karena kami membuka tangan kembali bagi mereka.
Pesanku buat emak;
  “Jangan pernah jatuh dalam lobang yang sama untuk kedua kali ya ‘mak……, kami semua sayang sama emak, dan semoga Tuhan selalu mengijinkan kami untuk bisa berbagi kasih dengan keluarga emak.”