Saturday, October 16, 2021

Kedamaian Hati

  


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika ada seseorang yang merasa keberatan saat kita dekat dengan pasangannya meskipun sebenarnya kita merasa bahwa dia hanya seorang relasi dalam pekerjaan di kantor, maupun dalam sebuah pelayanan rohani.

Hal pertama yang kita lakukan adalah minta maaf untuk ketidaknyamanan mereka. Minta maaf tidak berarti kita selalu salah tapi karena kita tidak tau apa yang kita lakukan selama ini membuat hidup orang lain berada dalam ketidakharmonisan dan ketidaknyamanan.

Yang kedua merubah sikap dan jaga jarak dengan orang yang dimaksud tanpa mengumbar keberatan pasangan orang tersebut  kepada orang lain yang ada disekitar kita. Apalagi sampai mencari dukungan karena merasa apa yang kita dilakukan adalah benar dan yang keberatan adalah pihak yang salah. Itu hanya akan menambah luka dan kita sudah menjadi sumber masalah yang seharusnya tidak perlu ada.

Tetap menjaga hubungan baik dan bersikap baik dengan relasi kita dan pasangannya, meskipun bersikap baik tidak selalu harus disertai dengan kedekatan.

Cukup kita dan pasangan tersebut yang tau bahwa ternyata kehadiran kita tidak selalu bisa diterima oleh semua orang. Dan kita harus bisa memahami situasi tersebut karena tidak semua orang memiliki pola pikir serta pengalaman hidup yang sama. Bersikap seperti itu bukan berarti kita kalah atau salah, tetapi untuk beroleh hidup damai, dan setidaknya kita tidak menjadi sumber luka bagi siapapun.




ANDALANKU

harus kemana aku pergi

saat lelah menerpa hati dan jiwa

dimana aku harus bersandar

jika semua terasa berpaling


berlari jauh dari ramainya dunia

menyusuri tepian pantai

sendiri....

tak peduli dengan yang ada

teriakku pecahkan ombak yang menepi

air mata bercampur buih lautan

kosong dan hampa yang ada

siapakah aku ini...


dalam diam keheningan malam

sentuhan hangat memelukku

damai lingkupi kedalaman hatiku

rasa yang dulu pernah ada

tapi sempat hilang entah kemana


Dia datang tenangkan rasa

Dia datang damaikan jiwa

aku yang pernah tinggalkan-Nya

karena kecewa dan marahku

namun Dia selalu setia bersamaku

berikan cinta-Nya yang selalu baru


Yesusku....

mengandalkan-Mu adalah kekuatan

mengharapkan-Mu adalah keindahan

mencintai-Mu sampai waktuku selesai 

itulah tujuan hidupku...

Wednesday, June 19, 2019

Hidup Bareng Gadget ataukah Manusia.....???


















Di wa group bisa bercanda sama komunitasnya, 
seharian bareng pasangan aja belum tentu pasangannya ditegur....
Di dunia maya asik sama teman, 

di dunia nyata keluarga dicuekin karena saking perhatiannya 
sama yang di dumay ....
Hidup sama gadget apa sama manusia...???!!!



Hmmmmm.... ndak tau yaaaa, hal itu dilakukan oleh segelintir orang atau justru sebagian besar dari kita..., aku, kamu dan mereka. 
Mau diakui atau tidak itulah kenyataan yang saat ini terjadi.
Mereka ___kamu terutama___ sibuk mencari "kesibukan" sendiri, 
ndak peduli apakah yang ada disekitarnya saat itu sedang
membutuhkan mereka atau tidak.
Bahkan sampai-sampai ada dari mereka ketika keluarganya sakitpun tidak peduli...eh,,,jangankan peduli, yang ada tidak mau tau dengan kondisi tersebut.

Mencari perhatian dari luar rumah dengan gadget, sedangkan dirumah mengabaikan orang-orang yang sangat banyak memberikan perhatian (karena sok sibuk makanya ndak berasa diperhatiin wkwkwkwkkw....),
Alasannya klasik..... "BOSEN"...
Kalo ndak mau bosen ya cari kesibukan bareng sama pasangan dan keluarga yang saat itu ada dirumah donk....bukannya mencari-cari yang ada diluar. Sehari-hari sebelum dan pulang kerja yang dipegang dan diperhatiin gadgetnya, gimana mau mendapatkan hidup yang ndak bosenin dan menyenangkan bareng keluarga dan pasangan, #MIKIR

Tipe-tipe begini yang bisanya selalu menyalahkan orang lain jika ada hal-hal buruk yang terjadi... 
Anak nilainya jelek nyalahin anaknya yang ndak belajar, Anak jatuh nyalahin pasangannya karena kurang memperhatikan si anak... sedangkan dia lupa berkaca jika dia lebih tidak perduli dengan apa yang ada disekitarnya dan lebih peduli dengan gadgetnya.

--- BANGUN DARI KETIDAKPEDULIANMU, KELUAR DARI DUNIA KEEGOISANMU, 
 SEBELUM SEMUA YANG ADA DIDEKATMU MENINGGALKANMU ---


Monday, March 19, 2018

Hai Pak.....







"sedih lho tidak diakui keberadaannya sama suami sendiri" Kalimat itu mengalir bersama dengan air mata. Sebuah kalimat yang menyiratkan luka dari seorang wanita yang tak diakui keberadaannya.

Cerita berawal ketika malam itu teman-teman kantor suaminya datang kerumah sederhana mereka. Dia pikir suaminya akan memperkenalkan dia dengan teman-temannya itu, tetapi bahkan setelah hampir 30 menit tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan diperkenalkan sebagai istrinya. Akhirnya dia berinisiatif untuk memperkenalkan diri sebagai istrinya. Diluar dugaan, kalimat yang keluar dari teman-teman kantor suaminya saat dia memperkenalkan diri ...."lho...kok bapaknya diem aja, dari tadi kami pikir istrinya yang tadi gendong anak, maaf ya bu, habis bapaknya ndak mau ngenalin ibu ke kami"... diiringi muka kecut suaminya yang buru-buru menyuruhnya pergi dengan alasan mengambil sesuatu, seakan si suami ingin berkata "sudah sana tempatmu bukan disini".

#gleg#

Ternyata dia salah sudah memperkenalkan diri kepada teman-teman suaminya, karena ternyata suaminya sendiri malu memiliki istri seorang ibu rumah tangga yang jauh dari kata sexy dan modis seperti wanita-wanita di kantor nya, karena alasan itulah suaminya malu memperkenalkan nya sebagai istrinya. 

Dari situ terjawab semua keanehan yang dia rasakan selama ini, semua pertanyaan itu satu-persatu bermunculan....
"mengapa suaminya selalu sulit diajak untuk foto bersama dirinya, kalaupun mau ekspresi yang ditunjukkan adalah terpaksa, tanpa senyum, sedangkan jika sedang berfoto dengan wanita-wanita lain suaminya bisa tersenyum dengan begitu bahagianya"
"mengapa selama ini suaminya selalu berusaha menghindari kegiatan kantor yang melibatkan keluarga"
"mengapa suaminya tidak pernah memasang foto mereka berdua sebagai profile dalam wa, bbm, atau sosial media lainnya"
dan masih banyak lagi tanya yang saat itu akhirnya terjawab.Dan itu sangat menyakitkan.

Buatku....hal ini menyedihkan..... sangat menyedihkan saat menemukan seorang laki-laki pengecut seperti itu. Bagaimana tidak disebut pengecut jika mengakui pilihan hidupnya saja dia tidak mau atau bahkan tidak mampu, dan semua bisa dipastikan karena gengsi istrinya tidak secantik, sesexy dan semodis teman-teman sekantornya.

Hai pak.....
Jangan bangga dengan karirmu saat ini...jangan bangga dengan uang yang kamu miliki saat ini.... apalagi bangga dengan penampilanmu saat ini.....karena semua itu tidak akan pernah kamu miliki tanpa doa dan dukungan dari istrimu selama ini, dia wanita yang tidak pernah berhenti berdoa untuk kesehatanmu, untuk kesuksesanmu. Asal bapak tau.... tanpa doa-doa dan dukungan dari istrimu...kamu itu ibarat laki-laki impoten, yang hanya terlihat sebagai lelaki tapi tidak mampu menjadi pria sejati.

Hai pak....
Kalau bapak pengen istri bapak cantik dan sexy kasih modal donk pak....biar istrinya bisa perawatan setiap saat, jangan cuma punya satu pembantu dirumahmu, kasih tiga atau empat pembantu yang bisa ngurusin semua hal tetek bengek soal rumah tanggamu. Biar istrimu bisa merawat dirinya dan bisa kamu banggakan di depan teman-teman mu. 
Ingat pak.....yang berjuang mati-matian mulai dari hamil anak-anakmu sampai mereka sekarang fotonya bisa kamu pamerkan ke teman-temanmu (bangga punya anak ganteng, cantik) itu dia istrimu bukan mesin pencetak anak. Tanpa perjuangan dan kerja keras istrimu kamu bukan apa-apa....kamu tidak punya apa yang kamu banggakan saat ini... 

Hai pak.....
seorang pria sejati
tidak hanya bangga pada apa yang dia miliki
tapi seorang pria sejati bangga
pada hal dari mana kebanggaan itu berasal
bersikaplah sebagai pria sejati 
jangan hanya mikirin harga diri
tetapi tidak punya nyali
untuk mengakui pilihan sendiri
jangan hanya fisikmu yang laki-laki
tapi mentalmu seperti di kebiri

Tuesday, October 3, 2017

Sulitnya Berbuat Baik


















"ibu istrinya, adiknya, kakaknya, putrinya, keluarganya...?"
#bukan

"kok mau menolong dia sampai seperti itu ibu ada hubungan apa...??"
#saudara

"saudara apa..., sepupu atau gimana....??"
#sama-sama manusia.... (dan suster pun terdiam)

Ternyata susah ya mau berbuat baik dan menjadi "saudara" bagi kita yang sama-sama manusia.....harus jelas garis keturunan dan hubungannya.... kalo ndak jelas pasti dipertanyakan "ADA HUBUNGAN APA"

Bagi yang belum menyadari betapa banyak pertolongan Tuhan yang diberikan bagi kita melalui sesama akan sulit melakukan segala sesuatu bagi orang lain dengan keikhlasan....semua harus diperhitungkan "dia siapa saya" bukan "aku bisa berbuat apa"

Dan sesungguhnya ini alasan saya:
Matius 25:40
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku"


Menanti Sebuah Karma Dalam Sebait Penyesalan




















Perasaan seorang istri tidak pernah salah....

Berawal dari suami yang biasanya suka lagu rock tiba-tiba dia begitu menyukai dan sering menyanyikan lagu "How can I tell Her about you" "wonderful tonigt"...dan beberapa lagu yang berisi tentang kasih tak sampai. Saat ditanya jawabannya "enak nadanya". Perubahan minat lagu yang sangat drastis, dari belasan tahun aku mengenalnya dan baru ini aku tau kalo (katanya) dia suka genre musik seperti ini.

Semakin hari semakin kesini  dia mulai semakin cuek, tidak peduli dengan anak istri, tetapi semakin sibuk dengan penampilannya.  Komunikasi dirumah sudah sangat sangat jarang, kalaupun bicara hanya saat dia butuh suatu barang. Berbincang bersama istri aja malas, apalagi untuk menatap istri nya, mencium dan memeluknya.Begitupun dengan anak-anaknya, komunikasi yang terjalin sebatas tentang gadget, selebihnya...tidak sama sekali....

Bagaimana bisa dia katakan jika saat ini dia tidak sedang berkhianat, jika sedang berada diluar rumah entah itu bekerja ataupun karena ada urusan lain diluar rumah, dia sulit sekali dihubungi, jika menanggapi pun entah setelah berapa lama sms/wa  dikirim ke ponsel nya, kalaupun istrinya menelfon dia selalu menjawab "sedang rapat" dan cepat-cepat menutup ponselnya. Sedangkan semua tau ketika dia dirumah ponselnya tidak pernah lepas dari tangannya, sampai-sampai ke kamar mandipun ponsel tidak pernah ketinggalan. Jika ditanya, jawabnya selalu "biar ngga bete di kamar mandi", alasan klasik yang selalu diberikan oleh para lelaki yang sudah mulai menyembunyikan sebuah kebohongan dan takut ketahuan "permainan" nya diluar rumah.

Tetapi mau bagaimana lagi, aku  sebagai istrinya tidak punya kemampuan untuk bisa menuntut nya kembali seperti dia yang dulu. Kalaupun dia berpaling saat ini, aku tidak akan menahannya. Bukan karena aku tidak lagi mencintainya, tetapi karena aku tau, dia sudah bukan lagi lelaki yang pantas untuk menjadi pemimpin dalam keluarga kami, bukan lagi panutan yang pantas dicontoh anak-anak kami, karena dia bukan lagi lelaki yang bisa bertanggung jawab atas apa yang sudah diucapkannya dihadapan Tuhan, dia bukan lelaki yang bisa menepati janji yang pernah dia ucapkan sendiri dihadapan Tuhan. Laki-laki seperti itu kah yang pantas dipertahankan. Jika dengan Tuhan saja dia berani ingkar, apalagi dengan aku dan anak-anak kami yang hanya manusia biasa.

Pintaku pada Tuhan ku saat ini, "topang aku dalam kepincanganku saat ini Tuhan, aku tau aku tidak sendiri, Tuhan selalu merangkulku dan tidak akan membiarkanku jatuh dalam dosa perceraian meskipun hatiku telah hancur sehancur-hancur nya, karena aku mengerti hanya Tuhan yang selalu setia pada janji untuk selalu memeluk kami anak-anak Mu dan tidak akan meninggalkan kami sedetikpun"

Saat ini dan seterusnya yang harus aku lakukan hanya tetap pura-pura tidak tau akan semua kebohongan dan pengkhianatannya diluar sana.
Aku hanya tinggal menunggu waktu kapan saatnya tiba sebuah penyesalan itu datang dari hati nya, dan semoga jika itu terjadi semuanya belum "terlambat". Biarlah pernikahan ini hanya sebuah status tanpa ada keindahan didalamnya, asalkan anak-anak ku tidak hancur karena ego orang tua nya, meskipun cepat atau lambat mereka akan tau sendiri laki-laki seperti apa yang selama ini mereka panggil ayah.




Buat para lelaki diluar sana yang hobby "bermain api" jangan menyesal jika pada saatnya kamu sadari kesalahanmu, kamu sudah kehilangan segalanya.

Tuesday, February 21, 2017

JADILAH ORANG BENAR


















Renungan by: Sr.Redempta P.Carm


* JADILAH ORANG YANG BENAR *
KONFLIK terjadi bukan hanya karena ada 2 pihak yang salah atau benar, tetapi seringkali di sebabkan karena ada orang yang selalu MERASA bahwa dirinya lah yang PALING BENAR.
Orang yang seperti ini bukan hanya membuat masalah semakin meruncing, tapi juga menjadi SUMBER MASALAH.
Lalu apa bedanya Orang Benar dengan Orang yang Merasa Paling Benar?
Orang Benar:
• Tidak akan berpikir bahwa ia yg Paling Benar,
• Bisa menyadari Kesalahannya,
• Instropeksi diri,
• Rendah hati,
• Lemah lembut,
• Dapat menerima Masukan dan Kritikan dari siapa saja,
  bahkan dari anak kecil,
• Selalu menjaga Perkataan dan Perilakunya,
• Berbicara dengan Hati².
Orang yg Merasa Benar:
• Selalu berpikir bahwa dia yang paling Benar,
• Tidak pernah mengaku salah,
• Tidak pernah Instropeksi
  karena merasa sudah Benar dan Tinggi Hati,
• Hatinya Keras,
• Sulit menerima Nasehat, Kritik, Masukan dari orang lain,
• Berpikir, Berkata dan Berbuat sekehendak hatinya
  tanpa mempedulikan perasaan orang lain.

“Karena itu orang BENAR selalu di HORMATI dan di CINTAI sesamanya, sedangkan orang yang MERASA PALING BENAR hanya akan di SANJUNG oleh orang² yang BERPIKIRAN SEMPIT, yang sekedar ingin MEMANFAATKAN DIRINYA.
“Ketika orang yang MERASA PALING BENAR ternyata terbukti melakukan kesalahan, dia akan merasa sangat malu!
“Sebab itu…
Janganlah menganggap DIRI Kita MERASA PALING BENAR, PALING BIJAK, PALING PANDAI.
“Jadilah PRIBADI yang RENDAH HATI untuk mendengarkan Kritik, Saran, Pendapat dan Wawasan dari orang lain.
“Ingatlah,
KERENDAHAN HATI untuk mau mendengarlah yang akan membuat kita semakin BERTUMBUH dan BERBENAH untuk menjadi LEBIH BAIK.
“JADILAH ORANG YANG BENAR,
BUKAN ORANG YANG MERASA PALING BENAR!!!