Monday, July 28, 2025
Lelah Dalam Diam
Sunday, July 27, 2025
Siluet Senja
Dear wanita terhebatku....
Terima kasih sudah mengajarkan
Banyak hal baik dalam perjalanan hidup
Mencintai tanpa syarat
Menyayangi seluas semesta
Memperhatikan dengan ketulusan
Berbuat baik tanpa batas
Merawat tanpa berharap
Memberi tanpa meminta kembali
Dalam hidup ada baik dan buruk
Namun kehidupan itu baik adanya
Selalu memilih yang baik, membuang yang buruk
Jika yang buruk menyerang tetaplah menjadi baik
Jangan pernah memaksakan yang buruk menjadi lebih baik
Itu bukan tugas kita
Cukup mengingatkan sedikit jika itu berkenan
Tidak perlu menjadi yang terbaik
Cukuplah menjadi baik dan selalu baik
Dear wanita terhebatku....
Teruslah sehat dan bahagia dimasa senja
Maafkan aku yang tak pernah bisa
Menjadi yang selalu ada untukmu
Hanya doaku tak pernah putus
Untuk sehat dan bahagiamu
*** 85 tahun Mama Uti ***
Rasa dan Ego
Katamu bahagia adalah hak pribadimu
Ketika sekali lagi aku berkata "itu salah"
Kamu bilang berlebihan
Buat kamu...
Buka lagi coretan ini nanti
Saat dunia indahmu
Runtuh oleh polah tingkahmu
Saat kamu sedang menghapus air matamu
dan mengutuk kebodohanmu sendiri
Iya....nanti....
Kamu baru akan mengerti
Ucapku adalah sebuah pengingat
Yang mampu dijadikan nyata oleh semesta
*** *** ***
Apa kabar kamu...
Yang tampak menerima
dan menikmati satu sikap salah
Dari seseorang yang bukan milikmu
Bahkan kamu membalas dengan kesalahan yang sama
Indahkah duniamu saat ini...?!
Taukah kamu...
Banyak dari mereka melihat sikap kalian
Hal yang tidak sepantasnya
Tapi kalian merasa itu wajar
Perilaku yang tidak selayaknya
Namun besarnya ego kalian
Membuat seolah itu tindakan yang benar
Pernahkah terpikir olehmu
Kehancuran besar menunggu dalam kedamaian hidup
Yang selama ini kamu sudah miliki
Sempatkah terlintas dibenakmu
Rasa sesal melihat duniamu yang sudah kau lukai sendiri
Ah iya....
Maaf, aku yang lupa...
Saat ini hatimu sedang berbunga indah
Meskipun tumbuh di ladang yang salah
Mana ada kewarasan pikir...?!
Yang ada hanya kepuasan nafsu sesaat
Keindahan semu layaknya fatamorgana
Tidakkah kamu merasa (pasti tidak)
Mereka berbisik tentang ketidakpantasan
Yang kalian pertontonkan dengan sangat jelas
Meskipun kalian pikir itu tanpa jejak
Tapi banyak pasang mata merekamnya
Sayang sekali kalian terlambat menyadari
Hidup dengan menutup mata hati
Kamu dan dia harusnya belajar merasakan
Saat semesta merangkak menyusun karma
Mengikis duniamu perlahan tapi pasti
Ingat...
Hukum tabur tuai tidak pernah salah
Semesta tidak pernah lelah
Raihlah bahagiamu tanpa menciptakan air mata dan kutuk orang lain
Caramu mencapai bahagia menentukan seberapa damai hidupmu
Monday, July 14, 2025
Kamu Harus Tau
Thursday, July 10, 2025
Rahasia Hati
"Terbaca sangat jelas apa yang tersirat tanpa tersurat"
Tidak perlu bersusah payah menjelaskan
Cukup melihat itu semua rasa tergambar
Ketika mulut berteriak kata tidak
Mata melukiskan semua rasa yang ada
Sejauh apa sebuah rasa dipermainkan
Sebesar itulah karma yang tersimpan
Jika semesta sedang lemah lembut
Hanya kamu yang menikmati karmamu
Jika semesta sudah muak
Maka habislah semua yang kamu punya
Bukan harta melainkan cinta
Karena karma tidak pernah bersenda gurau dengan hartamu
Karma hanya bermain dengan hati dan rasamu
Dimana rasa sakit itu kamu tanam
Seluruh duniamu yang akan menuai lukanya
Jangan pernah mempermainkan kata setia
Jika tidak ingin badai air mata yang tersisa
Tuesday, October 31, 2023
Dear Edelweiss #2
Jumat, 27 Oktober 2023
Hai kamuuuu.....
yang sejenak singgah di hati ini, dan dengan naif kupikir kamu adalah
edelweissku, sampai aku sadar ternyata aku salah.
Apa kabar rasamu setelah dengan sadar membuatku remuk dengan
manisnya caramu.
Damaikah hatimu setelah hancurkan kanvas yang pernah kamu coba lukis.
Ngobrol santai lagi yuk....
Buat mengingatkan kamu betapa jahatnya kamu, membuka mata hati kamu
biar kamu ngerti sebangs*t apa kamu buat aku.
Masih ingatkah kamu setiap harimu selalu mencoba untuk bisa membuat
aku jatuh hati sama kamu.
Dan gobl*gnya aku kenapa aku bisa tertipu sama sikap dan cara yang kamu
tawarkan untuk buat aku bisa tertawa sesaat.
Iya...sesaat...., karena sekarang aku sedang menguras air mata dan
menelan pahitnya kenyataan yang sedang jalan beriringan disampingku.
Ketemuan lagi yuuk....
Aku sama kamu, iyaa....hanya aku sama kamu, jangan ada siapapun
yang hanya bisa kamu gunakan sebagai topengmu, buat menutup semua
kemunafikanmu. Supaya aku bisa membuatmu ingat brengs*knya cara kamu
untuk bisa mendapatkan rasa percayaku yang akhirnya kamu hancurkan.
Agar kamu ingat bagaimana kamu "memaksa" aku untuk menatap mata kamu,
seolah-olah kamu ingin yakinkan aku bahwa hanya kamu
yang ada dipihakku,kamu akan ada untukku
dalam setiap usahaku bangun dari terpurukku,
tetapi akhirnya kamu sendiri yang membuatku semakin terjerumus
dalam kepahitan.
Ngopi berdua lagi yuk...
Biar aku bisa memaki kamu dengan segala rasa yang aku punya,
lampiaskan semua marah dan kecewaku yang sebenarnya adalah
karena kesalahan dan kebodohanku sendiri.
Aku terlalu bodoh ketika aku menerima asa yang seolah dari hatimu,
bodohnya aku tidak mampu membaca kemunafikanmu,
naifnya aku terlalu cepat titipkan hati sama kamu.
Salahnya aku adalah menerima kedatanganmu disaat keterpurukanku,
menerima uluran tanganmu pada saat aku jatuh,
bersandar pada bahu yang kau pinjamkan untuk kuatkanku.
Kesalahan besar kedua dalam hidupku ketika dengan mudah
aku menerima kehadiran kamu yang tidak punya hati,
dan kebodohanku adalah membiarkan kepala ini bersandar dibahumu,
hanya untuk membuatku lebih hancur dari kehancuranku sebelumnya.Duduklah bersamaku kembali....
Supaya aku bisa bercerita, perjalanan panjangku "menikmati"
getirnya hidupku sampai aku menemukanmu hingga akhirnya
aku hanya ingin menghapus kamu dan semua tentang kamu dari hidupku.
Biar kamu mengerti bagaimana aku bertahun-tahun menjaga hati
yang penuh luka oleh masa laluku.
Bertahun lamanya aku teramat mencintai hatiku sendiri, sampai
habis semua rasa yang kupunya.
Tidak pernah sekalipun merelakan hati ini untuk kembali tersakiti
oleh sepenggal asa yang mereka tawarkan untuk menjaga hatiku.
Tetapi entah ada apa dengan egoku saat aku menemukanmu
Taukah kamu,aku dibutakan olehmu, pada apa yang kamu tawarkan,
dengan segala kisahmu yang menumbuhkan kekagumanku akan sosokmu.
Tanyaku pada diri sendiri, kenapa aku bisa terlalu cepat jatuh
dalam kebodohan seperti ini lagi, kebodohan yang tidak hanya
membuatku terluka tetapi lebih hancur dari aku yang sebelumnya.
Pergilah....
aku tidak ingin memaksamu untuk tetap bersamaku,
karena kamu bukan bahagiaku
mungkin bagimu sudah menjadi hal yang biasa,
menyakiti dengan topeng menyayangi sampai kamu tidak peduli
apa yang aku rasakan setelah yang kamu lakukan kemarin dan hari ini.
Tidak butuh permintaan maaf untuk kejatuhanku
karena kita memulai semua kesalahan itu diatas keinginan bersama.
jika saat ini aku terluka karena perginya kamu
biarlah itu menjadi penyesalan terdalamku dan akan kubunuh kembali
segala rasa yang sempat kembali ada karena kamu
biarkan aku kembali bernafas tenang tanpa rasa cinta dan sakit.
Jemputlah karmamu karena semesta tak pernah tinggal diam
ketika air mata ini menetes diatas pangkuannya.
-- terima kasih pernah menjadi bagian dari kesalahan yang dengan sengaja kubuat --
Dear Edelweiss #1
Senin, 23 Oktober 2023
Edelweiss yang terkasih...
terima kasih untuk hari kemarin
rasa yang kau suguhkan teramat manis
mengikis sesaat ketegangan
menyebarkan sebagian rasa sakit
saat sang angin datang menghempas
lepaskan sisi kerapuhan
mempaskan setiap luka sudut hati
sisakan kokohnya kelopak cantikmu
aah....
terlalu cepat aku menjadikanmu edelweissku
kurangkai menawan bertahta diatas keangkuhan
menyanjung harap bisa meruntuhkan kuatnya ego
memetik asa menghapuskan semua luka
kembali menilik tempat ini
semua yang terjadi antara aku dan kamu
mengubah duniaku, mewarnai lembar kisahku
yang lama tak menyentuh nuansa
mengukir salah satu kisah terpenting
dalam jalan takdir
sesaat diam mematung hadirkan banyak rasa
disini membuatku tak bisa melupakanmu
ingatkanku selalu kembali tentang kamu,
sikapmu, dan segala yang kamu lakukan
katamu itu hanya untukku
sejauh itukah usahamu untuk aku
benarkah hanya untuk aku
dan hanya sekedar menopangku
jujurkah kamu dengan perasaanmu
ataukah benar ini memang hanya rasaku
bukan karena rasa yang juga kamu punya
rasa sama yang kurangkai denganmu
rasa yang terus tersirat dari setiap sikapmu
sedikit membuka hati untukmu
belajar kembali menerima rasa yang berbeda
dan akhirnya kembali tersungkur dalam kepalsuan
kepingan hati yang mulai tertata
kembali hancur tak tersisa
disaat aku mulai mencoba jadikan kamu sandaranku
tersirat buatmu aku adalah bebanmu
saat aku mulai bersandar di pundakmu
terbaca rasamu sudah cukup menopangku
saat aku melayang dengan lamunanku
kamu menyampaikan patahkan harapan
Melangkah pergi menghancurkan asa
kubur segala keindahan saat yang kamu ciptakan
seketika berubah amarah dan air mata






