Friday, May 2, 2014

Jika Kamu Mengerti


















Ketika aku butuh sebagian dari sekian banyak waktumu
Untuk sekedar aku bisa bersandar dibahumu
Menghapus semua rasa yang selalu sama

Ketika semua itu tak mampu kuraih
Hanya rasa kecewa yg tersisa
Tapi aku tak punya kuasa
Untuk memaksa inginku lagi

Cukup kamu tau....
Bahwa aku tidak pernah mau tau
Sepenting apa aku dimata kamu
Tidak peduli aku prioritas terakhirpun dalam hidupmu
Tetapi kamu tetap yang utama di hidupku
Tidak peduli aku bukan siapa siapa buatmu
Tetapi kamu adalah nyawa dalam setiap hembusan nafasku

Ketika semua rasa yang kupunya
Terasa terbuang sia sia
Aku hanya mampu berkata
Aku tidak akan pernah
Membunuh rasa cinta
Meskipun tak pernah bisa menggapai asa
Aku tidak akan pernah sekalipun
Menggadaikan kebersamaan kita
Dengan apapun.yang pernah ada....

Selalu Salah


















Sepertinya diam adalah cara terbaik
Untuk membuat hati tidak lebih sakit
karena semua tanyaku
Tak pernah ada jawab darimu

"Kamu berbeda, ada apa"
   - biasa saja, jangan terlalu sensitif

"Kamu mulai berubah sejak beberapa waktu ini"
   - semua masih sama, jangan berlebihan

"Aku tau kamu sibuk, sangat sibuk bahkan, tapi kesibukanmu itu haruskah merubah kamu jadi seseorang yang lain dari yang pernah kukenal"
   - sudahlah, tidak perlu mencari. Bahan untuk diributkan, aku sedang banyak masalah, atau kamu mau aku tambah pusing

"Apa aku ngga bisa jadi sekedar tempatmu bercerita agar kamu sedikit bisa bernafas lega"
  - ngga perlu, nanti menambah beban pikiran kamu, biar aku pikir sendiri

"Sebegitu tidak berartinya aku buat kamu, sampai ketika kamu sedang sesak, kamupun tidak mau berbagi denganku, atau mungkin sudah ada tempat baru buatmu, yang bisa lebih mengerti dan meringankan segala beban kamu"
  - jangan berfikir negatif tentang aku, tidak ada orang lain seperti yang kamu pikirkan.

"Jadi, apa artinya aku dalam hidup kamu"
   - sudahlah jangan menambah beban pikiranku.

"Baiklah, aku akan diam dan tidak akan mengusikmu"
  - apa maksud kamu? Kamu mau meninggalkan aku? Owh, aku tau sekarang, pantas saja hal kecil kamu besar-besarkan. Ternyata hanya untuk alasan kamu supaya bisa meninggalkan aku. Aku tau , aku bukan orang yang pantas untuk kamu.

*apa yang seharusnya aku bisa katakan......*
Untuk bisa menjadi seseorang di dalam hidup kamu
Jika setiap tanya yang kuucap
Selalu tidak tepat menurutmu
Salahkah jika aku lantas berfikir
Kamu perlahan akan menghapus hadirku
Atau aku memang harus menerima
Apapun yang sudah dan akan kamu lakukan
Bagaimana kamu telah dan akan bersikap padaku
Tanpa harus ada tanya
Apakah aku juga harus rela
Menerima semua sikapmu
Atas sesuatu yang terjadi dibelakangku
Yang tak pernah aku tau
Jika memang itu bisa membuatmu bahagia
Aku akan lakukan itu
Meski aku tak akan berbohong
Bahwa semua itu teramat menyakitkan.

Tanyalah Pada Hati Kecilmu


















Tidak akan pernah ada rasa "berbeda" jika tidak pernah menjadi istimewa, dan berbeda itu karena istimewa.

Tidak ada orang yang tidak memiliki tempat yang istimewa didalam hati kita akan kita rasakan perubahannya, baik itu cara hidupnya maupun perubahan sikapnya  apalagi jika itu perubahan sikapnya terhadap kita.

Ketika kita merasa seseorang berubah, sesungguhnya kita mengakui bahwa dia pernah menjadi "bagian dari dalam hidup kita".


Ketika ada tanya "mengapa" dalam perbedaan sikap itu sesungguhnya kita KECEWA karena kita sudah kehilangan "kebiasaan" dalam satu hubungan. Mengapa sikapnya harus berbeda antara denganku dan dengan orang lain, mengapa dia mengatakan hal yang lain ketika berbicara padaku dan pada orang lain. Tidak peduli apapun alasan yang akan tersampaikan selanjutnya ketika rasa kecewa kita terbaca oleh mereka yang sebenarnya tidak kita inginkan tau tentang rasa kecewa itu.


Ketika ada tanya "apa yang salah", sehingga terjadi perbedaan itu tersirat sebuah rasa KHAWATIR dan sesungguhnya kita ingin menunjukkan bahwa selama ini kita SUDAH BERUSAHA LAKUKAN YANG TERBAIK untuk menjaga agar kedekatan itu tidak pernah selesai dan akan tetap menjadi sebuah hubungan emosional yang indah meskipun tanpa ada orang lain yang tau akan hal itu.Tetapi ketika keadaaan berbeda kita akan mencari tau apa sesungguhnya yang membuat semuanya bisa berbeda dari kondisi sebelumnya


Dan ketika semua itu sudah terlewati terkadang ada banyak cara yang kita lakukan untuk bisa kembali menempatkan seseorang itu di dalam hati kita dengan segudang alasan yang mengatas namakan hubungan baik seperti semula, tidak ada sebuah permasalahan dalam hubungan sosial, pertemanan, sahabat, saudara dan sebagainya dengan HARAPAN kembali bersama dan sesungguhnya untuk mengatakan bahwa "AKU TIDAK INGIN KEHILANGAN KAMU"
                  -- wait n see --


"karena yang terlihat bodoh bukan berarti bodoh dan ketika terlihat diam tidak berarti menerima, sebab diam adalah cara yang tepat untuk menanti sebuah kebenaran"

Sunday, April 27, 2014

Hanya Ingin Aku


















Aku hanya ingin sendiri
Ya, sendiri.....
Bukan karena aku sudah menutup hati
Bukan juga karena ada cinta lain

Tidak....
Semua itu tidak pernah ada dalam benakku
Betapa tidak bersyukurnya aku
Jika aku sempat berfikir berhenti mencintaimu
Betapa tidak tau dirinya aku
Andai aku meninggalkanmu untuk kebahagian yang lain

Aku hanya ingin sendiri
Ya, sendiri.....
Hanya ada aku (dan Tuhanku)
Agar aku bisa menangis tanpa membuatmu bersedih
Agar aku bisa teriak tanpa membuatmu kecewa
Agar aku bisa berkeluh kesah tanpa membuatmu terbebani

Aku hanya ingin sendiri
Ya, sendiri.....
Hanya ada aku (dan pantaiku)
Agar aku bisa menghapus sesakku dengan sapuan ombak
Agar aku bisa hempaskan lelahku dengan tiupan angin laut
Agar aku bisa raih kembali harapku yang hampir padam 
    dengan hangatnya mentari senja

Aku hanya ingin sendiri
Ya, sendiri.....
Hanya ada aku (dan rasaku)
Karena aku hanya ingin seorang diri membelai perih luka ini
Karena aku hanya ingin seorang diri memeluk rapuh tubuh ini
Dan aku hanya ingin mendiri menikmati segala rasa sakit ini

Aku hanya ingin sendiri
Ya, sendiri.....
Hanya ada aku (dan hatiku)
Ijinkan aku menyayangimu dengan caraku
Biarkan aku memilikimu dengan anganku
Karena aku akan tetap mencintaimu dalam damaiku.

Ketika Bersyukur Terlihat Sulit Bagi Kalian
















Catatan ini hanya sekedar mengingatkan pada kalian yang merasa masih memiliki tubuh yang sempurna dan sehat, tetapi merasa "tersaingi" oleh mereka para penyandang lebel "penyakitan".

Pantaskah kalian merasa cemburu/iri jika tiba-tiba orang orang terdekat kalian memberikan sedikit perhatiannya kepada mereka?
Ketika perasaan itu tumbuh didalam benak kalian, pernahkah kalian berfikir sekaligus mensyukuri bahwa kalian memiliki lebih banyak perhatian dari yang diberikannya kepada mereka?.
Mungkin ada beberapa dari kalian yang masih mampu bersyukur karena semua itu, tetapi tidak sedikit dari kalian yang justru merasa tersaingi oleh merekai yang sudah jelas memiliki lebih banyak kekurangan dan keterbatasan daripada kalian. Tersaingi oleh mereka yang sudah menyerahkan hidup pada Dia dan tinggal menunggu kapan mereka mendapat giliran untuk dijemput oleh para malaikat-Nya.

Sekedar mewakili mereka yang terlalu sering menangis karena diperlakukan tidak baik oleh kalian yang menganggap mereka ini pesaingnya, saya ingin katakan bahwa apa yang kalian pikirkan tentang mereka itu adalah salah besar.

Apa sesungguhnya yang mereka rasakan ketika seseorang (siapapun itu) memberikan perhatian kepada mereka?
Apa kalian mengerti, ketika mereka tersenyum dengan ucapan terima kasih kepada siapapun yang memberikan perhatian itu, didalam hati mereka menangis penuh haru dan syukur. Selalu terucap kalimat "terima kasih Tuhan, dalam kejatuhan kami masih ada yang berkenan mengulurkan tangan mereka, terima kasih Tuhan dalam kenistaan sakit kami masih ada yang bersedia tersenyum, terima kasih Tuhan dalam kerapuhan kami masih ada yang berkenan menguatkan kami dengan doa mereka.". Sebait kalimat rasa penuh syukur yang begitu tulus dan yang justru (saya sangat yakin) tidak pernah kalian ucapkan.

Cukup kalian para pemuja kesempurnaan ketahui, mereka tidak akan pernah meminta lebih dari itu, karena sebuah sapaan itu sudah lebih dari yang mereka harapkan, mereka tidak berharap lebih dari itu karena harapan terbesar mereka hanya ada pada Tuhan.

Jika kalian pun masih merasa tersaingi, cobalah buka mata hati kalian. 
Agar kalian mampu melihat bahwa kalian memiliki lebih banyak dalam segala hal dibandingkan mereka, meskipun saya  sangat yakin,  mereka memiliki iman yang jauh lebih besar dari kalian.. Karena hanya dengan iman mereka itulah mereka masih mampu bertahan dalam segala kekurangan dan kesakitannya untuk berada ditengah tengah "kenormalan" hidup kalian.

Belajarlah untuk melihat kekurangan orang lain dengan mata hati kalian karena bukan tidak mungkin suatu saat kalian akan berada dalam situasi rasa seperti mereka meskipun bukan dalam hal yang sama.

Thursday, April 24, 2014

Doamu Kekuatanku






















Yesus kasihanilah tante a lin
Yesus sembuhkanlah tante a lin
Yesus selamatkanlah tante a lin
Yesus bebaskanlah tante a lin.....

Selalu basah mata ini
Setiap bait bait doa itu terdengar
Mengalir dalam sebuah harapan
Dari setiap bibir yang berucap

Tidak pernah ada dalam benakku
Teramat banyak hati mencintaiku
Tidak sempat terlintas dalam pikirku
Aku adalah seseorang bagimu

Sejak aku terpuruk sampai detik ini
Doa dan tawa kalian setia mengiringku
Sering terdiam dalam lelahku
Mampu terhapus menatap riangmu

Maaf jika aku tak pernah mampu
Persembahkan satu hal yang berarti
Sebagai tanda terima kasihku
Atas sayang dan doa doa terbaikmu

- - selalu ada cinta dan terima kasihku buat kalian semua - -

Coretan Lara Hati




















Malam itu.....
" minta nomor telfon donk.... :)"
Dengan senang hati kamu berikan angka angka itu, ketika dia datang dengan semua daya tariknya untuk memikatmu. Dan kamu seakan tidak tau apa yang dia pikirkan tentang kamu, meskipun berkali kali aku katakan dia mencoba menyakitiku dengan membuatmu berpaling dariku.

- ketika kamu tidak mampu membuatku bahagia, setidaknya jangan membuatku menangis dengan kamu sengaja memberikan respon terhadap orang yang telah menyakitiku -

"kamu kenapa sayankk....??, aku hanya berikan satu nomor telfonku yang biasa digunakan untuk  urusan umum sayankk, aku tidak ada apa-apa dengan dia, kamu jangan cemburuan seperti itu donk, mana mungkin aku lebih memilih dia dari pada kamu sayankk...., percaya sama aku "
Aaah..... sederet kata yang kamu sampaikan untuk bisa meyakinkanku bahwa kamu hanya merasa tidak enak hati jika kamu tidak sebutkan nomor itu karena saat itu kalian di depan banyak orang serasa tak mampu menghapus sesak ini. Dan setelah itupun kamu pergi begitu saja tanpa kata maaf setelah dengan sengaja kamu melukaiku. Bahkan tak tampak sekalipun rasa sesalmu atas apa yang sudah kamu lakukan.

-semoga apa yang aku rasakan salah dan akan aku coba untuk percaya dengan apa yang kamu bicarakan-

Pagi ini....
Beberapa bulan setelah malam itu, dia datang, dengan sikap biasa dan tanpa beban hanya untuk menyampaikan sebait cerita.

"hei...apa kabar ya si *****....., masih sering datangkah? Aku terakhir whatsapp sama dia beberapa waktu lalu. *tersenyum* nomornya belum ganti kan ya?  Aku sih punya 3 nomor dengan operator berbeda. Mungkin dia sibuk yaaa, tapi biasanya sesibuk apapun dia pasti membalas semua sapaanku sih, hanya terakhir ini aku memang agak malas komunikasi." ceritanya mengalir begitu saja, tanpa memberiku kesempatan bertanya bahkan seakan dia tidak butuh tanggapan apapun dariku.

#tidak ada hubungan, tidak pernah komunikasi # 
itu kalimat yang aku ingat ketika kamu menjawab tanyaku tentang dia beberapa jam yang lalu, lalu apa arti semua ini....

-- ketika kamu tidak menganggap aku yang utama dalam hidupmu itu hanya sedikit menyakitiku, tetapi dengan tergoresnya pagi ini oleh kebohonganmu, kali ini kamu mengirimku kedalam peti mati bersama rasa kecewaku--


#sekedar cerita seseorang yang mampir diotakku#