Tuesday, June 23, 2026

LUKAMU BUKAN UNTUKKU

 

photo : koleksi pribadi










Terima kasih sudah pernah ada untukku

Terima kasih atas rasa rindu yang pernah mampir

Terima kasih untuk warna yang sejenak kamu ciptakan


Jika inginmu pergi saat ini

Mungkin karena memang kamu tidak pernah menginginkanku

Atau adanya aku adalah sebuah kesalahan buatmu ??

Kulepaskan pelukmu dengan senyum

Biarlah cukup sampai di sini

Aku sebagai tempat persinggahan

Disaat kamu lelah dan terluka


Jika masih ada air mata 

Semua bukanlah tentang kesalahanmu

Bukan juga karena pergimu

Semata hanya karena kebodohanku

Yang pernah berharap banyak dari kehadiranmu

Berharap keindahan menjadi milik kita


Ya....

Kebodohanku adalah sempat berpikir

Kamu punya ingin yang sama dengan inginku

Tapi ternyata hanya sebatas harapan semu

Yang selalu kembali kubangun ulang

Disaat yang sama terkikis karena egomu


Lebih bodohnya lagi

Aku bertahan dalam semua manipulasimu

Saat kamu gunakan luka batin masa lalumu

Seolah-olah aku harus selalu memahami kamu dan situasimu

Tanpa peduli keindahan yang kubangun untukmu


Pergilah...

Selesaikan masa lalumu

Jangan pernah lagi membunuh impian orang lain

Hanya karena rasa sakit yang kamu miliki

Sembuhkan luka dalam hatimu

Bukan dengan mengulang kembali

Membuat rasa sakit yang sama untuk hati yang lain.




#mengakui rasa sakit adalah kunci dari ketenangan hati#






KANDANG NATAL (Laurentius da Brindisi)

 

photo : koleksi pribadi


"Tuhan mempunyai rencana lain dengan lebih memilih tempat yang tidak layak di mata manusia"

Kandang menjadi tempat paling ikonik dalam peristiwa kelahiran Tuhan. Kitab suci mengisahkan satu-satunya tempat yang mau menerima Maria yang hendak melahirkan Yesus, sebab tak ada satupun tempat kosong bagi mereka. Bersama suami, Yusuf dan ditemani hewan-hewan yang tinggal di kandang tersebut Maria melahirkan Sang Putra yang ada dalam rahimnya yang kudus. Adven berasal dari bahasa Latin(adventus) yang memiliki makna kedatangan. Dalam kehidupan sehari-hari sudah selayaknya suatu kedatangan diterima dengan penyambutan yang pantas. Semakin besar dan tinggi status kedatangan seseorang maka akan semakin megah pula Berbagai yang diberikan.Dalam peristiwa ini, dunia menyambut kedatangan (adventus) raja melalui kelahiran (natus) Sang Putra. Oleh karena itu, semoga ia diterima secara istimewa dan penuh hormat.Di sini Allah tidak memilih tempat yang layak, melainkan menjadikan tempat yang semula tampak tak layak menjadi layak. -- V.E.Darren--

Kandang yang kami buat bukanlah tanpa makna. Sampah yang kami jadikan elemen utama menggambarkan ketidakpantasan untuk menerima atau menyambut kedatangan Tuhan. Namun, sampah ini juga memiliki makna lain dalam refleksi kami. Sampah yang sudah didaur ulang menjadi simbol harapan kami untuk dijadikan layak di mata Allah. Bagi kami bukan materilah yang menjadikan kami layak, melainkan kebersihan hati dalam kuasa Sang Ilahi. -- OMK Laurentius da Brindisi --

Kesederhanaan bukan diukur dari keindahan sebuah karya melainkan dilihat dari seluruh proses yang dilakukan untuk mewujudkan keindahan sebuah karya. Keindahan tidak harus mahal, bahkan beberapa jenis elemen sampah/barang bekas akan menjadi indah ditangan yang tepat.Berikan yang terbaik versi kita, ikuti aturannya, apresiasi karya bersama, jangan jd ajang pamer kemampuan, partisipasi dengan hati bukan karena ambisi. Karena seni kreasi merupakan identitas diri, sedangkan juara adalah hasil dari selera mata juri. Tidak perlu validasi untuk keindahan sebuah karya seni. Keluarga itu kita bukan inilah aku dan siapa kamu.-- A Lin DaViE --


TEMA *Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga*

Menegaskan bahwa keselamatan Yesus Kristus dialami secara nyata dalam keluarga, mendorong kasih, doa, dan firman Tuhan di dalam keluarga


*Spirit Laudato Si*

Seperti Allah yang memilih sebuah kandang, tempat yang tidak layak dijadikan layak untuk kelahiran Yesus. Kita mencoba menjadikan beberapa elemen sampah/barang bekas menjadi indah dan layak dilihat dalam rangkaian kandang Natal. Kita sebagai keluarga dalam Wilayah Laurentius da Brindisi hadir untuk menyelamatkan bumi dengan menjadikan sampah/barang bekas menjadi kandang Natal yang indah, sebagai bentuk dari kehadiran Allah dalam keluarga kita. 


Melihat sedikit berbeda dari sudut pandang potensi diri, adalah bagaimana dalam sebuah keluarga bisa menggabungkan potensi berbeda yang ada pada masing-masing anggota keluarga sehingga mampu menghasilkan sebuah karya yang indah dengan sebuah kerja sama.

Bahan Kandang Natal
1. Kandang Natal
    * Tiang kandang : sisa kardus Kapsul HPL / kain.
    * Ornamen tiang & pagar tiang : potongan kardus bekas
    * Kayu² : sisa potongan kayu packing
    * Atap : bekas tempat telur & kulit telur
    * Tangga : sisa potongan kayu packing dan potongan sisa karpet
    * Patung : gambar cetak
    * Alas Patung : kardus bekas & botol bekas
    * Bayi Yesus : boneka mainan anak
    * Palungan : kotak bekas parcel
    * Alas palungan : jerami dan daun palma kering
    * Alas kandang : daun pisang kering

2. Latar Belakang & Dinding
   * Dinding backdrop : kayu palet,sisa tempat pengemasan senjata
   * Latar belakang: cetak
   * Kain hitam : milik umat 

3. Pohon Natal 1
   * Kayu : sisa potongan kayu packing
   * Bintang : Kertas kardus alas kue ulang tahun 
   * Kado : Kardus bekas & kertas prakarya
   * Medali : Medali sebuah acara yang tidak digunakan 
   * Bungkus kado : potongan kertas bekas

4. Pohon Natal 2
   * Gelas : gelas kopi bekas
   * Alas : kardus bekas
   * Accesoris : bunga & daun sisa parcel 
   * Bunga Pinus : dikumpulkan dari beberapa lokasi 
   * Pita : bekas pembelian kantong buah
   * Alas merah : bekas tempat telur

5. Pagar 
   * Kotak : bekas pembersih tangan kadaluarsa 
   * Alas tulisan Laurentius Brindisi : kardus bekas
   * Tulisan Laurentius Brindisi (cetak)
   * Tanaman : milik umat dengan penutup dari sisa kardus HPL / kain 
   * Batu : pinjaman umat

6. Lantai
    * bekas alat peraga/latihan 
    * potongan karpet sisa penggunaan umat
    * LED Strip dari umat sisa renovasi rumah

7. Patung
    * 3 orang majus, domba & gembala: gambar cetak
    * Alas patung : kardus bekas
    * Binatang : paralon bekas dan pohon kering

8. Penerangan (pinjaman milik umat)
    * lampu natal
    * lampu tembak
    * lampu led
9. Alas area kandang 
    * Latar belakang Bekas


Perlengkapan pendukung
1. Baut
2. Lem kertas
3. Lem bakar
4. Isolasi bening
5. Lakban hitam
6. Kabel tis
7. Pita ganda
8. Cat air & kuas
9. Kabel instalasi penerangan


THE WINNER : WILAYAH LAURENTIUS DA BRINDISI

Selamat...proficiat....congratulation....💕😇😍




Dua Dunia

 

photo : koleksi pribadi


 





Ada tertulis “ketika burung jatuh cinta pada ikan, dimana mereka akan tinggal?”


Begitu dengan kita...

Mengerti syalom bukan jawaban dari assalamualaikum

Semua sebenarnya sangat jelas

Ujung dari perjalanan ini sampai dimana

Akhir cerita ini seperti apa

Tetapi kita menutup mata

Mengabaikan keraguan yang ada


Saat tasbihmu yang suci 

Bersanding dengan rosarioku yang kudus

Mampukah kita menyatukan sujud dan tanda salib

Dalam satu bingkai indah

Hanya dengan rangkaian kata toleransi


Bukan karena kita tidak pernah memahami

Hanya saja aku dan kamu tidak mau peduli

Sangat mengerti akan ada rasa kecewa 

Ketika satu sikap harus diputuskan

Memilih bersama dengan salah satu terluka

Ataukah melepas genggam tangan dengan hati terbuka


Banyak kisah yang tidak tersampaikan pada akhir cerita

Ada cinta yang mungkin tidak akan kesampaian

Kebersamaan yang tidak selalu bisa dipersatukan

Terkadang tujuan akhir dari sebuah perjalanan             adalah duduk tenang


Lama waktu pada sebuah perjalanan

Jauhnya jarak yang telah kita lewati

Banyak warna dalam dunia kita

Belum mampu melebur iman yang beda

Menjadi amin yang sama


Bunga tidak lagi indah ketika pupus dari tangkainya

Cinta bukan lagi bahagia saat melibatkan air mata

Tidak perlu memaksakan apa yang tidak mungkin kita miliki

Cukup kita pahami logika bisa berkompromi dengan hati



#rasa sakit yang ada akan semakin besar ketika kalian semakin lama bersama tanpa tujuan#

Wednesday, June 10, 2026

Kesombongan

 

photo : koleksi pribadi

Sekecewa inikah aku kepada_Mu...??

Sedalam apakah rasa marahku untuk_Mu...??

Sampai sekedar menyebut nama_Mu rasanya sesakit ini.

Atau mungkin aku yang salah...??

Karena telah percaya Engkau ada

Sehingga aku hanya selalu berharap kepada_Mu .


Dimana Engkau saat aku mencari_Mu

hanya sekedar inginku Engkau sejenak memelukku

Dengarkah Engkau saat aku memanggil_Mu

Sampai habis batas lelahku menunggu jawab_Mu

Melihatkah Engkau saat aku bertelut penuh air mata...?


Kata mereka berharaplah hanya pada_Mu

Hanya Engkau yang tidak pernah mengecewakan

Tapi sesakit inikah menjalaninya....??

Sampai kapan harus merasakan semuanya...??


Engkau sangat tau isi hati dan pikiranku

Tidak pernah meminta kemewahan

Cukup kesehatan jiwa dan raga

Tidak pernah meminta kekayaan dan kemewahan

Hanya sebuah kata cukup

Tidak pernah meminta tahta dan kekuasaan

Cukup jangan patahkan impian mereka 

yang kusebut dalam setiap doa-doaku


Tetapi ribuan hari jutaan doa yang sama kunaikkan kepada_Mu

Satupun pintaku tidak pernah kudapat dari_Mu

" ketuklah maka akan dibukakan"

Sampai berdarah aku mengetuknya

Tetapi Engkau tutup rapat pintu berkat_Mu untukku

" mintalah maka akan diberikan "

Harus bagaimana lagi caraku meminta

Untuk bisa Engkau berkenan memberikan apa yang kupinta..?


Sesekali Engkau buat aku mulai bisa berdiri kembali 

Itu semata-mata bukan untuk bahagiaku 

Melainkan untuk orang lain

Saat semua tugasku bagi yang lain selesai

Engkau jatuhkan aku lagi, lagi dan lagi

Semakin dalam dan semakin sakit


Terima kasih ketika kusematkan doa

Untuk mereka yang berharap pada mimpi-mimpi mereka

Saat itu juga berkat tercurah bagi mereka

Tapi saat pintaku bagi diriku sendiri kunaikkan kepada_Mu

Seketika itu aku kembali kehilangan_Mu


Kata mereka aku tidak bersyukur

Apa yang perlu aku syukuri, 

ketika setiap detik yang ada hanya sakit dan sesak

Riuh penat isi hati dan kepala

Hanya untuk berpikir mencari cara

Bagaimana bisa tampak baik-baik saja

Disaat semua yang terjadi padaku 

sesungguhnya tidak pernah baik adanya


Aku bukan Yesus 

Yang mampu memanggul Salib 

Menahan rasa sakit dan wafat di kayu salib 

Sengsara dan menderita demi menanggung dosa manusia

Dan aku juga bukan Bunda Maria

Yang punya kesabaran tanpa batas

Menjalani semua sakit ini


Mereka bilang hadiahku Surga

Aku melakukan segalanya melalui lelah dan luka sedalam ini

Untuk bisa meraih surga_Mu

Seindah apa Surga yang Kau siapkan untukku

Sampai harus seberat ini rasa yang Kau titip untukku.

Ataukah mungkin ini hukuman atas dosa²ku

Sebesar apa dosa yang sudah kubuat dimata_Mu

Sampai wajah_Mu berpaling dariku

Andai benar selama ini adalah sebuah teguran dari_Mu

Untuk semua salah yang kubuat

Jika yang lain tidak, kenapa aku harus..?





#saat kita ada dalam situasi yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, kesombongan kita akan membunuh keimanan kita atas penyelenggaraan Tuhan#

#jika tidak mengalami jangan menghakimi, jika sedang mengalami jangan terlalu lama, karena marah yang disebabkan oleh kesombongan itu menyakitkan#






Memilih dan Menyelesaikan

photo : koleksi pribadi








Dalam sebuah pilihan selalu melekat tiga hal, adalah Cinta, Komitmen, & Tanggung Jawab

Mencintai apa yang sudah menjadi pilihan kita, merawat, menjaga, dan memupuk agar selalu bisa bertumbuh. Bagaimanapun caranya tetaplah mencintai karena itulah cara mencintai yang benar. 

Jika rasa cinta atas pilihan yang sudah diambil mulai berkurang, cobalah untuk kembali memikirkan, komitmen awal kalian pada saat memutuskan untuk mengambil sebuah pilihan yang kalian jalani saat ini. 

Dan jika seolah-olah komitmen awalpun enggan kalian ingat kembali, mari tunjukkan pada diri kalian masing-masing, bahwa kalian adalah pribadi yang memiliki tanggung jawab. 

Bertanggung jawablah atas pilihan yang sudah kalian ambil,selesaikan apa yang sudah kalian mulai dengan baik. Tidak peduli sesulit apapun perjalanannya, yakinlah bahwa Tuhan Yesus memberkati, Bunda Maria mendoakan & Santo Yusuf selalu ada untuk kalian. 


Friday, May 8, 2026

Flowers & Guinness

photo : koleksi pribadi


Dear kalian....

Belajarlah hal yang baik dan buruk pertama kali dari orang tuamu

Teruskanlah hal baik yang diajarkan 

Putuslah hal buruk yang dilihat oleh kalian

Lanjutkan apa yang sudah benar

Perbaiki apa yang tampak salah


Bucket ini seperti dunia kalian

Ada hal yang baik dan yang buruk

Berdampingan dalam hidup kalian

Belajarlah dari segala situasi yang ada

Bukan sebagai alasan untuk menjadi lemah 

Melainkan membentuk kalian menjadi semakin kuat


Jangan pernah menyakiti siapa pun

Ampunilah mereka yang menyakiti

Lalu tinggalkan saja...!!

Jangan menoleh kebelakang

Hidup kalian terlalu berharga 

Untuk pedulikan mereka yang tidak memiliki hati


Memilih baik atau buruk

Menjadi kuat atau lemah

Terbang tinggi atau diam ditempat

Semua itu tugas kalian kedepan

Untuk bisa menentukan pilihan

Memperjuangkan hidup terbaik

Menentukan masa depan kalian

Dari tangan kalian sendiri


Setiap waktu yang kalian lewati 

Itulah sekolah kehidupan

Memahami dunia bukan hanya dari sisi mereka 

yang “terlihat” baik, indah dan berlebihan

Coba sedikit  melihat keras dan hancurnya dunia 

pada mereka yang selalu "tampak" jahat, buruk, kekurangan dan terluka


Warisan dari kami bukan setumpuk deposito

Bukan juga berupa tanah dan gedung mewah

Apalagi emas dan berlian.

Yang selalu kami siapkan untuk kalian

Hanya sebatas doa terbaik yang tidak pernah putus

Mengiringi tumbuhnya karakter bagi pribadi yang baik dan semakin kuat

Untuk menghadapi kerasnya dunia


Dear kalian....

Proficiat untuk usaha terbaiknya selama empat tahun ini

Selamat bekerja keras

Menahklukkan dunia yang akan kalian hadapi

Wajar jika kalian merasa lelah tapi jangan putus asa

Boleh menangis tapi jangan terpuruk

Teruslah berusaha, jangan terlalu lama berhenti

Sampai hasil yang kalian petik nanti

Mampu menebus waktu yang telah kalian lewati dengan senyum bahagia


Dear kalian.....

Jangan lupa yaaa...

Harus terus jujur, disiplin, dan tersenyum

Mengandalkan Tuhan Yesus dalam segala sesuatu

Doa kami bersama kalian

Tuhan Yesus memberkati

Bunda Maria mendoakan

Santo Yosep mendampingi




Jumat, 08 Mei 2026

Cattleya C533.1

RS.Primaya Bekasi Barat


Friday, January 9, 2026

Sun Flower

 

photo : koleksi pribadi









Mau alasan apa lagi untuk tidak percaya Tuhan....?

Saat akan melahirkan anak kembar, setelah melalui kontraksi 27 jam dengan perdebatan mau dilakukan caesar atau tidak, yang pada akhirnya bisa melahirkan mereka berdua dengan normal, tanpa pisau bedah dan dengan kondisi semua sehat, duo kembarpun tanpa masuk inkubator. 

Ketika divonis kanker selaput otak & maningitis yang disebabkan karena virus CMV, masuk ICU sampai harus menerima sakramen perminyakan dan menjalani berkali-kali kemoterapi yang tidak dicover asuransi kesehatan yang kami gunakan kala itu,tetapi selalu disediakan biaya pada saat jadwal kemoterapi, karena jika dihitung dengan pikiran kita sebagai manusia, pendapatan bulanan kami tidak mungkin mampu membayar semua proses pengobatan tersebut, tapi kuasa Tuhan melebihi pikiran dan kekuatan kami.

Saat dokter memberi vonis GBS (Gulliane Barre Syndrome) mengharuskan saya menghabiskan 12 botol obat Gammaraas yang harganya tidak murah dan menurut dunia medis saya akan mengalami kelumpuhan minimal 2 tahun, namun dengan mukjizat sakramen maha kudus, saya menjalani perawatan di ICU, HCU dan unit stroke hanya dalam waktu 2 bulan, dan menjalani home care untuk terapi jalan selama 4 bulan. 

Ketika dokter di klinik kantor melihat kondisi saya, dan dia meragukan diagnosis dokter spesialis RS dimana saya dirawat, meskipun hasil pemeriksaan terkait GBS sudah ditegakkan dan menyatakan positif GBS, beliau mengatakan "tidak mungkin kalau GBS, kamu sudah bisa jalan seperti ini, #BIASANYA# minimal dalam kurun waktu 2 tahun itu pasien baru keluar dari ruang perawatan". 

Seketika saya menjawab "dokter Kristen tapi hanya yakin dengan teori kedokteran dibuat manusia, kenapa dokter lupa kalau kita punya dokter dari segala dokter" dan dia meneteskan air mata sambil berkata "ternyata imanmu yang menyembuhkanmu"

Selesai bergulat dengan 3 dunia kembali dikasih hadiah yang tidak kalah istimewa secara terus menerus berupa Dural Sinus Thrombosis, Antipropholipid Syndrom, ACA, Lupus Sjogren, yang akhirnya menjalani home care dengan perawat dari rumah sakit terdekat dan minum obat 45 butir setiap harinya, diinfus rutin obat aiuoe dengan mengundang suster ke rumah. Menjalani proses dengan banyak warna, masih terus menjalaninya, hingga sampai detik ini hanya tinggal mengkonsumsi 15 butir per satu hari.

Setelah keguguran 3x selama 8 tahun, akhirnya melalui perantara Novena Santo Antonius Padua kembali diberikan tugas dan tanggung jawab oleh_Nya dengan mengandung bayi perempuan. Membutuhkan perawatan medis yang ekstra ketat dengan 7 dokter selama prosesnya,dengan berbagai pemeriksaan sampai akhirnya bisa melahirkannya dengan sempurna melalui operasi caesar, dan saat ini tumbuh menjadi anak yang luar biasa.

Tahun 2024 kembali diberikan PR materinya 2 titik Fibroadenoma mammae (FAM), selesai dengan sekali angkat dan satu tahun setelahnya PR_nya ditambah banyak dengan 9 titik. Sampai detik ini masih harus banyak "berbelanja" dan masih dengan donatur utama Dia yang punya rencana. 

Akhir 2025 diberikan lagi kado akhir tahun berupa penumpukan batu empedu yang tidak sengaja ditemukan pada saat melakukan pemeriksaan kesehatan pasca opname, sampai detik ini masih harus healing ke dunia medis. 

Berat...? Bohong kalau bilang tidak, tapi buat apa bilang berat, karena tidak ada yang bisa membantu untuk menjadi ringan kecuali Dia dan diri sendiri. Kurang wow yang bagaimana warna hidup dan duniaku.

Memiliki dua anak laki-laki beranjak dewasa yang karakternya luar biasa baik, dan satu anak perempuan yang bisa membuat hari-hari kami dar der dor. Masih bisa melayani meskipun tidak seluar biasa mereka, karena memang harus tau diri dengan "keistimewaan" yang saya miliki. Dikelilingi orang-orang baik, sesepuh, anak-anak dan orang muda yang selalu membuat hidup lebih cerah. 

Itu semua ada bukan karena saya luar biasa tapi tangan_Nya yang menyediakan. Jadi butuh alasan apa lagi untuk tidak percaya...? Butuh rasa apa lagi sampai tidak bisa memiliki rasa syukur...?


Ketika mereka bertanya:

 #Doa apa yang diminta sampai bisa sekuat ini...??#


Jawabku:

Aku sudah tidak akan meminta apapun ,terjadilah apa yang Tuhan mau, karena aku minta sebanyak apapun jika Dia tidak ingin memberikan hal itupun tidak akan aku dapatkan, jika aku mampu puji Tuhan, jika tidak aku hanya akan katakan sama Tuhan *aku tidak mampu, kukembalikan semua pada kuasa_Mu* Bapa Kami....Salam Maria...