Sunday, January 22, 2023
Perjalanan
Saturday, January 21, 2023
Surat Cinta Dari Surga
Jika aku pergi...
Bukan karena salah siapa
Tidak juga inginku meninggalkan kalian
Tapi karena waktuku telah usai
Bukan aku tidak berusaha
Untuk tidak meninggalkan kalian
Tapi Dia sudah katakan
"Cukup dan kembalilah"
Jangan buat kepergianku
Jadi sumber air mata untuk kalian
Jika Dia ijinkan aku kembali pada-Nya
Lepaskan "kepulanganku"
Dengan iringan doa dan suka cita
Karena Dia sangat mencintaiku
Aku sangat mengerti kalian mencintaiku
Segala cara telah kalian tempuh dan lakukan
Untuk membuatku bisa tersenyum
Untuk bisa hidup tanpa rangkaian rasa sakit
Tapi mengertilah...
Aku ada karena Dia
Aku mampu dan kuat karena Dia
Aku pergi kembali pada-Nya
Karena sesungguhnya
Aku adalah milik-Nya
___dedicated to my lil angel & my dad 27112015___
Friday, January 20, 2023
SELESAI...!!
___Dear kalian yang selama ini tidak pernah menghargai pasangan kalian, semesta mencatat apa yang kalian lakukan, hanya menunggu waktu kapan semesta mengubah situasi kalian menjadi penyesalan tanpa akhir___
Thursday, January 19, 2023
Atas Nama "Cinta"
.......
cinta tidak pernah salah
cinta juga tidak pernah datang tiba-tiba
cinta tumbuh dari sebuah proses
bukan dari sebuah kata kebetulan
jangan menyalahkan cinta
saat hatimu terluka
karena caramu mencintai keliru
jangan mengatasnamakan cinta
jika kamu merasa tersakiti
karena jalan yang kamu pilih salah
jangan menyalahkan cinta
ketika duniamu hancur
karena telah memilih orang yang salah
bukan cinta yang salah
hanya cara kamu
memupuk perasaan yang keliru
bukan cinta yang salah
tapi jalanmu memilih
siapa yang kamu cintai tidak tepat
karena ketika kamu memaksakan
untuk bisa memiliki seseorang
tetapi kamu sadar langkah dan pilihanmu
menghancurkan hati yang lain
itu bukan rasa cinta
rasa yang kamu miliki
sebatas ego dan nafsu serakahmu
Sunday, January 15, 2023
Aku dan Kamu
Kita...?!
Bukan sebuah keharusan yang dipaksakan
Cukup jadikan ini sebagai sebuah cara
Menyatukan pena dan kertas
Melanjutkan cerita nafas dan langkah
Pada halaman selanjutnya
Dalam buku kehidupan kita
Kita...?!
Seperti pena tanpa kertas
Layaknya kertas tanpa pena
Berjalan sendiri dengan banyak rasa
Tanpa mampu menjadikannya cerita
Kita...?!
Akankah bisa maju bersama
Menciptakan kisah berlembar-lembar
Dalam sebuah buku cerita
Hanya ada cinta tanpa air mata...
Kita...?!
Mari bersama mengukir cerita
Pada lembaran kisah yang baru
Dengan kasih bukan luka
Tanpa menutup ribuan kisah yang telah lalu
__dear my sista, 6 menit dari sepenggal ceritamu__
Wednesday, October 19, 2022
Andai Tuhan Ambil Rasa Cintaku
Adalah ketika aku sadar bahwa aku seorang istri tetapi terbatas pada istri yang hanya tercatat di atas kertas dan hanya ketika suamiku ingin mengakui aku sebagai istri saja.
Ya, istri tetapi posisiku hanya sebagai wanita pelengkap yang melahirkan dan mengasuh anak-anak kami, wanita yang menjaga rumah yang ditinggali bersama, sehingga suamiku bisa dipandang sebagai laki-laki yang sempurna.
Ya, begitulah kenyataannya, yang aku alami dan rasakan setiap harinya, karena ternyata seorang "aku" yang memiliki banyak kekurangan dimatanya, hanya bisa memiliki cintanya sebatas angan-anganku saja.
Dia suamiku tetapi lebih bahagia saat bersama teman kantornya dari pada bersama istrinya, yang tersisa untukku, wanita yang setiap hari melambungkan doa untuknya dan selalu menanti kedatangannya dirumah hanya tinggal menerima keluh kesahnya saja
Senyum dan canda tawanya lebih banyak pesona untuk teman kantornya dan buatku yang selalu menanti kabar baik dan sapaan manis darinya hanya mendapatkan raut lelahnya saja.
Waktunya habis untuk pekerjaan dan teman kantornya, untukku hanya kalau sempat. Jangankan saat di luar rumah, ketika dirumah saja waktunya habis bersama handphonenya, ya... sekali lagi dengan mereka untuk urusan kerjaan katanya, dan aku hanya bisa menunggu nanti jika ada sisa waktu sebelum dia terlelap dalam lelahnya.
Perhatiannya dikuras habis untuk pekerjaan dan teman kantornya, jika aku ingin mendapatkan perhatiannya ya aku harus mengemis perhatian dulu sama dia, menginjak harga diriku hanya demi mendapatkan sebuah perhatian dari suamiku sendiri. Tapi semanis apapun pesanku untuknya jawaban yang aku terima lebih sering jawaban yang seperlunya, yang diberikan daripada pesanku tidak dijawab meskipun pesan hanya dibuka tanpa dibaca isinya.
Sikap manis dan lemah lembutnya lebih sering untuk mereka yang berrelasi dengan dia di luar sana, dan buatku mendapatkan sikap cuek dan muka ketusnya karena aku mungkin dipandang suamiku tidak memiliki peran apapun dalam mensukseskan karir suamiku, justru setelah menikah dengannya aku adalah beban bagi kehidupan pribadinya.
Jadi, apa masih pantas aku mengaku sebagai istrinya? Aku sudah kehilangan rasa percaya diriku, karena kelemahanku.
Aku harus sesering mungkin melihat kaca dan berkata "tolong kamu tau diri siapa dan seperti apa kamu, jadi jangan terlalu berharap banyak pada suamimu, terima saja apa yang ada, syukuri saja kamu bisa hidup karena kerja keras suamimu, bersyukur kamu masih menyandang status istri dari nama besar suamimu, dan cukup berharap suamimu tidak mendepakmu untuk mereka yang lebih cantik dari dirimu sekarang menggantikan posisimu, jadi diam dan jalan seperti sebelumnya."
#sisilaindarisenyumseorangistri #sepertifilmtapinyata





